Hello! Miss Call...

Hello! Miss Call...
BAB 39 E-Commerce


__ADS_3

Tidak ada lagi obrolan tentang air mineral. Mereka beralih pada project selanjutnya. Pembuatan website untuk salah satu perusahaan e-commerce. Segala aktivitas terkait transaksi online yang dilakukan melalui internet atau jaringan elektronik lainnya, seperti perbankan online, proses jual beli, hingga penawaran jasa.


“Jenis e-commerce nya apa?” tanya Melvin.


Begitu banyak jenis e-commerce yang tersedia. Misalkan, Business-to-Business (B2B). Biasanya dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, yang menekankan pada kuantitas atau jumlah produk yang terjual. Merupakan jenis e-commerce yang besar karena melibatkan antar bidang usaha atau perusahaan.


Business-to-Consumers (B2C). Pihak produsen menawarkan dan memasarkan langsung produknya kepada para


konsumen. Konsepnya mungkin sama dengan sistem jual beli secara ecer, yang membedakan adalah proses perdagangan dan transaksinya dilakukan secara online, bukan dengan cara konvensional.


Consumer-to-Consumer (C2C) Konsep C2C memungkinkan sesama konsumen bisa saling menawarkan dan


menjual dagangannya kepada satu sama lain. Sistem perdagangan yang seperti ini umumnya memang membutuhkan media atau wadah, bisa dibilang website yang bisa mengorganisir segala sesuatunya agar proses jual beli dan transaksi menjadi lebih mudah dilakukan.


Consumer-to-Business (C2B). Merupakan konsep yang berbanding terbalik dengan B2C. Di sini, yang terjadi adalah proses jual beli dan transaksi berlangsung dari pihak konsumen kepada perusahaan.


Online-to-Offline (O2O). Jenis e-commerce seperti ini biasanya menggunakan dua saluran pada layanan perdagangannya, yakni dengan online dan offline. Jaringannya ada pada sistem online, namun eksekusinya bukan hanya bisa dilakukan dengan online, melainkan bisa juga dengan offline.


Consumer-to-Administration (C2A). Pada dasarnya hampir sama dengan konsep yang ada dalam C2B. Perbedaannya terletak pada tujuan sasaran penjualan. Bila dalam C2B, pihak konsumen menawarkan produk atau jasanya pada perusahaan, dalam C2A kegiatan tersebut ditawarkan kepada pihak pemerintah. Dalam konsep yang satu ini, biasanya cukup jarang ditemui transaksi produk, yang lebih sering terjadi adalah transaksi layanan jasa. Masih ada beberapa jenis lainnya.


“Yang kita buat kali ini website untuk salah satu perusahaan yang sedang berkembang. Jadi, sebisa mungkin kita buat yang user friendly untuk para pembeli,” ujar Juli.


“Design juga sangat terpengaruh. Terkadang, terlalu banyak pop up, terlalu banyak ornamen membuat mata sakit,” ujar Raska.


“Iya, banyaknya penjual yang berkunjung tidak hanya karena situs yang memudahkan mereka bertransaksi. Namun, itu semua tergantung dari barang yang dijual dari perusahaan tersebut. Percuma kita buat web yang bagus. Tapi, yang dijual tidak berkualitas,” timpal Bambang.


“Harus ada korelasi antar penjual dan juga tempat dagang. Pasar persaingan sempurna lebih menguntungkan dibanding pasar persaingan tak sempurna. Tempat dan barang dagangan yang dijual pun sangat mempengaruhi pembeli. Jika kita berjualan dengan mengandalkan kebersihan tempat dan juga kualitas barang dagangan. Bukankah akan menarik pembeli?” tanya Rozak.


“Karena kita hanya penyedia jasa pembuatan web. Kita fokus di sana terlebih dahulu. Kita tak perlu memikirkan seberapa penting mereka mengambil keuntungan. Kita juga tak pernah tahu mereka menggunakan sistem dagang seperti apa. Namun, pembuatan web tidak hanya sekadar pembuatan web. Di sini, kita fokuskan dulu ke sistem pengamanan, enkripsi harus tepat. Jangan sampai web tersebut dibobol pihak luar. Nggak sedikit sistem pembayaran di hack oleh pihak yang merugikan. Setelah itu, design pun penting dalam pembuatan suatu web. Di sana letak daya tarik pelanggan sebelum melihat isi barang yang dijual, cara mudah dalam bertransaksi dengan fitur-fitur yang menarik,” papar Melvin.


