
Mengingat Bu Sinta yang telah di sandera oleh si mafia dengan cabe rawit yang menjengkelkannya itu. Mula sekarang Risna harus benar-benar merancang strategi untuk bisa mengalahkannya, tak menanti-nanti Risna langsung saja menyalakan komputer yang berada di ruang kamar Bu Sinta. Sekarang ia mengetahui kalau Winx telah kehabisan seluruh status dayanya, maka dari itu ia merekatkannya kembali pada Hexawatch untuk memulihkan dayanya. Risna mencari penelusuran ke internet untuk mempelajari semua tentang Hexamon, mau tidak mau ia sekarang harus mulai beradaptasi dengan kehidupan barunya juga yang sebagai seorang Hexover.
"Jadi, tiap Hexamon memiliki status bar sebagai informasi kondisi keadaannya, kalau begitu berarti si cabe rawit itu juga punya limit nya kan ? Aku hanya perlu mengalahkannya sampai salah satu barnya habis" Gumam Risna sembari membaca artikel yang ia temukan di internet.
"Aishh, tapi tidak semudah itu Risna, skill nya sangat mengerikan, aku saja hampir mati di buatnya" Risna menepuk jidatnya.
Nampak Hexapetsnya dengan Hexawatch sudah mulai tersinkronisasi, tanda bahwa dayanya sudah mulai terisi.
"Jangan risau, Risna. Aku akan membantumu ..." Tiba-tiba saja terdengar suara Winx melalui Hexa-Voice.
"Aaa, Winx, kau sudah sadar ? Maafkan aku--"
"Tidak apa-apa Risna, aku yang seharusnya minta maaf, kau mungkin mengalami hal yang sulit seharian ini" Winx memotong pembicaraan Risna, lalu meminta maaf.
"Humm humm" Risna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Aku senang bisa bertemu denganmu kembali" Katanya dengan senyum yang merekah.
"Tapi, sekarang dayaku belum terisi penuh, jika semuanya sudah siap, aku bersedia bertarung kembali denganmu" Beritahu Winx.
"Yaa, tenang saja, lagipun aku sedang memikirkan bagaimana strategi untuk bisa mengalahkannya".
"Aku akan membantumu".
Setelah seharian tidak bertemu, kini Risna berhasil bertemu kembali dengan Hexamonnya Winx. Hubungan antara keduanya mulai terjalin dan berjalan dengan baik, Risna tidak ingin gegabah dalam bertindak, ia memilih seharian ini untuk mempelajari Hexamon lebih dalam dan merancang strategi bersama Winx.
- Cyanzour, Kediaman Fino.
Kembali lagi kepada kehidupan di kota Cyanzour, tepatnya di kediaman rumah Fino. Ia baru saja sampai ke rumah selepas pulangnya dari sekolah.
"Aku pulang ~" Ucap Fino memasuki rumahnya sambil membuka sepatu yang di kenakannya.
Saat tiba ke ruang tengah, Fino di buat terkejut karena melihat Ibunya yang terkaku dan mimik wajah terkejut, dengan mata yang menatap serius melihat tayangan pada sebuah televisi.
"Bunda, Bunda kenapa Bun ?" Fino mencoba menyadarkan Ibunya.
"A .. Ayahmu ..." Tunjuk Ibunya pada televisi yang sedang menayangkan siaran berita.
Fino pun menoleh, tapi ia tidak mengerti sama sekali.
"Ayahmu bekerja di sana, Fino ..." Kedua kelopak mata Ibunya mulai berkaca-kaca.
Fino yang terkejut saat mendengarnya, langsung kembali membaca ulang title Topic siaran berita tersebut.
"PEMBERONTAKAN PARA MAFIA DI KOTA TANK-GO-RANK" Title Topic tersebut.
" ... Di ketahui, sekelompok mafia menyerang dengan memanfaatkan kekuatan Hexamon yang di milikinya, namun sampai saat ini pasukan militer masih terus mencoba menghadangnya dan belum di ketahui apa motif para mafia dengan di lakukannya pemberontakan ini ..." Sang reporter yang menyampaikan liputan berita.
