Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 9 : Ketika alam bersua


__ADS_3

Raka terdiam dengan penuh tatapan kosong saat melihat wajah ayahnya Rika, entah apa yang di pikirkan sampai membuatnya seketika terdiam membeku seperti itu.


".... Raka .... Raka ... Ayo, kita masuk ke dalem" Panggil Deri beberapa kali pada Raka.


"Ah ... O ... Ouhh, i ... Iyaa .. iyaa" Jawab Raka tergagu dengan pandangan yang nampak masih mengulik-ulik wajah ayahnya Rika.


"Kamu kenapa, Raka ?" Tanya Fino merasakan keanehan.


"E ... Enggak kok ... Gapapa" Jawabnya terbata-bata.


Akhirnya Raka, Fino, dan Deri menuju ke ruang tamu menerima jamuan hangat dari ayahnya Rika dan berbincang mengenai permasalahan yang tengah di alami.


"Jadi, apa yang salah dengan Hexamon milikmu ?" Tanya ayahnya Rika.


"Saya juga tidak tahu, tapi yang pasti, Hexamon ku tidak ingin keluar dari Hexapetsnya padahal sudah ku panggil beberapa kali ..." Ujar Deri menjelaskannya.


"Coba biar saya lihat sebentar ... " Ayahnya Rika meminta Deri untuk menyerahkan Hexawatch sekaligus dengan Hexapetsnya.


"Baiklah, ini ... " Deri menyerahkannya.


Ayahnya Rika melihat-lihat terlebih dahulu, dari ujung kiri, ujung kanan, atas sampai bawah guna mencari letak kerusakan yang di alaminya.


"Heumm, sudah ku duga ... Kau pasti terlalu memaksakan Hexamon ini kan, sering menggunakannya sampai melebihi batas maksimal ..." Tak perlu waktu lama, ayahnya Rika langsung mengetahui apa penyebab utama kerusakan yang di alami oleh Hexamon Deri.


"Eh ... Anu, gak sering kok ... Cuma dua kali, itupun gak sengaja" Ucap Deri, mengalihkan pandangan melirik ke arah yang lain.


"BRAKKKK !!!!!" Ayahnya Rika memukul meja sekerasnya.


"Eh, copot kambing gw ..." Deri yang secara spontan menjadi latah karenanya.


"Apa kau tidak tahu ... Sekali saja kau memaksakan Hexamonmu, itu bisa berakibat fatal ... Apalagi ini yang kedua kalinya" Beritahu ayahnya Rika tentang bahaya jika terlalu memaksakan Hexamon.


"Jadi, apakah Hexamon milik Deri bisa di perbaiki ?" Tanya Fino penuh harapan.


"Tentu saja bisa !! Apa yang tidak bisa oleh Professor Jaya !!" Bergaya dengan penuh percaya dirinya.


"Rika, ayahmu ternyata narsis ya ..." Bisik kecil Deri pada Rika.


"Muehehe, saha gak liat" Wajah Rika memerah, di buat malu.


"Kamu ... Sebutkan siapa namamu ?" Ayahnya Rika menunjuk Deri.


"Kaget !! nama saya ... Deri om" Deri yang kaget karena tiba-tiba di tunjuk.


"Kalau saya, Fino om ... Hehe" Lanjut Fino.


"Dan ... Kamuu !!" Tanya ayahnya Rika dengan wajah yang sangat dekat di hadapannya.


"glek ... Sa .. saya ... Raka ... " Raka menelan ludahnya, hatinya berdegup kencang.


"Raka ... Heumm ??" Ayahnya Rika tiba-tiba memikirkan sesuatu.


"Kenapa, paman ?" Tanya Raka sambil keringat dingin.

__ADS_1


"Namanya .... Sangat familiar ..." Ucap ayahnya Rika sangat serius.


Mendengar kata itu, Raka pun langsung tercengang di buatnya.


"Namanya ... Sama seperti .... Penjual tahu langganan kita ! MUAHAHAHA".


"GUBRAKKK" Semuanya terjatuh saat mendengarnya.


"Sepertinya memang bukan" Ucap Raka dalam hati.


"Baiklah, mari kita langsung ke laboratorium untuk memperbaiki Hexamon ini" Ayahnya Rika membawa mereka semua ke dalam Laboratorium yang berada di dalam ruang bawah tanah rumahnya.


Akhirnya, Deri menemukan sosok Professor Jaya yang dapat membantunya memecahkan masalah untuk dapat bertemu kembali dengan rekan Hexamonnya, Gamoru. Semuanya di ajak untuk masuk ke laboratorium yang berada di dalam ruang bawah tanah yang telah di modifikasi sedemikian mungkin.


- Cywhiter, Ladang rumput.


