
"Pak Candi yang memerintahkan mu”ucap salah satu petugas membuat Rinaldi mengangguk kemudian tersenyum.
“Candi. Jika aku tertangkap maka kamu harus mendekam bersamaku”batinnya penuh kemenangan tetapi pada dasarnya penuh ketidak tahuan.
“Rinaldi. Anda di tangkap atas dasar pembunuhan berencana”ucapnya di dukung oleh video yang terputar di layar ponsel Candi.
“Pak. Dia yang menyuruhku dan bapak tahu Candi menyekap seorang gadis di kamarnya dan menyekap dua pemuda di dalam mobilnya”ucapnya masih berusaha.
“Itu mereka pak”ucapnya lagi saat beberapa orang membawah Alan dan Bian yang masih tidak sadar diri.
“Pak Rinaldi. Jaga ucapanmu atau anda akan mendapatkan penambahan hukuman berupa pencemaran nama baik”gertak seorang petugas.
“Gadis di kamarku adalah istriku dan mereka adalah keluargaku”ucap Candi memperjelas.
“Pak Candi terima kasih untuk kerja samanya”ucap seorang petugas.
“Terima Kasih pak sudah mempercayaiku dan juga mertuaku”jawabnya sebelum petugas menyeret Rinaldi yang mencoba melakukan perlawanan.
“Aku akan membalas mu Candi Ayubi. Tunggu saja”teriak Rinaldi tetapi Candi hanya tersenyum.
“Bawah mereka ke kamar Nona Riri”ucapnya langsung terlaksana.
Dua pemuda telah terbaring di atas tempat tidur tepat di samping kamar pengantin baru yang harusnya hangat hangat tetapi selalu panas oleh perdebatan.
“Berhenti tersenyum. Senyummu jelek”teriak Cika pada laki laki yang menghampirinya dengan senyuman.
“Adik Tamba cantik jika marah marah. Kado pernikahan kita ada di kamar sebela”ucapnya langsung menggendong istrinya.
“Turunkan Aku raja iblis. Cika enggak sudi di sentuh olehmu”teriaknya penuh pemberontak.
“Jika abang raja iblis maka kamu adalah ratu iblis, jangan berpikiran kotor atau abang akan menciummu”ucapnya mendekat pada istrinya yang mulai terdiam.
“Andaikan tuhan bisa merubah mu menjadi seperti yang Riri ucapkan dulu maka aku adalah wanita paling beruntung memilikimu”batinnya melihat wajah suaminya dari dekat.
“Alan. Bian”ucapnya saat melihat dua pemuda.
“Lepasin.Mereka enggak salah apa apa.Tolong Candi”lanjutnya memohon membuat Candi melepaskan ikatan ditangan dan kaki istrinya.
“Mereka akan baik baik saja. Ini kado pernikahan dari abang dan juga balasan untuk keponakanku”jelasnya membuat Cika berhenti melangkah.
__ADS_1
“Apa lagi yang kamu rencanakan. Bukankan kha selama ini Riri memberikan semua apa yang kamu mau.. Apa tidak cukup penjelasanku yang dulu. Kenapa aku harus menikah dengan laki laki enggak berperasaan sepertimu”ucapnya penuh amarah sampai air mata tak tertahan lagi.
Candi melangkah menghampiri wanita yang kini telah berstatus istrinya. Air mata di pipi di hapus oleh kedua tangannya sebelum memeluk erat wanita yang memberontak.
“Abang tak akan mengulangi kesalahan yang sama..”ucapnya membuat Candi melayangkan pukulan pada punggungnya.
“Tapi apa yang kamu lakukan. Kami mengusik semua orang terdekatnya. Mereka enggak tahu apa apa Candi”ucapnya membuat Candi mempererat pelukan.
“Aku tahu aku salah. Tapi Abang mohon beri kesempatan untuk Abang memperbaiki kesalahanku”ucapnya membuat Cika hanya mampu terisak.
“Aku menyekap mereka. Karena hanya mereka terutama dia yang menjadi harapanku untuk membahagiakan keponakanku”ucapnya setelah melepas pelukan dan berali memandang Alan.
“Maksud kamu apa?. Aku enggak ngerti sama sekali dengan pola pikirmu”ucapnya.
“Diam lah dan berhenti menangis. Adik akan mengerti dengan sendirinya”ucapnya lagi sembari mengambil ponselnya.
Mata Cika memandang hal yang tidak mampu dimengerti sebab untuk apa laki laki yang kini berstatus suaminya mereka dua orang yang tak berdaya terlebih lebih saat suaminya menghubungi seseorang yang sangat Dikenal.
“Untuk apa Candi menghubungi Riri. Aku enggak tahu harus berbuat apa lagi”batinnya.
“Anda siapa dan tolong lepasin mereka. Bilang aja berapa uang yang kamu inginkan”ucap wanita di seberang sana.
