Hello! Miss Call...

Hello! Miss Call...
BAB 50 Malam Pertama


__ADS_3

Semua orang terkejut, mengetahui bahwa yang mengeluarkan Roni dari penjara adalah Melvin yang meminta bantuan Bagas untuk mengurus segala sesuatunya. Otak Disra semakin dipenuhi spekulasi tentang Melvin. Apa benar lelaki itu begitu mencintainya hingga sampai berbuat seperti itu? Atau hanya sebuah obsesi dari seorang pria?


Saat ini, mereka sedang berada di dalam mobil menuju apartemen. Disra menyetujui permintaan ayahnya untuk tinggal bersama dengan suaminya. Namun, dia meminta pada orang tuanya untuk tidak menginformasikan pernikahan mereka pada pihak manapun. Disra ingin melanjutkan kuliah terlebih dahulu yang akan berakhir beberapa bulan lagi.


Titik berat Disra tak menginformasikan pernikahan mereka. Bukan takut omongan dari tetangga, melainkan tanggapan dari Felix. Sebuah perjanjian persahabatan mereka untuk fokus pada pendidikan terlebih dahulu.


“Kenapa kau tak bilang padaku bahwa kau yang mengeluarkan ayahku dari penjara?” tanya Disra.


“Apa itu penting?” tanya Melvin.


“Setidaknya, kau memberitahuku.”


“Apa kau berharap aku memintamu untuk balas budi? Kau ingin menjalin hubungan kita karena aku yang memaksamu dengan alibi telah menyelamatkan ayahmu?” tanya melvin lagi.


Disra hanya terdiam. “Mengapa kau lakukan itu?”


“Aku hanya tak ingin melihatmu bersedih.”


“Kau menyelidikiku?”


“Tidak. Ya. Aku mencari agent call center yang berseteru denganku dan berhasil menemukan identitas dari sang miss call center tersebut.”


Disra terdiam, dia tak bertanya cara Melvin bisa menemukan identitas dirinya. Dilihat kemampuan pria tersebut membuat program. Ditambah dirinya yang merupakan dosen keamanan jaringan. Tidak diragukan lagi, dia bisa saja mencari informasi dengan kemampuan IT yang dimiliki.


Disra terpikirkan sesuatu. “Apa kau mencintaiku?” tanyanya.


“Sangat, sangat mencintaimu,” jelas Melvin.


Disra terdiam sejenak. Dia pun menyukai pria yang telah menjadi suaminya. Namun, dia tahu perasaannya belum dalam pada pria tersebut. Pertemuan mereka yang bisa tergolong singkat dan diawali dengan perseteruan.


Dia masih belum paham akan Melvin yang dengan mudahnya mengatakan cinta padanya. Disra masih belum bisa mempercayai 100% perkataan pria yang telah menjadi suaminya sendiri.


“Kenapa kau dengan mudah mengatakan cinta? Hubungan kita masih bisa dikatakan seumur jagung. Apa dengan waktu yang begitu singkat bisa sangat dalam mencintai?”


“Apa tidak boleh seperti itu?” tanya balik Melvin.


“Bukan tak boleh. Hanya saja … sedikit tidak masuk akal. Biasanya, lelaki yang mengumbar kata cinta adalah laki-laki yang menutupi kebr*ngsekan. Biasanya menutupi perselingkuhannya atau ada yang disembunyikan. Sepandai apapun menyimpan kebohongan. Maka, pasti akan berakhir dengan sesuatu yang buruk. Mungkin … bisa saja sampai ke perceraian,” papar Disra.

__ADS_1


Melvin menatap dalam istrinya. “Aku tidak bisa mengontrol apa yang kau pikirkan. Namun, aku menjamin pada diriku sendiri bahwa aku sangat mencintaimu dan tak akan berselingkuh darimu. Jika, kau takut akan perceraian. Aku pastikan bukan karena aku berselingkuh. Namun, aku yakin kita tak akan berpisah kecuali maut yang memisahkan."


“Kau terlalu percaya diri! Bagaimana mungkin bisa mengatakan begitu lantang. Padahal, kau tidak pernah tahu masa depan akan seperti apa. Kau bahkan tak bisa menjamin hatimu berpaling dariku atau tidak! Atau mungkin, Tuhan yang membolak balikan hati manusia,” jelas Disra.


“Aku tidak pernah meragukan Kekuasaan Tuhan yang dengan mudah membolak-balikan hati manusia. Namun, aku pun tak meragukan sifat Tuhan Yang Maha Pengasih. Jika kita sudah berusaha tetap setia dengan pasangan kita dan tak pernah mencoba bermain hati dengan orang lain. Berusaha sekuat tenaga untuk tidak memberikan celah sedikitpun pada orang lain untuk masuk ke dalam rumah tangga kita.  Apa mungkin Tuhan tega membolak-balik hati kita, sedangkan kita sudah berusaha keras menjaga hati kita tetap dijalan kisah cinta yang halal?”


Disra hanya termenung mendengar ucapan dari Melvin. Pria itu, mengatakan hal yang menyejukan hatinya. Apakah dia tak perlu lagi meragukan cinta suaminya itu?


