
"Apa! sekarang? kenapa begitu cepat? ibu, ayah kami tak ingin pergi!!" si ying benar-benar tak ingin pisah dari orangtuanya kali ini.
kini mereka tiba-tiba terbang dan tanpa bisa mengendalikan diri mereka sendiri "Surat ini kalian berikan pada bibi lin yi, kalian pasti di beri hak istimewa disana!" dengan cepat Chang yin melemparkan mereka ke portal dengan memalingkan wajahnya, jujur saja Chang yin tak tega melihatnya.
"Ayah...ibuuuu!!!!" teriak mereka secara bersamaan dan sekarang portal menghilang dengan sepenuhnya.
shi yi kini tak bisa menahan air matanya lagi, membasahi pipinya karena air matanya yang berjatuhan begitu derasnya.
"Apa mereka akan baik-baik saja?" segukan karena melihat anak anaknya pergi darinya.
"Pasti! a yi kita harus harus cepat pergi!" Chang yin menarik tangannya istrinya yang sepertinya enggan pergi dari sana.
...----------------...
alam fana
terlihat 3 orang sampai dekat pembatas negara yang tengah seperti di jaga ketat oleh prajurit, setiap masuk gerbang masuk utama harus mengeluarkan uang serta di periksa dengan ketat
__ADS_1
mereka bertiga sudah sampai di alam fana tapi tidak tahu sekarang sebenarnya mereka itu dimana. mereka ber3 tak langsung masuk tapi melihat lihat orang-orang disana.
"Kita ada dimana?" Bingung xue jing melihat area sekitar yang tak ada tumbuhan sekitar perbatasan sekitar.
"Negara Qin!" jawab Lin feng dengan tenangnya.
"Bagaimana kau tahu?" penasaran hei Long dan langsung lin feng menunjukkan ada tulisan besar di atas gerbang pintu negara.
Akhirnya mereka tahu dimana sekarang, dan melihat lingkungan sekitar yang begitu gersang dan debu berterbangan di mana-mana, lin feng tak menunggu lebih lama lagi ia langsung menuju pintu gerbang.
Hei Long yang ingin menanyakan sesuatu dengan meraba tak menemukan dan terlihat sang ketua menghilang sedangkan xue jing masih melihat lingkungan sekitar.
hei Long melihat lihat tak menemukannya dan akhirnya menemukan temannya itu sedang berjalan ke arah gerbang, dengan cepat hei Long menarik baju sahabat, xue jing.
Banyak memperhatikan mereka berdua, mengira bahwa suami istri yang sedang bertengkar, karena dari tadi saat xue jing ditarik begitu enggan pergi.
"Lepas!!" teriak xue jing sampai Terdengar di telinga lin feng.
__ADS_1
Seketika mendengar suara teriakan xue jing, lin feng langsung membalikkan badan dan terdengar suara yang begitu ricuh disana.
Lin feng baru menyadari satu hal, hei Long membawa xue jing secara kasar dengan reflek xue jing membrontak untuk dibawa, jadi mengakibatkan seperti pertengkaran suami istri.
"Kalian apakah suami istri?" penasaran lin feng, sebenarnya hanya memastikan yang fakta sudah ia ketahui.
sorot mata lin feng melihat tangan mereka bergandengan dengan sempontan melepaskan tangan xue jing.
"Jangan salah paham, lin feng!" takut hei Long akan lin feng salah paham.
"Ini salahmu!" xue jing marah-marah saat di depan hei Long, dengan seperti api api yang siap meledak kapan saja, padahal elemen xue jing es.
mendengar perdebatan mereka berdua lin feng hanya bisa menggelengkan kepala saja dan membalikkan badan ke arah prajurit lalu memberikan beberapa uang.
"Ayo masuk!" teriak lin feng dan masuk meninggalkan mereka berdua yang tengah berdebat dengan berapi - api.
melihat pemimpin mereka masuk, mereka melupakan konspirasi mereka dan mengikuti kemana lin feng pergi. kini mereka sekarang sudah di dalam negara Qin yang cukup Makmur.
__ADS_1
bersambung