Heavenly Immortal Land

Heavenly Immortal Land
Bangun dari tidur panjang


__ADS_3

2 tahun kemudian.....


Terlihat Chang yin tergeletak di atas air laut yang tenang dan disekitarnya begitu tenang Dan damai.


Inti kekuatan Chang yin memang dasarnya air laut, Chang yin tepatnya ada di dalam lautan kesadaran yang ber inti laut. Pada dasarnya lautan kesadaran mencerminkan kepribadian, sikap, sifat orang itu.


Chang Yin kini mulai membuka mata, dengan perlahan, dan berusaha bangun dengan sekuat tenaga. Dan ada 4 sosok mengelilinginya, Chang yin saat melihat masih terlihat kabur, namun Chang yin tak menyerah.


" Sebenarnya aku dimana??" lirih Chang yin sambil memegang kepalanya yang berat.


" Kau akhirnya bangun juga, nak" suara menggelegar dan menggema di seluruh area disana.


Chang yin mendengar itu langsung berusaha melihat. namun kabur, tapi ia mencoba menutup mata dengan lama langsung membukanya kembali. walaupun masih kabur lambat laun penglihatan mulai jelas, ternyata ada 4 sosok dewa tertinggi dalam bentuk roh.


Chang yin tersentak kaget melihat 4 dewa tertinggi dan langsung menunduk hormat "Salam Dewa" ucap dengan sopan santun.


" Tidak perlu terlalu sopan, kami hanya menunggumu bangun...hampir 20tahun kita disini" ucap dewa alam yang menghitung tahun tahun dan juga batas mereka sebelum rohnya benar-benar hancur.


" 20 tahunnn?!!!" teriak pelan Chang yin dengan ekspresi kaget.


" Haih, tenang saja... walaupun disini 20 tahun tapi dunia nyata hanya 2 tahun saja, jangan khawatir" ucap dewa pedang menenangkan Chang yin dengan wajah ramah.


Chang yin menjadi bingung, karena tadi dia melakukan warisan, apa mewarisi kekuatan para dewa membutuhkan waktu begitu lama? itu yang sekarang ada dibenaknya.


Hingga Chang yin menyadari pakaiannya berubah, dan rambutnya berubah juga. kini membuat dirinya bingung, para dewa itu melihat wajah Chang yin bingung, mungkin Chang yin tak sadar bahwa semua itu didapatkan saat mewarisi kekuatan para dewa.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" lirih Chang yin pelan dengan melihat cerminan dirinya yang berbeda.

__ADS_1


Para dewa saling memandang " Chang yin, kau sudah tertidur 2 tahun, akibat warisan 4 dewa sekaligus. dan aku,dewa pedang! memberimu tugas sesuatu di Akademi dan kau harus menjalankannya" ucap dewa pedang dengan menatap arah Chang yin dengan wajah ramah.


Tertidur 2 tahun??? bagaimana ke adaan diluar sana dan bagaimana ujian 9 ku lalu bagaimana keadaan xue jing, Lin feng dan Lin yi. batin Chang yin yang over thinking.


"Tugas yang harus kau emban jika saatnya akan muncul dengan sendiri, jadi sekarang kau harus mengandalkan dirimu sendiri dan membantu kedamaian dunia" ucap dewa langit dengan suara menggema menggelegar di seluruh area dan roh mereka hancur seperti debu.


Sontak chang yin langsung sujud hormat sebagai pertanda pengucapan terima kasih " Terimakasih dewa" ucap Chang yin langsung berdiri melihat 4 sosok sudah menghilang.


...----------------...


kreakkk


Terdengar sebuah suara retakan yang keras bahkan sampai Terdengar di tempat patriak yang sedang berbincang dengan Li yang.


Mereka berdua langsung kaget mendengar suara ledakan itu.


Li yang melihat ke arah mana patriak melihat dengan seksama "Patriak, apa dia akhirnya bangun?" tanya Li yang melihat patriak dengan seksama.


Patriak lalu mengalihkan pandangannya ke arah li yang " Harusnya begitu" ucap patriak kembali menatap ke arah tanah larangan


" Apa harus melakukan acara penyambutan? mohon arahannya" ucap li yang dengan tangan maju menghormat.


Patriak belum merespon apa apa, hanya berdiri dan melangkah maju ke arah li yang berdiri tepat dihapannya "dia tak suka acara seperti itu, jadi beberapa menit lagi berkumpul di aula " ucap patriak pernah melihat tak begitu menikmati pejamuan waktu itu.


" Baiklah, saya akan menyampaikannya" ucap li yang dengan undur diri meninggalkan ruangan Patriak.


...----------------...

__ADS_1


Tanah Terlarang


Getaran dasyat mulai terasa dan membangunkan xue jing tengah tertidur pulas " Apa yang terjadi?" ucap xue jing yang pontang panting, kesana kemari.


Penutup peti kristal es mengambang di udara dan menjatuhkan ke tanah, lalu tubuh Chang yin mengambang di udara, tengah badannya ada pedang dan masih terpejam mata indahnya.


Xue jing melihat itu matanya sedikit merah "Tuannn" lirih xue jing akhirnya melihat tuannya setelah sekian lama.


Pedang itu lepas dan terbang mengitari tubuh Chang yin. Dan kaki Chang yin kini menyentuh tanah dan matanya mulai terbuka, pandangan pertama melihat xue jing yang seperti ingin menangis.


Chang yin tersenyum ramah " Xue jing" ucap pelan Chang yin namun sangat jelas.


Xue jing langsung lari ke arah Chang yin, dengan air mata yang lolos begitu saja, padahal dari tadi berusaha tak menangis dan kini xue jing langsung memeluk kaki Chang yin.


" Ahhhhhh....hikksss...kenapa tuan tidur begitu panjang...." lirih xue jing sambil memeluk Chang yin dan tak lupa air matanya menetes begitu deras.


Xue jing bentuk tubuhnya kini masih anak anak dan tentu saja gk bisa meluk badannya Chang yin, hanya bisa meluk kaki Chang yin.


Chang yin melihat itu melepaskan tangan xue jing dan mengusap air mata dengan menjongkok menyamakan tinggi badan xue jing.


" Sudah sudah aku sekarang sudah kembali" ucap Chang yin dengan tersenyum ramah.


" Ayo kita ke Akademi" sambung Chang yin dan di angguki xue jing langsung masuk ke dalam diri Chang yin dengan cepat.


Bersambung....


Maaf telat up yahh ketiduran 🙏

__ADS_1


__ADS_2