
"Raka bukannya itu Gamoru ?!" Tunjuk Kero seperti melihat Gamoru.
Kero yang terbang berdampingan, bersams Raka yang menaiki Moto Sky dengan Fino duduk di belakangnya, nampak di arah sana terlihat seperti Gamoru yang sedang berdiam diri melihat ke jendela restoran fast food dari luar, karena merasa yakin dengan apa yang di lihatnya mereka pun segera menghampirinya.
"GAMORUU ?!!" Teriak Raka, Fino, dan Kero memanggilnya.
Mendengar sahutan dari Raka dan yang lainnya, Gamoru pun menoleh ke belakang. Fino merasa sangat terkejut karena posisi Deri masih sangat jauh tapi kenapa Gamoru bisa di temukan di sini.
"Kenapa kamu sendiri, Moru ? Mana Deri ?" Tanya Raka karena tidak melihat ada Deri di sekitarnya.
"Dan posisi Deri harusnya masih jauh, tapi kenapa kamu ada di sini, dan sendirian pula ?" Fino juga merasa bingung.
"Entahlah ..." Jawab singkat Gamoru sembari memalingkan wajahnya.
"Jangan bilang kau bertengkar dengan Deri ?" Tanya Kero.
"Benar, sepertinya Deri semakin di luar kendali, Fino kau tunggu di sini bersama Gamoru dan Biru ... Sepertinya Gamoru merasa lapar" Raka membuat sebuah kesepakatan.
"Oke, Raka" Jawab Fino.
"Sebagai gantinya aku pinjam gadget milikmu supaya aku bisa mengetahui keberadaan Deri, dan pakai Gadget ku jika ada hal yang mengharuskan mu untuk menghubungi ku, aku pinjam dulu ya Moto Sky nya" Raka membagi tugas antara dirinya dengan Fino.
Dengan di terimanya kesepakatan tersebut, yang melanjutkan pencarian hanyalah Raka dengan Kero, Fino bertugas untuk menemani Gamoru singgah sejenak ke dalam memasuki restoran fast food untuk mengisi perut mereka yang sedang membutuhkan asupan.
"Heumm, kabur dari rumah cuma modal nekat, bisa-bisa mati konyol kalo gini, mending pulang aja deh, di marahin paling cuma sehari itu aja, untung aku bawa kartu tabungan sekolah yang bisa di akses kapan aja, cukuplah buat beli tiket kereta pulang ke rumah" Seketika Deri berubah kembali menjadi seorang anak yang merindukan rumahnya.
Deri berniat untuk kembali ke rumah menggunakan uang tabungan sekolahnya untuk membeli tiket kereta, namun tak sedikitpun terbesit dalam pikirannya kalau dia mengkhawatirkan Gamoru, tidak sama sekali. Raka menancap gas Moto Sky-nya, membuatnya melaju kencang untuk secepatnya menemukan Deri.
"Aaa ... Itu dia, DERIII !!!" Teriak Raka memanggilnya meskipun jaraknya masih cukup jauh.
Meskipun masih cukup jauh, namun teriakannya bisa terdengar jelas oleh Deri, sehingga membuatnya menoleh ke belakang.
"Apa kau ke sini untuk mencariku ?" Tanya Deri sedikit sinis.
"Ya, ayolah kita pulang, ibumu sangat mengkhawatirkanmu Der ..." Beritahu Raka, masih menaiki Moto Sky nya.
"Tanpa perlu di kasih tahu, aku memang akan pulang sekarang ..." Jawabnya dengan nada sensi.
"Syukurlah kalau begitu, lalu ada satu hal yang ingin ku tanyakan ... Apakah kau meninggalkan Gamoru ?" Tanya Raka tanpa mengetahui bahwa itu adalah pertanyaan yang agak sensitif.
"Itu bukan urusanmu, jangan bicarakan monster itu lagi" Jawab Deri benar-benar sensi.
"Kenapa kau meninggalkannya di jalanan begitu saja, bukankah memiliki Hexamon adalah mimpi mu ? Dan seberapa kerasnya perjuanganmu untuk memperjuangkannya ?" Raka dengan sabar terus mempertanyakannya.
"Itu dulu, dia sekarang sudah tidak berguna, sepertinya kata netizen benar, mereka memberi kita secara percuma, karena ini hanyalah produk uji coba, mau di latih seberapa keras pun dia tidak akan menjadi kuat" Deri yang mulai merasa bahwa perkataan netizen adalah sepenuhnya benar.
