
Mendengar kebenarannya itu langsung membuat mereka terasa kena serangan jantung membuat tak habis pikir bagaimana bisa dia.
" Bagaimana bisa??" ucap li xiyu dengan ragu ragu.
" Tentu saja bisa...Kalian ingat tidak kejadian bahwa Chang yin menaiki tangga dengan mudah dan juga ujian ke 4 tiba-tiba cermin mati dengan cepatnya dia lolos" jawab patriak dengan mengingat kejadian yang terjadi saat ujian itu.
Para guru langsung mengingat kejadian satu persatu dan ada benarnya saja kalau anak itu sangat berbakat. juga sangatlah spesial
" Tapi patriak, bagaimana dengan rencana anda masuk kelompok pertarungan beberapa tahun lagi?" ucap guru yin menyelamatkan keheningan kepanjangan ini.
" Akuuu... Sebenarnya ujian para master kecil nantinya hanya bisa 7 orang dalam 1 kelompok dan aku sudah membuat keputusan Chang yin lah akan menjadi pembimbing mereka nantinya pada saat tiba, menurut kalian bagaimana? " ucap ma yong’an dengan sambil memgang dagunya.
" Patriak... apa peraturan sudah di ubah???" tanya Li xiyu mendengar perkataannya.
" Sudah di ubah dalam beberapa hari lalu, dan aku juga baru mendapatkan informasi 2 hari ini" ucap ma yong’an dengan terus terang.
Para guru menganggukan kepala berbarengan pertanda menyetujui solusi dari masalah itu dan mereka juga percaya bakat Chang yin dan arahan li yang
__ADS_1
" Li yang jadi aku mengandalkanmu untuk membantu Chang yin, sudahlah kalian istirahatlah" ucap patriak langsung menghilang dari hadapan mereka.
" Baik" ucap mereka kompak dan langsung pergi namun li yang masih terdiam disana.
Apa aku bisa melakukan itu? apa Chang yin mau jadi muridku? dia seorang dewa pedang jika aku bertemu nanti, batin Li yang sedang bimbing melihat keadaan yang ada.
Xiyu merasa tidak merasakan kakaknya kehadiran kakaknya langsung menengok ke arah belakang dan langsung berjalan ke arah kakaknya untuk mengajak kakaknya untuk segera kembali.
" Kak, ayo kita kembali " ucap li xiyu sambil memagang tangan li yang membuat terbangun dari lamunanya.
" ahh Yu'er, kenapa?" ucap Li yang kegelagapan tengah ke hadiran adiknya secara tiba-tiba itu.
" Baiklah " ucap li yang berjalan mengikuti adiknya.
...----------------...
Tanah Terlarang....
__ADS_1
Xue jing kini mulai membuka mata kecilnya dan melihat ada sesuatu hal aneh yang terjadi pada tuannya, dahi yang mengkerut dan mengkepal tangan dengan keras.
" Ada yang tidak beres!" ucap xue jing yang melihat raut wajahnya.
Xue jing menggerakkan tangannya dan meramalkan sebuah kekuatan lalu masuk dalam kesadaran Tuannya dan mencari dimana tuannya berada.
Tak lama kemudian xue jing tiba dimana keberadaan jiwa Chang yin dan xue jing mulai membuka mata, melihat 4 sosok yang terlihat sangatlah familiar namun di tengah tengah pilar ada sosok Chang yin menahan semua kesakitan yang ada.
Xue Jing melihat itu langsung ke arah Chang yin, xue jing dengan mudah menemukan keberadaan Chang yin karena hidup mereka terikat, selama masih 1 titik jiwa Chang yin sekalipun pasti xue jing bisa merasakan keberadaannya yang begitu lemah.
Xue jing saat mendekati Chang yin mengenali 4 sosok itu " Dasar kakek kakek tuaaaaa...kenapa kalian tidak permisi padaku dulu hah??" xue jing yang paham apa yang dilakukan oleh 4 sosok itu.
Mereka hanya terdiam melihat leluhur kecil itu dengan senyuman kecut " Cih... lihatlah dewa pedang, yang gagah berani sekarang seperti tak ada harapan lagi, lalu dewa kehidupan, yang menggunakan kekuatan menciptakan kehidupan semuanya tapi sekarang akan layu."
" Dan kakek paling nyebelin itu dewa alam, yang menyelaraskan berbagai alam menjadi tak berdaya dan terakhir dewa langit, yang memimpin seluruh alam dewa tersenyum kecut dan tak memiliki adanya semangat." Sambung xue jing yang menghina kondisi mereka dan melampiaskan kekesalan kepada mereka.
" Leluhur kecil...apa boleh sedikit kurangi bumbu cabainya? itu sungguh sangat perih" ucap dewa langit merasa perkataan xue jing sangat pedas dan setajam silet.
__ADS_1
" Tidak" jawab xue jing dengan singkat padat.
Bersambung....