Seketika lutut Fino lemas saat mengetahui ayahnya bekerja di sana, kota itu benar-benar kisruh. Para Mafia yang memanfaatkan kekuatan Hexamon untuk kejahatan, memporak-porandakan kota tersebut, para pasukan militer pun di buat kewalahan menghadapinya.
"Tuuuttt .... Tuuuttt ... Tuuuttt" Ibu Fino mencoba menelepon untuk memeriksa kondisi Ayahnya di sana.
"Maaf, nomer yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon mencoba beberapa saat lagi ..."
Ponselnya sama sekali tidak aktif, membuat Ibunya Fino semakin bimbang dan risau karenanya.
"Bagaimana, Bu ?" Tanya Fino juga risau.
Ibunya Fino hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa Ayah Fino sama sekali tak bisa di hubungi.
"Apa yang harus kita lakukan, Fino ?" Tanya Biru melalui Hexa-Voice mendengar semua percakapan.
"Entahlah, Biru" Jawab singkat Fino benar-benar bingung dan khawatir.
Fino merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus di lakukannya sekarang, masalahnya adalah jika ia adalah seorang Deri pasti dia akan nekat pergi ke sana, namun ini adalah sosok Fino yang tidak mempunyai cukup keberanian untuk ke sana terlebih lagi ia juga khawatir dengan kondisi ibunya sekarang jika harus meninggalkannya seorang diri, takut jika perginya ia hanya menambah beban pikiran saja.
- Beecasy, Tempat persembunyian Venn si Mafia.
"Wahh, mereka berpesta tanpa menungguku kembali ..." Ujar Venn sang mafia saat melihat layar besar yang sedang menayangkan berita pemberontakan di kota Tank-Go-Rank.
"Apakah aku harus ikut memberontak juga di kota ini ?" Tanyanya pada diri sendiri sambil memandang kota melalui jendela.
"Ahh, besok sajalah, biarkan kota yang menyedihkan ini tenang untuk sekarang ... Sekarang mari kita bersenang-senang denganmu tante" Katanya sambil menghampiri Bu Sinta yang di ikat
"Ehmmm ... Ehmmmm" Bu Sinta yang memberi kode untuk minta di lepaskan karena mulutnya yang di bungkam.
"Cup cup cup, tenanglah ... Aku pasti berdosa mengerjai orang yang lebih tua dariku, tapi semua ini tidak akan berlangsung lama kalau kau memberi tahu di mana keberadaan kedua orang tua si gadis itu ..." Venn yang mulai bernegosiasi dengan Bu Sinta.
Venn melepaskan kain yang membungkam mulut Bu Sinta.
"Tidak akan !!" Spontan Bu Sinta langsung menolaknya.
"Uuhhh, garangnya .... Sekali lagi, beritahu aku di mana keberadaan orang tua gadis itu sekarang ?" Kata Venn membelai dagunya.
"BRAKKK !!!" Bu Sinta menendang Venn dengan sekerasnya.
"Brengsek sekali" Bu Sinta yang murka karena di perlakukan tidak senonoh.
"Kasar sekali ya, hehe ... tadinya saya tidak mau bermain kasar, tapi ... Tante sendiri yang memulainya, maka terimalah balasannya !!"
"Chilla ..." Venn memberi kode kepada Hexamonnya.
"Baik, Tuan" Jawabnya.
"Mau apa kamu ?!" Teriak Bu Sinta.
"SPICY RING !!"
"ARGHHHHH !!! PANASS !!" Bu Sinta berteriak histeris.
Chilla si Hexamon cabai itu kembali mengeluarkan skill gelang apinya yang di kunci pada Bu Sinta, membuatnya merasakan panas yang sangat amat karena skill ini membuat organ dalam terasa terbakar.
"Sekarang ... cepat, beritahu ... di mana, keberadaan ... kedua ... Orang tua ... GADIS ITUU !!!" Bentak Venn pada Bu Sinta.
"Sampai kapanpun saya tidak akan mengatakannya, karena ini amanah" Jawab Bu Sinta terengah-engah.
"Keras kepala sekali !!" Venn semakin di buat emosi karena Bu Sinta yang tetap berpegang teguh pada pendiriannya.
"ARGHHHHH !!!" Teriak Bu Sinta karena Chilla yang semakin mengencangkan ikatan gelang panasnya.
