HATI ANAK RANTAU

HATI ANAK RANTAU
38. AKHIR YANG INDAH


__ADS_3

Riri akan datang enggak iya Abang”ucapnya hendak mengalihkan pembicaraan tetapi malah mengalihkan dunia suaminya.


“Abang. Tak salah dengarkan aku”batinnya.


“Cika bertanya kenapa Abang mala melamun”ucapnya membuat Candi dilanda kebahagiaan tak terkira.


“Riri pasti datang kalau tak..”ucapnya dengan senyuman membuat orang yang baru datang makin merasa curiga.


“Riri datang jadi tolong Paman jangan sakiti mereka”jawabnya mengejutkan.


“Riri”ucapnya hendak memeluk sahabatnya yang ternyata menghindar


“Sabar Adik. Sebentar lagi Persahabatan kalian akan kembali seperti dulu. Abang janji”batinnya melihat raut kesedihan di wajah istrinya.


“Riri tak mengerti mengapa Paman meminta Riri menikah dengannya”ucapnya membuat Candi kembali memasang wajah iblisnya.


“Belum saatnya kamu tahu. Tugasmu sekarang adalah menikah dengannya atau..”ucapnya dipotong seketika oleh Riri.


“Riri akan menikah tapi tolong jangan sakiti mereka lagi. Paman boleh melakukan apapun terhadap Riri tetapi jangan mereka yang tidak bersalah apa apa”


“Diam dan jangan menangis lagi. Sudah waktunya kamu mempersiapkan Diri”ucapnya dengan tegas.


“Adik dampingi Riri ke kamar sebela. Bersiap pastikan dia tampil sempurna”


“Tapi Abang. Alan belum sadar”ucapnya.


“Dia hanya terpengaruh obat bius, sebentar dia akan sadar. Adik tenang saja Dia akan menjadi urusanku”jawabnya.


Ruang make up terpajang sama seperti dulu apalagi membuat Riri kembali ke memori kelamnya.


“Cika. Aku sudah kehilangan orang kucintai tepat di moment seperti ini dan sakitnya masih membekas sampai sekarang”ucapnya.


“Tetapi Riri harus melawan rasa sakit dan teroma itu agar tidak ada lagi orang yang merasakan kehilangan sepertiku. Aku tidak ingin Pamanku mengotori tangannya lagi”lanjutnya dengan air mata.


“Calon pengantin tidak baik menangis itupun jika Riri enggak mau mempersulit MUA nya”ucapnya membuat Riri terdiam memendam luka.


Calon mempelai wanita kini mempersiapkan diri tidak seperti mempelai laki laki yang perlahan baru membuka kelopak matanya. Kamar Asing serta orang asing di hadapnya membuatnya terkejut setengah mati.


“Kamu siapa.”ucapnya membuat Candi tersenyum.


“Yang sopan kamu sama Calon pamanmu”ucapnya sembari menyodorkan ponselnya.


“Daddy”


“Dasar anak bandel. Harusnya kamu bersiap diri sebelum duduk pengantin”ucapnya.


“Duduk pengantin. Siapa yang mau menikah. Alan di tolak Daddy”ucapnya.


“Daddy tahu maka dari itu Daddy sudah menyiapkan mu calon pengantin tinggal kamu ijab kabul”jawabnya.


“No Daddy. Alan enggak mau menikah dengan wanita yang enggak ku kenal.


“Siapa bilang kamu tidak mengenalnya dia adalah keponakan dari laki laki di hadapanmu”ucapnya membuat Alan memandang laki laki yang asing baginya tetapi tidak bagi Bian yang baru tersadar.

__ADS_1


“Pak Candi”ucapnya membuat pemilik nama tersenyum sedangkan Alan bingung sendiri.


“Bian kamu mengenalnya?”tanyanya.


“Alan. Pak Candi adalah Paman dari Riri”jawabnya membuat Alan enggak percaya.


“Enggak mungkin Bian Dia terlalu muda untuk menjadi Paman yang hampir seumuran dengan Riri”jelasnya.


“Alan. Coba perhatikan wajahnya. Sangat Mirip dengan Riri. Enggak mungkin saudaranya Riri kan anak tunggal”jelasnya membuat Alan memandang Daddy nya.


