Heavenly Immortal Land

Heavenly Immortal Land
dendam masa lalu


__ADS_3

"Apa yang harus dilakukan Kaisar langit? anda tahu sendiri sebelum dewa asura yang ini Alam semesta di takuti dengan aura gelap kotor itu!" Dewi Phoenix maju dengan menyuarakan dan menampilkan kehidupan semesta 1 juta tahun yang lalu dan tak bisa dilupakan.


Mendengar itu dewa petir juga berdiri mendekati dewi Phoenix "Tenang, jangan menyamakan orang yang lain!" Lei dan menenangkan dalam suasana di aula itu.


Dewi Phoenix masih memiliki dendam dengan dewa asura terdahulu yang begitu kejam, karena dulunya membantai klan Phoenix terendah hingga tertinggi sampai minyasakan beberapa saja.


Mendengar itu chu Chuang hanya menghela nafas dan bagaimana dirinya sekarang jangan mementingkan dendam melainkan mementingkan keamanan alam semesta.


"Kematian dan kehidupan adalah siklus takdir, dewa atau iblis jangan dilihat buruk baiknya. Bisa saja iblis memiliki hati seperti tao dan sebaliknya" dewa Kematian berjalan arah dimana teman temannya berdiri.


Mendengar itu seketika semua dewa tercerahkan pikirannya, namun bagaimana mereka bisa memprediksi kehidupan selanjutnya dan mereka hanya takut pintu kekacauan terbuka kembali dan itu akhir alam semesta menjadi hancur kembali.


"Benar kata Yang Ci, tapi tetap saja harus berhati hati jika terjadi yang tak terduga demi keselamatan seluruh alam!" seru Kaisar langit berkata dengan wajah yang tegas.

__ADS_1


Para dewa setuju tentang itu dan pamit undur diri hingga tinggal hanya yang li seorang di ruangan rapat yang luas itu.


Dunia begitu luas, ombak yang begitu tinggi dan laut yang dalam tak tahu seberapa dalamnya, apa bahaya atau tidak, batin yang li memandangi pintu aula istana.


...----------------...


Alam Fana, Negara Qin


Embun di pagi hari membasahi tanaman mengkilap indah, matahari terbit menyinari seluruh alam dan burung berkicau, air mengalir dengan tenangnya.


3 orang menyisiri hutan mencari masalah yang dihadapi olehnya, saat berjalan tak ada hewan apapun dan beberapa tanaman mati dengan mengeluarkan asap berwarna hitam pekat.


Hei Long dan xue jing berjalan saja namun lin feng berhenti berjongkok melihat tanaman mati dengan asap hitam dan ada tetesan warna merah kehitaman di tanaman yang mati itu. yang membuat heran tanaman sekitarnya tidak mati hanya yang terkena cairan itu mati mengering.

__ADS_1


"Ketua! kita jalan kemana? kekiri atau kekanan?" seru xue jing melihat 2 jalur yang beda disana.


"Ketua?!...lin feng? kau masih hidup atau tidak!" kesal xue jing yang tak mendapatkan jawaban yang di inginkan olehnya.


Xue jing memanggil lin feng tak menyaut membuatnya geram langsung membalikkan badannya ternyata orang di panggil tak ada dibelakangnya maupun di sampingnya.


Namun tak jauh dari sana hei Long melihat perawakan yang sama dengan Ketuanya yang melihat tengah berjongkok "Itu ketua!" Hei Long menujukan arah dimana keberadaan Ketua meraka dan benar saja xue jing langsung kesana.


Mendengar itu xue jing langsung menghampiri Ketua yang tertinggal disana malah mengamati tumbuhan yang mati disana.


"Ketua! dari tadi aku mencari mu, kenapa kau ada disini? apalagi mengamati tumbuhan yang mati itu" kesal xue jing


Mendengar itu lin feng menarik tangan xue jing hingga terjongkok lalu menujuk ke arah tumbuhan yang mati itu, awalnya memang xue jing hanya menuruti dengan wajah tak ikhlas namun menjadi serius, karena mahluk perusak portal dimensi serta tata surya kini ada disini.

__ADS_1


__ADS_2