HATI ANAK RANTAU

HATI ANAK RANTAU
36. PELAKU SEBENARNYA


__ADS_3

Penghulu, dua saksi serta restu dari orang tua menjadi jalan terlaksananya pernikahan sederhana dua sejoli. Di sisi lain di bawah langit kelabu Alan memberanikan diri melamar wanita pujaan hatinya.


“Nak Alan. Ibu dan Bapak sangat berterima kasih untuk niat baiknya. Tetapi tetap keputusan kami serahkan kepada Riri karena dia yang akan menjalaninya”ucapnya membuat dua orang yang awalnya menunduk kini mengangkat wajahnya.


“Mutiara Ririani Fatima Ayubi maukah kamu menjadi madrasah utama bagi anak anakku kelak?”ucapnya kembali mengutarakan niat pada wanita yang sedari tadi diam.


“Maaf. Riri tak siap kehilangan lagi”ucapnya sendu.


“Impian terbesarku adalah hidup bersamamu. Jadi aku tidak akan meninggalkanmu. Percayalah”ucapnya membuat Air mata Riri menetes.


“Umma, Appa, abang hidayat sebelumnya juga sama sepertimu. Tetapi kematian memisahkan kita dan Riri tidak sanggup untuk merasakan hal yang sama”ucapnya terisak.


“Tak ada manusia yang hidup kekal hingga sewaktu waktu bisa pergi tanpa pamit sekalipun”lanjutnya pilu membuat semua ikut hanyut dalam duka.


“Riri…”ucapnya.


“Kak Alan banyak wanita yang mengingkan menjadi pendampingmu dan pilihlah salah satu diantaranya. Karena Riri tak bisa”ucapnya kemudian berlari meninggalkan bangunan peninggalan Umma nya.


“Riri. Melanjutkan hidup itu perlu. Aku ikhlas jika kamu bersama laki laki lain asalkan kamu menikah. Dia sudah tenang di surga jadi kuharap Riri kembali seperti dulu.”ucapnya penuh ketulusan membuat semua hanya terdiam.


“Terima Kasih perna hadir meski enggak dapat ku miliki. Alan pamit untuk kembali ketanah kelahiranku”lanjutnya berucap sebelum berlalu ke kamar dan membereskan semua barang barangnya.


“Alan. Apa kamu benar benar kembali?”ucapnya penuh ketidak percayaan.


“Untuk apa tinggal di sini jika aku telah kalah. Aku harus kembali dan menerima keputusan Deddy”jawabnya.


“Tapi bagaimana dengan perusahaan?”ucapnya lagi penuh pertanyaan.


“Bian pasti tahu bagaimana Sifat Daddy. Daddy enggak bakalan marah jika kita meninggalkan perusahaan karena tujuan awalnya memberiku kesempatan untuk memperjuangkan Cintaku. Tapi kali ini penolakan yang aku dapatkan. Alan gagal”jawabnya.


Kepergian di antar oleh pemilik serta keluarganya bahkan Alya tak henti hentinya menangis meminta agar kedua kakak barunya tetap tinggal tetapi keputusan telah bulat.


“Alya sayang. Kakak harus kembali. Jadi anak pintar.Jangan nangis terus entar kakak sekali kali menjenguk mu”ucapnya sembari memeluk Alya yang perlahan tersenyum.


“Janji”jawabnya menciptakan jari kelingking.


“Nak..Tak bisa di tunda kepergiannya. Nak Alan baru saja di rawat. Apa tidak sebaiknya istirahat dulu di sini beberapa saat hingga puli kembali”ucapnya.


“Ibu..Alan sudah memesan tiket. Alan bisa jaga diri baik.Semoga Ibu sekeluarga tetap sehat dan bahagia”ucapnya dilanjutkan salam perpisahan.


“Jaga dirimu Nak”jawabnya.

__ADS_1


“Riri. Alan pamit. Jaga dirimu baik baik” jawabnya membuat wanita hanya mampu mengangguk.


Perpisahan untuk ke dua kalinya tetapi kali ini bukan Alan yang di tinggalkan melainkan Alan yang meninggalkan. Sakitnya masih terasa sama sangat pilu tetap harus ditelan.


Di ibu kota keluarga yang menanti kabar dari anaknya yang tidak kunjung di dapatkan membuatnya memutuskan untuk bertemu sahabatnya.


“Apa benar anakmu telah menikah?”ucapnya.


“Iya Lana. Kamu tahu aku menikahkannya dengan laki laki yang selama ini aku cari”jawabnya membuat Sahabatnya terdiam.


“Setelah menyelidiki kasus keluarga Riri ternyata Pamannya yang sekarang sudah menjadi menantuku bukanlah pelaku sebenarnya”jelasnya.


“Jadi itu alasanmu merestui mereka”ucapnya menebak membuat sahabatnya mengangguk.


“Lana di tengah sibuknya memimpin perusahaan masih sempat mengatur jadwal denganku. Katakan apa yang perlu aku bantu!”ucapnya membuatnya mendapatkan bisikan.


