
“Bian..Bagaimana kabar Nak Riri?”tanyanya.
“Enggak tahu Paman. Bian sering menghubunginya namun selalu tidak ada respon. Bahkan Saat bertanya pada Cika sebelum pergi. Bian tidak mendapatkan hasil apa apa. Mungkin suaminya protektif” jawabnya membuat Lana memikirkan perkataan Dika yang lalu
“Aku harus menghubungi Nak Cika untuk memastikan semuanya”batinnya
“Ada apa Paman menanyakan tentang Riri..Apa mungkin ada kaitannya dengan Alan?”tanyanya sebab melihat Pamannya terdiam.
“Menurut Bian Apa anak Bandel itu masih menyimpan rasa kepada Nak Riri?”ucapnya ikut mengajukan pertanyaan.
“Kalau di lihat sekilas. Alan sepertinya sudah mengikhlaskan Riri di lihat bagaimana kesungguhannya memimpin perusahaan tetapi Jika di amati Alan masih menyimpan Rasa sebab Meja Riri masih sering dipandang dan bahkan melarang ku untuk menduduki apalagi memindahkannya dari Ruangan”ucapnya mengingat kejadian yang sering terjadi semenjak meja kerja itu tak berpenghuni.
“Paman juga sepemikiran denganmu Bian. Paman pulang dulu. Biarkan Anak Bandel itu melakukan sesuka hati yang penting tetap melakukan tanggung jawab sebagai pemimpin ILA.
Dering ponsel membuat Cika berbalik ke arah Bosnya yang duduk di kursi penumpang sorang Diri. Direktur Utama ILA ucapnya membuat Candi mengangguk pertanda mengizinkan. Tersambung dan mengaktifkan tombol pengeras suara.
“Hello.. Assalamualaikum Nak Cika apa kabar”ucapnya mengajukan pertanyaan.
“Waalaikumussalam.Alhamdulillah Cika baik Pak”jawabnya sopan.
“Panggil Daddy saja..Daddy bukan Bos Nak Cika lagi”ucapnya tertawa membuat Cika ikut tertawa dan hal itu tidak luput dari pantauan Cika.
“Kata Papamu. Nak Cika pinda kerja ke Samarinda?”tanyanya.
“Iya Daddy. Cika merantau ke Samarinda.” jawabnya.
“Apa sudah mendapatkan pekerjaan?” tanyanya lagi.
“Alhamdulillah..Cika sementara berangkat ke kantor bersama Bos”jawabnya sembari berbalik ke arah Candi.
“Alhamdulillah. Bos kamu baik mengizinkanmu menjawab panggilan” ucapnya.
“Alhamdulillah..Bos Cika sekarang baik banget Daddy”jawabnya tapi nyatanya batinnya mengumpat.
“Baik apanya. Dia Raja Iblis”batinnya jengkel tapi masih mempertahankan senyumannya.
“Mana lebih baik daripada Anak sulung Daddy?” tanyanya membuat Candi memandang lekat Cika.
__ADS_1
“Alan baik tetapi Bos Cika sekarang jauh lebih baik bahkan tidak kalah tampan dengan Alan”jawabnya membuat Candi membanggakan diri dalam hati sementara Lana tertawa terbahak bahak.
“Hahahaha..Nak Cika bisa saja.Bosmu sekarang luar biasa bisa menandingi Penerus ILA yang terkenal Tampangnya tiada tandingan. Apa Bosmu juga masih lajang?” tanyanya.
“Boss Cika sekarang sama seperti Alan yang merupakan Bos Muda dan lajang”jawabnya.
“Luar biasa. Nak harus hati hati. Ingat Nak Cika sudah di jodohkan dengan Alan”ucapnya membuat Cika kembali berbalik melihat Bosnya yang tak ada respon.
“Daddy tenang saja. Bos Cika sekarang adalah Paman dari Riri”jawabnya membuat Lana makin memperdalam menggali informasi.
“Paman dari Nak Riri. Lalu bagaimana keadaanya?”tanyanya membuat Candi kembali mengangguk sebagai kode yang hanya Cika dan dirinya yang memahami.
“Daddy..Keadaan Riri tidak baik baik saja semenjak meninggalnya Calon suaminya tepat di hari pernikahaannya.Itulah sebabnya perusahaan Almarhum Appa nya di pimpin oleh Pamannya adik dari Almarhum” jawabnya membuat Lana bersedih tidak seperti Candi yang tersenyum tipis.
“Aku menutup semua pemberitaan tetapi menarik simpati ke orang petinggi seperti Pemilik ILA adalah penting untuk memperkuat posisiku”batinnya sembari tersenyum tipis dangat tipis tapi masih mampu di tangkap oleh sepasang mata Cika yang mengumpatnya dalam hati. Raja Iblis.
“Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Pasti Nak Riri sangat terluka dan kehilangan”jawabnya sendu.