"Deri ... Buanglah sejauh mungkin kata 'pemilik' dalam dirimu, kau jauh lebih dari sekedar pemilik dari Gamoru, kau adalah partnernya, tidak, kurasa bahkan lebih dari partner, yaitu Sahabat. Dengan begitu kalian berdua akan saling terikat dan mengerti satu sama lain, berubah menjadi ikatan rekan sejati ... " Raka perlahan menasehati Deri.
Deri yang terdiam mendengarkannya dan Kero merasa tersentuh saat mendengarnya, karena ia sendiri adalah Hexamon milik Raka.
"Lalu, buanglah rasa ego dan ambisi balas dendam mu itu untuk membuka kembali kebaikan hatimu, ambisimu itu membutakan hatimu sampai tak memperhatikan apakah Gamoru merasa tertekan atau tidak oleh perlakuanmu. Jika seperti itu, kau tidak jauh seperti netizen yang selalu mengkritik pedas sampai membuat mu merasa tertekan bukan. Hexamon juga memiliki hati, dia bisa merespon apa yang kita rasakan ..." Lanjutnya terus menasehatinya.
"Kemudian Hexamon juga bukan sekedar alat untuk memenuhi pemuas kita saja, mereka bukan mainan, jadikanlah mereka sebagai teman hidup kita, teman bicara kita dalam segala kondisi, itulah sebabnya Hexamon di rancang se-interaktif mungkin ... Yang di buat bukan hanya untuk bertarung" Masih mencoba terus menasehati supaya Deri mengerti.
"Selesai ? Sudah, aku akan pergi ke stasiun kereta, nanti aku ketinggalan jadwal keberangkatan" Entah mendengarkan nasehat Raka atau tidak, yang pasti Deri pergi begitu saja.
"Sulit memang kalau memberi tahu seseorang yang hatinya sudah di kendalikan oleh egonya, tapi ku yakin ada secercah cahaya kecil yang di mana kau benar-benar menyayangi Gamoru .... dan yang terakhir, semuanya perlu proses Der, nikmati perjalanan dari proses tersebut maka kau akan melihat hasil perkembangan dari proses itu, jangan terlalu memaksakan batas wajarnya" Raka terus saja menasehatinya walaupun Deri terus menjauh darinya.
__ADS_1
"Jadi, sekarang bagaimana Raka ?" Tanya Kero.
"Kita sudah menasehatinya, ke depannya biar dia yang memilih, kita tidak bisa memaksakan nya juga kan, jadi ... Ayo, sekarang kita pulang, Deri juga mau pulang kok" Raka mengajak Kero untuk kembali ke posisi awal.
"Raka, tahu apa dia tentang Hexamon" Gumam Deri dalam hati sembari menuju loker pemberian tiket.
Ternyata Deri acuh dengan segala perkataan Raka tadi, ia masa bodo dengan semuanya. Deri memesan tiket kereta dengan jurusan menuju ke arah rumahnya, setelah jadwal keberangkatannya tiba, Deri bersama iring-iringan penumpang yang lain berbaris rapi memasuki kereta. Deri duduk di barisan tempat duduk sebelah kanan, ada satu hal yang menarik perhatiannya, tepat di hadapannya yaitu barisan tempat duduk sebelah kiri, terdapat seorang anak kecil yang sepertinya sedang kurang sehat kondisinya di temani oleh Hexamon berwujud panda dengan elemen alam di sebelahnya, hanya anak kecil itulah satu-satunya penumpang yang membawa Hexamon.
Hexamon berwujud panda itu terus mendekap rekannya yang sedang sakit, terlihat juga kondisi anak itu sangat lemah. Namun, tiba-tiba saat sampai pada seperempat perjalanan, alarm darurat berbunyi menyatakan bahwa kereta mengalami kegagalan sistem, laju nya kini berada di luar kendali, jika tak ada yang dapat menghentikannya kereta akan keluar dari jalurnya dan menghantam kota oleh lajunya yang semakin cepat. Sontak, pemberitahuan tersebut membuat seisi penumpang panik dan was-was.
Raka yang sedang santai menaiki Moto Sky-nya untuk kembali ke titik koordinat Fino berada, seketika terhenti karena melihat berita pada televisi di sebuah toko roti.
