Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 24 : Ungkap


__ADS_3

Masih dalam suasana kemelut malam yang gelap tanpa ada bintang bertaburan di hamparan langit-langit, semuanya benar-benar legam pada malam ini. Risna yang sudah mengenakan piyama berwarna merahnya berniat akan bersantai di teras untuk mencari udara segar. Namun, ia melihat sesuatu di ujung sana, seorang pria paruh baya yang mondar-mandir di teras rumahnya, pasalnya pria itu seperti bingung tak karuan semenjak tadi sore, pria paruh baya yang di maksud adalah Prof. Jaya. Karena secara kebetulan Kos Risna berada satu komplek dengan kediamannya Rika dan Prof. Jaya.


"Paman itu kenapa ya ? Kok dari sore mondar mandir terus ?" Tanya Rika pada dirinya sendiri merasa penasaran.


Karena penasaran, Risna mencoba menghampiri Prof. Jaya, Risna belum tahu bahwasanya Prof. Jaya adalah seorang Professor.


"Anu, permisi paman ?" Panggilnya dengan sopan.


"Ehh, ouhh iyaa, ada apa ?" Jawabnya agak terkejut.


"Semenjak dari sore saya melihat paman mondar-mandir di depan rumah, apakah ada yang sedang paman tunggu atau khawatirkan ??" Tanya Risna.


"Ya, anak perempuan saya, sampai saat ini belum pulang juga dari sekolahnya, ini sudah masuk waktu malam" Jawab Prof. Jaya penuh rasa khawatir.


"Euhmm, sebelumnya maaf, lebih baik paman tenang dulu, rileks, coba ceritakan baik-baik" Risna yang mencoba menenangkan Prof. Jaya.


"Aaa, iyaa-iyaa, silahkan duduk dahulu" Prof. Jaya mempersilahkan duduk kepada Risna di tempat duduk yang berada di teras rumah.


"Terima kasih paman, jadi euhmm, apa paman sudah menghubungi teman atau orang-orang terdekatnya ?" Tanya Risna.


"Saya sudah menghubungi teman-temannya dan katanya Rika sudah pulang, bahkan pulangnya bareng sore tadi, tapi kenapa hanya Rika yang belum sampai ke rumah sampai sekarang ?" Jawab Prof. Jaya dengan penuh rasa gelisah dan bimbang.


"Ouhh, jadi namanya Rika, paman sudah mencoba menghubungi ponselnya ?"


"Sudah, bahkan berkali-kali, tapi nomornya tidak aktif, itu yang membuat saya cemas"


"Selain teman dekatnya, apa ada lagi orang lain yang mengenali Rika ??"


Prof. Jaya berpikir sejenak.


"Benar, baru-baru ini Rika kenal dan dekat dengan kakak kelasnya, barangkali mereka tahu di mana keberadaan Rika" Prof. Jaya yang langsung mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"Coba telepon, paman" Kata Risna


Nomor pertama yang di hubungi oleh Prof. Jaya adalah nomor Raka.


"Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi ..."


"Ponselnya tidak aktif, ada nomor yang lainnya ??" Tanya Risna.


"Adaa ... Ada .. saya coba hubungi yang lainnya" Selanjutnya Prof. Jaya mencoba menghubungi nomor Deri.


"TUTTT .... TUTTT ... TUTTT"


"Tersambung !" Ujar Risna.


"Bersyukurlah, tersambung ..." Prof. Jaya mengusap dadanya bersyukur.


"Halo, selamat malam Professor, ada ya malam-malam begini nelepon ?" Tanya Deri melalui sambungan telepon.


"Ini, Deri ... Apa, kamu melihat Rika ? Soalnya sampai sekarang dia belum pulang ke rumah" Tanya juga Prof. Jaya.