“Aku tidak butuh uangmu”jawabnya membuat Riri terkejut setengah mati bukan karena ucapan melainkan pemilik suara yang sangat dikenali.
“Mengapa Riri begitu marah. Bukankah kamu telah menolak lamarannya jadi untuk apa kamu mempedulikannya”ucapnya.
“Darimana Paman tahu. Riri mohon jangan ngapa ngapain mereka”ucapnya penuh permohonan membuat Candi tersenyum yang jelas hanya mampu dilihat oleh istrinya.
“Tidak perlu Riri tahu di mana Paman mengetahuinya yang jelas jika Riri ingin mereka baik baik saja datang ke rumah sebagai calon Istrinya, jangan sampai memberitahu orang lain apalagi melapor ke pihak berwajib atau kamu tidak akan melihatnya lagi”ucapnya kemudian mengakhiri panggilan.
“Calon istri. Apa maksudmu Candi”tanya istrinya.
“Tak perlu membentak. Abang dan kamu sahabatnya juga tahu bagaimana Riri begitu Fobia sampai tak mau menikah lagi”jawabnya.
“Candi tahu terus mengapa mengancamnya untuk menikah dengan Alan”ucapnya
“Sebagai sahabatnya Adik pasti tahu Riri memiliki hati yang dangat tulus serta empati empati yang dangat tinggi. Dan Abang menyerang titik kelemahannya untuk menghilangkan Fobia nya”jelasnya membuat Cika terdiam tidak seperti Riri yang mondar mandiri mempertimbangkan beberapa hal.
“Riri harus bagaimana ya Allah. Riri belum siap menikah tetapi bagaimana kalau Paman melakukan hal yang sama seperti Abang Hidayat dan kedua orang tuaku. Riri harus bagaimana dan untuk apa Paman memintaku untuk menikah dengan Alan”ucapnya gusar.
__ADS_1
Dering ponsel membuyarkan lamunan Cika apalagi saat melihat suaminya tersenyum dan melihat ke arahnya.
“Kenapa enggak di angkat. Kamu menyembunyikan apalagi dariku”ucapnya membuat Candi duduk dengan santainya.
“Aku akan menghubunginya kembali asal adik berjanji setelah ini tidak memanggil suamimu dengan namanya”ucapnya kembali melakukan panggilan tanpa menunggu jawaban dari istrinya.
“Assalamualaikum Papa”ucapnya dengan sopan membuat wajah di seberang sana tersenyum.
“Waalaikumussalam. Papa kira kamu kenapa napa sampai tidak menerima panggilanku”ucapnya membuat Cika terkejut sekaligus heran dengan suara yang sangat di kenalnya.
“Papa”ucap Cika dengan lantang membuatnya menjadi pusat perhatian apalagi saat wajahnya sudah terpampang dilayar ponsel Papanya.
“Papa. Dia orang jahat. Papa harus menangkapnya”ucapnya membuat Papanya tertawa.
“Sayang. sepertinya suamimu belum memberitahumu”ucapnya membuat Cika memandang suaminya yang hanya tersenyum.
“Memberitahu apa. Apa Papa tahu sesuatu tentang rahasianya”
“Cika anakku sayang sebagai istri harus sopan terhadap suaminya dan perlu sayang ketahui pelaku kecelakaan dari orang tua Riri bukanlah suami melainkan orang lain yang sekarang sudah mendekam di penjara”ucapnya membuat Cika terkejut setengah mati sampai tak mampu berkata kata.
“Jangan hanya melihat suamimu seperti itu, Dipeluk atau perlu di cium sekalian”ucapnya membuyarkan pikiran Cika yang tertunduk malu.
“Emm. Papa masih di sini”ucapnya membuat Candi mengambil alih ponselnya.
“Papa hanya mau bertanya bagaimana dengan tugas selanjutnya”tanyanya.
“Candi sementara membatu Alan untuk bersama dengan keponakanku”ucapnya membuat Cika mulai mengerti arah pembicaraan.
“Papa percaya padamu. Papa tunggu kabar baiknya”ucapnya ditutup dengan senyuman.
“Tunggu saja Lana. Menantuku adalah laki laki yang bisa diandalkan”ucapnya pada sahabatnya yang ternyata sedari tadi berada di sampingnya.
“Terima Kasih. Aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi”jawabnya.
Wajah yang tadinya tertunduk kini berali memandang suaminya yang tidak henti hentinya melempar senyuman kepadanya.
“Sorry”ucapnya lirih.
“Apa. Abang tidak dengar”ucapnya penuh kepura puraan.
__ADS_1
“Maaf. Cika salah”ucapnya membuat Candi berali mengusap kepala istrinya yang tertutup kerudung.
“Maafkan juga kesalahan Abang selama ini. Adik adalah anak yang berbakti serta Sahabat yang setia”jawabnya membuat hati Cika berbunga bunga.