" ... Di duga, kereta Speed-R03 mengalami kegagalan sistem, yang membuat laju kereta hilang kendali, jika tak dapat segera di berhentikan, di khawatirkan kereta akan keluar dari jalurnya dan menghantam kota ... " Berikut paparan dari sekilas berita tersebut.
"Raka ... Bukannya, kereta Speed-R03 adalah kereta yang akan di naiki Deri ?" Tanya Kero.
"Benar ..." Jawab Raka teringat .
Dering ponsel Fino yang sedang di bawa oleh Raka pun berbunyi, mendapat panggilan dari Fino.
"Raka, aku sekarang sudah tahu apa yang terjadi antara Gamoru dan Deri, kau bagaimana ?" Tanya Fino.
"Sebentar, ada yang lebih gawat, apakah di sana kau melihat berita tentang kereta yang mengalami kegagalan sistem ?" Tanya kembali Raka karena sangat genting.
"Iya, barusan aku melihatnya, memangnya kenapa ?" Fino merasa bingung.
"Di dalam kereta itu, ada DERII !!!" Beritahu Raka langsung pada intinya.
"Apaa ?!!!" Fino sangat tercengang, begitupun dengan Biru dan Gamoru yang ikut mendengarnya karena di loudspeaker.
"... Informasi terbaru, kondisi kereta sekarang sangat mengkhawatirkan, lajunya yang semakin cepat membuatnya keluar dari rel kereta dan siap menghantam kota, masyarakat yang berada di sekitar di harap untuk segera menjauh dari tempat ..." Paparan sang reporter mengenai informasi terbaru kereta.
Kembali lagi ke dalam kereta, semua penumpang benar-benar panik dan berdoa menurut kepercayaannya masing-masing untuk mendapatkan keselamatan.
"Kau panda, kau Hexamon kan ? Gunakanlah skill mu untuk menolong kita semua" Ucap Deri pada Hexamon panda yang berada di hadapannya.
"Semenjak di beri oleh ayahku, Hexamon ku tidak pernah menggunakan skill nya untuk bertarung atau bertahan, Ayahku menghadiahi Hexamon ini hanya untuk menjadi teman hidupku yang selalu merasa kesepian" Jelaskan anak kecil itu, rekan dari si panda.
"Cobalah dahulu, hanya Hexamon mu yang dapat menolong kita semua" Deri sangat mengharapkan pertolongan dari si panda.
"Apakah kau bisa mengeluarkan skill dalam skala besar, Mogu ?" Tanya anak kecil itu pada Hexamonnya yang bernama Mogu.
" ... Mogu ... Seketika aku teringat Gamoru, yang sering ku panggil Moru" Gumam Deri dalam hati seketika terbesit Gamoru di pikirannya.
"Kau harus mencobanya terlebih dahulu, jika kau menganggap rekanmu sebagai teman hidupmu, kau pasti tidak ingin dia kenapa-kenapa kan ? Jadi, ayo tolonglah ... Bantu selamatkan semua penumpang, beserta rekanmu juga" Deri terus meyakinkan si panda.
Kereta yang melaju semakin cepat, membuat semua penumpang terantuk kesana-kesini saat kereta menabrak sesuatu yang berada di hadapannya.
" ... Baiklah, aku akan mencobanya ..." Akhirnya si panda mulai yakin dengan dirinya.
"Kau yakin, Mogu ?" Tanya rekannya sedikit khawatir.
"Heem" jawabnya cukup mengangguk.
"Bersiaplah !! WOVEN COCONUT LEAVES, ENSNARE !!!!!" Karena si panda itu yakin dengan dirinya dan rekannya, skill yang di keluarkannya berupa jeratan anyaman daun kelapa dalam skala besar, menjerat seluruh penumpang untuk tetap dalam posisinya supaya tidak terantuk sana-sini.
"Berhasil !!" Ucap Deri.
__ADS_1
"Skill-ku menjerat kalian semua, supaya kita tidak terlalu terantuk terutama saat kereta ini benar-benar menabrak sesuatu yang sangat besar !!" Teriak si panda memberitahukan kepada seluruh penumpang guna dari skill yang di keluarkannya.
'Di beritahukan kepada seluruh penumpang, bersiaplah karena kereta akan menghantam keras pusat perbelanjaan yang berada di depan'
Pemberitahuan darurat berbunyi, semua penumpang yang berada di dalam hanya akan menyerahkan semuanya pada takdir, masyarakat yang berada di pusat perbelanjaan pun belum semuanya di evakuasi karena saking banyaknya.
