
Chang Yin keluar dari tanah langsung dan dengan cepatnya sampai di Akademi Pedang Langit dan anehnya begitu sepi tanpa ada kehidupan disana.
Chang yin langsung membuka penglihatan ilahinya dan bisa melihat setiap sudut, tempat yang ada di Akademi. Dan Chang yin menemukan bahwa semua orang di aula utama.
Chang yin melangkah maju dan mengeluarkan sedikit kekuatannya dari setiap langkahnya dan Lin feng, Lin yi, li yang dan ma yong’an merasakan kekuatan datang.
Tapi Lin feng dan Lin yi sangatlah familiar dengan kekuatan yang dirasakan dan memastikan itu benar tuannya, langsung mencari keberadaannya.
Sedangkan li yang dan ma yong’an tidak tahu orang ini siapa, dalam pertemuan disana mereka berdua mengkerutkan dahi merasakan kekuatan yang tak biasa. patriak menyebarkan kesadarannya melihat pria berambut perak mendekat dengan perawakan wajah dingin.
" Ada yang datang!" peringatan patriak
Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki dengan jeda begitu lama, mendekat ke arah aula utama, dimana semua orang disana dan terlihat pria muncul berambut perak, berpakaian putih emas. Dengan aura Agung yang muncul ditubuh orang itu, pria itu tidak lain kan yaa, Chang yin siapa lagi😉.
Chang yin berjalan dengan pelan, banyak tatapan ke arah Chang yin dan mereka disana seperti ingin mencabut pedang di arah Chang yin.
Chang yin berhenti di tengah tengah mereka dan membuat semua orang menjadi lebih was wasan melihat Chang yin diam.
" Kau si-" ucap patriak terpotong oleh gerakan Chang yin
__ADS_1
Chang yin mengerakan tangan dengan perlahan dan menundukan hormat, lalu memajukan tangan kedepan.
Mereka disana ingin mengeluarkan pedang, tapi tidak jadi, Karena melihat postur badan Chang yin seperti sedang menghormat.
" Siapa dia??"
" Apa dia murid baru??"
Dan masih banyak lagi pertanyaan orang disana dan patriak juga melihat auranya lumayan agak familiar apalagi matanya.
" Saya Chang Yin hormat kepada semua guru, patriak dan para kakak seperguran. " ucap Chang yin dengan lantang.
Langsung penasaran semua orang buyar mendengar barusan tadi, patriak juga kaget mendengarnya. " Kau Chang yin " Ucap patriak memastikan.
Para murid seperguran Chang yin senang langsung ingin memeluk Chang yin, bagaimanapun mereka menganggap Chang yin saudara mereka. Saat hendak memeluk Chang yin dengan tiba-tiba mereka terlempar.
" ahhhh" erangan mereka terjatuh, terlempar tapi tak parah.
Wushhh
Bruggg
" Tuannnn.....darimana saja kauuu, aku sangat merindukan omelanmu saat aku berbuat salah" ucap lin yi dengan deraian air mata sambil memegang kaki Chang yin.
Sedangkan lin feng mengejar dari belakang, ia tak menyangka adiknya benar benar menunjukkan dirinya depan semua orang.
__ADS_1
" ahhh mereka siapa?" lirih weiheng berusaha berdiri.
" Yi'er ayo berdiri...ahaha tuan maaf, Yi'er terlalu merindukan anda tuan." ucap lin feng berusaha melepaskan tangan lin yi namun tak berhasil.
Chang yin menghembuskan nafas beratnya dan lalu memegang tangan lin yi " Lin Yi bangunlah" perintah Chang yin dengan ramah. Entah sihir atau apa dengan mudahnya, lin yi menyetujui bangun dan membuat lin feng sudah tak berguna lagi.
" Aku tak menyalahkanmu, tapi kenapa kau tak datang dengan baik-baik, kau membuat teman temanku terlempar saat ingin menghampiriku." ucap Chang yin dan langsung menjitak jidat lin yi itu.
Lin yi hanya bisa mengosok gosok tepat jitakan itu, jujur saja sangat sakit " Maaf tuan, lin yi hanya terlalu kangen pada tuan...dan aku tak sengaja"
" Aku minta maaf soal tadi, aku tak sengaja" sambung lin yi langsung menunduk bersalah.
Murid yang terlempar disana mendengar permintaan maaf orang yang tak dikenal itu hanya tersenyum kikuk.
Melihat itu Chang yin tak tega dan langsung mengelus rambut lin yi dengan pelan "Baik - baik jangan di ulangi lagi" ucap Chang yin dengan ramah.
wushhh
" Ehhhh"
Tiba-tiba surat dari dewa pedang terdahulu keluar dari cincin penyimpanan milik patriak. secara teori benda apapun tidak bisa keluar dari cincin penyimpanan dengan secara paksa.
Surat itu tepat berada dihadapan Chang yin dan Chang yin langsung mengambil surat itu dan langsung membukanya.
Bersambung....
__ADS_1