__ADS_1
"Kalau begitu, jika kau tidak mau menjawab ... Maka bersiaplah, melihat kenyataan Gadis itu akan menjadi putri panggang, bwahahaha" Tawa jahat seorang Venn.
"Jangan berani ... berbuat macam-macam pada Risna .." Ucap Bu Sinta dengan nada suara yang sangat lemah dan nafas yang terengah-engah.
"Diamlah, silahkan bermain sampai bosan dengannya Chilla" Venn pergi begitu saja meninggalkan Bu Sinta hanya bersama dengan Hexamonnya.
"Siap menjadi Balado ?!" Kata Chilla si Hexamon cabai.
"ARGHHHH !! PANASS, BERHENTI !!" Bu Sinta kembali berteriak histeris.
Si Hexamon cabai itu terus saja mengeluarkan skill-nya kepada Bu Sinta yang sudah tidak berdaya, sungguh perlakuan yang sangat sadis. Namun, di sisi yang lainnya, Risna yang sekarang sedang berada di kediaman Bu Sinta pun sedang menonton tayangan berita tentang pemberontakan di temani Winx di sampingnya.
"Akhir-akhir ini banyak sekali Mafia yang bergerak melakukan aksi kekacauan ya, kalau di pikir-pikir" Gumam Risna.
"Dan mereka juga menyalahgunakan Hexamonnya sebagai senjata penghancur miliknya" Lanjut Winx.
"Hasil dari penyerangan itu juga terlihat sangat mengerikan, lihatlah kota itu hancur di buatnya" Risna yang merasa ngeri saat melihatnya.
"Benar-benar porak-poranda, semoga orang-orang di sana selamat dan baik-baik saja"' Winx pun bergumam.
"Bicara tentang hal itu, aku khawatir dengan kondisi Bu Sinta sekarang, kau tahu kan si cabe rawit dengan pemiliknya itu selalu menyiksa sanderanya tanpa ampun" Risna mulai mengkhawatirkan kondisi Bu Sinta.
"Untuk sekarang jauhkanlah segala pikiran negatif itu Risna, besok kita akan membawanya pulang kembali kok" Winx meyakinkan Risna.
"Heem" Angguk kecil Risna dengan senyum manisnya.
Meskipun ada perasaan yang mengganjal karena rasa khawatirnya pada Bu Sinta, tetapi setidaknya malam ini Risna bisa tidur lebih nyenyak di banding malam kemarin, ia pun terlelap dalam keheningan malam.
~ Keesokan harinya.
Sekitar pukul 07.00 dan sinar mentari sedang terasa hangat-hangatnya, penampilannya yang telah rapi dan segar, Risna sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuknya sebelum hari ini ia akan berjuang keras.
"Sepertinya ada yang kurang, tapi apa ya ??" Risna mencicipi masakan yang sedang di buatnya.
"Harus ku lihat resepnya dulu nih sepertinya, biar tahu apa yang kurang ..." Risna pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya.
Namun, saat akan menuju ke ruang kamar, langkahnya terhenti, dan matanya menatap tajam pada televisi, melihat berita yang sedang di tayangkan.
"... Berita terkini, suasana pusat kota Beecasy sedang kisruh, di ketahui seorang pria dengan Hexamon berwujud cabainya memporak-porandakan kota, para warga yang berada di sekitar harap segera berevakuasi ke tempat yang lebih aman ..." Reporter yang sedang menyampaikan liputan dari studio.
"Winx ..." Panggil Risna pada Hexamonnya.
"Iya, Risna. Aku mendengarnya, daya ku juga sekarang telah pulih kembali" Jawab Winx
"Oke, apa kau siap ?"
"100% siap !"
Risna mengambil tas kecil dan ponsel miliknya, lalu membuka garasi yang di dalamnya terdapat mobil super mewah dan bergaya berwarna putih mengkilap, yaitu Wings-Mobile.
"Ini pertama kalinya aku mengendarai mobil sendiri, apalagi ini Wings-Mobile ..." Risna merasa ragu.
"Kau yakin akan baik-baik saja, Risna ?" Tanya Winx agak risau.
"Gapapa, aku yakin !" Namun Risna telah bertekad, di nyalakannya mesin mobil itu, mereka pun di bawa melaju terbang di udara.
