Heavenly Immortal Land

Heavenly Immortal Land
mereka adalah moster kecil


__ADS_3

Mereka tak langsung menjawabnya hanya melihat lin yi dengan seksama dan begitu sangat intens saat di lihat lihat.


"Tidak perlu tahu kami ini siapa! kami disini hanya perintah dari ayah kami, oh iya apa anda kenal orang bernama lin yi?" Bai jue memberanikan diri didepan orang itu.


mendengar namanya disebut, ia merasa curiga beberapa hal. tak banyak yang mengenal dirinya karena ia selalu menyembunyikan dirinya dan merahasiakan kekuatannya sendiri.


Mendengar namanya disebut sangat curiga dan para guru juga sudah datang Mendengar suara benda jatuh, takutnya murid kesayangan mereka takut kenapa kenapa.


"Aku lin yi!" menatap 7 bocil dengan mata tajamnya.


7 anak paut itu langsung terkejut langsung menemukan orang yang akan mengajari mereka dan bahkan tak susah susah mencari keberadaannya.


Wang ying maju kedepan dan membawa surat ditangannya mendekati lin yi secara perlahan "Ayah, bilang surat ini untuk bibi" Wang ying menyerahkan.

__ADS_1


"Apa? Bibi?" semua orang disana kompak sangking kagetnya.


yang kaget tak hanya para guru dan murid saja melainkan lin yi juga termasuk orang disana apalagi panggil 'bibi' hanya bisa dilakukan oleh ponakan saja, bahkan semua keluarganya mati hanya menyisakan dirinya dan kakak tercintanya itu.


"Hei bocah! aku tidak tahu ayah kalian siapa dan bisa mempunyai anak sebanyak ini!" nada suara lin yi yang bingung sambil mengambil surat dari tangan Wang ying


dengan seketika sudah selesai melakukan amanat yang untuknya jadi ia kembali ke adik adiknya yang menunggu disana dan li yang melihat giok yang di baju 7 anak itu merasa tidak asing.


Apa aku salah bicara? kenapa mereka menatapku seperti itu? batin Li yang salah tingkah mendapatkan tatapan 7 bocah itu.


"Tadi aku mendengar...apa kau guru ayahku, Chang yin?" seru Hua Yin yang begitu semangat dan diantara yang lain yang paling semangat adalah dia.


"Ayahhh?" kagetnya para guru dan murid Akademi disana sedangkan lin yi sedang fokus membaca surat itu

__ADS_1


"Nak! maksud kalian ayah kalian Chang yin?" tanya patriak dengan pelan


"Tentu saja!" jawab polos hua yin


Mendengar itu benar-benar sangat luar biasa rasanya belum lama Chang yin lulus sudah punya anak, terlihat surat di pegang lin yi lenyap dan berjalan mendekat ke arah 7 bocah kematian disana.


para guru melihat lin yi mendekat ke arah mereka langsung ingin bertanya namun terjeda tangan lin yi menandakan jangan banyak bicara untuk saat ini "Sudah! mereka memang anaknya tuanku namun bukan kandung! dan mereka disini ditugaskan disini ada misi denganku!" senyum ramah ke arah 7 bocah kematian itu.


Mendengar itu semua orang langsung panik, bagaimana tidak anak seorang dewa paling berpengaruh datang ke akademik mereka namun ada sedikit mengganjal.


"Nona yi, mereka bukan anak kandung? mereka ada misi? bahkan mereka masih sangat kecil untuk mereka ini!" patriak mendekat arah lin yi merasa khawatir.


"Mereka bukan anak kandung tapi sudah menjadi anak dewa dan ratu bunga. jangan remehkan mereka! mereka adalah moster kecil, dan misi mereka adalah aku harus melatih mereka dengan istimewa karena dalam 5 tahun kekuatan mereka harus mencapai ranah yang di inginkan tuanku! anak anak ayo ikut denganku!" lin yi pergi dan para guru bingung dan para murid Akademi juga kebingungan sekali.

__ADS_1


__ADS_2