Mereka tiba di apartemen milik Melvin. Apartemen yang menjadi saksi bisu ciuman pertama mereka, tidak ada barang Disra yang dibawa. Semua keperluan Disra sudah disiapkan suaminya. Disra melebarkan matanya saat melihat isi apartemen Melvin. Dekorasi yang sangat berbeda dari sebelumnya.


“Kau mengubah ruangan?” tanya Disra.


“Ya, baru hari ini,” terang Melvin.


“Hari ini?” tanya Disra mengerutkan dahinya.


“Ya, Bagas yang mengaturnya.”


Disra hanya menaikan alisnya. Melvin menggiring Disra untuk berkeliling. Menanyakan pada gadis itu sudah sesuai dengan seleranya atau tidak. Mereka tiba di kamar utama. Ranjang yang dihias layaknya kamar pengantin.


“Jika ada yang ingin kau ubah, kau bebas mengubah apapun yang kau inginkan,” ujar Melvin.


Melvin mendudukan Disra di atas ranjang. Dia menyentuh tangan istrinya. Meletakan kartu ATM di telapak tangan Disra. “Ini kartu ATM-ku. Password-nya adalah tanggal lahirmu.”


“Untuk apa ini?”


“Nafkah dariku,” ucap Melvin.


Disra ingin mengembalikan kartu ATM tersebut. Namun, bukankah hal itu sama saja tak menghargai suami yang berkeinginan untuk bertanggung jawab?


“Itu, pasti berat?” tunjuk Melvin pada hiasan di kelapa Disra.


“Siger?” tanya Disra.


“Iya, itu mahkotanya.”


“Iya, aku mau lepas.”

__ADS_1


“Biar aku bantu.”


Melvin mencoba melepas siger dari kepala Disra. Tak tahu apa yang dia tarik. Seketika Disra berteriak. “Apa sakit?” tanya Melvin khawatir.


“Pelan-pelan,” ujar Disra.


“Iya.”


Secara perlahan, Melvin melepas siger yang ada di kepala Disra. Tidak lupa melepas melati yang ada di kepala sang istri. Melvin mencium harum melati, pandangannya tertuju pada leher sang istri. Dia mendekati sang istri dan mencium leher sang istri. Disra langsung menarik diri karena terkejut.


“Maaf,” ucap Melvin. “Bersihkan dirimu,” tambahnya.


Melvin langsung meninggalkan Disra dan keluar dari kamar. Kata ‘Bersihkan’ memiliki arti lain untuk sang gadis. Disra menyentuh dadanya sendiri. “Apa aku harus menjalankan tugasku sebagai istri?” gumamnya.


Disra tetap masuk ke dalam kamar mandi. Sebelumnya, dia mengambil piyama dari lemari pakaiannya. Melvin tak bohong, dalam lemari tersebut banyak pakaian wanita yang ukurannya sesuai dengannya.


Disra keluar dari kamar mandi dan melihat Melvin sedang menunggunya dengan pakaian ibadahnya. Disra sempat tertegun, melihat sang suami. Dia menduga Melvin mandi di kamar mandi luar.


Melvin mengajaknya ibadah bersama. Disra tersenyum dan mengikuti Melvin, mengambil perlengkapan ibadahnya. Mereka ibadah bersama, diakhiri dengan Disra yang mencium punggung tangan Melvin.


Hatinya berdebar saat dia mencium punggung tangan Melvin. Rasanya berbeda dengan mencium punggung tangan ayah dan ibunya. Sudah dua kali dia mencium punggung tangan sang suami. Sesaat setelah sah menikah dan ini yang kedua kali.


Melvin membuka mukena yang digunakan Disra, dia mencium kening sang istri. Disra memejamkan matanya menikmati ciuman hangat di keningnya.


“Kita sudah resmi menjadi pasangan sah. Mulai hari ini, aku berhak atasmu," jelas Melvin.


Disra hanya memandang suaminya itu. Perasaan gugup menghampirinya, hatinya tak karuan. Ingin dia kabur dan berteriak. Namun, dia sadar telah seutuhnya menjadi milik Melvin.


“Aku ingin meminta hak sebagai suami,” bisik Melvin.


Bibir Disra terbuka, ingin dia mencari alasan. Kelantangannya seketika menghilang. Ingin protespun sulit.


“Melvin, hubungan kita masih seumur jagung. Bukan aku tidak ingin memberikan hak-mu sebagai suami. Apa tidak sebaiknya kita membahas perjanjian pra nikah terlebih dahulu?”


“Perjanjian? Pernikahan kita bukan pernikahan kontrak,” ujar Melvin, tak mengerti dengan istrinya yang ingin membuat perjanjian.


“Bukan itu, kita memang tidak menikah kontrak. Hanya saja ….”

__ADS_1


Tidak tahan dengan bibir yang terus berbicara. Melvin memblokade bibir sang istri. Disra hanya melebarkan matanya saat menerima serangan dari sang suami. Pernikahan kilat, bukan menjadi alasan mereka menunda malam pertama mereka.


Ciuman panas berlangsung. Melvin akan menjadikan Disra seutuhnya miliknya. Tak akan memberikan kesempatan pada orang lain untuk masuk ke dalam rumah tangga mereka.


__ADS_2