Bahkan nampak dari kejauhan pusat kota benar-benar kacau, gedung-gedung dan fasilitas di sana hancur juga terbakar di lahap si jago merah. Terlihat mereka yang memiliki Hexamon pun mencoba untuk menyerangnya dengan Hexamon yang di milikinya di bantu juga oleh aparat kepolisian. Namun, kekuatan mereka semua tak cukup untuk mengalahkan si Hexamon cabai, dia benar-benar seperti monster jelmaan iblis. Akhirnya, Risna pun sampai di sana.
"Hohoo, lihat siapa yang datang !" Sambut Venn yang berdiri di atas mobil box.
"Tidak usah banyak bicara, cepat hentikan aksimu yang meresahkan banyak orang ini !" Ucap Risna dengan tegasnya.
"Kau tidak lihat ? Aku sedang berpesta di sini, orang-orang berlarian, kebakaran di mana-mana, ini adalah hal yang menyenangkan ... Apa kau datang ke sini untuk turut berpartisipasi, Tuan putri ?" Ungkapnya maksud dari perbuatannya ini.
"Kali ini aku akan mengalahkanmu, HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Dengan penuh semangat, Risna memanggil keluar Winx untuk siap bertarung.
Winx yang langsung melesat saat ia di keluarkan, langsung menghadang Chilla si Hexamon cabai.
"Aku suka amarah yang bergejolak ini, layani dia Chilla !"
"CHILI SEEDS SHOT !!" Chilla menembakkan biji-biji cabainya pada Winx yang sedang melesat padanya.
"Tangkis, dan terus hadang Winx !" Teriak Risna.
"DANCING IN THE WIND !!" Winx berputar menangkis seluruh serangannya, dan terus melesat menghadangnya.
"Beringas sekali kau, SPICY BREATH !!" Chilla mengeluarkan nafas apinya yang membara dan panas.
"WINDY ROAR !!" Winx mengeluarkan tiupan angin yang berpusat menghadang lawan di hadapannya.
Kedua skill itu saling beradu antara api dengan angin, tentu angin dapat memicu api menjadi lebih besar, namun Winx dapat membuat anginnya lebih kuat daripada api yang di miliki oleh Chilla, membuatnya mendorong api tersebut dan Chilla terkena serangan milik Winx.
"Tidak sampai di situ, FLUTTERING, WINDY WINGS !!" Winx melesat kembali mengejar Chilla yang terhempas, dan mengepakkan sayapnya dengan kuat membuat Chilla terhempas lebih jauh lagi.
"Sepertinya kau sangat marah ya, Tuan putri ..." Venn masih saja bisa menggodanya.
"Kalahkan dia Winx, ini semua belum setimpal dengan seluruh perbuatannya yang menyiksa banyaknya orang ..." Kata Risna tegas.
"Ya !! FAST WINGS FLAPPING !!" Winx kembali melesat lebih cepat dari sebelumnya.
"Kau pikir hanya kau yang bisa melesat seperti itu, SPICY EXPLODE !!" Chilla pun melesat cepat dengan api yang keluar dari kakinya.
Pertarungan antar keduanya semakin sengit, mereka berdua saling mengitari antar satu sama lain.
"Cepat sekali kau, SPICY RAGE !!" Chilla meningkatkan kekuatannya, membuat dirinya seperti cabai yang membara dengan api yang menyala-nyala pada tubuhnya.
Kecepatannya pun meningkat 2x lipat dari sebelumnya, membuatnya dapat mengejar Winx dengan mudah.
"FLUTTERING, WINDY WINGS !!" Winx mengepakkan kembali sayapnya, menghembuskan angin yang kencang.
Namun, kini Chilla dapat dengan mudah menahannya, melawannya dengan api yang keluar dari kakinya.
"CHILI SEEDS SHOT !!" Dan kembali Chilla menembakkan biji-biji cabainya.
Sekarang serangannya itu dapat mengenai Winx secara mentah-mentah tanpa dapat menghindari dan menangkisnya.
"Winx !!" Teriak Risna.
"Tidak apa-apa Risna, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi seperti sebelumnya ..." Winx yang langsung bangkit kembali.
__ADS_1
"Risna, aku mohon bantuannya, satukan tekad dan kekuatan hati kita, kita mulai jalankan strategi yang sudah di rancang ..." Ucap pelan Winx pada Risna.