Senyum terbit bersamaan dengan laki laki di daerah lain. Tugas pertama dari mertuanya tak mungkin di lewatkan begitu saja.


“Dimana Mereka?”ucapnya melalui panggilan.


“Mereka baru saja meninggalkan kediaman Target utama”jelasnya.


“Bodoh. Kalau saja aku tidak butuh perlindungan dan uangmu sudah sejak lama aku mengirim mu dan keluargamu pada kakakmu. Tunggu tanggal mainnya dan aku akan menjadi pemilik Ayubi”ucapnya diakhiri tawa jahat.


“Apa lagi yang kamu rencanakan”ucap seseorang yang masih terikat.


“Begitu caramu ngomong dengan suamimu. Aku hanya menjalankan perintah dari Papa mertua”jelasnya.


“Aku enggak akan mempercayaimu. Jika terjadi sesuatu dengan Riri,Alan dan Bian maka aku tidak akan segan segan melaporkanmu pada pihak berwajib”gertaknya membuat Candi tertawa.


“Adik tenang saja. Abang tidak akan melukai mereka. Aku akan memberimu kado pernikahan yang tidak perna terlupakan”jelasnya sebelum berlalu dan melakukan penyamaran.


Mobil melayu sesuai info yang di dapatkan. Senyum terbit melihat target berhenti di pinggir jalan dengan waja jengkel sebab adanya kesalahan pada kendaraannya


“Alan. Hari ini kita sial banget. Bannya kempes”ucapnya saat melihat ban belakangnya.


“Kempes..Bukankah tadi baik baik saja”ucapnya turun dari mobil dan memastikan dengan mata kepalanya sendiri.


 


“Jalankan rencana selanjutnya”ucap Candi pada laki laki yang menjadi mata matanya.

__ADS_1


“Siap boss laksanakan”ucapnya memegang saku yang sudah berisi sesuatu.


Jalan perlahan mendekati target yang mengotak atik bank pukulan mendarat di pundak Bian membuatnya tak sadar diri sementara Alan terkejut menyaksikan sahabatnya yang sudah tergeletak di aspal.


“Kamu..”ucapnya pada seseorang yang sudah mendekapnya menggunakan kain.


“Merepotkan saja”ucapnya melumpuhkan target tepat saat mobil berhenti di sampingnya.


“Angkat mereka masuk ke dalam mobilku”ucapnya membuat bawahannya terheran heran.


“Bos mau bawah mereka kemana?”tanyanya.


“Ke Rumah. Jangan banyak tanya cepat laksanakan”jawabnya penuh perintah membuat bawahannya mengangkat tubuh dewasa dengan susah payah.


“Sial. Mereka berat banget. Awas kamu Candi. Jika aku sudah merebut posisimu aku akan melenyapkan mu pertama kali”batinnya melirik laki laki yang tersenyum di kursi pengemudi.


“Ini sedikit balasan karena selama ini kamu membohongiku”batinnya sembari memandang bawahannya yang telah menyelesaikan perintah lebih tepatnya siksaan.


“Rinaldi. Kerja bagus. Sebagai balasan kerja kerasmu. Ikut aku ke rumah ucapnya membuat laki laki yang ternyata bernama Rinaldi menegakkan badannya dari penghormatannya.


“Ke rumah Boss. Untuk apa. Bukankah pekerjaanku telah ku selesaikan dengan sempurna”ucapnya.


“Itulah sebabnya aku memanggilmu ke rumah untuk mengambil bonus atas kerja kerasmu”jawabnya membuat Rinaldi terdiam.


“Bonusmu sudah aku siapkan di rumah tinggal kamu menikmatinya. Rinaldi”jelasnya membuat senyuman terbit.


“Terima kasih boss”ucapnya penuh hormat.


Kendaraan membela jalan sepi memasuki perkotaan membuat Rinaldi tidak henti hentinya tersenyum melihat mobil yang sedang berada di hadapannya.


“Bonus. Candi bodoh. Apa lagi yang akan dia berikan padaku. Mobil, Uang atau mungkin Perusahaannya. Aku tidak sabar melihat bonusku kali ini”ucapnya.


Mobil memasuki kawasan Ayubi membuat petugas kepolisian  mengambil posisi penangkapan target yang sudah di depan mata.


“Rinaldi. Masuklah jangan sungkan”ucapnya setelah membuka pintu utama yang ternyata di suguhkan oleh satu koper uang berwarna merah.


“Ambil. Itu bonusmu”ucapnya membuat Rinaldi berbahagia  sampai mencium duit yang sudah berada di tangannya.


Alis Candi terangkat ke atas membuat Polisi melakukan  pengepungan dan penangkapan. Rinaldi yang awalnya berbahagia berubah menjadi terkejut sebab baru menyadari kehadiran petugas yang memborgol tangannya.


“Lepas. Kenapa aku ditangkap. Aku hanya melakukan perintahnya”ucapnya memandang Candi.

__ADS_1


__ADS_2