HATI ANAK RANTAU

HATI ANAK RANTAU
23. TIDAK PERNA TERDUGA


__ADS_3

“Ternyata Cika wanita tangguh juga bisa melewati masa percobaan tanpa mengeluh”batinnya saat melihat Cika berkerumunan dan membantu para pekerja.


“Ibu Cika cocok sama Pak Candi.Sama sama namanya berawalan C dan sama sama baik”ucap seorang pekerja.


“Bapak Bisa aja Jodoh itu di tangan tuhan bukan terletak pada nama”jawabnya membuat pekerja tertawa.


“Ibu Cika ternyata komedian juga.Lihat Pak Candi terus melihat Ibu Cika”lanjutnya membuat semua mata memandang ke arah Candi yang berdiri sendiri dengan tangan di masukkan ke saku celana


“Pak.Saya permisi dulu. Semangat kerjanya”ucapnya memberi semangat sebelum berlalu.


“Pak Candi  Cika tahu Cika cantik tapi ingat berkedip juga”ucapnya membuat Candi melayangkan tatapan Maut


“Santai Pak..Cika sudah tiga bulan selalu di suguhkan tatapan mengerikan itu terus.Tidak bisa yang lain Pak?”ucapnya tanpa rasa takut.


“Tujuan Cika sebenarnya apa”batinnya.


“Kamu mau apa?”tanyanya setelah terdiam sesaat membuat Cika tak mampu membendung bahagia.


“Aku mau satu Ruangan dengan Bapak”ucapnya tanpa filter membuat Candi heran bercampur marah tetapi berubah tersenyum tipis


“Aku memenuhi permintaanmu”ucapnya membuat Cika bahagia setengah mati


“Terima kasih Pak Candi tampan”jawabnya dengan lema lembut menyembunyikan pikiran sebenarnya


“Apapun tujuanmu langsung menetima.Cika harus memanfaatkan kesempatan emas” batinnya berjalan mengikuti Atasannya.


“B***h. Aku tidak mungkin menerima permintaan konyol mu jika bukan untuk mengawasi mu lebih muda jika satu ruangan denganmu”ucap Candi dalam hati.


Beralih ke tempat di mana Riri perna merantau.Terdapat dua orang hebat di bidangnya masing masing.


“Lana”ucapnya.


“Jendral Dika”jawabnya.


“Apa kabar. Selama dua tahun ini Lana ke mana enggak perna kelihatan?”ucap Jendral Dika membuat Lana tersenyum.


“Enggak kemana mana di Jakarta saja kecuali enam perjalanan bisnis di Luar Negeri” jawabnya.


“Pantas saja..Setiap ke ILA hanya ada Nak Alan dan Bian. Mereka tambah mapan dan tampan saja”ucapnya.


“Tapi sayang belum ada pendamping”Lanjut Lana berbicara.

__ADS_1


“Anakmu Alan sudah di jodohin sejak lahir dengan Anakku Cika”ucapnya sembari tertawa ringan membuat Lana tak mampu ber kutip.


“Jangan bilang Anakmu sudah punya kekasih?”tanya membuat Lana berbicara secara terbuka.


“Maaf Dika. Sepertinya perjodohan itu tidak dapat di teruskan sebab Anakku masih mencintai wanita yang sudah bersuami”jawabnya membuka Dika terkejut setengah mati.


“Apa. Nak Alan jadi Pebinor (Perebut Bini Orang)?”tanyanya memastikan.


“Engak.Sebenarnya Alan enggak salah. Aku yang salah karena mencoba mendekatkan Alan dengan gadis dari Samarinda tanpa tahu ternyata gadis itu sudah punya calon dan tepat tiga bulan yang lalu mereka menikah”jelasnya membuat Dika menebak.


“Gadis dari Samarinda. Apa mungkin gadis itu adalah Teman anakku yang bernama Riri”ucapnya membuat Lana mengangguk.


“Mutiara Ririani Fatimah Ayubi. Gadis itu.Salah wanita itu sudah memikat hati anakku hingga kini”jelasnya membuat Dika turut merasakan luka masa lalu yang masih menghantui.


“Lana. Sebenarnya Riri tidak jadi menikah tiga bulan lalu”ucapnya membuat Lana tidak percaya.


“Apa maksudmu Dika. Bahkan aku sendiri yang mengirim Anakmu untuk menghadiri pernikahannya sebab aku masih perjalan bisnis”jelasnya.


“Lana. Anakku jadi saksi gagalnya pernikahan sahabatnya karena calonnya kecelakaan dan meninggal di tempat tepat di hari pernikahannya Itulah sebabnya anakku pinda kerja dari ILA”jelasnya membuat Lana terdiam antara percaya atau tidak


“Aku percaya ada tujuan tersembunyi dii balik rencanamu mendekatkan mereka.Dan kini saatnya Lana melanjutkan perjuanganmu sebagai orang tua yang ingin melihat anaknya berbahagia bersama orang yang di cintai  Kalau soal Anakku enggak usah di pikirin. Cika tidak perna setuju dengan rencana perjodohan istri istri kita”jelasnya membuat Lana berfikir kerasa.