"Ya, mari kita selesaikan ini ..."
"Mohon menjauh dari tempat ini Risna, dan beritahukan pada yang lain" Kata Winx.
Risna menjauh dari lokasi tersebut.
"SEMUANYAA, CEPAT MENJAUH DARI LOKASI, INI AKAN MENJADI SANGAT BERBAHAYA !!" Teriak Risna pada semua orang yang berada di sekitar termasuk aparat kepolisian.
"Apapun yang kau rencanakan tidak akan bisa mengalahkanku !" Kata Venn dengan sombongnya penuh rasa optimis.
"Bersiaplah, RAGING STORM !!!" Winx mengeluarkan badai angin besar yang mengamuk.
Meskipun skala jangkauan areanya tidak mencakup luas, tapi daya kekuatannya sangat tinggi, membuat benda ringan di sekitarnya beterbangan.
"Apa kau memberiku peluang untuk menang ? SPICY BREATH !!" Chilla kembali mengeluarkan nafas api pedasnya untuk menghadang serangannya Winx.
Karena serangan nafas api Chilla yang beradu dengan badai angin milik Winx, memicu terjadinya badai api yang meraung-raung karena api yang terpicu oleh angin membuatnya bersatu.
"Apa dia gila ?!! Perlakuannya ini dapat menghanguskan kota ini !!" Kata salah satu warga.
"Haha, aku semakin membara !! Kau membuat pekerjaanku semakin mudah !" Chilla yang tak menyadari bahwa dirinya telah masuk ke dalam perangkap.
"Kau harus cepat menyelesaikan ini Winx, Health bar mu semakin berkurang karena panasnya badai api itu" Gumam Risna dalam hati memperhatikan status bar.
"FAST WINGS FLAPPING !!" Tanpa banyak bicara Winx langsung melancarkan serangan berikutnya dengan wajah yang mulai serius.
Winx kembali melesat namun bukan untuk menghadang Chilla, melainkan mengitari Chilla yang berada di tengah-tengah badai apinya.
"Kau ingin menjadi itik panggang ? SPICY RAGE !!" Hawa panas yang berkobar-kobar dalam diri Chilla membuat badai api pun semakin besar dan menyala-nyala.
"Panas ... Sekali ..." Ucap Winx dalam hati sambil terus melesat.
Akibat dari Winx yang terus menerus mengitari badai api itu, perlahan membuatnya terbentuk menjadi sebuah angin topan berapi.
"Berhasil .." Selanjutnya Winx langsung melesat ke atas, dan memasuki lubang angin topan berapi yang berada di atas.
"Di mana dia, badai api ini terlalu pekat dan aku tidak bisa mendengar suara Venn !" Chilla yang celingak-celinguk melihat sekitarnya.
"Aku ada di atasmu, WINDY ROAR !!!" Winx langsung saja mengeluarkan tiupan anginnya pada Chilla yang sedang lengah.
Serangannya itu membelah topan api yang sedang berkobar, dan membuat Chilla terhempas cukup jauh. Namun, angin berapi itu belum sepenuhnya hilang, ia kembali menjadi badai.
"Berani sekali ternyata kau mengambil resiko ..." Gumam Venn tak percaya bahwa Hexamonnya dapat masuk perangkap.
"Winx !! Health bar mu tersisa 36% apa kau yakin akan melakukannya ?!!" Teriak Risna pada Winx.
"Percayakanlah padaku Risna ..." Jawabnya sambil terengah-engah.
"Apa lagi yang telah kau rencanakan ..." Kata Chilla yang sama-sama sudah hampir kehabisan daya.
"Kali ini, jangan lengah Chilla .." Venn memberi Hexamonnya peringatan.
"Aku akan menyerangmu sebelum kau melancarkan seranganmu yang berikutnya, CHILI SEEDS SHOT !!" Untuk kesekian kalinya Chilla menembakkan biji-biji cabainya.
"Eksekusi terakhir, DANCING IN THE WIND !!" Winx dengan mudahnya menangkis serangan biji-biji cabai itu.
