
"apa!?" ucap Meifeng sambil menatap tajam Huli, semua orang disana merinding melihat raut wajah Meifeng.
Meifeng kemudian masuk kedalam istana itu dan melihat lihat, semua isi dari istana itu sesuai dengan keinginannya, Meifeng kembali keluar dilihatnya semua orang belum ada yang bergerak sama sekali.
"ck..kalian boleh bergerak" ucap Meifeng tau apa yang mereka takutkan.
"Dengarkan aku baik baik, kalian disini bukan untuk di perbudak namun kalian akan menjadi anggota dari istanaku sendiri" ucap Meifeng lalu menatap Huli mengisyaratkan untuk mempertanyakan para budak itu.
"Ada yang ingin ditanyakan?" tanya Huli pada mereka yang tau apa yang di perintahkan Meifeng.
salah seorang pemuda dari mereka mengangkat tangan "kita akan dipekerjakan seperti apa?" tanya orang pemuda itu.
"Kalian akan dilatih seperti pembunuh bayaran namun lebih, bukan untuk dibayar tetapi hanya membunuh yang pantas untuk dibunuh" jelas Huli yang sudah tahu jelas rencana Meifeng, "kalian nantinya tidak akan dibayar oleh siapapun maupun itu kaisar atau orang besar lainnya, kalian hanya bekerja untukku" ucap Meifeng melanjutkan perkataan Huli.
__ADS_1
"Dan kalian akan tinggal di istana ini layaknya bangsawan karena kalian adalah orang dari Meifeng" ucap Jingyi melanjutkan ucapan Meifeng.
"Ada pertanyaan lagi?" tanya Huli pada mereka lagi.
Para budak tersebut tidak ada yang bertanya lagi, Meifeng lalu mendekat "Siapa yang tidak mau angkat tangan aku saya akan melepaskan kalian" ucap Meifeng tepat 10 langkah dari jejeran para budaknya.
Para budak tersebut tidak ada yang mau angkat tangan, mereka berpikir jika lebih baik berada di bawah tangan Meifeng dari pada orang besar diluar sana.
Saat bola merah itu menempel dan menjadi tato tubuh mereka terasa sakit dari dalam dan mengeluarkan cairan hitam dari tubuh, adapun yang memuntahkannya.
"tenang itu hanya racun ataupun penyakit yang selama ini bersarang ditubuh kalian" ucap Huli saat para budak itu terasa panik.
Dengan perkataan Huli mereka kembali tenang, Meifeng yang melihat semua itu memerintahkan mereka untuk menempatkan setiap kamar, jika kurang akan tinggal berdua.
__ADS_1
Mereka lalu memilih kamar satu persatu, setiap kamar terdapat kasur tingkat dua yang modern di zaman Meifeng dulu, mereka semua terpesona dengan penampilan kamar yang belum pernah di lihat sebelumnya.
"Huli sebaiknya kau beritahu mereka kalau jangan sebut model kamar itu aneh di depan Meifeng" bisik Jingmi tidak ingin para budak itu kena marah Meifeng seperti Huli.
Huli kemudian bergegas secepat mungkin untuk memberi tahu mereka di satu kamar dan menyebarkannya, namun tidak sampai di telinga Meifeng.
Hari sudah mulai gelap, Jingmi berada di dapur untuk memasak makan makan di bantu Huli dan Jingyi, sedangkan Meifeng asik menyaksikan Jingmi yang berkelahi dengan alat alat dapur, ia sebelumnya tidak pernah melihat pembuatan makanan disini.
Bei Bian sendiri memanggil orang orang lewat pengeras suara dari ruangan tersendiri yang di buat oleh Meifeng agar tidak repot memanggil di setiap kamar yang berjumlah ribuan.
"Meimei apa kau tidak mau membantu kau dari tadi hanya menyaksikan saja" ucap Jingmi yang sedari tadi terus melirik Meifeng yang memperhatikan gerak geriknya.
"Cerewet" balas Meifeng lalu pergi meninggalkan Jingmi dan memperhatikan Huli.
__ADS_1