
Chang yin sudah biasa mendengar suara istrinya yang begitu berisik namun tetap saja istrinya akan tetap mengikuti dan mendadak berhenti berjalan.
brukk
"aduh" erangan shi yi menubruk badan Chang yin yang kekar dan lumayan keras jika di rasa.
melihat itu Chang yin tersenyum lebar dan membalikkan badan melihat istrinya mengosok gosok jidatnya yang tadi terbentur.
"Sudah selesai ngomel ngomelnya istriku?" Chang yin menunduk agak kebawah bagaimanapun istrinya sangat pendek dari Chang yin jadi membuat mungil melihatnya.
dan tadinya ingin marah marah melihat wajah Chang yin begitu dekat padanya hanya bisa menjawab dengan menggelengkan badannya saja merasa...udahlah gk bisa di jelasin.
" A Yi, aku mempunyai 7 murid! aku ingin mengirim dia kepada bawahanku untuk dilatih selama aku pergi dulu. kau paham, Sekarang?" jelas Chang yin menatap istrinya.
sejenak shi yi berpikir dan menganggukan kepala "Apa bawahanmu wanita?" Pertanyaan yang konyol kini sudah di lontarkan sang ratu.
"Iya, dia wanita! dia seorang gadis yang cantik dan berbakat! mungkin tugas kali harus kepadanya," Chang yin membenarkan itu.
Ekspresi shi yi kini berubah, ya bagaimana gk berubah memuji gadis lain di hadapan istrinya sendiri, bagaimana ada cemburu dan marah diwajahnya itu.
__ADS_1
Chang yin melihat raut wajah istrinya terlihat tak baik dan langsung meraih tangan istrinya dengan lembut "Aku tahu kah sedang cemburu, tapi aku suka!" Chang yin tertawa dengan keras.
tadinya di pikir oleh shi yi akan di hibur melainkan apa itu, sungguh membuat urat kesabarannya kini saat ini sedang di uji.
takkk
shi yi mengijak kaki Chang yin di tekan dengan keras dan benar raut wajah Chang yin seakan akan tertekan menahannya.
"Apa enak?" suara penekanan ratu bunga yang tengah marah dan Chang yin hanya menjawab dengan menggelengkan dengan cepat, karena kakinya tengah di ijak ijak shi yi dengan keras.
dan akhirnya shi yi mengakhiri dan Chang yin bernafas lega mungkin istrinya sekarang sudah selesai menyalurkan kemarahan yang tadi.
shi yi seketika amarahnya kini tenggelam dan hanya rasa hangat saat ini, sungguh sekarang dirinya tak ingin meleparkannya.
"Masih marah?" tanya Chang yin yang masih dalam keadaan berpelukan dan di jawab dengan menggelengkan kepalanya.
...****************...
kini mereka sudah ada di lingkungan area murid elit dan terlihat dari kejauhan sedang berlatih dengan bersama rekan rekannya. bunyi suara pedang sangat terdengar.
__ADS_1
"Para bola nasiku sedang berkerja keras?" melihat dari kejauhan.
"Benar!"
wushh
mereka merasakan ada yang mendekat langsung siap siaga "Siapa disana!" Mereka memegang pedang dengan tatapan tajam.
"Ini aku!! apa kalian akan membunuh guru kalian sendiri?" dengan perlahan Chang yin memperlihatkan dirinya dan setelahnya muncul shi yi di sampingnya.
Sontak semuanya kaget "Hormat pada guru dan nyonya guru!" Mereka membungkuk dengan penuh hormat.
"Baik, berdirilah!" sontak langsung semuanya berdirii.
shi yi kini benar benar merasakan tersentuh entah kenapa, shi yi merasakan ingin selalu menyanyinya namun mereka pasti anak orang.
melihat wajah murung istrinya ia tahu apa yang dipikirinkan olehnya saat ini, dan memang Chang yin bisa membaca pikiran orang dan secara kepribadiannya saat ini.
Chang yin menghela nafas panjang "Mereka tak milik orang tua, a yin" melihat wajah murung membuatnya tak tega.
__ADS_1