“Kamu benar benar bandel. Paman dari orang yang kamu cintai saja enggak kamu tahu”ucapnya membuat Alan terdiam tidak tahu berekspresi apa.


“Jangan bengong mu entar aku berubah pikiran”ucapnya membuat Alan getar getir.


Kedua mempelai telah siap dengan pakaian pengantinnya tepat di hadapnya terdapat beberapa orang yang menjadi penunjang keberhasilan acara sakral.


Candi mengambil Alih untuk menikahkan keponakan satu satunya. Acara tak semeriah acara yang lalu tetapi mampu terselesaikan dengan ucapan.


“SAH”ucap para saksi pertanda Alan dan Riri telah resmi menjadi sepasang suami istri.


Meski berat hati Riri tetap mencium pundak tangan suaminya begitupun Alan yang grogi mengecup kening istrinya.


Video terputar di layar TV menampilkan siarang langsung dari penangkapan pelaku pembunuhan berencana yang sangat dikenal bagi sepasang pengantin.


“Paman”ucapnya setelah menyimak dengan seksama.


“Maafkan Paman”ucapnya membuat Riri memeluk erat peluk yang selama ini membuatnya nyaman meski perna membuatnya kecewa.


“Riri yang minta maaf, mengambil hak Paman selama ini”ucapnya membuat Candi membalas pelukan tidak kalah eratnya.


“Tetapi Paman enggak menyangka Dia..”ucapnya lagi penuh penyesalan membuat Riri kembali memeluk Pamannya.


“Yang berlalu biarlah berlalu. Semua yang terjadi adalah ketentuan Allah. Pahit manisnya kita hanya perlu menjalani dan menerimanya”ucap Riri bijak membuat Suaminya serta Bian tersenyum tetapi tidak dengan wanita yang mendekat ke arahnya.


“Ri. Meskipun Dia Pamanmu. Cika tidak akan Ikhlas Suamiku di peluk oleh wanita lain”ucapnya membuat Riri melepas pelukan.


“Cika…”ucapnya seolah meminta penjelasan.


“Doamu terkabul Ri. Sekarang panggil Aunty Cika”ucapnya membuat semua tersenyum kecuali Riri yang masih heran.


“Mulai sekarang waktu kita bersama akan lebih banyak jadi lain kali aku jelasin”ucapnya sembari memeluk sahabatnya.


“Aku merindukanmu Ri. Maaf”ucapnya membuat Riri membalas pelukan.


“Aku juga merindukanmu Aunty Cika”jawabnya membuat Cika tertawa terbahak bahak.


“Aku titip Keponakanku. Jangan membuatnya menderita lagi cukup aku yang perna melukainya”ucapnya tanpa melepas pandangan dari dua wanita yang berbahagia.


“Aku tahu Paman pada Dasarnya orang baik. Riri semasa menjadi sekertaris ku sering membicarakan tentangmu”ucapnya.


“Aku enggak bisa janji tapi aku akan terus membuatnya bahagia bersamaku”jawabnya membuat Bian dan Candi tersenyum simpul dan bunyi ponselnya mengalihkan perhatiannya


“Assalamualaikum Paman”ucapnya saat menerima panggilan yang menampak wajah bahagia.

__ADS_1


“Bian…Jangan lupa kirimkan aku Foto pernikahan kakakku sebanyak banyaknya sebagai hukuman enggak ada yang memberitahu Elan”ucapnya menyela dengan wajah cemberut.


“Tenang aja sesama Jomblo harus membantu.Hitung hitung ada yang menemaniku Iri”jawabnya tertawa membuat semua tertawa terutama Elan.


“Aku enggak bakalan Iri kamu aja yang mulai sekarang harus mencari pasangan,ingat umur kakakku enggak bisa menemanimu lagi”ucapnya tertawa.


“Udah sayang jangan ledekin Sepupumu entar Daddy Jodohin lagi”ucapnya membuat Lana kembali tersenyum.


“Jodohku adalah sepupuku seperti enggak ada laki laki lain aja”jawabnya merajuk.


“Daddymu hanya bercanda. Sebagai permintaan maaf aku memberi tiket liburan untukmu,Bian serta dua pasang pengantin baru. Tinggal sebutin aja kalian mau liburan dimana”ucap Mom nya membuat Elan melompat saking bahagianya.


