Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 27


__ADS_3

Tak lama makan malam pun siap semuanya dihidangkan oleh boneka tanah yang dibuat Meifeng.


Selama mereka makan tidak ada satupun suara hanya dentingan piring dan sendok saja, selesai makan mereka bergegas ke kamar masing masing dan mempersiapkan diri untuk besok.


Pagi pun tiba sesuai yang di perintahkan Meifeng Bei Bian membangunkan mereka semua di ruangan panggilan untuk menyuruh menuju ke lapangan yang luasnya mencapai 50 Hektar, setibanya di lapangan semua berbaris dengan api, Jingmi mengambil alih laki laki dan Jingyi mengambil perempuan.


Meifeng memulai memberikan pelatihan fisik pada para laki laki seperti halnya militer, begitu juga dengan perempuan namun sedikit lebih ringan, pelatihan itu dimulai dari tahap awal hingga mencapai tahap akhir.


semua bawahan itu terus dilatih hingga tiga bulan lamanya, tubuh para pria satu persatu mulai kekar dan kuat atas pelatihan fisik yang diberikan Meifeng.


Kemudia Meifeng melatih mereka untuk pintar membuat rencana, sebelum bertindak harus mempunyai rencana yang matang dan harus punya rencana cadangan, harus pintar dalam bersembunyi tidak membuat suara sedikit pun, tidak meninggalkan jejak jika membunuh, harus lincah, yang terakhir harus tenang dan tidak bertindak gegabah dalam melakukan suatu misi.

__ADS_1


Meifeng memberikan pelatihan layaknya dirinya di dunianya dulu.


Para bawahan itu sangat semangat dalam menjalankan pelatihan itu sehingga dengan waktu yang singkat selama dua bulan saja, Meifeng bangga akan mereka semua dan puas akan dirinya sendiri.


"Bagaimana Mei'er semua bawahan mu sudah menjadi sangat handal dalam ini semua" ucap Jingmi yang melihat perubahan para bawahan itu selama lima bulan.


"hehe..aku akan melatih mereka menggunakan senjata api, 2000 orang akan mempelajari senjata Heckler dulu" ucap Meifeng sambil melihat para bawahannya yang terus berlatih tanpa mengenal lelah, Jingmi pun ikut melihat para bawahan itu.


Setelah Meifeng pergi sebagian dari mereka ada yang pergi menuju luar hutan lewat lubang dimensi yang ditunjuk Meifeng dan sebagian lagi menuju kamarnya.


"wow nona memang sangat baik dimensinya benar mengenali tato yang kita punya" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


"iya nona memang sangat baik aku akan selalu setia dengannya" ucap yang lainnya lagi.


Hari hari berlalu para wanita ada yang memasak sebagai kegiatan mereka, ada yang melayani Meifeng dengan menyiapkan sarapan pagi makan siang dan makan malam. "Lain kali kalian tidak perlu menyiapkanku makanan ada pelayan bonekaku" ucap Meifeng yang sebenarnya sudah berkali kali mengucapkan.


"tidak apa apa nona kami juga sebagai bawahan nona" ucap wanita yang bernama Jia itu, di satu satunya bawahan yang dekat dengan Meifeng.


"Kau mengingatkanku dengan jiao" ucap Meifeng tiba tiba teringat dengan jiao pelayan ibu yang melahirkan nya, namun ia sendiri yang membunuhnya.


"Siapa jiao nona?" tanya Jia ingin tahu pasalnya tidak ada yang bernama Jiao disini.


"dia adalah pelayanku dulu namun aku membunuhnya" balas Meifeng dengan santai nya ia menganggap kecil hal itu.

__ADS_1


Maaf tidak up lagi habis kuota hehe..


__ADS_2