
Riri merindukan Paman yang selalu menjadi pelindung dan penjagaku,bukan mala menghancurkan hidupku”jawabnya sembari tersenyum.
“Jangan pura pura kuat.lebih baik menangis tanpa henti sebab kamu memang penyebab mereka meninggal. Andaikan kamu tidak menyetujui pernikahan semua tidak akan terjadi..Tetapi aku berterima kasih padamu sebab aku tidak perlu mengotori tanganku dengan darah mereka”jawabnya.
“Riri memang salah tetapi bukan itu sebabnya melainkan terpuruk karena termakan asutan Iblis”jawabnya membuat Cika tersenyum sekilas.
“Ternyata Bestie ku tahu juga melukai tanpa menyentuh”batinnya.
“Jika aku iblis maka kamu juga iblis. Karena terlahir dari orang serakah”jawabnya penuh penekanan.
“Dimana letak kesarakahannya. Menjaga, mendidik, menyekolahkan, memberikan pekerjaan dan posisi. Itukah yang dinamakan serakah?”tanyanya.
“Harusnya aku mendapat lebih dari apa yang orang tuamu berikan sebab aku adalah Ahli Waris Sah sama seperti Appa mu”jelasnya menggebu gebu.
“Jadi itu permasalahanya. Jika mau Ambil saja semua yang di tinggalkan untukku jika tidak percayah dengan Almarhum Kakek”jawabnya membuat Candi terdiam.
“Riri tidak tahu penyebab kakek memberikan semua pada Appa. Tetapi Riri yakin sebelum Kakak membuat keputusan pasti selalu ada pertimbangan matang”lanjutnya.
“Aku memang tidak perna dianggap sebab kelahiranku membunuh orang tercinta Ayubi”ucapnya penuh luka dan dendam.
“Itu hanya perasaan Paman. Riri akan memindahkan warisan Appa ke Paman jika itu bisa menyembuhkan luka paman” jawabnya membuat Candi tersenyum dan Cika terkejut.
“What. Riri cari mati menyerahkan semuanya sama saja membuat Candi semakin semena mena kepadanya”batinnya.
“Harusnya kamu sejak awal melakukan itu. Besok ke Perusahaan tanda tangan”jawabnya berlalu di susul Cika.
“Kalian pasangan serasi kenapa tidak sekalian menikah. Tidak baik tinggal bareng tanpa status perkawinan”ucapnya menghentikan semua langkah.
“Aku hanya ingin menikah dengan laki laki normal. Riri pasti tahu maksudku”jawab Cika membuat Riri tersenyum sedangkan Candi jengkel.
“Sial. Gadis ini menjatuhkan harga diriku”batinnya sebelum menyeret Cika.
“Kita pergi tak usah ladenin orang gila”ucapnya menarik Cika.
“Ternyata Paman dan Cika belum saling mengenal sepenuhnya. Mengala untuk kebaikan. Paman memang pantas memiliki semuanya”ucapnya melihat kepergian semuanya.
“Apa kamu percaya aku tidak normal?”tanyanya saat kembali mengendarai mobil.
“Boss Bertanya padaku?”jawabnya ikut mengajukan pertanyaan.
“Aku bertanya padamu Cika..”ucapnya sembari sekilas melihat wanita yang menunjuk dirinya.
“Bukankah kenyataannya berkata iya..Jika tidak..aku siap menjadi Aunty nya Riri”jawabnya kembali menciptakan sunyi.
Hari yang di tunggu Candi telah tiba tetapi tidak berjalan sesuai harapan sebab jam menunjukkan tengah hari namun batang hidung Riri belum terlihat.
“Awas kamu Riri jika berani main main denganku”ucapnya sembari memukul mejanya sendiri.
“Semoga Riri kali ini saja belajar ingkar janji. Aku ingin menjadi saksi kekalahannya”batinnya sembari tersenyum tipis.
__ADS_1
Laju kendaraan terus membela jalan membuat Orang yang di cari kini termenung sembari memandang kertas berisi surat warisan.
“Nak”ucap seseorang mengejutkannya.
“Apa Nak yakin dengan keputusanmu?”tanyanya saat Riri terfokus padanya
“Pak..InsyaAllah Riri yakin. Bukankah sejak awal merupakan Milik Paman Candi”jawabnya kembali menghadap ke depan dengan tatapan kosong.
“Tapi Tuan Candi belum memenuhi persyaratan sebagaimana persyaratan yang diberikan Almarhum Tuan Ayubi”jawabnya.
“Menikah”ucapnya sembari melihat berkas yang asli.
“Jika menunggu Paman menikah kemungkinan Riri akan mengalami nasib yang sama seperti kedua orang tuaku..Meninggal akibat balas dendam”jawabnya diakhiri tarikan dan buang nafas dengan kasar
“Riri hanya ingin hidup tanpa kebencian dan dibenci persoalan persyaratan biarlah menjadi rahasia kita berdua pak..Riri mohon”lanjutnya menjelaskan dengan penuh permohonan.
“Baiklah..Bapak diamanahkan untuk mengabdi kepada Nak. Semoga keputusanmu berbuah manis”jawabnya membuat Riri tersenyum.
“Sial..Sepertinya Riri cari mati”ucapnya penuh amarah sebab jam makan telah berlalu namun yang ditunggu belum muncul.