Akan tetapi, Winx tidak berhenti setelah berhasil menangkisnya ia terus menari dalam badai api yang masih meraung-raung, ternyata maksud dari aksi nya itu adalah Winx mencoba untuk mengendalikan badai api yang sedang mengamuk itu, meskipun resikonya Health bar miliknya terkuras dengan cepat.
"Kau ingin membakar dirimu sendiri, Itik ?" Chilla yang masih bisa menyombongkan dirinya meski Health bar miliknya pun sudah memasuki tahap krisis.
"Kau pasti bisa Winx !" Ucap Risna dalam hati meyakinkan dirinya, sambil terus memperhatikan Health bar Winx yang telah mencapai 22% dan terus berkurang.
"Panas sekali ... Badai ini benar-benar mengamuk ..." Winx yang menahan rasa panas sambil terus mengendalikan badai api itu.
"Sekarang, WINX !!!" Teriak keras Risna.
"ARRRGHHHH~ WINDY FIREBALL ..." Winx berhasil mengendalikan badai api yang mengamuk itu, menjadi sebuah bola angin berapi yang berkobar-kobar.
"TEMBAK !!" Teriak Risna.
" ... RAGE !!!" Winx melepaskan bola angin berapi itu, melesat menghadang Chilla.
Karena kekuatan yang sangat besar, Winx langsung terhempas ke belakang saat melepaskan bola angin berapi itu. Bola itu meraung-raung siap melahap Chilla yang berada di hadapannya, Chilla dengan sigapnya langsung membuat pertahanan, namun kekuatannya yang sekarang tak cukup kuat menahan serangan bola angin berapi itu sehingga membuatnya terhempas sangat jauh dan terbakar karena apinya sendiri.
"Apa !! Mana mungkin ?? Chilla ?!!" Venn tidak menyangka kalau Hexamonnya dapat di kalahkan.
"Jangan lengah kau ... HYAHHH !!!" Risna yang secara tiba-tiba berada di hadapan Venn langsung melompat dan memukulnya dengan bogem mentah yang di layangkannya tepat pada wajahnya.
Venn pun langsung terpelanting dan jatuh dari mobil box yang di pijaknya lalu tersungkur, gadgetnya pun tak sengaja ia jatuhkan. Risna pun menghampiri, lalu mengambil gadgetnya yang terjatuh.
"Kini kau sudah kalah ..." Ucap Risna dengan tatapan tajam menatap pada Venn.
Langsung saja aparat kepolisian bergegas mengamankannya, lalu Chilla si Hexamon cabainya berubah kembali ke wujud Hexapets karena daya nya yang sudah habis dan melebihi batas kemampuan. Winx pun sudah tidak berdaya, status Health bar miliknya berada pada angka 3% menandakan bahwa kondisinya sangat krisis.
"HEXA-IN !!" Risna langsung mengembalikan Winx ke dalam Hexapetsnya.
"Terima kasih, Winx :))" Ucapnya dalam hati dengan ekspresi tersenyum.
"Lihat saja kau, aku akan segera membalas perlakuanmu ini !!" Ujar Venn merasa kesal dengan kedua lengannya yang di pegang oleh polisi.
Risna mengacuhkan perkataannya lalu membuka aplikasi yang mengeluarkan sinar layaknya senter setelah menekannya, lalu Risna melangkahkan kaki memasukinya yang menghubungkannya ke tempat persembunyian Venn yang berada di kota ini. Para polisi pun memberikan penghormatan saat Risna meninggalkan tempat dan memasuki cahaya itu.
"IBUUUU !!!" Risna langsung menghampiri Bu Sinta yang tak berdaya dengan wajah yang di hujani derai air mata.
Kondisi Bu Sinta benar-benar sudah tak berdaya dan tak sadarkan diri, banyak sekali bekas luka bakar pada sekujur tubuhnya, sangat memprihatikan. Tanpa pikir panjang Risna langsung memanggil ambulans dan mengirim titik koordinat keberadaannya, Risna tak kuasa menahan tangis, Venn mungkin berhasil di kalahkannya namun ia merasa gagal karena terlambat menyelamatkan Bu Sinta saat melihat kondisinya yang sekarang, sosok yang selalu tulus mengurus dan mengasihinya sedari kecil. Sekarang ia hanya bisa berharap bahwa nyawa sosok malaikat tanpa sayapnya masih bisa terselamatkan.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1