Kembali lagi ke kota Cywhiter, satu hari setelah insiden hari kemarin, ayahnya Aji harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat terkena serangan brutal dari Baron, Hexamon kerbau milik Tony. Lalu, pamannya yang di tawan oleh anak buah Tony di maksudkan untuk menjadikannya jaminan terlaksana pertandingan selanjutnya, dengan sengaja memberi tekanan supaya Aji dapat lebih kuat melawannya sehingga pertandingan tidak terkesan membosankan. Namun, jika hasilnya tetap sama saja, maka sesuai kesepakatan pamannya Aji akan di jadikan korban untuk berlangsungnya proyek, masih tersisa waktu 1 minggu untuk Aji mulai berlatih dan meningkatkan semuanya.


"Make Hexamon nu horeaman kawas kitu, apa mungkin bisa menang ? (Dengan Hexamon yang pemalas kayak gitu, apa mungkin bisa menang ?)" Gumamnya sambil melirik ke arah Hexamonnya yang sedang tertidur.


Aji berteduh, menyandarkan dirinya di bawah pohon rindang, melakukan rutinitas tiap harinya yaitu harus menggembala kambing-kambing aset kepunyaan milik keluarganya, dan sekarang ia punya Hexamon berwujud kambing. Aji merasa putus asa dan harapan tidak akan mungkin bisa melawan Baron, ia hanya bisa diam termenung dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Di keluarkanlah seruling bambu miliknya, Aji selalu membunyikan serulingnya di kala ia sedang bosan, sedih, dan juga gelisah.


~ Aji meniup seruling bambunya, melantunkan nada-nada khas tataran Sunda, membuat suasana hati menjadi terasa tenang nan damai.


Hexamon kambing yang sedang tertidur pulas, di buat terbangun karena mendengar alunannya yang syahdu, bahkan kambing-kambing yang sedang di gembalanya pun nampak riang dan gembira, termasuk Hexamonnya yang bisa terbangun saat mendengar alunannya.


"Merdu sekali ..." Kata si Hexamon kambing.


Hexamon kambing itu berlari kecil menghampiri Aji yang sedang bermain seruling di bawah pohon rindang.


"Heumm ?? Kenapa tiba-tiba sekali ..." Aji di buat bingung karenanya.


"Malas memang sifatku, sulit untuk berubah, maka dari itu gak sembarang orang bisa memerintahku sekalipun dia partnerku ... Tapi, saat mendengar alunan seruling bambu mu tadi, aku bisa merasakan rasa sedu yang mendalam dan diri yang mencoba untuk tegar dan kuat ... " Katanya sambil tersenyum.


Aji yang tersenyum mendengar kata-katanya, langsung memeluk erat si kambing karena terlalu bahagia.


"To .. tolong ... Pengap nihh ..." Kata si kambing merasa pengap.


"Ouhh, maaf-maaf hehe ... Mulai ayeuna, hayuk urang berjuang babarengan, Okong !! (Mulai sekarang, ayo kita berjuang bersama, Okong !!)" Ucap Aji penuh semangat setelah sebelumnya ia di penuhi rasa putus asa.


"Okong ? Okong, siapa ? Terus kamu bicara pakai bahasa apa ?" Tanya si kambing.


"Okong itu nama mu, gimana, bagus kan ? Dan yang barusan aku bicara pake bahasa daerahku, bahasa Sunda ... Nanti deh, ku ajarin" Kata Aji penuh dengan semangat.


"Aku tertarik untuk belajar bahasa daerahmu, tapi untuk nama ... Seperti, kurang nyaman mendengarnya" Si Kambing kurang nyaman dengan nama pemberian Aji.


"Ya, karena tadinya nama Okong, ku kira Hexamon milikku wujudnya Gorilla, ternyata kambing, hehe" Ekspektasi yang di hancurkan oleh realita.


"Aneh sih, tapi mungkin lambat laun akan terbiasa ..." Si kambing menerimanya sedikit terpaksa.


"Kau lebih aneh, kemarin tiba-tiba bersenandung seperti sapi, padahal kau kan kambing" Kata Aji tidak ingin kalah.


"Itu namanya unik tahu !!" Tegas si Kambing yang di beri nama Okong.

__ADS_1


"Mbekkkkk !!" Suara para kambing mengembik.


"Tuh kan lupa, kan kita lagi ngegembala kambing, pada kabur kan tuhh" Aji yang kelupaan kalau dirinya sedang menggembala kambing.


Akhirnya, Aji dan Hexamon kambing yang ia beri nama Okong itu, mulai membiasakan untuk saling mengerti dan bekerja sama sekarang. Menggembala kambing bersama-sama, mulai hari ini juga mereka melakukan aktifitas apapun bersama. Selepas selesai menggembala, mereka menuju hutan yang berada di kaki bukit untuk melatih semua kemampuan yang di miliki oleh Okong.


