
Sebelum itu saya minta maaf gk up selama berminggu minggu karena saya sakit dan sekarang saya baru fase pemulihan.
maaf, mungkin saya banyak pengecewakan para readers yang suka novel ini, saya terpaksa karena waktu itu saya tidak di izinkan bermain handphone terlalu lama.
oke kita lanjuttt ke cerita novelnya....
...----------------...
"Aku tahu kau cemas! tapi mereka harus melewati ini dan dengan cepat menduduki kursi singsana orangtua mereka itu kalau tidak bencana terlebih dahulu akan muncul!" seru Chang yin
mendengar penjelasan suaminya itu benar, dirinya tidak boleh egois untuk hanya keinginannya saja, shi yi hanya bisa menganggukan kepala pertanda paham.
__ADS_1
sebenarnya shi yi tak tahu bencana apa yang dikatakan oleh suaminya, namun dirinya jelas tahu pasti itu bukan hal yang baik, mungkin saja bencana itu bisa menganggu keseimbangan alam semesta yang sudah terjaga selama ini.
shi yi hanya diam kini dan menemani suaminya mengerjakan semua pekerjaan dewa penegak keadilan, awalnya shi yi melarang suaminya mendapatkan jabatan ini namun nyatanya mau tidak mau suaminya harus melakukan itu demi 4 alam 7 lautan ini.
"Kau istirahatlah...aku tahu kau sedang cemas! tapi tenang dia adalah sahabatku! namun aku pelatihan diberikan oleh Che chuan lumayan berat namun efektif!" seru Chang yin dengan menulis menggunakan kuas tanpa melihat arah istrinya itu.
mendengar itu shi yi tak kaget lagi karena mereka dulunya memang saling mengenal hingga pernah berkelana bersama namun tetap saja dirinya khawatir. tapi, kekhawatiran dirinya tak berarti karena jika ingin kuat harus ada di korbankan dulu tapi bukan nyawa melainkan usaha.
"Maafkan aku, a yi! aku terpaksa melakukan semua ini! demi keseimbangan alam semesta, jika meraka gagal maka berikanlah aku... yang menerima semua akibat kegagalan itu!" lirih Chang yin melihat kepergian istrinya yang penuh kesedihan dan kekhawatiran di wajahnya itu.
Alam kristal
__ADS_1
Di dalam sana semuanya diam dan Che chuan juga diam, dalam benak 7 bocah kematian itu benar-benar ingin menghilang dari sana benar-benar merasa canggung saat ini.
"Perkenalkan aku adalah Che chuan seorang naga es yang sudah hidup selama ribuan tahun dan aku juga sahabat ayah kalian namun disini kalian bukan main main melainkan berkultivasi agar mendapatkan kualifikasi ujian dewa"
sambung "Kalian bisa panggil aku master!" Che chuan yang berbicara begitu lantang "Baik master!" seru mereka ber7 dengan kompaknya dengan baris lurus.
"Sebelum aku melatih kalian perkenalkan diri kalian dan kekuatan apa yang kalian punya!" Che chuan yang jujur saja penasaran, anak angkat seorang Chang yin pasti bukan orang biasa apalagi mereka keturunan 7 monster dewa yang legendaris.
saat para bocah kematian ingin maju memperkenalkan diri tiba-tiba tanah bergetar air es tiba-tiba berubah warna warni membuat mereka bingung namun sebaliknya Che chuan dengan tenang melihat arah sungai wajah yang senang seperti menantikan sesuatu.
mereka menyadari hal itu pada master mereka, jadi membuat berpikir fenomena ini bukanlah hal yang buruk melainkan mungkin hal bagus untuk masternya.
__ADS_1
Air berguncang es yang beku mulai mencair seperti seakan mendidih mengeluarkan uap asap yang begitu banyak seakan akan sedang dimasak oleh api.