Semua mata tertuju pada Melvin dia awal pria itu membuka suara. “Dengan website yang menarik, akan membuat pelanggan membuka situs tersebut. Kita bisa membantu klien kita untuk mengiklankan situs mereka ke situs-situs yang sudah terkenal sebelumnya. Hitung saja kita bantu promo bukan dengan cara berteriak. Kita lakukan sistem promo dengan cara anak IT. Kita bantu membuat iklan di media sosial dan membuat iklan web tersebut secara berulang. Itu bisa kita lakukan, dengan begitu pelanggan akan mencoba masuk ke dalam situs web tersebut. Kita pun buat sistem berapa banyak orang yang membuka situs tersebut. Jika ternyata barang dagangan klien kita sepi pembeli. Namun, yang masuk ke situs ternyata banyak. Kesalahan bukan pada pihak kita. Artinya kita sudah berhasil menarik pelanggan untuk masuk ke dalam situs tersebut. Jadi, kita fokuskan pada situs yang kita buat,” papar Melvin panjang.


“Setuju,” gumam Raska.


“Apa yang dijual oleh klien kita?” tanya Melvin. Tidak semua klien dia mengetahuinya. Sudah ada bagian-bagian tertentu untuk menerima kerja sama yang akan diambil.


“Perusahaan kosmetik milik dari salah satu artis muda yang sedang naik daun,” terang Juli. Seorang artis yang memulai bisnis dengan membuka usaha kosmetik.


“Sebenarnya market sudah ada. Terlebih lagi jika itu milik artis yang sedang naik daun. Dari fans-nya saja sudah ada market tersendiri,” ucap Bambang.


“Biasanya para artis yang membuka bisnis kosmetik. Mereka akan menjual barang dagangannya ke situs yang menyediakan jasa e-commerce dengan akun official mereka. Bersaing dengan bisnis kosmetik lainnya. Namun, tidak salah juga dia membuka website sendiri. Dia bisa menggunakan media promosi untuk di websitenya sendiri. Mungkin, diskon bisa diberikan jika pembelian dilakukan di website tersebut,” terang Rozak.


“Tapi, dia bilang website ini nggak hanya menjual hasil produksi produk perawatannya saja. Namun juga, menjual milik merek dagang lainnya,” papar Juli.

__ADS_1


“Mengusung konsep Business-to-Consumer (B2C) atau Consumer-to-Consumer (C2C)?” tanya Melvin.


Bambang menarik napas. “Kita baru menerima draft permintaan belum dijelaskan lagi konsepnya seperti apa.”


“Harus jelas terlebih dahulu. Jika menggunakan jenis Consumer-to-Consumer (C2C). Dalam website tersebut, kita harus menyediakan fasilitas pembuatan user toko untuk para pedagang yang ingin berjualan di situs tersebut. Karena website tersebut penyedia jasa saja. Tidak memikirkan stok barang karena penjual dan pembeli langsung bertransaksi secara langsung. Situs hanya menjembatani saja dengan mendapatkan fee dari transaksi tersebut. Namun, jika menggunakan konsep Business-to-Consumer (B2C) semua dikelola hanya dari satu perusahaan saja, meskipun yang dijual berbagai macam jenis barang. Namun, bisanya mereka memiliki stok di gudang mereka,” ujar Melvin. Dia menoleh pada Bambang. “Pastikan lagi jenis e-commerce-nys apa,” tegas Melvin.


“Baik Pak,” jawab Bambang selaku pimpinan Project.


Mereka serius membahas tentang e-commerce sembari menikmati minuman ringan. Raska melihat ada kotoran di rambut Disra. Seketika mengambil bumbu yang nempel di rambut gadis itu.


“Idih bar-bar banget makannya sampe ke rambut segala,” ujar Raska membersihkan bumbu tersebut dengan tisu.


“Banyak nggak Kak? Kok bisa ke rambut sih?” tanya Disra.


