Hello! Miss Call...

Hello! Miss Call...
BAB 63 Sistem Pakar


__ADS_3

Disra hanya mengikuti langkah Melvin. Sang suami tak memberitahu siapa orang yang telah menyebar video tersebut.


Lingkungan tinggal Disra, bukanlah lingkungan yang elit. Namun, masih masuk ke dalam lingkungan menengah.


Disra melihat sekeliling, jalur yang mereka lewati adalah gang kecil. Pantas, Melvin mengajaknya turun dari mobil.


Bangunan rumah yang menurutnya cukup kumuh. Meskipun, tidak semua rumah kumuh. Masih ada beberapa rumah yang layak.


Melvin menggenggam tangan Disra saat mereka melewati jalur sempit yang di sampingnya terdapat selokan yang cukup lebar dan berisi air yang hitam.


"Jangan dilepas," titah Melvin dengan memandu jalan. Dia menggenggam erat tangan Disra.


Disra berjalan dengan menunduk agar memperhatikan langkahnya. Terkadang, ada beberapa kotoran kucing liar.


Hingga akhirnya mereka melewati jalan sempit. Kini, sudah tiba di jalan yang lumayan bersih. Melvin menghentikan langkah di depan sebuah rumah.


Tidak ada pagar, rumah tersebut hanya tembok dan satu buah pintu.


"Ketuklah," titah Melvin. Setelah itu, dia menggeser tubuhnya ke samping dan menyandarkan tubuh di dinding.


Disra mengulurkan tangan dan mulai mengetuk pintu yang terbuat dari kayu.


Tok!


Tok!


Tok!


Tidak ada yang membukakan pintu. Kini, Melvin yang mengetuk pintunya. Dia mengetuk lebih keras.


“Tunggu sebentar,” ujar seseorang dari dalam.


Tak lama, pintu terbuka. Suci terkejut melihat yang datang adalah Melvin dan Disra. “Kenapa kalian datang ke sini?” tanyanya menyunggingkan senyum.


“Kau yang merekam dan menyebar video kami, dan sekarang masih bersikap manis!” sinis Melvin.


Disra menoleh pada Melvin. “Kau pasti salah orang. Pasti bukan Suci yang melakukannya.”


“Aku tidak mungkin salah! Apa kau meragukan kemampuan meretasku?” tanya Melvin pada Disra. Lalu, dia menoleh pada Suci. “Kenapa kau melakukannya? Bukankah kalian bersahabat?”


Senyum di wajah Suci memudar, berganti menjadi pias. Disra menatap Suci tak percaya. “Apa benar kau yang melakukannya?”


“Ya,” jawab Suci tanpa keraguan.

__ADS_1


“Bagaimana bisa? Bukankah kau pulang duluan saat itu? Kau sengaja melakukannya?”


“Aku tidak sengaja melakukannya. Aku berniat mengajakmu makan bersama. Jadi, aku mengejarmu ke ruang dosen. Namun, ternyata pintu tak tertutup dan aku melihatmu berciuman dengannya. Kesempatan itu yang ku gunakan untuk merekam.”


“Mengapa? Bukankah kita bersahabat?” tanya Disra masih tak percaya bahwa dirinya akan ditusuk dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Dia bahkan sudah merencanakan untuk melakukan perawatan bersama.


“Apa kau berhak mengatakan hal itu? Kau bahkan tak mengatakan padaku bahwa kau menjalin hubungan dengannya! Kau munafik Disra, kau pernah bilang padaku bahwa kau membencinya. Namun, pada kenyataannya kau menjalin hubungan dengannya. Apa kau menggodanya?”


Suci berkata dengan menggebu, dia mencoba mengatur napasnya. “Aku membencimu. Setiap pria yang datang padaku, mereka bukan tulus berteman denganku. Melainkan bertanya tentangmu,” tutur Suci menatap Disra tanpa berkedip.


Tak sedikit yang menyukai Disra. Namun, lebih banyak yang mundur teratur karena kedekatan Disra dengan Felix. Membuat spekulasi bahwa Felix dan Disra berpacaran.


“Aku muak dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Mereka akan bertanya padaku, apakah kau menjalin hubungan dengan Felix. Nilaimu selalu baik, kau pun disukai banyak pria. Apa kurangnya diriku? Aku tidak kalah cantik darimu. Semua pria menyukaimu, termasuk dirinya,” lanjut Suci melirik sekilas pada Melvin.