"Deri ... Bagaimanapun juga kau adalah rekanku, aku akan menyelamatkanmu, bertahanlah ... " Gamoru berlari dengan penuh tekad dan yakin.
Raka dan Kero yang datang tepat waktu langsung menawarkan tumpangan kepada Gamoru, langsung saja Gamoru melompat dan duduk di bagian belakang Moto Sky, mereka melaju menuju lokasi terakhir kereta. Fino yang berdiam diri di restoran fast food, hanya bisa memantau semuanya di layar televisi, menyerahkan semuanya kepada Gamoru.
"Ku percayakan ini semua padamu, Gamoru !" Ucapnya sembari memandang layar kaca televisi.
Kereta yang berjarak sekitar beberapa ratus meter dari pusat perbelanjaan siap menghantam semuanya, merasa tak ada kemungkinan untuk selamat, seluruh penumpang memejamkan mata mereka.
"Tak akan ku biarkan ... EARTH WALL !!!" Gamoru yang langsung melompat saat sudah sampai di tempat, serta spontan mengeluarkan skill-nya.
Gamoru membuat berlapis-lapis dinding tanah, karena skill dinding tanah yang sekarang masih agak tipis mungkin jika di keluarkan berkali-kali akan lebin tebal dan lebih kuat meskipun resikonya staminanya menjadi sangat boros.
'BRUGGGG !!!' Suara hantaman kereta yang sangat keras.
Kereta menghantam dengan keras dinding tanah yang sudah di buat oleh Gamoru, setidaknya dapat memperlambat lajunya, karena meski telah berhenti akibat menghantam dinding, roda-roda keretanya masih saja melaju.
"Apa kita baru saja menghantam pusat perbelanjaan ?" Tanya salah satu penumpang.
"Bukan ! Lihat, Ada dinding tanah di depan membuat laju kereta ini melambat" beritahu salah satu penumpang lainnya.
"Dinding tanah ?! Apa itu mungkin ... Gamoru ?!!" Deri langsung menyadari bahwa itu adalah perbuatan Gamoru.
"Benar, ada Hexamon berwujud Dino di sana yang sedang berusaha menghentikan laju kereta" Ucap sang masinis untuk lebih meyakinkan.
"Ini yang terakhir, aku akan kerahkan seluruh stamina ku demi menyelamatkan Deri, karena skill ini harus di keluarkan dalam skala besar, aku harus bisa" Gumam Gamoru dalam hati meyakinkan dirinya.
"GROUND ... GRIP !!!!!!" Gamoru mengeluarkan skill cengkeraman tanahnya kembali, namun kali ini ia bisa mengeluarkannya dengan skala besar.
Cengkeraman tanahnya, mencengkeram seluruh roda-roda kereta dari depan sampai belakang, bisa di bayangkan bagaimana panjangnya. Atas usahanya menghentikan roda-roda itu, akhirnya laju kereta benar-benar berhenti sepenuhnya sekarang. Namun, akibat dari itu semua stamina Gamoru benar-benar terkuras habis.
"Puji syukur, kita semua SELAMAT !!!" Beritahu masinis kepada seluruh penumpang.
Deri yang tahu bahwa Gamoru yang melakukan itu semua, langsung saja turun dari kereta, dengan sigapnya menangkap Gamoru yang hendak terjatuh, kemudian memeluknya.
"Gamoru, maafkan aku atas semua perkataanku, terima kasih telah menyelamatkan banyak nyawa" Deri berterima kasih sekaligus mengungkapkan penyesalannya.
"Gapapa, aku senang kau sadar dan kembali ... Sekarang, aku rekanmu kan ?" Tanya Gamoru
"Lebih dari sekedar rekan, kau adalah sahabatku ..." Ucapnya sambil tersenyum dengan Gamoru yang masih berada dalam dekapannya.
Karena stamina Gamoru terkuras sangat banyak dan menyisakan 1% pada Stamina Bar nya, Deri langsung saja mengembalikannya ke dalam wujud Hexapets, dan di rekatkan kembali pada Hexawatch untuk di isi daya.
Hari yang sangat panjang dan melelahkan berlalu, banyaknya konflik serta drama yang terjadi, namun hari ini juga yang menyadarkan Deri betapa berharganya sebuah sesuatu jika kita benar-benar menyayanginya.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
__ADS_1
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_