“Tak usah Mom. Cika ..”ucapnya hendak melakukan penolakan.


“Enggak ada penolakan. Elan mau liburan ”ucapnya membuat semua terdiam.


Satu bulan telah berlalu kini Elan dan Bian menghabiskan waktu di puncak daripada harus menjadi bergabung dan menjadi obak nyamuk bagi pengantin baru.


“Bian.Aku bahagia banget akhirnya Kakakku mendapatkan cinta sejatinya”ucapnya sembari menikmati hembusan angin.


“Jodoh enggan akan kemana. Orang yang paling berjasa dalam kisah cinta mereka adalah Daddymu”jawabnya dengan serius.


“Daddymu menerima surat magang Riri hingga Riri merantau ke Jakarta dan Daddymu pula yang menugaskan Aku dan kakakmu mengurus perusahan sehingga kami merantau ke Samarinda dan Daddymu pula yang mengatur sehingga mereka bisa menjadi seperti sekarang”lanjutnya menjelaskan.


“Elan sependapat denganmu meski Daddy terlihat tegas dan menekan Kak Alan tetapi pada dasarnya Cinta dan kasih sayangnya sama besar terhadap Anak anaknya. Alan hanya berdoa semoga perjuangan Daddy membuahkan hasil yang manis”ucapnya sembari tersenyum ke arah Bian.


“Aku percaya  Alan dan Riri akan berusaha menerima satu sama lain.Elan tenan saja kita sama sama mengenal mereka”jawabnya sembari membalas senyuman dan benar saja yang dikatakan para jomblo.


“Abang kita ke kamar aja. Sepertinya mereka masih malu malu jika kita ada di sini”ucapnya sembari menggandeng mesra suaminya.


“Paman percaya pada kalian. Aunty kalian tak sabaran”ucapnya membuat Cika malu malu sendiri dan meninggalkan sepasang suami yang diam di tempat.


“Terima kasih Kak Alan”ucapnya memecah Alan dari pikirannya.


“Terima kasih masih mau bersama Riri meski Riri..”lanjutnya membuat Alan spontan menggenggam tangan Riri”


“Aku yang berterima kasih karena berusaha keras menerima kehadiranku. Aku tahu masa lalu mu melukis banyak luka tapi izinkan Aku melukis masa depanmu dengan warna warni yang indah. Pelangi muncul setelah hujan turun”jelasnya membuat jantung Riri memompa dengan cepat tanpa melepas tatapan dari tangan laki laki yang kini telah menjadi suaminya.


Alan terdiam dengan berbagai pemikiran buruk di otaknya atas diam sang istri hingga matanya mengikuti arah pandangan sang istri yang membuatnya merasa bersalah setengah mati.


“Maaf”ucapnya menarik tangannya membuat Riri ikut terkejut.


“Maaf. Aku lancang menyentuh tanganmu”ucapnya dengan wajah penuh bersalah yang tanpa sadar membuat senyuman langkah kini terbit.


“Kak Alan. Meski masa laluku masih bersemayam di hati tetapi Riri akan berusaha menempatkan Kak menjadi yang kedua”ucapnya ter jeda membuat raut wajah Alan bertambah pias dan beralih berseri mendengar kalimat lanjutan.


“Menjadi kedua setelah Allah. Bukan hanya tangan Riri tetapi semua yang ada padaku adalah milik kakak juga. Kakak berhak atas Riri”lanjutnya membuat Alan terharu.


“Bingbing lah Riri menjadi Hamba sekaligus istri yang baik”ucapnya lagi sembari mencium pundak tangan suaminya.


“Hubby mencintaimu hingga Jannah”ucapnya membuat Riri berali memandang suaminya yang berali memeluknya.


“Terima Kasih. Mom,Dad. Alan akan berusaha membina Rumah tangga Alan.Ridho orang tua adalah Ridho Allah”batinnya memeluk erat.

__ADS_1


“Ya Allah terima kasih mengirim laki laki baik baik untuk Riri”batinnya penuh syukur.


“Umma, Appa, Bang Hidayat tenanglah Riri tak sendiri ada suami Riri yang selalu bersama Riri. Riri menyayangi kalian sebagaimana Riri menyayangi keluarga dan suami Riri sekarang” lanjutnya membatin sembari menikmati pelukan suaminya.


__ADS_2