Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 23 : Incaran


__ADS_3

"Adriatic Sean ?!!" Nama yang terdengar sangat asing bagi telinga Raka.


Tiba-tiba saja orang-orang yang berada di sana berlari ketar-ketir saat wanita misterius itu melepaskan penyamarannya, bahkan kendaraan pun banyak yang putar balik saat melihat keberadaan wanita misterius bernama 'Adriatic Sean' itu.


"Si-siapa kau sebenarnya ?" Tanya Raka karena bingung melihat banyak orang yang ketakutan saat melihatnya.


"Kau tidak tahu aku siapa ? Pasti kau tidak pernah melihat berita, cukup panggil saja aku ... Ann !"


Wanita misterius itu memperkenalkan dirinya, penampilannya yang begitu mencolok dengan rambut yang di ikat 'ponytail' berwarna biru laut dengan topi di pakainya, menjadi iconic tersendiri bagi dirinya.


"Aku tidak butuh tahu kau siapa ! Kemana kau bawa Rika pergi ?!!" Gertak Raka.


"Orang sepertimu memang harus ku lumpuhkan, sebelum ikut campur terlalu dalam pada pekerjaanku .." Ujar Ann si Wanita misterius dengan tangan yang siap memutar Hexapets.


"Hexamon ?!! Kau juga seorang, Hexover ?!!" Raka yang terkejut saat melihatnya.


"Ya, dengan memiliki ini, sangat memudahkan ku menjalani pekerjaanku, salah satunya saat melumpuhkan lawan, HEXAMON BATTLE, GOO !!" Teriak Ann mengeluarkan Hexamon miliknya.


Ann si wanita dengan rambut berwarna biru laut itu mengeluarkan Hexamon miliknya yang berwujud kuda laut yang langsung saja menyerang Raka.


"WATER SPRAY !!"


Mengetahui bahwa dirinya akan di serang, Raka segera bangkit dan mencoba menghindari segala serangan yang di lancarkan oleh si Hexamon kuda laut itu, Raka ketar-ketir berlarian ke sana kemari hanya untuk menghindari serangan yang di lancarkan kepadanya.


"Gerakannya cepat sekali ..." Gumam Raka.


"Bawa dia kemari, Sean !!" Titah Ann.


"AQUA DASH !!!"


Hexamon kuda laut yang di panggil Sean itu langsung menggunakan kemampuan kecepatannya, menyeruduk Raka dan melemparkannya ke punggungnya, di bawa kepada Ann.


"Anak lemah yang sok jadi jagoan ... Sebaiknya kita habisi saja di sini !" Ancam Ann.


"LEPASKAN RAKAA !!"


Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan keras dari langit-langit yang ternyata itu adalah Kero yang dengan gagahnya terbang melesat menghampiri mereka.


"KERO !!" Raka yang langsung sumringah melihat kehadiran Kero.


"Jangan buat macam-macam pada Raka, FLAME BURST !!" Kero menyemburkan kemampuan apinya.


"Ahhh, SEA BUBBLE !!" Sean mendorong Ann dan mengeluarkan skill pertahanannya berupa gelembung air dengan mereka di dalamnya.


Raka yang lepas dari sandera, juga langsung melompat untuk menghindari serangan dari Kero yang beresiko akan mengenainya.


"Kau tidak apa-apa kan, Raka ?" Tanya Kero mengenai keadaannya.


"Tidak apa-apa, Kero. Terima kasih, kau datang di waktu yang sangat tepat ..." Jawab Raka.


"Ouhh, jadi ternyata kau juga seorang Hexover yaa ? Haha, tapi itu tidak membuatku gentar sedikitpun" Ujarnya dengan tatapan yang menantang.


"Siapa dia, Raka ?? Dan di mana penculik yang membawa Rika ?" Tanya Kero merasa bingung.


"Dia masih salah satu dari kawanan penculik itu Kero, berhati-hatilah ... Hexamonnya memiliki kemampuan pergerakan yang cepat !" Raka memberi peringatan pada Kero.


"Aku bukanlah tipikal orang yang membuang-buang waktu hanya untuk melayani mu, Sean langsung saja serang dia !!" Intruksi Ann pada Hexamonnya.


