
“Sayang”ucap Bianca berhasil terlepas sebab Bian terfokus dengan Alan yang berlalu dengan wajah sendu.
“Sayang”ucap biar suda menempel di Alan membuat Riri berhenti mengejar Alan.
“Sayang. Berarti perempuan itu pacarnya Bos”Batin Riri memperhatikan Alan yang sedang ditempeli wanita seksi.
“Bianca. Ikut denganku. Kalian, jangan mengikuti ku”ucapnya menarik Bianca dan melewati Bian yang bingung sementara Bianca dengan senang hati mengikut.
“Riri. Alan kenapa?”tanyanya saat menghampiri Riri yang masih memandang punggung Alan dan Bianca yang makin lengket.
“Riri tidak tahu. Mungkin Bos ada masalah”jawabnya.
“Barusan Alan baik baik saja dan bahkan sangat bersemangat ingin menemui seseorang. Aku kira Alan mau menemui Riri”ucap Bian.
“Riri sempat bertemu dengan Bos tetapi hanya memberiku hukuman berupa menjaga jarak darinya”jelasnya membuat Bian tambah tidak mengerti.
“Apa sebenarnya yang terjadi. Aku harus cari tahu”batinnya.
Lift kembali terbuka membuat Alan menyeret paksa Bianca untuk keluar dari kantornya dengan wajah bak iblis berwujud malaikat.
“Sayang”teriaknya sebab melihat Alan berlalu bersama mobilnya.
“Bianca kamu masih ada kesempatan. Sepertinya Alan baru di tolak dengan kampungan itu”batinnya dibalut kebahagiaan.
Jam kerja telah berlalu dengan bosan dan rasa ngantuk sebab Riri tak melakukan apa apa selain menunggu Bosnya datang kembali namun nyatanya tak kunjung datang.
“Riri. Ada panggilan masuk”teriak Cika di malam hari.
“Angkat saja Cika. Riri baru gosok Gigi” jawabnya diri dalam kamar mandi.
“Assalamu’alaikum”ucap laki-laki di seberang sana.
“Waalaikumussalam”jawabnya dengan terbata bata sebab melihat senyuman manis di layar ponsel.
“Kamu siapa?”tanyanya dengan nada berubah tegas serta tatapan tajam.
“Aku Cika bestie nya Riri”jawabnya memperkenalkan diri membuat wajah di seberang sana kembali bersahabat lagi.
“Maaf. Riri di mana?”tanyanya tepat saat Riri keluar kamar mandi.
“Siapa Cika?”ucapnya juga ikut bertanya membuat semua memandang kearahnya.
“MasyaAllah. Cantik Alami”batinnya melihat wajah Riri yang masih basah.
“Emm. Calon Imamku”jawabnya ragu sebab baru memperhatikan nama pemanggil.
“Calon Imamku”ulangnya dengan nada lirih sembari tersenyum membuat kedua orang tuanya hanya mampu menggeleng kepala.
__ADS_1
“Maaf Cika”ucapnya sembari menerima uluran tangan yang berisi ponsel miliknya.
“Maaf Bang. Riri habis dari kamar mandi”ucapnya dengan malu malu membuat Hidayat tertawa renyah.
“Ternyata Calon Makmumku tahu juga tersipu malu”ucapnya membuat Cika ikut baper.
“Hehehe. Abang. Tumben banget menghubungi Riri sampai Video Call?” tanya mengalihkan pembicaraan.
“Ibu dan Ayah menyuruhku. Katanya mau melihat lagi Calon menantunya”jawabnya sembari mengarahkan kamera kepada kedua orangnya yang tersenyum sembari melambaikan tangan.
“Nak. Ibu Ibu hanya mengawasi kalian jangan sampai berinteraksi berduaan. Nanti tidak tahan terus melewati batas”ucapnya membuat Riri tersenyum.
“Ibu..”jawab Hidayat merajuk membuat semua tertawa.
“Nak. Lihat calonmu. Tidak selaki yang kamu kenal selama ini”ucapnya lagi membuat Riri tertawa,
“Ibu bisa saja. Riri baru tahu ternyata Bang hidayat tahu merajuk juga”jawabnya setengah tertawa tanpa mempedulikan bestie nya yang gigit jari.
“Nak. Itu hanya salah satu Fakta yang perlu di ketahui. Masih banyak fakta lain yang diluar nalar. Nak Riri harus jadi Istri yang sabar”ucapnya lagi membuat Hidayat makin tertunduk malu.
“InsyaAllah Ibu”jawabnya.
“Sepertinya Anak Ibu sudah ngantuk jadi," ucapnya lagi membuat Hidayat langsung menegakkan kepala.
“Abang belum ngantuk”jawabnya spontan membuat semua tertawa bahkan Cika.
“Terima Kasih Bang. Abang, Ibu dan Ayah juga harus Istirahat. Assalamu Alaikum” ucapnya.
“Waalaikumussalam.Riri yang matikan”ucapnya membuat Riri hanya mampu menjadikan senyuman sebagai penutup obrolan.
“Nak. Ingat. Nak Riri belum jadi Istrimu jadi tetap jaga batasan”ucap Abi sebab melihat Anaknya senyum senyum tak jelas.
