
Aula pertemuan pedang langit
Disana terlihat ada patriak, para guru dan juga para murid berkumpul disana, sedang membahas sesuatu penting.
Tiba-tiba ada aura kuat yang mendekat ke arah meraka dan langsung membuat semua orang disana siap siaga.
" Turunkan pedang kalian" perintah ma yong’an melihat sebuah energi spiritual pengantar surat.
Aku mengucapkan terima kasih kepada kalian hahaha... Akhirnya aku menemukan pewaris sejatiku. Aku tahu, dia juga akan mengambil lulus dengan terpaksa, tapi jangan uji dia. tapi berikan sebuah tanggungjawab padanya, jangan berikan tahta patriak padanya, dia juga memiliki identitas khusus.
Dan dia tidak akan kembali waktu dekat, dia tertidur di tanah larangan, akibat dari warisan energinya sedikit kacau, tapi dia masih hidup, hanya sedang tertidur di tanah larangan.
Aku akan memberikan sebuah surat pada kau patriak, tolong berikan kepada bocah itu dan hanya dia yang bisa membukanya.
^^^Dewa pedang^^^
wush
Lalu muncul sebuah gulungan kertas dan benar saja itu tersegel, mungkin saja hanya dewa pedang yang bisa membuka surat itu dengan mudah.
__ADS_1
Patriak menerima surat itu dan langsung menyimpan di ruang cincinya, surat Spiritual menghilang dengan sendirinya.
" Patriak, Chang yin tertidur??" tanya Li yang melihat surat datang dengan tiba-tiba.
Patriak menganggukan kepala dengan benar "Jangan mendekati tanah larangan" perintah Patriak dan juga mengakhiri pertemuan mereka yang telah dibahas.
...----------------...
Alam Dewa
Terlihat pria sedang menjaga, suatu tempat penuh dengan pilar pilar jiwa para dewa tertinggi.
bommmm
Dan tak lama kemudian, pilar itu redup. kembali bersinar dengan cerah dan api surgawi muncul dengan kobaran yang besar.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap penjaga altar dewa dengan bingung.
Dan tak lama ada seorang datang ke altar dewa dengan beberapa orang di belakangnya dan mengikutinya.
__ADS_1
Mereka keturunan dewa langit, Pangeran mahkota, Yang Li, Pangeran ke 2, Yang Zi dan terakhir paling bungsu Tuan putri ke 3, Yang Mi.
Yang Li merasakan sesuatu yang aneh di altar dewa langsung mendatangi " Apa yang terjadi?" tanya Yang Li melihat kobaran api surgawi, di pilar 4 dewa tertinggi.
Pengawal disana langsung bersujud hormat " Tadi 4 pilar dewa tertinggi, dewa pedang, dewa alam, dewa kehidupan dan dewa langit."
" 4 pilar dewa tertinggi tadinya padam, tapi tak berselang lama pilar 4 kembali bersinar, dan secara bersamaan memunculkan kobaran api surgawi yang begitu besar." sambung pengawal disana yang masih tertunduk hormat.
Yang Li masih mencerna, semua yang di ucapkan oleh pengawal itu, dan hanya menganggukan kepala dengan pelan, yang berarti paham apa telah di katakan pengawal itu.
Berarti ayah meninggal, dan kenapa 4 dewa langsung menghilang bersamaan, juga memiliki pewaris di waktu bersamaan, pasti ada sesuatu dibaliknya, batin yang Li dengan rasa campur aduk cuman gk di perlihatkan aja.
Aku harus menyelidiki nanti, sekarang ayah tidak ada, aku harus membereskan semua urusan kerajaan yang ada, sambung batin Yang Li sambil mengenggam erat telapak tangannya dari belakang.
Yang Mi mendengar pilar ayahnya padam langsung berjalan sang kakak 1 " Sebenarnya apa yang terjadi kak, kenapa bisa pilar ayah bisa begitu?" tanya Yang Mi sedang cemas dan mata yang memerah.
Yang Li langsung menyentuh tangan adiknya dengan lembut " Mi'er, ayah sudah mati....pilar yang bersinar itu milik dewa yang menggantikan posisi dewanya" jawab Yang Li dengan setenang mungkin.
Yang Mi meneteskan air mata, mendengar ayah kesayangannya telah tiada, sedangkan yang zi diam dengan wajah cuek dinginnya, tapi dibalik itu ia sebenarnya merasa sedih yang amat terdalam.
__ADS_1
" Sudah, ayah pasti ada kondisi menyebabkan hal itu, jadi pasti itu tentang alam dewa sampai ayah kehilangan nyawanya" ucap Yang Li menenangkan adiknya dan menarik dengan lembut lalu pergi dari sana.
Bersambung.....