“Iya Daddy. Keadaan Riri tidak jauh berbeda dengan pasien Rumah Sakit Jiwa”ucapnya membuat Candi makin bahagia dan memberi kode dengan mulut bergerak.
“Daddy..Lain kali kita lanjut..Cika sudah sampai di kantor.”ucapnya memahami Bosnya.
“Waalaikumussalam Daddy”jawabnya sebelum panggilan di akhiri.
“Aku harus membantu keduanya. Semoga kali ini usahaku Di Ridhoi Allah”batinnya setelah mengakhiri panggilan.
Semua mata memandang takjub kepada dua anak muda yang beriringan dengan sangat serasi. Bahkan semua karyawan Ayubi menghormati Cika seperti menghormati Candi meski banyak menyayangkan sebab Bos mereka tidak normal.
“Direktur Utama ILA mengenal Papamu.Pasti Papamu bukan orang sembarangan. Terus mengapa kemarin mengatakan tidak punya uang”tanyanya curiga.
“Papaku memang banyak Duit tapi Tidak denganku..Aku lebih suka makan hasil keringatku sendiri”ucapnya membuat Candi mengangguk.
“Tidak sepertimu yang suka merebut hak orang lain”lanjutnya membatin.
“Mengapa memili ke sini ke timbang menerima perjodohan orang tuamu?”tanyanya.
“Karena Alan menyukai Riri”jawabnya asal tapi mala di percaya oleh Candi.
__ADS_1
“Hahaha. Kasihan banget kamu. Cinta bertepuk sebelah tangan. Jangan bilang itu alasan mengapa kamu membenci Riri”tebaknya membuat Cika mengangguk meski mengumpat dalam hati.
“Dasar Bos otak Udang. Tahu apa kamu tentang Cinta”batinnya.
“kita sudah menjadi parner hidup jadi tidak baik menertawahi ku”ucapnya pura pura cemberut.
“Hehehe..Kamu seperti Riri ketika cemberut.Lucu,polos”jawabnya sembari tertawa jahat.
“Bos..”ucapnya pura pura merajuk.
“Ok.Sorry..Jika tujuan kita tercapai aku akan mengobati luka hatimu jika perlu aku akan menggantikan Alan”jawabnya membuat Cika jijik.
“Ogah. Cika tidak mau menikah dengan laki laki tidak normal”jawabnya spontan kemudian menutup mulut.
“Baguslah kalau kamu sudah mengetahuinya setidaknya jika kita menikah kelak kita sama sama mendapatkan keuntungan .Kamu tidak perlu di jodohkan dan aku bisa menutupi pendapat orang sepertimu”jawabnya santai.
“Dan tujuan kita untuk menghancurkan Riri tercapai dan aku bisa menjadi pemimpin Ayubi seutuhnya”ucapnya berbarengan dengan pintu terbuka.
“Riri’ucap Candi berhenti tertawa jahat.
“Riri”ucap Cika dengan lembut menyadari kehadiran Bestie nya dengan Air mata yang berjatuhan.
“Kalian..”tunjuknya tanpa mampu melanjutkan kata kata yang ada hanya air mata yang semakin deras hingga berlalu
“Riri”teriaknya berusaha mengejar Bestie nya namun terhalang oleh cengkraman kuat dari tangan Candi.
“Tak usah mengejarnya”ucapnya memperat cengkraman.
“Tapi…”jawabnya ingin memberontak.
“Cepat atau lambat dia akan mengetahui..Dengan dia tahu kita tidak perlu bersikap baik lagi di hadapannya”jawabnya tanpa bersalah membuat Cika menahan sekuat amarah.
“Tidak perlu takut.Riri tidak bisa berbuat apa apa dengan gangguan jiwanya”ucapnya melepas cengkram sebab tak ada lagi perlawanan.
“Jangan menyebut Aku Cika jika tidak membalas setiap tetesan Air Mata Riri karena perbuatan keji mu”batinnya dengan amarah berkobar tapi diluar terlihat biasa.
Riri berlari sekuat tenaga meninggalkan perusahaannya dengan kecepatan tinggi dan berhenti di sebuah masjid yang nampak sepi.
__ADS_1
“Tuhan..Mengapa engkau tidak adil padaku..Mengapa mereka yang kukira menyayangiku ternyata hanya pura pura..Mengapa Tuhan memberikan ujian ini padaku..Aku tidak sanggup. Hanya Appa,Umma dan Bang Hidayat yang menyayangiku dengan tulus tetapi engkau mengambilnya dariku..kenapa tidak sekalian mengambilku”teriaknya histeris dengan Air mata yang membanjiri wajahnya.
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”ucap seorang laki laki dari arah belakangnya membuat Riri spontan berbalik dengan mata tambah berkaca kaca melihat wujud dihadapannya.