
"Belum tentu!" seru li yang
"Apa maksudmu?" tanya sang patriak
"Jika suku dewa tahu kita suku alam fana maka mereka pasti meremehkan kita, nah itu peluang kita, kita pasti bisa juga waktu 2 tahun itu sudah lebih dari cukup" seru Chang yin melihat arah patriak dan para murid ikut jadi tegang olehnya.
"Baiklah!"
semua para murid disana senang karena akan mendapatkan pengalaman baru dan yang di lawannya suku dewa yang termasuk terbaik dari segi kekuatannya.
Sedangkan Xiao sheng beserta Xiao zimi tersenyum melihat patriak tak ada yang bisa dilakukan lagi juga pasrah melawan suku dewa namun sebenarnya lawan mereka bukan hanya suku dewa melainkan, suku binatang, suku siluman dan suku iblis mereka termasuk orang-orang hebat namun tergantung tangan siapa.
...---------------...
Istana kuno
__ADS_1
selama 100 tahun Chang yin melakukan berbagai hal untuk kembali ke tempat dimana seharusnya berada yaitu di alam kuno, yang tugas sebenarnya yang harus lakukan disana.
Dengan mengorbankan ½ kekuatannya untuk membuka gerbang serta memperbaiki alam kuno dengan terluka parah namun semakin parah dan akhirnya setelah 100 tahun kekuatannya kembali lagi dengan penuh siksaan es dan api neraka yang sangat menyakitkan.
Kini mereka tiba di istana kuno yang sangat luas itu dan terlihat para pelayan sedang sibuk berlari kesan kemari, 7 bocah kematian itu melihat pemandangan terlihat sangat begitu asing bagi mereka.
"Uhuk..." batuk kecil Chang yin membuat 7 bocah itu mencari sumber arahnya ternyata itu ayahnya terlihat sedang tidak baik.
"Ayah...ayah kenapa?" lirih Xiao ni yang khawatir dan shi yi mendekat pada suaminya lalu mengecek denyut nadi ditangannya terdengar sangat kacau.
"Baik ratu!" sahut membawa pergi yang 7 bocah itu enggan pergi namun shi yi berkata "Ayah tidak apa-apa, nanti ibu akan memberitahu kalian, bagaimana?" bujuk shi yi dengan senyuman hangat diwajahnya.
"Ibu janji?" lirih Xiao ni dan lainnya lalu diangguki oleh shi yi, anak anak kini sudah pergi meninggalkan mereka hingga tak terlihat barangnya lagi.
"brusss" Chang yi sudah tidak tahan lagi untuk menahannya akhirnya memuntahkan darah segar dan shi yi langsung khawatir melihat suaminya lalu memapahnya ke kamar untuk di obati serta pelayanan juga ikut sibuk.
__ADS_1
Chang yin sudah sampai di kamarnya lalu shi yi membaringkan tubuh suaminya diranjang dengan perlahan, para pelayan membawa obat obatan serta baskom yang berisi air bersih.
Shi yi menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan suaminya walaupun 1 helai bunganya lenyap dengan membuat kultiviasi turun drastis.
mengeluarkan 1 helai bunga itu membuat shi yi sangat kesakitan "Jangan A yi" lirih Chang yin yang enggan ingin membuat istrinya kesakitan hanya demi untuknya itu.
namun shi yi sudah nekat jika suaminya terjadi sesuatu maka dirinya tak bisa hidup sendiri jika masalalu terulang kembali lagi.
"Aku tidak akan membuatmu mati lagi!!!" Tegas shi yi dan akhirnya berhasil mencabut 1 helai bunga itu.
Shi yi langsung memasukkan tubuh suaminya dengan bernafas lega harusnya setelah menerima bunganya suaminya akan baik baik saja karena dirinya juga keturunan dewi kuno harusnya juga akan baik-baik saja.
Tubuh Chang yin langsung bersinar berwarna merah dan wajahnya berangsur angsur membaik tidak seperti tadi itu, "Kalian pergilah!" perintah shi yi
"Baik Ratu!" seru para pelayan keluar dari kamar Chang yin
__ADS_1