“Hentikan!” hardik Melvin. “Kau sudah bersalah. Namun, seolah melimpahkan kesalahan pada istriku!” tambahnya.


“Istri?” tanya Suci tak percaya.


Suci memang sengaja tak masuk kuliah setelah menyebar video Disra dan Melvin. Sehingga, tak mengetahui informasi di kampus.


“Ya, kami sudah menikah,” jelas Melvin. “Kau tahu apa yang membuat para pria menyukainya dan tidak menyukaimu? Itu semua karena kau memiliki hati yang busuk!” timpal Melvin. “Aku akan memperpanjang masalah ini!” tambahnya.


“Terserah,” ujar Suci mencoba untuk menutup pintu.


Disra berbalik, matanya mulai berembun. Namun, susah payah dirinya menahan agar tak menangis. Melangkah pergi dari kediaman Suci. Melvin hanya melirik Suci sekilas lalu pergi mengikuti istrinya.


*


*


*


“Kenapa masih saja diam? Masih memikirkan Suci?” tanya Melvin.


Mereka sedang berada di Mall. Melvin ingin menghibur istrinya yang sedang bersedih karena pengkhianatan sahabatnya.


“Aku hanya tidak menyangka dirinya mengundurkan diri. Kita tak mempermasalahkan hal itu, sangat disayangkan dirinya mundur, padahal sebentar lagi menyusun skripsi,” keluh Disra.


Suasana kampus kembali kondusif. Rumor tentang Disra dan Melvin sudah meredam dan tak mempermasalahkan pernikahan mereka. Hanya saja, mereka menahan diri jika di kampus. Melvin tak lagi meminta Disra ke ruang kerjanya.


“Dia hanya cuti, masih bisa menyusun skripsi semester depan,” jelas Melvin.


“Benarkah?” tanya Disra tak percaya.

__ADS_1


Melvin menghembuskan napasnya. “Ya, aku bilang padanya untuk tetap menyelesaikan kuliahnya. Dia hanya malu padamu dan tak berani menampakan diri di depanmu.”


“Bagaimana kau tahu?”


“Saat dia datang ke kampus untuk mengurus pemberhentian. Aku mengajaknya bicara sebentar. Aku menyarankan padanya untuk tetap membuat skripsi. Aku hanya bilang padanya, untuk menebus kesalahannya dengan cara hidup dengan baik,” jelas Melvin.


Disra menghela napas lega mendengar penuturan Melvin. Mereka duduk di kedai ice cream.


“Sudah ada rencana mau buat apa untuk skripsi?” tanya Melvin.


“Sudah,” jawab Disra.


“Jadi mau buat apa?”


“Web,” jawab Disra.


“Penjualan?”


“Bukan. Sistem pakar penyakit kucing.”


Melvin mengerutkan dahi. “Kenapa tercetus membuat itu?”


“Oh, biar gampang ajah ngerjainnya. Aku ngerjain sistem pakar penyakit kucing, sedangkan Felix sistem pakar penyakit anjing. Kebetulan, di depan rumah neneknya Felix ada dokter hewan. Jadi, kita bisa mengambil informasi di sana.”


Melvin mendecak. "Jika ingin mudah mengerjakan skripsi tak usah ke rumah neneknya Felix. Kau bisa langsung bertanya padaku. Tidak perlu membuat sistem pakar. Aku bisa membantumu dengan mudah membuat skripsi. Kau juga seorang programmer. Bisa membuat aplikasi atau game! Kenapa jadi ke sistem pakar! Jangan-jangan hanya mencari alasan saja agar bisa sering bertemu dengan Felix!” keluh Melvin.


“Ish! Benar-benar pencemburu!” dengus Disra.


*


*


*


...,🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Note : Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli, dan sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. (Sumber google.)


Sederhananya, seperti kita sedang tanya jawab saja. Hanya saja, yang menjawab adalah aplikasi dan kasus Disra adalah berbentuk web. Aplikasi ini mendiagnosa penyakit berdasarkan gejala-gejala yang terjadi.


Happy Reading 🥰🥰🥰


Jangan lupa like, love n vote 😁

__ADS_1


__ADS_2