HATI ANAK RANTAU

HATI ANAK RANTAU
17. HARI H BERSELIMUT DUKA


__ADS_3

Hari ini adalah bahagiamu dan aku mengubur kenangan bersamamu dalam dalam. Batin Alan sembari memperbaiki jasnya sembari melangkah mempresentasikan Produk produk terbarunya dan jelas hal itu mendapat SO sempurna.


Dekor benar benar membuat wanita muda memandang penuh takjub sampai tidak mampu menahan diri untuk memotret sampai tak menyadari kehadiran seseorang yang sedang berjalan terburu.


“Adu..Bisa tidak kamu jalan pakai mata”ucapnya sewot sebab ponselnya hampir jatuh akibat bertabrakan dengan tubuh kokoh di hadapannya


“Dimana mana jalan itu pake kaki. Bukan mata. Seingat ku aku tidak perna mengundang orang sepertimu”jawabnya.


“Emangnya kamu siapa.Jangan pura pura. Kamu perlu tahu aku Bestie nya mempelai perempuan”ucapnya


“Bestie..Setahuku Riri tidak perna punya teman sepertimu..Keluar. Membuatku jengkel saja”ucapnya sembari menyeretnya.


“Adu. Dasar gadis kanibal”keluhnya sebab tangannya mendapat gigitan.


“Rasain siapa suruh ngatain Cika gadis kanibal”Jawabnya sembari menjulurkan lidah


“Ternyata namamu Cika. Keponakanku tidak mungkin mau berteman dengan gadis kanibal” jengkelnya sembari berlalu sebab ponselnya berdering.


“Keponakan..Jangan bilang kamu Paman mudanya Mutiara Ririani Fatimah Ayubi” ucapnya sembari menghadang jalannya


“Apa perlu aku menjawab. Setiap orang yang melihat wajahku pasti tahu kebenarannya. Kecuali orang buta”jawabnya membuat Cika mendekat sembari mengamati wajah tampan di hadapannya


“MasyaAllah…Riri versi Tampan”jawabnya ke coplosan lagi.


“Minggir”ucapnya sembari mendorong tubuh yang menghalangi jalannya.


“Kamu..Riri pasti salah mengira kamu laki laki baik baik. Enggak ada laki baik baik yang berani mendorong wanita”teriaknya sembari beranjak dan memperbaiki gaunnya.


“Aku sumpahin kamu kehilangan orang yang kamu sayangi”teriaknya berlalu mencari kamar pengantin.


“Bos.aku harus ngapain”tanya orang dari kejauhan.


“Laksanakan sesuai perintah”jawabnya.


“Siap bos”jawabnya dia kahir percakapan.


“Bos terlalu baik masih membiarkanmu hidup”ucapnya sembari mengikuti mobil yang di dalamnya terdapat laki laki berpakaian pengantin.


“Berdoa insyaAllah semua di lancarkan”ucap Ibunya.


“InsyaAllah Bu”ucapnya dengan wajah masih tegang setegang calon mempelai perempuannya


“Bi..Riri bisa minta tolong jemput teman Riri di halaman depan”ucapnya setelah menerima chat dan memperlihatkan foto.


“Baik..Nak di sini..Ibu titip Al”Jawabnya membuat gadis kecil tersenyum.


“ Kakak antik anget”ucapnya masih cadel membuat Riri gemes.


“Alya juga cantik banget”jawabnya tersenyum meski masih deg degan.


“Kenapa waktu terasa lambat berjalan” batinnya.


Dua wanita dengan gaun putih berjalan menuju Kamar hias pengantin.


Membuat Wanita lebih tua darinya tertawa sebab Cika yang super heboh menceritakan kejadian yang barusan di alami.

__ADS_1


“Nak Candra. Adalah laki laki baik baik”


“Aunty. Baik apanya lihat gaun Cika sampai kotor”membuat orang hanya mampu menggeleng karena lucu sekaligus tidak percaya.


“Calon pengantin”hebohnya sembari memutar mutar tubuh Riri.


“Cika membuatku pusing. Make up ku jadi rusak”ucapnya pura pura memperbaiki wajahnya


“MasyaAllah..Bang hidayat beruntung banget memilikimu”ucapnya membuat semua tersenyum.


“Cika datang sendiri?”tanya.


“Astagfirullah..Aku hampir lupa.Teman teman mengucapkan Samawa dan permohonan maaf karena tidak bisa hadir di hari bahagiamu sebab hari ini Perusahan kedatangan ada rapat penting”jawabnya menjelaskan


“Enggak usah sedih aku datang secara langsung di wakilkan oleh ILA. Riri tahu Untuk pertama kalinya Aku bicara langsung dengan Direktur Utama dan memerintah ku untuk datang ke pernikahanmu bahkan tiket,hotel dan uang jalan di tanggung semuanya”ucapnya sebab Riri  murung.


“Berarti Cika Enggak datang dengan ikhlas?” tanyanya.


“Calon pengantin dilarang cemberut. Cika udah janji jadi harus memenuhinya.. Dari Direktur Utama hanya bonus dan masih banyak hadiah dari teman teman yang sudah ku simpan di tempat khusus kado”jelasnya.


“Hehe..Terima Kasih Riri sudah datang” ucapnya sembari memeluk bestie nya.


“Cika”ucapnya setelah melepas pelukan.


“Apa?”tanya heran.


“Mau iya jadi Aunty ku” ucapnya.


“What..Kamu melamar ku untuk Pamanmu Sorry meski Pamanmu tampan banget Riri juga ogah”


“Riri tahu..sebelum memasuki Rumahmu aku bertabrakan dengan seseorang dan orang itu langsung memarahiku dan bahkan mendorongku sampai Gaunku kotor”Ucapnya memperlihatkan gaun putihnya yang terdapat noda.