“Boss.Mau kemana?”ucapnya menghalangi jalan Candi.
“Cika. Minggir aku harus mencari Riri dan memberinya pelajaran”ucapnya yang disaksikan orang yang baru tiba
“Paman tidak perlu mencari ku”jawabnya saat berada dalam ruangan.
“Riri. Pak Doni”jawabnya saat berbalik ke asal suara.
“Paman. Alangkah lebih baiknya mengizinkan tamu penting duduk terlebih dahulu”jawabnya kemudian duduk tanpa di persilahkan.
“Ternyata Bestie ku tahu juga punya sisi tidak sopan tapi keren”ucap Cika dalam hati sembari tersenyum simpul.
“Cepat tanda tangani kontrak ini”ucapnya sembari melempar berkas tepat di meja di depan Riri dan Pak Doni.
“Pak Candi. Tolong jaga sikap”ucapnya penuh ketegasan sembari beranjak dari tempat duduk.
“Pak”ucap Riri sembari tersenyum membuat Pak Doni kembali duduk.
“Pak Doni. Tahu bahwa aku sangat menyayangi keponakanku”jawabnya tersenyum penuh makna membuat Cika ingin muntah.
“Pak Candi yang terhormat. Meski Nona Riri memberikan saham miliknya tetapi Nona Riri masih menjadi pemegang saham yang resmi selama Pak Candi masih berstatus sendiri”ucapnya membuat semua terkejut.
“Pak”ucapnya Riri terkejut.
“What. Maksud Pak Doni aku harus menikah jika ingin menjadi pemilik sah Ayubi.Pak Dini jangan bercanda”ucapnya dengan nada tidak menerima.
“Aku tidak ada waktu bercanda dengan orang terhormat seperti anda Pak Candi Ayubi. Jika setuju maka saham milik Nona Riri sementara resmi berpindah ke tangan Pak Candi. Tetapi jika tidak..”jelasnya membuat Candi berucap seketika
“Cepat tanda tangan. Aku pasti menjadi pemilik sah Ayubi”ucapnya sembari memandang lekat wanita di hadapannya.
__ADS_1
“Riri. Please jangan termakan omongan raja iblis”batinnya penuh harap tapi tidak sesuai harapan.
“Riri hanya berharap Paman menjaga Perusahan Almarhum Kakek dengan sepenuh hati”jawabnya sembari bertanda tangan.
“Tanpa kamu suruh. Aku pasti melakukannya karena Ayubi adalah impian terbesarku”jawabnya sembari mengambil kertas yang telah di tanda tangani Riri.
“Dan Pak Doni tenang saja aku pasti menyebar undangan secepatnya”ucapnya sembari melirik Cika sekilas.
“Riri tunggu undangannya Pak Candi Ayubi”jawabnya sebelum berlalu meninggalkan ruangan di susul dengan Pak Doni.
Cika dilanda kecemasan sampai tidak sadar beranjak dari tempat duduk dan hendak meninggalkan ruangan tetapi terhalang sementara oleh tatapan dan suara dari atasannya.
“Cika. Kamu mau kemana?”tanyanya menghentikan langkah Cika.
“Bos. Cika mau ke toilet”jawabnya pura pura sakit perut.
“Toilet. Bukankah Ruangan kita paling lengkap”jawabnya membuat Cika memutar otak.
“Boss Cika malu untar kedengaran Boss. Cika pergi dulu”jawabnya tersenyum sembari melambaikan tangan.
Cika berlari kesana ke mari mencari seseorang yang tidak di temukan di mana mana sampai putus asa melanda sampai mengusap kasar wajahnya.
“Nona. Baik baik saja” ucap seseorang membuat Cika berbalik ke asal suara.
“Pak Doni”ucapnya seakan mendapat oksigen.
“Pak. Riri mana?”lanjutnya berucap tanpa formal sembari melihat ke sana ke mari.
“Nona Riri ke toilet”ucapnya sembari menunjuk membuat senyum Cika mekar.
“Terima Kasih Pak Doni Cika ke Riri dulu”ucapnya sebelum berlari ketempat bestie nya berada tanpa mempedulikan wajah Pak Doni yang dilanda heran.
“Riri”ucapnya mengejutkan wanita yang sedang meneteskan air mata.
“Cika”jawabnya sembari mengusap sisa air mata
“Riri menangis lagi”batinnya sembari memandang Riri.
“Cika..”ucapnya sembari melambaikan tangan tepat dihadapan Cika membuatnya tersadar .
“Riri mengapa memberikan semua hak milikmu ke pada Pamanmu?. Itu sama saja Riri bunuh diri”ucapnya.
“Cika. Sejak awal Perusahan Kakek adalah milik Paman”ucapnya sembari memperlihatkan berkas asli dan jelas hal itu membuat Cika seakan tidak percaya.
“Riri baru kemarin mengetahuinya dari Pak Doni”ucapnya lagi.
“Tapi Riri setengahnya juga milikmu”ucapnya penuh kritik.
“Riri percayah Paman bisa memimpin Ayubi dengan baik apalagi Cika mendampinginya” jawabnya mengukir senyum sekilas.
__ADS_1
“Tapi Ri. Aku dan Candi…”jawabnya dengan wajah mulai lesu.
“Riri percayah, Cika mampu mengembalikan pamanku seperti sejak awal”jawabnya membuat Cika terdiam.