
"Kau mendengar nama dewa pedang, kenapa terlihat biasa saja??" ucap dewa pedang yang aneh melihat beda ekspresi biasa, kebanyakan orang berekspresi wahhh saya terkejottt, dewa pedang kembalikan dengan bocah ini hanya diam menganggap seperti dewa pedang tak penting.
" Dewa pedang, kau ini adalah sisa roh saja!!" ucap Chang yin mentap dewa pedang dengan tanpa rasa takut sama sekali di wajahnya, penuh percaya diri.
Jderarrr
Dewa pedang kaget ucapan Chang yin yang teramat amat sangat pedas. Dan tiba-tiba saat dewa pedang ingin menggunakan jurusnya sebuh simbol emas muncul dan dewa pedang tahu betul tentang simbol itu.
" Penerusku?" gumam perlahan.
Chang yin tak paham kondisi disana hanya diam dan sambil memperhatikan gerak gerik dewa pedang itu
" Dewa pedang, apa kau tahu bagaimana cara keluar dari sini?" ucap Chang yin melihat semua tempat gelap gulita tidak tampak apa apa.
" Kau bisa keluar asal-"ucap dewa pedang terpotong oleh Chang yin yang terlalu antusias.
" Asal apa?"
" Asal kau mau mewarisi semua kekuatanku" ucap dewa pedang melihat ke arah.
" mewarisi?"
" Ehhh tunggu duluu!!! bukannya hanya yang keturunanmu yang berhak .... bahkan aku tidak tahu siapa orangtuaku" sambung Chang yin merasa terkejot makkk yaa gimana lagi.
__ADS_1
Dewa pedang langsung menggerakkan tangannya dan muncul di sebuah cermin air di depan wajah Chang yin dan sontak chang yin kaget melihat tanda di kening berwarna emas muncul dengan tiba-tiba.
" Lihatlah tanda di keningmu itu!" ucap dewa pedang
" Tanda emas apa ini??" tanya Chang yin melihat lambang seperti emas di jidatnya.
" Lambang itu melambangkan Dewa pedang dan lambang itu akan muncul saat dewa pedang terdahulu sudah mati. Lambang itu muncul bukan berarti ada berhubungan darah tapi juga karena orang itu memiliki darah kuno dan sesuatu yang khusus"
" Dan lambang itu muncul padamu harusnya kau keturunan para dewa dan dewi kuno, apa aku benar" tanya dewa pedang dengan tatapan tajam arah Chang yin.
" Aku memang memilikinya, tapi baru bangkit 2 hari yang lalu" ucap Chang yin membenarkan semuanya.
" Sudah ku duga "
Dewa pedang dengan perlahan menggelengkan kepalanya " Jika kau tak mewarisi makan kau akan terjebak disini selamanya dan roh kecil itu pingsan....tapi tenang dia baik-baik saja sekarang ini" ucap dewa pedang.
Xue jing bagaimana dia bisa pingsan? sepertinya tak ada jalan keluar lain selain menerima, batin Chang yin melihat wajah dewa pedang
Chang yin menutup mata sekejap lalu membuka kembali dengan mengepal tangannya " Baiklah aku akan mewarisi semuanya" ucap Chang yin pasrah dengan takdirnya kedepannya.
Raut wajah dewa pedang jadi cerah mendengar jawaban chang yin dan rasanya ingin melompat lompat tapi sebagai seorang dewa itu tak etis yaaa, harus slay yahhh, tetap tenang dan elegan.
Dewa pedang dengan perlahan menggerakkan tangannya dan membentuk sebuah formasi begitu rumit dan muncullah sebuah 9 pilar mengelilingi Chang yin.
__ADS_1
" Mulai" Lansung hantaman energi masuk dalam tubuh Chang yin dan tiba-tiba Chang yin pingsan.
Boommm
Energi keluar dari tubuh Chang yin mengundang kedatangan mahluk lain disana dan mereka juga termasuk sang legendaris juga.
" Kalianlah yang membuat Chang yin pingsan?" tanya dewa pedang dan dijawab dengan anggukan.
" Dewa Kehidupan, Dewa Alam, dewa langit anda kemari ada hal apa?" ucap dewa pedang menatap dengan tajam.
" Kami juga ingin mewarisi kekuatan kami ke anak itu" ucap dewa langit yang disetujui 2 dewa lainnya.
" Apa kalian gila??? Tubuh anak itu akan meledak menerima warisan 4 dewa sekaligus! katakan dulu alasannya" ucap dewa pedang yang kaget yang baru saja ia dengar.
" Dewa pedang anak ini adalah menentukan takdir 4 alam dan 7 lautan apa kau tak sadar, kau tak tahu roh kecil itu??" ucap dewa kehidupan yang bertanya dengan lagi dan lagi.
" Maksudmu roh kecil itu.... ehhh dia-" ucap dewa pedang terbata bata dan langsung di angguki dewa lainnya.
" Kami bertiga sepakat, kekuatan warisan akan di kunci sampai kekuatannya cukup dan otomatis terlepas dengan sendirinya" ucap dewa alam dengan serius.
" Baiklah ayo lakukan!" ucap dewa pedang dengan serius dan semangat seperti api yang sedang membara.
"Tapi..."
__ADS_1
Bersambung....