
“Daddy Kenapa Kak Alan harus di Pindahkan ke Samarinda, Kak Bian Juga. Terus Elan sama siapa di sini?ucapnya jengkel.
“Mommy kenapa enggak melarang Daddy. Bukankah selama ini Kak Alan selalu dalam pengawasan terus mengapa kali ini mengirim jauh dari kita”lanjutnya tanpa henti.
“Elan diam Dulu. Bagaimana Daddy mu bisa menjelaskan kalau Elan Bicara terus”jawab Mommy.
“Mommy. Apa masih ingat waktu Mommy hamil Alan?tanyanya.
“Iya. Mommy mana bisa lupa. Tapi apa hubungannya Daddy?jawabnya yang di akhiri tanya.
“Mommy ingat pas ngidam mau lihat Batu Bara langsung dari sumbernya?”tanyanya lagi.
“Mommy ingat bahkan sering menceritakan kepada Alan Elan. Kalau dulu Mommy Hamil Alan, Mommy ngidam lihat Batu Bara langsung di sumbernya tetapi karena Mommy hamil makanya enggak ada yang mau bantu Mommy karena Polisi di daerah Batu Bara tidak baik untuk wanita hamil”jelasnya membuat Elan hanya menjadi pendengar
“Kita pulang hendak pulang ke Jakarta dan Mommy masih nangis tidak mau pulang” ucapnya.
“Daddy enggak perna rasain jadi orang hamil. Untung saja waktu itu ada sepasang pengantin baru hendak Honeymoon ke Jakarta mengantar Kita langsung ke perusahaannya melihat langsung meski dari ketinggian. Kalau enggak mungkin Alan ileran bukan Asma.Tapi semenjak itu setiap kali kita berkunjung enggak perna bertemu mereka lagi”jawabnya.
“Mommy tahu pengantin baru yang membantu kita adalah orang tua dari Nak Riri”jawabnya membuat Mommy dan Elan terkejut.
“What. Daddy pasti bercanda?”ucapnya bersamaan.
“Daddy enggak bercanda”
“Jika selama ini Daddy tahu. Kenapa enggak memberi tahu Mommy”ucapnya hampir menangis.
“Daddy pun baru tahu past menerima undangan magang. Daddy ingat sekali perusahaan tempat kita melihat batu bara terdapat kata Ayubi dan saat Daddy meminta seseorang mencari tahu ternya benar Riri adalah anak dari Ayubi. Maka dari itu Daddy menerimanya”jelasnya.
“Daddy jangan bilang. Daddy sengaja nempatin Kak Riri satu ruangan dengan Kak Alan supaya mereka cinta lokasi”tebaknya membuat Daddy tersenyum kemudian berubah sendu.
“Tapi sayang Daddy salah langka tidak mencari tahu secara detai”jawabnya.
“Jika Daddy tahu kalau sekarang Kak Riri sudah punya suami lalu mengapa mengirim Kak Alan ke daerah yang sama dengan Kak Riri. Bagaimana kalau mereka bertemu. Kasihan Kak Alan”jawabnya.
“Mommy sependapat dengan Elan. Memindahkan Alan ke Samarinda sama saja menjebaknya ke masa lalu kelam”ucapnya.
“Nak Riri tidak jadi menikah sebab calon suaminya meninggal dunia tepat di hari pernikahannya karena kecelakaan saat menuju ke tempat resepsi”ucapnya sembari menyebut innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
“Jadi Daddy sengaja memindahkan Kak Alan supaya bisa bertemu dan memperjuangkan cintanya”ucapnya.
“Daddy hanya enggak ingin melihat kakakmu terus melamun tidak jelas. Daddy yakin Kakakmu masih mencintainya”
“Tapi Daddy bagaimana kalau Alan di tolak. Wanita seperti Nak Riri pasti menginginkan laki laki Sholeh”jelas Mommy.
“Mommy Elan sependapat dengan Daddy. Lebih baik mencoba lagi selama masih ada kesempatan lagian selama ini Kak Riri memberi dampak positif dalam kehidupan kak Alan”jelasnya.
“Kalau libur kuliah nanti Elan juga mau liburan Ke Samarinda”
__ADS_1
“Bilang saja mau pergi mata matai Kakakmu”jawab Mommy membuat Semua tertawa.
“Mommy memang paling mengerti Elan”jawabnya sembari merangkul Mommy.
Bangunan tinggi yang perna menjadi tempat orang tua Alan memenuhi ngidamnya kini terdapat dua orang yang bekerja sama dengan baik bahkan kemanapun selalu bersama.