"Baru tahu, ternyata di zaman yang sudah maju ini, masih ada hutan rimbun kayak gini" Okong merasa terheran saat mulai memasuki kawasan hutan.


"Nya, karena kota iyeu emang ngahaja di isolasi, meh di jaga kehijaunna, jeung meh aya tempat Jang cai hujan meh bisa di serap (Ya, karena kota ini emang sengaja di isolasi, biar di jaga kehijauannya, dan biar ada tempat untuk air hujan bisa di serap)" Aji menjelaskannya sambil berjalan.


Mereka terus menuju ke dalam hutan, menghindari keramaian supaya tidak terjadi keributan oleh segala kemampuan yang akan di keluarkan nantinya.


"Nah, Kong, coba tingalikeun skill naon wae nu maneh boga (Nah, Kong, coba perlihatkan skill apa aja yang kau punya)" Kata Aji.


"MMMOOOOOOO ~" Okong bersenandung layaknya seekor sapi.


"Bersiaplah, 1000 LEAF SHOT !!!" Okong mengeluarkan serangan tembakan ribuan daun dari kulitnya.


"Wowww, mantapp, keren pisan euyy, jigana arurang bakal menang dengan mudah (Woww, mantap, keren banget, kayaknya kita bakal menang dengan mudah)" Aji yang takjub, merasa sangat percaya diri.


"Ya ampun, skill seperti ini belum bisa untuk menyerang si Kerbau, kau ingat kan kemarin serangan ini gak berdampak sama sekali"


"Ehh, iya juga ya, tapi teu nanaon, arurang kudu tetep optimis, semangat, Jeung percaya satu sama lain ... oke, lanjut ke skill berikutnya (Ehh, iya juga ya, tapi gapapa, kita harus tetap optimis, semangat, dan percaya satu sama lain ... Oke, lanjut ke skill berikutnya)" Aji terus menyemangati Okong.


"MMOOOOO~ Oke siapp, bersiaplah ENTANGLED ROOTS !!!" Serangan selanjutnya yang di keluarkan Okong adalah akar yang siap menjerat apapun yang ada di sekitarnya.


Serangan jeratan akar yang di keluarkan oleh Okong menjerat satu pohon yang lumayan besar di depannya. Tapi, terlihat serangannya ini masih cukup rapuh dan tidak memberikan damage yang besar.


"Memang masih sangat kurang, tapi hayuk urang berlatih babarengan, urang buat jeratan akar iyeu bisa ngajangkau Kabeh tangkal atau fokus satangkal tapi daya jeratna kuat, lanjut Kong ! (Memang masih sangat kurang, tapi ayo kita berlatih bersama, kita buat jeratan akar ini bisa menjerat semua pohon atau fokus satu pohon tapi daya jeratnya kuat, lanjut Kong !) " Aji tiada hentinya memotivasi Okong.


"Baiklah, WOODEN KICK !!" Okong berlari cepat dengan kaki mungilnya lalu melompat menendang pohon besar yang ada di hadapannya.


"Aduhhh !!!" Bukannya pohon itu yang hancur, malah Okong yang kesakitan karenanya.


"Aduuhh, gapapa jangan terlalu maksain Kong ..." Kata Aji nampak mengkhawatirkannya.


Seharian penuh Aji dan Okong berada di hutan untuk meningkatkan kemampuan yang di miliki oleh Okong, tanpa tak sadar hutan mulai gelap karena hari yang semakin senja. Angin yang bersemilir mulai dingin terasanya, pepohonan menari-nari oleh hembusannya. Kekuatan alam yang sangat besar, tersimpan di dalamnya. Berbaik hatilah pada alam, maka ia akan bermanfaat bagimu, namun jika kau membuat alam murka, bersiaplah untuk menerima hukum alam, itulah saat di mana ketika alam bersua.


"Okong, udah dulu yuk, cukup latihannya untuk hari ini, kita lanjut lagi besok, hari udah mau malam" Aji menyudahi masa latihan hari ini.


"Baiklah, Ji. Hari yang sangat melelahkan" Okong juga merasa lelah karena hari ini.


"Mungkin hari ini belum ada hasil yang signifikan, tapi masih ada hari esok kok, yang pasti kita harus tetap semangat" Kata Aji yang sedang memotivasi Okong.


Karena hari yang semakin larut, Aji menyudahi masa latihan hari ini sebelum jalan pulang menjadi gelap dan sunyi oleh rindangnya dedaunan. Saat ini, kekuatan Okong mungkin belum bisa untuk melawan para penghancur alam, namun alam telah memberi kepercayaan kepada kambing ini untuk menjaga keasrian alam di kota ini, hanya tinggal menunggu waktu di mana kekuatan alam yang sebenarnya muncul dalam diri Okong.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.

__ADS_1


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_


__ADS_2