
Ruangan Patriak...
Kini murid sudah pergi meninggalkan ruangan Patriak dan meninggalkan para guru disana yang masih menunggu Patriak berbicara.
" Patriak, murid sudah kembali. Jadi katakan apa yang terjadi!" ucap Li xiyu dengan penasaran. seperti sifatnya yang tergesa gesa.
Patriak langsung berdiri dan melangkah ke arah guru berada dengan wajah yang tanpa gelisah dan tak merasa bersalah.
" Apa kalian tahu, asal usul tentang akademi pedang langit?" tanya patriak dengan menatap tajam arah mereka.
" Akademi Pedang Langit di dirikan oleh dewa pedang, dalam buku sejarahnya, apa itu benar atau tidak aku tak tahu." jawab li yang dengan mengingat isi isi buku itu dan langsung menatap patriak balik.
Para guru lain kaget mendengar kebenaran apa yang dikatakan oleh li yang, mereka tahu bahwa li yang guru jenius disana, tapi mereka tak mengetahui asal usul akademi tempat mereka bekerj.
" Kak, apa itu benar?" tanya xiyu menatap wajah kakaknya dengan tatapan ingin tahu.
Li yang menggelengkan kepala dengan pelan "Aku juga tidak tahu kebenarannya, aku hanya tidak sengaja membacanya di perpustakaan" jawab li yang tak mengetahui kebenarannya.
Lalu semuanya langsung menatap ke arah patriak ingin tahu yang sebenarnya tentang akademi pedang langit itu.
__ADS_1
Sebenarnya informasi yang akan disampaikan patriak termasuk sangat sensitif tapi dilihat lagi para guru sudah mengajar bertahun tahun, juga termasuk sudah keluarga, sepertinya patriak memutuskan memberitahukan mereka yang sebenarnya.
" Ya benar yang dikatakan oleh guru yang, itu semuanya benar!"
" Yang menyebabkan semuanya ini terjadi adalah penerus dewa pedang, jadi li yang kau harus membimbing penerus dewa pedang itu dan dia harus menjdi muridmu!!!" ucap tegas patriak yang membuat orang disana kaget mendengarnya.
li yang kaget mendengar perkataan patriak dan juga pertama kali mendengar suara tegas patriak, biasanya hanya menggunakan logat santai, ramah tapi sekarang menggunakan perkataan tegas.
Li yang melangkah maju dan berkata "patriak tingkat kultiviasiku rendah, anda lebih baik dari saya" ucap li yang ingin menolak, karena ia merasa tak pantas menjadi guru dewa pedang nantinya.
" Tingkat kultiviasiku memang tinggi dan sebenarnya aku juga ingin menjadi gurunya tapi, pemahamanmu lebih luas dan sikap tenangmu akan membimbingnya ke arah yang luas" jawab patriak dengan penuh pertimbangan.
Li yang mendengar perkataan patriak seperti sudah mempertimbangkan, li yang sudah memiliki pilihan lain "Baiklah asal dia bersedia saya siap!" ucap li yang percaya diri.
" Siapakah akan menjadi dewa pedang selanjutnya? bagaimana dewa pedang mendirikan akademi ini? dan kenapa akademi ini sangatlah tertutup sampai di anggap akademi tak bermodal" ucap li xiyu dengan pertanyaan yang beruntun membuat para guru menganggukan kepala karena pertanyaan mereka merasa sudah diwakilkan oleh adiknya li yang, li xiyu.
" Penerus dewa pedang murid kita disini -.." ucap patriak yang terpotong oleh li xiyu.
" Siapa???" ucap xiyu dengan penuh semangat yang membara.
__ADS_1
"Li xiyu tolonglah tenang aku akan memberitahukan sebenarnya tapi dengan perlahan agar dia kalian paham" jawab patriak membuat li xiyu tersenyum canggung.
" Aku akan menceritakan sejarah akademi ini dulu baru mengatakan siapa dewa pedang selanjutnya"
"Dewa pedang mendirikan akademi ini hanya awalnya untuk tempat latihannya saja dan bangunan yang masih berdiri ini, adalah buatan dewa pedang"
" Dewa pedang selama 1.000 tahun tetap disini dia tinggal di tanah larangan, namun dewa pedang melihat beberapa orang sangat pontensi ia ingin membuat akademi agar nantinya mereka bisa melindungi orang yang lemah, dan ketua sekte adalah MA Haoli, murid dewa pedang"
" Tapi saat penerimaan murid harus di tes dengan ketat, tidak boleh menyebarkan sejarah akademi apalagi tentang dewa pedang, dan sebenarnya akademi memiliki sumber daya yang cukup, karena larangan dewa pedang para ketua akademi hanya bisa menaati peraturan itu, dan tak berani melanggarnya!" jawab patriak dengan memperlihatkan gambar sejarah kepada mereka.
Dan akhirnya mereka tahu kenapa akademi sebagus ini tidak banyak dikenal dan ternyata ada sejarah seperti ini.
" Jadi anda Patriak ke berapa?" tanya guru yin dengan ragu ragu.
" Aku patriak ke 6"
" Penerus Dewa pedang adalah Chang Yin....Aku tidak tahu identitas yang sebenarnya ia punya. aku sudah berusaha mencarinya tapi tak ketemu" sambung patriak.
" Ohhh Chang yin" ucap Chang yin santai belum sadar yang ia dengar itu.
__ADS_1
" Apa Chang yinnn!!!!" teriak semua orang disana kaget, syok mendengar kebenarannya.
Bersambung...