“InsyaAllah Abi. Terima kasih”jawabnya membuat Ibu memanjatkan rasa syukur dalam hati.
Bukan hanya Hidayat yang senyum senyum sendiri seperti Anak baru Gede (ABG) yang baru merasakan cinta. Ternyata Virus merah jambu juga menyerang Riri yang semua persoalan hidupnya terlupakan seketika.
“Cie. Cie. Ternyata sudah ada calon Imam”ucap Cika membuat Riri baru sadar akan kehadiran Bestie nya,
“Cika. Ini Rahasia kita”ucapnya membuat Cika merapatkan posisi.
“Ri. Ternyata kamu menyimpan banyak rahasia. Belum menjelaskan persolan satu Ruangan dengan Pak Alan sekarang ditambah lagi ternyata sudah punya calon yang tidak kalah tampan dengan Ceo ILA”ucapnya membuat Riri kembali mengingat persoalan Bosnya.
“Cika. Aku tidak bermaksud menyembunyikan apa apa darimu. Baru tadi Pagi aku di Lamar dan kalau soal satu ruangan dengan Bos Alan, hal itu merupakan permintaan langsung dari Direktur Utama yang mengangkat ku sebagai sekertaris Pribadi”jelasnya.
“Tadi pagi. Berlari kamu dilamar Online. Beruntung banget kamu Riri”jawabnya kembali baper.
“Tapi jangan dulu. Direktur Utama yang mengangkat mu, Kenapa Bisa?’tanyanya heran.
__ADS_1
“Karena Bos Alan sering bolos kerja sampai di juluki Anak Bandel oleh Ayahnya sendiri”jelasnya.
“Iya Juga. Sebelum Riri magang. Pak Alan jarang banget kelihatan di kantor Bahkan Pak Bian selalu mencarinya setiap hari. Tapi semenjak Kamu jadi sekertaris nya Pak Bian selalu dang ke kantor bahkan lebih Awal. Direktur Utama memang tidak perna salah memili orang”jawabnya membuat kesimpulan.
“Ingat iya Cika. Ini rahasia kita”ucapnya membuat Cika menyatakan siap.
Mentari telah meninggi bahkan kantor ILA sudah di penuhi pekerja kecuali Ceo nya yang saat ini masing membenamkan diri dalam selimut bahkan kedua orang tuanya sudah kelelahan membangunkannya.
“Dasar Anak Bandel. Bangun Bian sudah menunggumu”
“Daddy. Hari Ini Alan libur kerja”jawabnya.
“Libur. Jangan bilang penyakit Malas mu datang lagi. Bangun atau Daddy memecat mu”ucapnya penuh ancaman.
“Pecat saja Daddy.Alan mau tidur”jawabnya semakin membenamkan diri dalam selimutnya.
“Anak itu kenapa jadi Anak Bandel lagi bukankah lima bulan terakhir paling semangat ke kantor”ucapnya hingga sampai dihadapan tiga orang.
“Biarkan saja Daddy.Mungkin Alan butuh isterahat.”ucapnya.
“Bian.Apa sepupumu punya masalah di kantor?”tanya.
“Bian tidak yakin Paman. Sebab dari kemarin Alan pergi begitu saja dari kantor dan tidak kembali bali.Apa mungkin karena Bianca?”ucapnya yang diakhiri tanya yang entah di tujukan kepada siapa.
“Bianca datang ke kantor Untuk apa?” ucapnya ikut mengajukan pertanyaan
“Bianca datang menemui Kakakmu”jawabnya.
“Dasar Kunti tidak tahu diri. Sudah selingkuh karena tahunya Kakakku hanya karyawan Biasa sekarang pasti sudah tahu siapa kakakku sebenarnya. Dasar kunti matre” Ucapnya berlalu dan menghampiri kakaknya.
“Kakak itu pintar jadi tidak perlu mengisi mantanmu yang gila harta itu .Kalau Kakak mau balikan dengan Bianca. Elan tidak akan bicara sama kakak sempai mati”ucapnya sembari menarik rambut kakaknya
“Siapa juga yang mau balikan sama Bianca”jawabnya langsung terbangun.
“Kalau kakak tidak mencintainya dan mau balikan terus mengapa kakak sampai mengurung diri?”tanyanya membuat Alan kembali murung.
“Apa aku salah bicara” Batin Elan melihat wajah galau.
“Elan..Jika kamu bukan adikku apakah kamu akan jatuh cinta kepadaku?” ucapnya tiba tiba bertanya
“Pasti aku akan jatuh cinta..Tidak ada yang berani menolak pesona seorang Alana Saputra”jawabnya penuh keyakinan.
“Elan pasti bercanda buktinya Dia melirikku saja tidak mau”ucapnya membuat Elan berpikir siapa yang dimaksud kakaknya.
“Lima bulan terus bersamaku sekalipun dia tidak perna memandangku sebagai laki laki.Kukira Dia tidak normal tapi kenyataannya dia menerima lamaran laki laki lain”lanjutnya memperjelas membuat Elan menerka nerka.
“Lima Bulan.Bukankah itu masa Sekertaris Pribadi Kakak. Aku harus mencari tahu”Batinnya masih memandang wajah galau kakaknya kembali berbaring.
__ADS_1