Heavenly Immortal Land

Heavenly Immortal Land
100 tahun berlalu


__ADS_3

"Kelinci bakar! kelinci ini di tangkap oleh kak Ying yang telah diburunya. karena, pasti kalian akan lapar!" seru Xiao ni sambil mebaluti bumbu ke daging kelinci mungkin sudah berlapis lapis, tapi itu yang membuat enak.


dan hua yin membuat alasan untuk mereka makan bersama sama seperti biasanya dan mereka mulai duduk di dekat api unggun sekaligus tempat membakar daging kelinci itu dan makanan siap di makan.


"Wahhh..." para laki-laki seperti biasanya selalu terkejut dengan masakan para gadis yang menjadi saudara mereka.


Saat makan mereka berbincang bintang dan lin yi untung saja memasang pembatas di area hutan itu hingga hewan apapun tak bisa mendekat arah mereka itu.


Makanan mulai habis, malam semakin larut dan memutuskan untuk tidur dengan ke tenda masing-masing yang telah sudah di siapkan oleh mereka. Kini tak ada tanda tanda kehidupan lagi disana


100 tahun kemudian

__ADS_1


Tahun berlalu dengan cepat, namun pertumbuhan anak anak Chang yin begitu pesat dan kini kekuatannya mereka termasuk terkuat di alama fana namun belum tentu terkuat di alam langit/ alam dewa.


Pada era ini mahkluk alam fana bisa berusia lebih ratusan tahun karena faktor kultiviasi mereka yang begitu tinggi yang dapat memperpanjangkan umur dan mempermuda wajah sesuai dengan tingkat kultiviasinya.


Banyak yang dilakukan para 7 moster dan 7 bocil kematian bersama hingga membuat hubungan mereka begitu erat sangat erat.


Terlihat di langit ada cahaya berwarna emas menandakan tanda seorang dewa datang namun tercampur oleh warna mereh serta bunga bunga berjatuhan.


"Hormat pada ayahanda dan ibunda!" seru mereka Hormat dengan begitu tenang. Chang yin beserta istrinya shi yi sudah mendarat di tempat dekat anak anaknya. "Bangunlah" seru suara shi yi yang lembut.


Lin yi melihat itu termenung tak percaya apa yang telah di lihat "Apa ini, lin yi! kenapa kau tak menyapaku? atau mengucapkan sesuatu, hmm?" mendekat ke arah orang yang dulu merepotkan dirinya itu.

__ADS_1


Sontak lin yi memeluk namun berhenti tinggal beberapa langkah lagi namun lin yi melihat tatapan mata yang sinis yang begitu tajam yang tadinya ingin memeluk tuannya jadi membuang niat itu sejauh jauhnya dan jadi menggantikan dengan hormat saja.


"Tuan...!" membungkuk badannya dan dibantu Chang yin untuk berdiri "Apa kau merindukan kakakmu?" dan diangguki oleh lin yi ratusan tahun tak bertemu dengan kakaknya sungguh.


Chang yin mejentikan jarunya dan tak butuh waktu lama muncul 3 orang yang tak lain, lin feng, Hua jing dan hei long yang melayang di udara dan terlihat wajah mereka makin tua makin cantik dan tampan. mereka langsung mendarat dengan begitu elegan membuat orang-orang terpesona.


Melihat itu lin yi tak bisa menahannya lagi langsung berlari kearah kakaknya dengan memeluk pelukan erat "Kakak...A yi rindu! tidak, sangat rindu! kemana saja kakak!" gumam lin yi dengan isakan tangis rindu oleh sang adik itu.


melihat itu lin feng tersenyum dan menghelus rambut adiknya cukup lama "Sudah - sudah! jangan menangis bahkan kau punya kakak ipar loh, sekarang!" seru lin feng, seketika lin yi mengusap air matanya dan melepaskan pelukannya pada kakaknya itu dengan ekspresi kagat.


"Kakak ipar?" Bingung

__ADS_1


lin feng melihat arah xue jing dan dialah kekasih yang ingin ia nikah selama perjalanan 100 tahun membuat ingin memilikinya setibanya, xue jing membalas tatapan lin feng dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2