"Tetap di belakang ku, Raka" Kero yang siaga di hadapan Raka.


"AQUA DASH !!!"


"FLAME BURST !!!"


"WATER SPRAY !!!"


Dengan mudahnya, semburan api milik Kero dapat di padamkan oleh serangan semburan air milik Sean, karena Api memang lemah jika harus berlawanan dengan air.


"Terima ini, SEAN CRUSH !!!" Sean memusatkan kekuatan pada kepalanya lalu menyeruduk Kero sampai terpelanting jauh ke belakang.


"KEROO !!!"


"Ini belum berakhir Sean, serang kembali !"

__ADS_1


"OCEAN WAVES !!" Sean berputar dan menggebukan sirip ekornya pada permukaan.


Skill yang di keluarkan oleh Sean mengakibatkan terjadinya deburan ombak yang sangat besar yang berhasil menyapu kawasan sekitar. Raka yang terbawa hanyut oleh arus deras ombak itu mencoba menahan pada sebuah tiang. Begitupun Kero juga terbawa arus deras yang membuatnya kesulitan untuk terbang kembali, karena pada dasarnya dirinya adalah Hexamon dengan tipe Burung yang membuatnya sulit terbang kembali saat sekujur tubuhnya basah terutama pada bagian sayapnya.


"KEROOO !!" Raka berteriak melihat Kero yang sedang mengalami kesulitan.


Akhirnya, Raka memutuskan untuk melepaskan pegangannya dan membuat dirinya terbawa arus untuk dapat menggapai Kero supaya ia bisa mendekapnya.


"Jangan pernah berhenti, Sean ! Aku senang melihat seseorang menderita seperti ini hahaha" Kata Ann dengan sadisnya.


"Kero, bertahan Kero ..." Akhirnya, Raka sampai dan berhasil mendekap Kero.


Setelah melihat status bar, stamina bar milik Kero terkuras dengan cepatnya, membuat Kero semakin melemah.


"Tidak, Keroo ... Stamina mu ! Aku akan segera memasukakkanmu kembali ke dalam Hexapets" Kata Raka.


"Jangan Raka ... Aku, harus tetap menolongmu" Namun Kero menolaknya.


"Tapi --" Raka yang kehabisan kata-kata.


"Banyak drama sekali, OCEAN WAVES !!!"


Untuk kesekian kalinya Sean kembali mengeluarkan kemampuan gelombang lautnya, gelombang selanjutnya pun tiba dan kembali menghantam dan menyapu Raka bersama Kero.


"Aku ... Tidak akan melepaskan dekapan ini, Kero !!" Raka yang terus mendekap Kero meski dirinya terbawa hanyut oleh arus deras.


"Raka ..." Kero memandang Raka dengan matanya yang berkaca-kaca.


Raka terantuk-antuk oleh benda-benda yang di tabraknya, luka pun sedikit demi sedikit tergores mengenai bagian tubuhnya.


"Beri bumbu terakhir, Sean" Intruksi Ann pada Sean.


"Oke, AQUA DASH !!"


Sean bergerak secepat ombak, kemudian memutari Raka dan Kero yang sedang berada di tengah-tengahnya.


"OCEAN VORTEX !!"


"Aku ... Sulit ... Bernafas ..." Raka kesulitan bernafas karena pusaran air yang di akibatkan oleh Sean.


"RAKAA ... JANGAN PAKSAKAN DIRIMU !!" Teriak Kero pada Raka.


"Haha, sangat tragis sekali" Ann yang senang melihat Raka dan Kero yang sedang kesusahan.


"UWIWWW ... UWIWW ... UWIWW~~"


Tiba-tiba terdengar suara sirine polisi berbunyi panjang dan berdenging, pertanda bahwa akan segera tiba sekelompok polisi ke tempat di mana Raka dan Ann si wanita misterius itu berseteru.


"Cukup Sean, polisi akan segera datang, kali ini kau beruntung ... Tapi, jika kau berani menampakkan wajahmu kembali, jangan harap kau bisa pergi dengan hidup-hidup" Ancaman Ann yang bukan main-main.


"HEXA-IN !!!" Menutupi wajah dengan topi yang di kenakannya, Ann langsung saja pergi dengan peralatan canggihnya.