“Riri tahu.Pamanmu adalah orangnya.. Dia tidak sebaik yang kamu bicarakan”lanjutnya membuat Riri merespon seperti Bibinya


“Iya. Iya.Ini ganti bajumu”ucapnya setelah memili baju terbaik yang sudah disediakan.


“Pakai saja..Riri siapkan khusus untukmu” lanjutnya berucap membuat Cika dengan senang hati menerima nya


“Terima  kasih”ucapnya sembari mencari sesuatu .


“Cika ganti baju di kamarku saja…Kamu tinggal keluar,belok kiri terus lurus.dan kamarku yang kamar kedua sebelah kanan”jelasnya.


“Siap..Cika ke kamarmu dulu. Mau minjam toilet juga”ucapnya sembari berlalu.


“Cika.Tahukan?”teriak Riri


“Riri tenang saja. Daya ingat Cika tinggi” jawabnya sembari berbalik menengok semua orang yang tersenyum kearahnya.


“Kanan,Kiri”ucapnya menimbang nimbang dua kamar.


“Kiri.Riri mengatakan Kiri kamar ke dua”ucapnya sembari melangkah memasuki kamar.


“Keren juga kamar Riri”ucapnya memperhatikan deretan buku.


“Aku mau pipis.Toilet”ucqpnya melihat kesana ke mari dan menemukannya.

__ADS_1


Cika melakukan rutinitas dalam kamar mandi tanpa menyadari kehadiran seseorang yang baru memasuki kamar yang sama dengannya


“Riri. Maafkan Paman”ucapnya sembari berbaring di tempat tidur tanpa lupa tersenyum misterius.


“Cika kamu cantik banget”ucapnya sembari menari nari bak putri kerajaan.


“Gadis kanibal”teriaknya terkejut tidak kalah mengejutkan Cika yang di teriaki.


“Kamu”ucapnya menunjuk Candi yang baru saja berdiri.


“Ngapain kamu masuk ke kamarku. Kamu ingin mencuri”ucapnya sembari memutar tangan Cika.


“Sakit sakit lepas. Aku tidak mencuri. Ini kamar Riri”ucapnya sebab kedua tangannya berada di belakang punggungnya.


“Kamar Riri di sebelah”ucapnya membuat Cika mengumpat dirinya.


“Bo**h kamu Cika. Kenapa bisa salah masuk kamar”


“Ternyata kamu tahu diri gadis..”ucapnya ter jeda sebab ponselnya kembali berdering membuat Cika memanfaatkan keadaan dan mengeluarkan jurus pamungkasnya.


“Adu.. Kamu”keluh nya sebab area terlarangnya tersakiti oleh tendangan Cika.


“Rasain Itu pembalasanku karena membuatku jatuh..Berdoalah semoga Paman masih bisa memiliki keturunan”teriaknya sembari berlalu membuat Candi hendak mengeja tapi terhalang oleh dering ponsel yabg kembali berbunyi.


“Apa”ucapnya membuat seseorang ragu sembari memandang korban kecelakaan yang memandangnya dan meminta bantuannya


“Tolong”ucap laki laki berpakaian pengantin yang berbalut darah segar.


“Ri. Maafkan Abang” ucapnya di susul dengan mengucap kalimat tauhid.


“Bos. Mereka meninggal”ucapnya.


“Meninggal. Ber****k.Siapa yang menyuruhmu membunuhnya. Aku hanya memintamu menyekapnya”teriaknya tanpa sadar kehadiran seseorang yang sedang menguping di sela pintu.


“Maaf Bos. Mobilnya ketabrak Truk” ucapnya.


“Sial. Pergi dari sana sebelum ada yang melihat”ucapnya langsung meninggalkan tempat yang mulai di kerumuni orang serta petugas.


“Sial”ucapnya mengakhiri panggilan membuat seseorang cepat menjauh dari kamar Candi.


Dering ponsel calon pengantin berbunyi membuat semua  seisi kamar terpusat oleh respon diam tak menentu serta tubuh yang hampir tumbang membuat Cika mengambil alih ponsel dan menyalahkan tombol speaker.


“Ibu Riri. Terjadi kecelakan di jalan Soekarno Hatta dan salah satu korban yang meninggal dunia bernama Dani Rahmat Hidayat”Ucap seorang petugas di seberang sana membuat semua terkejut dan bahkan histeris.


“Enggak. Abang enggak mungkin meninggal. Abang hidayat enggak akan ninggalin Riri. Iyakan Cika”ucapnya sembari terduduk dilantai membuat Cika hanya mampu memeluk erat bestie nya.


“Cika. Katakan Riri salah dengar”ucapnya diiringi tangisan.


“Riri harus Ikhlas agar Bang Hidayat bisa tenang di Alam sana”ucapnya sembari melepas pelukan membuat Riri histeris  sampai kedua orang duanya hanya mampu memegang dada hingga terbaring tak berdaya di lantai.


“Kak Candra. Mbak Mia..”ucap Candi sembari menggoyangkan tubuh keduanya sirih berganti


“Inna lillahi wa inna ilahi rajiun”ucapnya melaparkan kalimat Istirja setelah memeriksa denyut jantung dan denyut nadi yang menandakan apa apa


“Enggak”ucapnya sebelum hilang kesadaran.

__ADS_1


“Meninggal. Enggak mungkin Dia pelakunya” batin Cika memandang Candi yang menangisi ketiga keluarganya. Hari H yang harusnya menjadi hari bahagia kini berganti hari duka.


__ADS_2