
Melvin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan istrinya, yang mengira dirinya seorang mafia.
“Ayo ikut aku. Akan aku tunjukan sumber kekayaanku,” ujarnya menarik tangan Disra.
Mereka pergi ke sebuah bangunan, sebuah gedung yang tidak besar dan lebih mirip seperti ruko tiga lantai, yang di sulap Melvin sebagai sumber kekayaannya. Gedung yang cukup tertutup. Namun, memiliki keamanan yang tinggi.
Mereka masuk ke dalam gedung tersebut. Ada seorang pegawai yang berjaga. Tak tampak pemandangan aneh. Hanya ada meja dan sofa.
Sang pegawai hanya menyapa Melvin. Ada tiga orang yang tinggal dalam gedung tersebut. Mereka bekerja dengan sistem shift. Disra hanya bisa menggenggam tangan Melvin hingga mereka tiba sebuah ruangan. Melvin membuka pintu tersebut.
Disra melebarkan matanya saat Melvin mengajaknya masuk ke ruangan itu. Jejeran layar monitor ada di hadapan matanya dengan grafik-grafik berwarna-warni di layar monitor tersebut.
“Apa ini? Kau main trading saham?” tanya Disra memastikan.
“Tidak. Aku lebih tertarik dengan trading forex,” jawab Melvin. Dia menarik Disra agar lebih dekat dengan salah satu layar monitor dan menunjukan suatu icon di pojok layar. “Ini adalah robot yang aku buat. Kurs setiap saat akan berubah bahkan di setiap detik. Dia akan melakukan transaksi pembelian disaat kurs rendah, dan saat kurs naik. Maka, akan otomatis menjual. Kau bisa lihat sendiri berapa banyak layar monitor ini. Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang didapat dari transaksi tersebut.”
Sudah lima tahun Melvin bermain Forex trading, Perdagangan valas atau valuta asing di seluruh dunia untuk mendapatkan keuntungan. Selisih antara nilai jual dan beli jadi keuntungan seorang trader.
“Bagaimana kau tahu kurs itu tinggi atau rendah. Jika, setiap detik akan berubah. Bukankah itu merupakan hal tidak pasti?” tanya Disra.
“Karena itu aku membuat robot ini. Tidak pasti bukan berarti tak bisa diprediksi. Aku pun membuat ekuivalen tersendiri untuk meminimalisir kerugian.”
“Bagaimana kau bisa tertarik dalam bidang ini?”
“Awalnya saat aku membuat rekening valas (valuta asing) di bank, aku melihat ada transaksi nasabah cross currency. Ternyata, di bank tersebut menyediakan layanan special rate kurs untuk transaksi di atas 10.000 USD, dari sana aku mulai mencoba transaksi di bank tersebut. Keuntungannya lumayan. Namun, transaksinya harus melalui bank tersebut. Kita harus konfirmasi pada petugas bank. Itu pun tak bisa langsung transaksi, petugas bank yang akan konfirmasi pada pihak treasury. Setelah itu, jika deal, maka kurs akan di kunci. Aku berpikir, pasti bisa melakukan secara mandiri tanpa harus terlibat dengan petugas bank, dan … ini lah yang aku lakukan,” jelas Melvin.
Dalam dunia perbankan tidak asing lagi dengan spesial rate. Entah itu rate mata uang atau rate suku bunga. Treasury adalah bagian divisi yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga likuiditas perusahaan dengan mengelola dana. Bagian ini juga sering disebut sebagai treasury management.
__ADS_1
“Jadi, ini sumber kekayaanmu?” tanya Disra.
“Ya, salah satu terbesarnya.” Melvin menoleh pada Disra. “Apa kau mau melihat servernya?”
Disra mengangguk, Melvin mengajaknya lagi ke sebuah ruangan. “Wow! Benar-benar seperti di film-film. Servernya besar sekali!” puji Disra.
“Ini server hanya untuk trading. Di kantor juga ada server untuk programming,” terang Melvin.
“Aku merasa kerdil dalam dunia IT,” ujar Disra lesu. Dirinya benar-benar hanya sebutir debu dalam dunia IT.
Melvin mengusap kepala Disra. “Kau luar biasa di mataku,” ujarnya.
“Apanya yang luar biasa?" keluh Disra. "Kau memang jenius. Lalu, orang-orang di luar sana, apa kerja mereka jika semua sudah dilakukan oleh robot-robotmu?”