Raka yang sudah lemah dan tak berdaya, terbaring di aspal jalanan yang sangat dingin.


"Raka ... Bangunlahh" Kero yang memanggil-manggil nama Raka.


"Syukurlah ... Kau selamat, Kero ..." Kata Raka yang masih bisa tersenyum meski luka tergores di sekujur tubuhnya.


"Terima kasih ... Raka" Ucap Kero dengan mata yang berkaca-kaca menggenggam tangan Raka.


"Masuklah, HEXA-IN !!"


Raka memasukkan kembali Kero ke dalam Hexapetsnya, lalu Raka terbaring tak sadarkan diri karena tak kuat menahan rasa sakit dari luka-lukanya. Rika yang di bawa oleh para penculik pun tak bisa di kejar dengan mudah begitu saja, wanita misterius bersama dengan Hexamonnya yang kuat berhasil menghalaunya.


Kembali lagi pada Deri yang sedang berada di rumah Fino, merasa memang benar ada yang di sembunyikan dari Ibunya Fino perihal Fino, Deri yakin Fino tidak sedang sakit.


"Ini minumannya nak Deri, silahkan di minum dahulu" Ibu Fino yang datang dari dapur menyuguhkan secangkir teh kepada Deri.


"Aaa, terima kasih Bun, maaf ngerepotin" Deri menerima suguhan secangkir teh dari Ibunya Fino.


"Gak apa-apa kok nak Deri .." Balasnya.


Deri meneguk secangkir teh itu dengan satu kali tegukan kecil, suasana seketika menjadi hening dan terdiam kaku, Ibu Fino pun terlihat menjadi canggung saat Deri menyinggung soal Fino.

__ADS_1


"Anu, Bun ... Ada hal yang ingin Deri bicarakan, maaf bila lancang sebelumnya, sebenarnya Fino tidak ada di kamar kan ? Bahkan selama ini Fino tidak ada di rumah ?" Deri yang mulai memberanikan diri menanyakan kebenarannya.


Mendengar pertanyaan dari Deri, Ibu Fino hanya bisa terdiam dengan wajah gelisah, mencari jawaban yang tepat untuk menjadikannya alasan.


"Soalnya sikap Bunda berbeda dari biasanya, biasanya kalo Fino sakit kita boleh ngejenguknya ke kamarnya malah katanya biar Fino bisa lebih semangat ... Dan gak pernah ngelarang kami untuk bertemu Fino ... Sekali lagi, maaf Bunda kalo Deri lancang" Dengan berani Deri mengungkapkan keanehan yang di rasanya.


"Benar ..." Jawab sepatah kata Ibu Fino sambil merunduk.


Mata Deri membulat tajam mendengar sepatah kata yang keluar dari mulut Ibunya Fino.


"Fino pergi seorang diri ke kota Tank-Go-Rank, untuk membawa pulang Ayahnya ..." Ungkap Ibunya Fino.


"Kota Tank-Go-Rank ? Bukannya sekarang kota itu sedang dalam bahaya, tapi ... Deri melihat di berita bahwa kota itu sudah berhasil bebas dari para mafia, Fino pergi ke sana pada saat kekacauan masih berlangsung ??" Tanya Deri yang terkejut mendengar kebenarannya.


"Benar sekali, Bunda sempat melarangnya, tapi entah kenapa Bunda merasa bisa mempercayakannya, dan sekarang Fino telah aman dan bertemu dengan Ayahnya, mereka masih di sana membantu para korban-korban yang terdampak ..." Ungkap Ibunya Fino lebih jelas.


"Syukurlah, kalau Fino baik-baik saja. Kenapa dia tidak memberi tahuku atau Raka, mungkin kami bisa membantunya ..." Gumam Deri.


"Justru itu juga adalah pinta dari Fino sendiri, tentang tidak memberitahukan bahwa dirinya pergi ke sana, Fino hanya tidak ingin melibatkan banyak orang dan membuat khawatir terutama kamu dan Raka" Jelaskannya.


"Yaa, semoga Fino dengan om bisa segera kembali ke rumah dengan selamat, Deri dan Raka sebagai sahabatnya sangat menantikan kepulangan Fino" Ujar Deri.