“Cika. Kamu tidak lelah kerja terus?”tanyanya menghampiri sekertaris nya
“Enggak. Cika sudah terbiasa kerja”jawabnya masih fokus bekerja.
“Aku bosan. Bagaimana kalau temani aku mencari hiburan”
“Bos pergi saja. Saya masih banyak pekerjaan”jawabnya masih fokus mengetik.
“Bos..”keluhnya sebab laptopnya tiba tiba di tutup
“Ikut denganku”ucapnya penuh perintah membuat Cika melaksanakan.
“Bos. Kita mau ke mana?”tanyanya saat kendaraan roda empat melaju.
“Duduk saja. Entar juga tahu yang jelas kita akan dapat hiburan”jawabnya penuh senyuman.
“Apa lagi yang di rencanakan Raja Iblis ini”batinnya.
“Bos. Kenapa kita berhenti di sini kenapa tidak sekalian masuk saja”ucapnya saat mobil berhenti di pinggir jalan.
“Itukan Mobil Aunty”batin Cika saat melihat mobil yang dimaksud Bosnya.
“Bos. Itu mobil siapa?”tanyanya pura pura
“Bibinya mantan Bestie mu”jawabnya
“Terus kenapa kita sembunyi seperti penjahat?”tanyanya.
“Bukankah kita memang penjahat karena ingin menghancurkan hidup orang lain”
“Kamu saja yang penjahat Raja Iblis”Batinnya sembari menjulurkan lidah pada laki laki di sampingnya yang sedang fokus mengemudi.
“Tapi mereka lebih jahat karena menghancurkan Hidupku. Harusnya Ayubi jadi milikku bukan Riri”lanjutnya.
“Bos Riri tinggal di sini?”tanyanya.
“Iya dia tinggal di sana”ucapnya sembari memandang bangunan kedua dari atas paling ujung sebelah kanan.
“Dari mana Bos tahu?”tanyanya.
“Aku punya mata mata di mana mana” bisiknya.
__ADS_1
“Jadi Bos ke sini untuk bertemu Riri?” tanyanya lagi.
“Aku sudah mengatakan kita cari hiburan”jawabnya penuh senyuman.
“Dasar Raja Iblis”umpatnya dalam hati tapi masih memasang senyuman.
“Bos”ucapnya masih berjalan.
“Apa lagi Cika?”tanyanya terdengar jengkel.
“Bagaimana kalau Riri tidak mau bertemu kita lagi”ucapnya.
“Aku jauh lebih mengenalnya dari pada siapapun. Dia tidak akan mungkin menolak tamu yang di kenal”jawabnya tersenyum.
“Tapi Bos kita sudah melukainya”jawabnya.
“Keponakanku bukan orang pendendam”jawabnya diakhiri tawa jahat.
“Benar benar Raja Iblis”batinnya ngeri melihat dan mendengar Bosnya tertawa.
“Riri. Aku tidak akan membiarkanmu tenang”batinnya.
Pintu di ketuk dari luar membuat pemiliknya dari dalam menghentikan kegiatan cuci piringnya dan beralih melihat pada komputernya.
“Untuk apa mereka datang”ucapnya saat melihat orang di depan pintunya.
“Bos. Kita pulang saja. Mungkin Riri enggak mau bertemu kita”ucapnya tapi Candi mala memandang CCTV sembari tersenyum.
Pintu di buka setelah melihat senyuman indah yang menyimpan racun membuat senyuman makin mematikan yang di dampingi dengan wanita yang hanya diam ditempat dengan dag dig duk.
“Assalamualaikum,Bee”ucap Candi.
“Waalaikumussalam. Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi. Aku tidak sudi”jawabnya penuh penekanan
“Yang sopan kamu sama Pamanmu”
“Apa masih pantas di katakan Paman jika mengusir keponakannya sendiri”jawabnya.
“Apa kamu tidak mempersilahkan tamumu masuk”ucapnya langsung masuk begitu saja.
“Dari mana kalian tahu Aku tinggal di sini?”tanyanya pada laki laki dan perempuan yang langsung duduk antang begitu saja..
“Sepertinya tempat tinggal mu sekarang hanya seukuran kamarmu dulu. Pasti enggak nyaman tinggal di sini”,jawabnya merendahkan.
“Ukuran tidak mampu di jadikan patokan yang penting orangnya tulus menyayangi kita”ucapnya langsung menancap di hati Cika.
“Jangan munafik, Tinggal bilang saja rindu suasana yang dulu"bentak Candi.
__ADS_1