“Mereka hanya berjaga saja jika terjadi sesuatu, memastikan listrik dan juga menjaga suhu ruangan tetap dingin.”
“Jadi, sumber kekayaanku bukan karena tindak ilegal seperti yang kau tuduhkan. Aku bukan mafia,” ucap Melvin.
“Oke, kau bukan mafia. Tapi, apakah ini legal?” tanya Disra memastikan.
Melvin tersenyum. “Tentu saja ini legal di mata hukum kecuali, investasi bodong yang dibuat oleh pihak tertentu yang menyediakan platform atau aplikasi trading berbasis online yang menyediakan jenis aset berupa forex atau valuta asing, emas, saham, hingga perak. Namun, tidak dalam pengawasan pihak yang berwenang. Banyak yang tak mengerti sistem trading dan hanya sekadar ikut-ikutan yang berakhir pada kekecewaan.”
“Syukurlah jika apa yang kau lakukan bukan sesuatu yang ilegal,” ujar Disra.
“Kalau dibilang legal, ini legal. Namun, jika dibilang halal atau haram, aku tidak tahu,” jelas Melvin.
“Apa maksudmu?” tanya Disra mengernyitkan dahinya. Jangan sampai dia tak memakan babi yang jelas dilarang agamanya. Namun, memakan suatu bentuk haram lainnya.
__ADS_1
“Aku tak terlalu mengerti akan hukum trading dalam agama kita. Jika menelisik hukum negara maka semua yang aku lakukan adalah suatu yang legal. Aku pernah mendengar jika trading saham itu haram dimata agama kita. Dianggap terlarang karena di dalam transaksi jual beli trading saham terdapat unsur spekulasi yang sangat dilarang, dianggap ada unsur perjudian di dalamnya. Berbeda lagi dengan trading forex. Aktivitas forex termasuk halal karena produk yang diperdagangkan jelas, yaitu mata uang asing, dan tidak sama dengan riba. Karena trader mendapatkan keuntungan dari transaksi jual beli mata uang, bukan meminjamkan uang dengan harapan mendapatkan uang lebih ke depannya.”
“Jadi kau mencari aman dengan bermain forex daripada saham?” tanya Disra.
Melvin tampak berpikir. “Entahlah, mungkin karena awal mengenal adalah trading forex jadi, hingga sekarang masih nyaman di sini. Lagi pula, aku tak mengerti tentang hukum halal dan haram dalam agama kita.”
“Aku rasa apa yang kau lakukan saat ini tak melanggar hukum agama,” terang Disra.
“Ini pembenaran atau kau memang paham agama?” tanya Melvin menelisik Disra.
Disra hanya terkekeh. Entah apa yang dia katakan. Hanya saja, penjelasan Melvin tentang trading forex sangat masuk akal. “Tak tahu, hanya yakin apa yang kau katakan benar saja. Lagi pula, aku pun pernah dengar apa yang tadi kau katakan. Namun, ada juga yang bilang trading saham itu diperbolehkan jika tak bertentangan dengan syariat.”
“Ya sudah, kita jangan berspekulasi sendiri. Lebih baik tanyakan pada yang lebih ahli lagi.”
“Sudah berapa lama kau menjalani bisnis ini?”
“Lima tahun.”
“Selama lima tahun tak bertanya pada pemuka agama atau yang lebih ahli, apa yang kau lakukan haram atau halal?”
“Tidak,” jawab Mevin jujur.
Disra mendecak. “Sepertinya kau sudah terlena dengan pundi-pundi uang yang kau dapat hingga kau tak bertanya pada pihak yang lebih ahli. Kau takut jawaban yang keluar adalah sesuatu yang buruk hingga tak rela melepas semua kekayaanmu,” goda Disra.
Seketika Melvin terdiam. “Kau benar! Kenapa selama ini aku tak bertanya pada yang lebih ahli. Aku hanya pernah searching di internet bahwa trading forex itu diperbolehkan.” Melvin menarik tangan Disra. “Ayo kita pergi!”
Disra hanya melihat tangannya yang ditarik oleh Melvin. “Hei, kita mau ke mana?”
__ADS_1
“Pemuka agama. Kita tanyakan lebih jelas lagi. Kalau aku melakukan kekeliruan, kita bisa bertobat bersama,” ujar Melvin.