Akhirnya, pertanyaan dan rasa penasaran Deri selama ini bisa terjawab dengan perkataan Ibunya Fino yang bersedia untuk menjelaskan kebenarannya. Tak lama kemudian, Deri pun pamit pulang karena hari yang semakin senja.


...***...


Malam harinya, Raka yang semulanya tak sadarkan diri terbaring di jalanan, kini ia telah di bawa ke rumah sakit terdekat oleh pihak kepolisian. Secara perlahan Raka membuka matanya, menyesuaikan penglihatannya, dan nampak ada seseorang yang duduk di sampingnya.


"Kau sudah siuman ?" Tanya pria paruh baya di sampingnya dengan pakaian polisi yang lengkap beserta atributnya.


"Di mana ini ??" Tanya Raka sambil melirik-lirik ke sekitarannya.


"Kamu berada di rumah sakit, sebelumnya diri mu tak sadarkan diri di jalanan" Jawabnya.


Raka mencoba mengingat-ingat kejadian sebelum ia tak sadarkan diri.


"Benar, sebelumnya aku terlibat pertarungan Hexamon dengan wanita salah satu komplotan para penculik, kalau tidak salah ... Nama panggilannya adalah Ann"


"Ya, kami para polisi datang ke sana karena mendapat laporan karena wanita itu memunculkan kembali dirinya setelah 2 tahun silam, dan tak menyangka kalau ternyata kalian terlibat pertarungan antar Hexamon"


"Apakah bapak mengenalnya ??" Tanya Raka penuh rasa penasaran.


"Tentu saja, dia adalah incaran para polisi selama ini, aksinya yang membantu para kelompok besar penculik untuk menculik anak-anak dan remaja sepertimu sangat meresahkan masyarakat, alat canggih kami tak mampu mendeteksi keberadaannya, 2 tahun yang lalu dia berhasil terkepung oleh para pasukan polisi ... Namun, dirinya sangat gesit dan lincah sehingga dapat melarikan diri, semenjak saat itu ia tak menampakkan diri kembali akan tetapi penculikan terus saja terjadi" Jelaskan si bapak polisi.


"Apa yang akan terjadi dengan anak-anak yang di culiknya itu ??" Tanya kembali Raka dengan beberapa pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Ada yang bilang, kalau anak-anak yang di culik itu akan di perjual belikan pada situs ilegal pasar gelap, mereka di perjual belikan dan di jadikan sebagai budak ... situs gelap itu sampai saat ini belum bisa kami retas, mereka benar-benar memiliki sistem perlindungan yang sangat kuat" Pak polisi kembali menjawab.


"Mereka benar-benar sindikat penculik yang sangat handal. Lalu, kenapa orang-orang berlarian saat wanita itu membuka penyamarannya ??" Tanya Raka kembali.


"Karena, Ann menculik dengan cara yang sadis, melumpuhkan targetnya supaya tak ada perlawanan ... Dirinya seorang diri saja sudah membuat kami kesusahan, dan sekarang ia mempunyai Hexamon juga" Ungkapnya.


"Mengerikan sekali, apa yang harus ku lakukan ? Teman ku di culik oleh wanita itu dan kawanannya" Raka benar-benar bingung sekarang.


"Kamu tidak perlu khawatir, kami dari pihak kepolisian akan membantumu mencari keberadaan temanmu dengan korban yang lainnya" Kata bapak polisi yang bersedia membantu Raka.


"Terima kasih banyak Pak, atas bantuannya, sekali lagi terima kasih"


"Tidak usah di pikirkan, sekarang pulihkan terlebih dahulu kondisi mu, besok kamu akan kami antar pulang ke rumah" Kata Pak polisi tersenyum.


Karena kondisi Raka yang tak memungkinkan jika harus pulang dan juga hari yang sudah malam dan gelap, membuatnya harus bermalam di rumah sakit. Memulihkan kondisi tubuhnya supaya optimal kembali, karena serangan yang di akibatkan oleh Sean Hexamon milik si wanita berambut biru itu cukup membuatnya lemah sampai tak sadarkan diri. Kero juga membutuhkan waktu untuk semua status bar nya dapat optimal kembali. Raka juga mendapat banyak informasi penting mengenai latar belakang Ann beserta dengan kelompok penculikannya.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_

__ADS_1


__ADS_2