“Mana aku tahu! Kamu sendiri yang makan berantakan,” timpal Raska.


“Dih, kayanya Kak Raska deh pas makan kepiting. Tadi kan sempat muncrat ke aku!” dengus Disra.


“Dih ngada-ngada! Situ sendiri yang makan berantakan.”


“Ih, enak aja!”


Raska menarik-narik rambut Disra. “Tuh banyak tuh yang nempel di rambut kamu.”


Disra menyampirkan rambutnya ke depan. “Mana? Nggak ada!”


“Ngaco! Mana ada sampe ke belakang,” protes Disra.


“Ada!” Raska bukan menarik lagi melainkan mengusap telapak tangannya pada rambut Disra. "Tuh, banyak tuh!”


“Apa sih Kak? Tangan Kakak kotor tahu nggak? Bilang rambut aku kotor padahal mau meper ‘kan? Dasar jorok!” dengus Disra.


Raska semakin senang memainkan rambut Disra dengan sang gadis memukul Raska.


“Awas ketombean, jari Raska abis masuk hidung tadi!” timpal Rozak terkekeh.


Disra semakin gencar memukul Raska. “Jorok!” teriaknya.


“Hentikan!” seru Melvin. Sudah kelewatan kedekatan Disra dan juga Raska. Dia bahkan tidak seperti itu pada kekasihnya. Dia sudah menahan emosinya. Namun, dirinya semakin terbakar cemburu.


Sontak yang lain terdiam melihat wajah Melvin yang berubah dingin. Disra pun merasa tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Melvin.


Makan siang telah selesai. Melvin berinisiatif membayar makan siang mereka. Saatnya kembali ke kantor.

__ADS_1


“Ada yang mau bareng denganku?” tanya Melvin.


Juli yang berangkat bersama Melvin, tentu mengajukan diri untuk menumpang di mobil Melvin lagi. Dia menarik Rozak untuk menemaninya.


Melvin tak keberatan Disra, Bambang dan Raska dalam satu mobil. Mobil mereka beriringan menuju kantor.


Orang-orang yang ada di dalam mobil Raska bersenda gurau, Bambang selalu memberikan lelucon untuk ditebak oleh Raska dan Disra.


“Hewan apa yang kakinya tiga?” tanya Bambang.


“Anjing lagi kencing,” tukas Raska.


“Kok loe tahu? Ah nggak asik!” keluh Bambang.


“Idih itu sih tebak-tebakan anak SD!” timpal Raska.


“Oke. Tebak-tebakan lagi ya.” Bambang membersihkan tenggorokannya. “Hewan apa yang suka protes?” tanya Bambang.


“Protes?” gumam Disra. “Mana ada, Kak?”


“Ada. Udah coba tebak!” seru Bambang.


“Beruang,” ujar Raska dengan tetap fokus berkendara. “Kalau uangnya hilang, pasti dia marah-marah.”


“Salah!” seru Bambang.


“Lah, terus apa dong?” tanya Raska.


“Monyet,” jawab Bambang datar.


“Kok monyet?” protes Raska.


Bambang menunjuk Raska. “Tuh, ‘kan protes?”


Seketika mereka tertawa bersama. “Dikira gua monyet!” dengus Raska.


Keceriaan di dalam mobil Raska berbeda dengan kekakuan di mobil Melvin. Tidak ada celoteh bercandaan di dalam mobil.


Mobil mereka berhenti berdampingan di lampu merah. Juli melihat ke samping. Disra, Raska dan Bambang saling tertawa. “Si Raska, kayanya naksir Disra tuh,” ujar Juli.


“Kayanya sih,” ucap Rozak. "Kelihatan dari jahilnya Raska. Untung deh dia punya pacar," tambahnya.


“Nggak pa-pa sih, dua-duanya jomblo. Lagian terlihat cocok dan nggak ada aturan tak boleh pacaran sesama rekan kerja,” ujar Juli.

__ADS_1


“Kata siapa Disra jomblo?” tanya Melvin mencoba menahan emosinya.


Dia harus mengumumkan hubungannya dengan Disra atau mungkin, membuat aturan tak boleh menjalin hubungan dengan sesama rekan kerja.


__ADS_2