“Anakku sekarang menemani sahabatnya yang kejiwaannya tergoncang akibat calon suami, Calon mertua serta kedua orang tuanya meninggal di hari yang sama”lanjutnya membuat Lana memutuskan untuk membuktikan ucapan Dika meski tak mungkin membohonginya.


“Jika Bos tahu siapa aku sebenarnya . Aku rasa dia tidak akan mau berurusan denganku apalagi main main kepadaku”batinnya sembari menyusun tumpukan berkas.


“Sepertinya Dia sama seperti wanita lain yang terpikat oleh tampang dan hartaku”batinnya yang menyadari perhatian Cika tertuju padanya.


“Bos sebenarnya sempurna tapi sayang enggak normal.Impoten”ucapnya sengaja di perdengarkan membuat Candi terkejut kemudian tersenyum.


“Ternyata dia cepat mengetahui rumor tentangku”ucapnya dalam hati.


“Ternyata benar Bos Impoten. Buktinya tidak protes melainkan senyum senyum sendiri”batinnya.


“Bos”ucapnya tiba tiba berteriak membuat Candi terkejut.


“Cika. Kamu ingin membuat Bos mu serangan jantung seperti Kakaknya”jawabnya dengan suara yang tak kalah tinggi.


“Maaf Bos berkasnya sudah ku periksa semua jadi bisa tidak aku beli minum.Haus”ucapnya sembari mengucap  lehernya yang tertutup hijab.


“Ini.Satu untukku”ucapnya sembari menyodorkan uang merah.

__ADS_1


“Bos mau rasa apa?”tanyanya menghampiri Bosnya


“Apa saja yang penting dingin”jawabnya membuat Cika menerima pemberian Bosnya


“Bos. Kembaliannya untuk Riri”ucapnya sebelum keluar dari ruangan.


“Dasar wanita matre”ucapnya membuat Cika tersenyum sembari hilang dari pandangan.


Dering ponsel menganggu pikiran Bos tentang Sekertaris nya. Meski jengkel tetap mengangkat sebab panggilan berasal dari orang penting yang tiga bulan tak menghubunginya lalu kali ini menghubunginya tanpa aba aba terlebih dahulu.


“Apa?ucapnya setelah menerima panggilan.


“Bos.Uangku tidak ada lagi sedangkan aku masih butuh makanan dan minuman dalam persembunyian”ucapnya.


“Daripada makan gaji buta mending kembali mengintai objek utama sebelumnya di tambah sahabatnya.Jalankan tugas,kondisi kembali aman”jawabnya.


“Siap Bos”ucapnya semangat di balik jarak jauh.


“Pastikan keponakanku tidak perna menghalangi jalanku”ucapnya lantang tanpa menyadari seseorang membuka pintu dan bertepuk tangan.


“Cika”ucapnya terkejut.


“Kenapa Bos terkejut seperti itu. Apa aku terlalu lama?”tanyanya santai sembari mendekati Bosnya yang membeku di tempat.


“Duduk dulu Bos. Baru minum”lanjutnya berucap sembari meletakkan minuman di sudut meja Atasannya.


“Apa Cika mendengar percakapanku”batinnya sembari memandang wanita di hadapannya.


“Aku tidak perna menyangka ternyata Bos adalah Pagar makan tanaman. Harusnya menjaga mala membuatnya terluka.Bagaima respon Riri Jika tahu ternya Pamannya..”ucap Cika santai tetapi membuat Candi meradang.


“Kamu jangan macam macam atau aku akan…”ucapnya penuh penekanan membuat Cika tertawa.


“Hahaha. Bos juga mau membunuhku seperti mereka atau mau menggoncang jiwaku seperti keponakanmu”ucapnya membuat Candi melotot ke padanya.


“Santai Bos. Rahasiamu aman di tanganku sebab aku sama sepertimu” ucapnya tersenyum.


“Kamu juga pura pura menyayanginya. Kenapa?” tanyanya setengah percaya.


“Kenapa tidak Bos saja yang sudah lama bersamanya bisa melakukan itu apalagi Cika yang baru bersamanya”jawabnya tersenyum licik membuat Candi ikut tersenyum lega dan meminum pesanannya.


“Terima kasih kawan”ucapnya duduk di kursi kebesaran sembari berputar penuh bahagia.

__ADS_1


“Ternyata Bos enggak sepintar yang aku kira. Strategi yang sama untuk membongkar semua kejahatanmu”batinnya tak lepas memandang kebahagian Atasannya yang sudah masuk dalam perangkap.


__ADS_2