
"Xiao yi, maafkan aku! aku melanggar janjiku, berjanjilah padaku! kau harus....hidup dengan baik!" bai yin berkata dengan sendu dan seketika tubuh bai yin mulai menghilang.
"Maafkan aku, istriku!" bai yin mulai menutup matanya yang ingin pasrah.
sedangkan shi yi menggelengkan kepalanya lalu memukul mukul pembatas yang ada di depannya, tetap saja tidak menghilang, melainkan suaminya mulai menghilang.
Aku pasti ada cara buat menyematkanmu, aku harus! batin shi yi yang berlinang air mata dengan derasnya.
"Selamat tinggal kekasihku!" suara pelan bai yin membuat frustasi istrinya itu
"Bagaimana aku kau mati aku hidup?"
formasi mulai terbuka dan sedangkan Bai yi kini hanya tinggal jiwanya saja yang kurang hancur sedangkan tubuhnya sudah hancur bagaikan debu yang bertebangan.
shi yi langsung teringat sebuah cara namun cara ini harus di bayar dengan kultiviasi 200.000 tahunnya dan mungkin shi yi akan kembali ke wujud aslinya.
__ADS_1
shi yi langsung menyilangkan tangannya pada dadanya, terlihat cahaya merah bersinar dan mengurung jiwa bai yin untuk pergi jauh darinya.
jiwa bai yin mulai menyusut dan "Aku korbankan kultiviasi untukmu, suamiku. semoga kau bisa hidup dengan tenang" shi yin mengerakan tangannya, lalu mengoreskan tangannya, keluarlah darahnya.
sebagai bunga Lily laba laba merah sebagai tanda kematian dan juga kelahiran kembali, dari itu shi yin menggunakan kekuatannya agar membuat kehidupan yang baru bagi suaminya walaupun bayaran yang di terima akan mahal.
kini tubuh fisik bai yin sudah berubah menjadi seorang bayi laki laki dan karna terpisah dari bagian terpenting, mungkin bai yin tidak mengingat apapun, kecuali takdir yang ingin bahwa bai yin ingin mengingat kejadian masa lalu.
dengan saat bersamaan shi yin berubah menjadi wujud aslinya dan terbang jatuh dari alam dewa kuno.
Chang yin melihat itu tak sengaja meneteskan air matanya dan merasakan dadanya sesak melihat opera ini.
kini beralih di tempat aneh lagi, di depannya ada seorang pria yang membelakanginya dan langsung berubah menghadap ke Chang yin, Chang yin penasaran awalnya dia siapa itu. ternyata orang mirip dengannya dan ada simbol trisula berwarna biru laut.
Chang yin sangat ingat betul bahwa dia adalah pemain yang mati dan berubah menjadi bayi karena istrinya.
__ADS_1
"Kau pemain tadi?" tanya Chang yin dengan bodohnya.
"Pemain apanya? ja-"
"Jangan bilang kau mengira hanya permainan saja, bukan?" Bai yin mulai angkat bicara.
"Tentu saja, kalau bukan apa?" jawaban sempontan membuat dirinya begitu saja.
"Chang yin kau bodoh! yang kau lihat itu dia aku dan dirimu, kita sama! dasar bodoh" umpat bai yin ke dirinya sendiri.
Chang yin tak berpikir kalau itu dirinya dan mungkin ini takdirnya setelah hidup kembali, dan karenanya 4 dewa utama itu mati menyerahkan kekuatannya pada Chang yin.
"Apa kau tahu siapa sebenarnya dirimu?!" lalu di gelengkan kepala Chang yin tak tahu.
seketika melihat jawaban chang yin, bai yin menepuk kepalanya dan menghela nafas panjang lalu menglihat Chang yin.
__ADS_1
"Kau adalah, bukan kita keturunan dewa tertinggi terakhir dan keturunan yang mempunyai darah kuno terakhir. jadi, sudah waktunya mengurus alam dewa kuno!"
"dan 4 dewa mengorbankan kekuatan mereka maka kau harus memimpin alam dewa kuno untuk sekarang dan aku akan mengembalikan ingatan dan Terimalah senjata ini" jelas bai yin dan menyerahkan trisula miliknya.