Heavenly Immortal Land

Heavenly Immortal Land
Pelatihan hari 1


__ADS_3

Pagi Hari akademi pedang langit.


Semua para murid sudah siap dan tinggal menunggu kehadiran lin yi. Para murid disana terlihat sangat gugup.


mereka menebak kekuatan lin yi tak lemah bahkan mereka mengira pasti sangat kuat sampai saja menjadi bawahan Chang yin.


Wushh


Tak lama sesosok wanita cantik muncul dengan cepat di depan mereka semuanya yang membelakangi mereka.


"Sepertinya kalian begitu bersemangat" lin yi membalikkan badan mereka.


"Kami sangat bersemangat"


Semangat agar waktu cepat selesai, lanjut batin mereka.


lin yi melemparkan seperti bentuknya gelang tapi ukurannya agak besar dan terbuat dari logam sepertinya. benda itu mengambang di setiap orang disana.


brukk


Dan terlihat 7 karung berjatuhan tepat didepan mereka semuanya dan bertanya tanya pada diri mereka, untuk apa semua ini. Dan 1 karung itu terlihat tidak enteng.


"Kalian pasti bertanya tanya untuk apa semua ini?" lin yi mengatakan dengan tebakan yang benar dan di angguki oleh ke 7 murid itu.


"Yang ini kenakan pada kedua kaki kalian dan untuk karung itu tentu saja kalian yang akan mengangkatnya!" lin yi membicarakan dengan entengnya


jdearr


raut wajah 7 murid langsung pucat pasih dan kerutan dikening mereka terlihat jelas, tentu saja mereka syok tentang karung besar itu mereka yang akan mengangkatnya. wajah yang sudah tertekan batin, sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Aku mempunyai peraturan!"


"1.Tak boleh ada yang mengeluh tentang apa yang aku latih. 2.datang latihan tepat waktu atau dapat hukuman dan terakhir 1 orang membuat kesalahan maka semuanya menerima"


gluk


mereka semuanya langsung menelan air ludah dengan kasar mendengar apa yang mereka dengar itu.


"Jika kalian tak setuju silahkan keluar dari barisan"


selang beberapa menit, benar tak ada yang keluar barisan. hanya terdiam tak bergerak dan tak bersuara. lin yi melihat mereka semuanya dari kanan ke kiri dengan sangat detil lalu tersenyum.


"Kalian kompak, aku suka! Baiklah, jika kalian benar benar ingin ku latih pakailah Penyegel ini" benda yang dari tadi mengambang di depan mereka.


Mereka semuanya langsung memakainya di pergelangan kaki mereka, tapi tak terjadi apa apa. rasanya, benar benar seperti tak memakai apapun.


"Hari kita latihan dengan turun gunung dan tenang kalian tak akan membawa karung itu, karung itu kalian aku bawa saat sudah ditempat latihan tentu saja karung itu kalian yang membawanya! Ayo ikuti aku" lin yi berjalan dengan Santai.


Mereka semuanya berjatuh dengan bertumpuk dan itu tidak sengaja. rasanya kaki mereka berat juga kekuatan Spiritual mereka seperti hilang begitu saja.


"Aku lupa memberitahu kalian, kalian tak bisa menggunakan kekuatan kalian selama memakainya" celetuk lin yi berjalan dengan santainya.


"Apaaa!!!bag-"


"Jangan bicara dibelakangku, aku mendengarnya" suara lin yi menggema


"Sudah! kalian jangan bicara yang tidak tidak, ayo cepat kita menyusulnya" zhaofan membantu beberapa orang berdiri.


mereka semuanya tertawa kecil "Kak fan, kau yang didepan kenapa menyuruh kami" omel Ling chi di barisan paling belakang sana.

__ADS_1


Kebenaran itu membuat orang Zhao fan salah tingkah dan berusaha berjalan ke depan dengan secepat mungkin, untuk mengejar pelatihnya yang sudah sampai benua yang tak terlihat.


...----------------...


sekte haotian


Chang yin sedang duduk dengan di mejanya ada teh begitu juga dengan tumpukan berkas yang menumpuk. Chang yin langsung membaca laporan yang ada di meja kerjanya dengan sangat antusias dan tak lama lin feng memasuki ruangan Chang yin dengan membawa beberapa berkas di tanganya.


"Tuan, ini adalah laporan yang harus anda pelajari!" lin feng meletakan di depan Chang yin.


Chang yin menghela nafas panjang melihat berkas datang lagi langsung melihat arah lin feng dengan wajah tak senang.


"Tuan ak-" lin feng langsung berhenti berbicara saat menaikkan jarinya ke atas.


"Lin Feng, aku baru saja menyelesaikan semuanya itu dan kenapa kau tak datang agak siangan agar aku sedikit bernafas lega, tapi kau!!" kesal Chang yin.


"Maaf tuan aku tak bermaksud aku hanya ingin agar tuan cepat menyelesaikan semuanya!"


"Sudahlah" Chang yin hanya bisa pasrah dengan pekerjaan ketua sekte dan Chang yin tak tahu sebegitu melelahkan menjadi patriak.


Tok..tokk..tokk


"Tuan" suara di balik pintu.


"Masuklah" perintah Chang yin dengan otomatis pintu terbuka dengan sendirinya.


Pria paruh baya masuk dengan membawa bedang ditangannya, dia adalah Liang Tian yang sudah menepati perkataannya sudah mengobati para korban yang ia celakai.


"Tuan dewa pedang!" Liang Tian membungkung berhadapan dengan Chang yin dan Chang yin hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


bersambungg


__ADS_2