
Ruang aula
Kini guru dan patriak mulai berkumpul disana dan akan membahas sesuatu yang penting " patriak kenapa kau menyetujui keinginan Chang yin?" tanya guru yin
" Orang berbakat tidak bisa dikurang selamanya"
" Aku juga memberinya syarat, jadi anggap sebagai taruhan apa akan sesuai dengan yang aku inginkan atau tidak" sambung patriak membayangkan sosok Chang yin hari ini.
" Jadi rencana patriak untuk 9 ujian tingkat tinggi itu mau bagaimana?" tanya salah satu guru disana Mei Yin.
.
.
.
"Jadi kalian paham?" ucap patriak masih di singasana
" paham patriak" suara semua orang yang menggema.
...----------------...
Bruggg
" Ahhhh....."
Aku dimana? kenapa aku sampai sini? apa jangan aku di lempar kesini buat berkultivasi dan sebenarnya aura Spiritual disini lebih lebat dari biasanya, batin cheng yin melihat area sekitar.
Tempat itu banyak kristal berwarna merah, biru berbentuk runcing, pedang raksasa tertanjap ditanah, tanah bergelombang dan tak ada mahkluk hidup satupun disana.
__ADS_1
" Tuan sepertinya ini adalah tanah pedang legendaris ' Lembah pedang kuno' sungguh tidak menyangka bisa bertemu dengan tanah legendaris yang di ciptakan oleh dewa pedang" ucap xue jing dalam pikiran Chang yin.
Lembah pedang kuno sudah menghilang selama 20.000 tahun yang lalu dan Lembah banyak pedang tertanjacap tapi ada 1 pedang yang legendaris di sebut sebut pedang ilahi , pedang kekacauan.
Namun pedang kekacauan tidak muncul kepada sembarangan orang dan pedang kekacauan akan datang ke orang di kehendakinya karena semua pedang di Lembah pedang kuno memiliki jiwa.
" Jadi tuan fokuslah berkultivasi karena waktu tuan hanya 7 hari" ucap xue jing yang menjelaskan.
" Hmmm kau benar juga xue jing" balas Chang yin
Dan cheng yin melesuri mencari tempat untuk berkultivasi dengan nyaman dan akhirnya menemukan batu yang terlihat bagus untuk berkultivasi disana.
Chang yin langsung melompat ke arah sana dan mulai duduk sila seperti bentuk lotus dan mulai memejamkan mata dan fokus berkultivasi.
Tak lama aura putih dengan perlahan masuk dalam tubuh Chang yin dan xue jing keluar dari tempat istirahat untuk menjaga tuannya dan juga bagian dirinya sendiri.
" Ehhh simbol itu seperti ada dibuka kuno, tapi dimana?" langsung xue jing mengambil buka simbol kuno dan segera membolak balikan buka itu dengan cepat.
Tiba-tiba Chang yin membuka matanya dia berada di tempat atas air, suara sunyi, gelap gulita begitu hampa disana seperti tidak ada tanda tanda kehidupan.
" Aku dimana? dan kenapa bisa ada disini?" gumam Chang yin bingung dan melesuri tempat itu.
Chang yin dengan penuh kehati hatian menelusuri dengan perlahan dan naas tak melihat tanda tanda kehidupan disana.
Dan tak lama kemudian ada sebuah cahaya berwarna putih dan Chang yin penasaran lalu mendekati cahaya itu dengan perlahan. Dan cahaya itu mulai terbentuk seperti manusia dan memegang sebuah pedang ukuran sedang tidak kecil dan tidak besar.
" Anak muda siapa kau??? apa yang kau inginkan sesuatu" suara yang menggelegar di tempat itu.
" Apa maksudmu? aku bahkan tidak tahu bagaimana bisa muncul disini, jelas jelas tadi aku sedang berkultivasi" ucap Chang yin yang membenarkan tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
Lalu bagaimana dia bisa masuk? hanya orang memiliki keserakahan bisa datang dan tapi anak ini berbeda, dia bahkan tidak tahu dia sedang dimana. Mari kita tes apakah dia punya sesuatu yang aku inginkan, batin pria misterius itu dengan melihat ke arah Chang yin.
" Kau bahkan tidak mengenalku? Aku seorang tokoh kegandaris ' Dewa Pedang' dan kau bagaimana bisa disini " memberitahukan identitasnya dan bertanya lagi hanya mempunyai darah kuno bisa datang kesini tanpa niat buruk.
" Ohhh dewa pedang "
" Aku sudah berapa kali bilang aku tidak tahu bisa disini" sambung lagi Chang yin melihat pria tampan yang ada didepannya.
...----------------...
seeakkk....sreakkkk....
" Aku menemukan gambarnya"
Simbol Penguasa seluruh pedang di alam semesta atau bisa disebut penerus dewa pedang itu sendiri dan pemilik simbol ini hanya bisa dimiliki oleh dewa pedang sebelumnya sudah mati dan harus memiliki darah dewa kuno.
" Jadi tuan dewa pedang selanjutnya?" gumam xue jing melihat buku dan Chang yin bergantian.
Dan tiba-tiba tubuh Chang yin bergetar dengan ekspresi wajah yang tidak bagus, alis berkerutan dan keringat mulai bercucuran.
" Tuannn!!!"
Xue jing langsung menggerakkan tangannya dan menggunakan kekuatannya agar membantu Chang yin meringankan kejadian di alam bawah saudaranya itu.
Dan setelah ½ jam menyalurkan kekuatannya ke tubuh Chang yin merasa tubuhnya lemah tak bisa berdiri lagi dan usahanya berbuah hasil raut wajah Chang yin mulai mmembaik dan kekuatannya mulai stabil.
" Syukurlah..." gumum xue jing langsung pingsan.
bersambung....
__ADS_1