"Rika ? Di sekolah sih ada, tadi sore juga pulang sama temennya, kok bisa belum pulang ya. Professor sudah coba menghubungi Raka ? Tadi dia soalnya pulang duluan"


"Saya sudah coba menghubungi Raka, tapi nomornya tidak aktif"


"Loh, kok ? Ada yang aneh, Raka juga tadi sore tiba-tiba gak ada, Deri janji untuk menjenguk Fino ke rumahnya, tapi Raka gak ada di sana, sebelumnya juga Raka bilang mau nunggu di cafe tapi dia gak ada di sana" Ungkap Deri.


"Ada sesuatu yang tidak beres sepertinya" Kata Prof. Jaya.


"Lebih baik sekarang begini saja, Professor tenang dulu sekarang, jangan gegabah, besok Deri mau mastiin kalo misalkan di sekolah Raka juga gak ada, besok sepulang sekolah kita bareng-bareng cari mereka" Kata Deri.


"Baik, terima kasih ya, Deri"


"Sama-sama, Professor"


Percakapan melalui telepon pun selesai.


"TUUTTT"


"Bagaimana Paman ?" Tanya Risna.


"Salah satu temannya juga katanya menghilang, jadi besok dia memastikan terlebih dahulu, kalau temannya sama-sama tidak ada seperti Rika, besok kita akan memulai pencarian" Jelaskan Prof. Jaya.


"Ouhh, kalau begitu izinkan saya besok membantu paman" Risna yang bersedia memberikan bantuan.


"Terima kasih sebelumnya, tapi apa tidak merepotkan, kamu orang baru di sini kan ?" Tanya Prof. Jaya.


"Gapapa kok paman, iya, saya orang baru di sini, pindahan dari kota Beecasy, nama saya Risna, salam kenal paman, dan ternyata paman adalah seorang Professor ya ?"

__ADS_1


"Waa, jauh juga ya, salam kenal nama paman Jaya, benar ... Profesi paman adalah seorang Professor, jadi kamu boleh panggil Professor atau paman saja juga boleh" Prof. Jaya turut memperkenalkan dirinya.


Setelahnya, Risna melanjutkan bincang-bincangnya dengan Prof. Jaya supaya beliau tidak terlalu khawatir dan sedikit tenang. Itu juga menjadi langkah awal Risna untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya, ia tidak mungkin hanya berdiam diri saja di dalam rumah menutup diri dari dunia luar.


Selain itu, di kediaman Deri.


"Ada apa Der, malam-malam begini Professor Jaya nelepon ?" Tanya Gamoru melalui Hexa-Voice.


"Katanya Rika belum pulang sedari sore, Raka juga sama halnya tidak bisa di hubungi" Jawab Deri.


"Ada yang tidak beres ini, apakah terjadi sesuatu pada mereka berdua ??"


"Kita tidak boleh berpikiran negatif dulu, besok kita akan memastikannya"


"Heem, Wokeyyy, jika harus bertarung aku akan selalu siap pasang badan !!" Ujar Gamoru penuh semangat.


"Iyaa, biar tu badan kurusan, abis makan molor abis makan molor, olahraga Napa dih biar kekuatanmu meningkat" Sindir Deri.


"Apa-apa juga gimana partnernya, kau sendiri juga hari Minggu, bagus buat lari pagi, jam 9 masih aja molor" Balas Gamoru.


"Hehh, diem-diem dah ah ngantuk nihh"


Setelah sedikit berseteru dengan Gamoru karena hal yang sangat tidak penting, akhirnya Deri pun beranjak ke kamarnya untuk segera tidur.


~ Keesokan harinya.


Deri yang berjalan memasuki gerbang bersama dengan kawanannya yang lain, saat hendak menuju ruang kelasnya yang berada di lantai atas, saat berjalan di koridor menuju tangga Deri di berhentikan oleh Rafael.


"Hello, lama ya kita gak bicara, padahal kita satu sekolah loh" Kata Rafael memberhentikan Deri.


"Gak ada waktu buat bicara sama, Lo" Jawab Deri dengan dinginnya menepis tangan Rafael yang menahannya.


"Weishh, santay dong sensi amat, Lo takut di permalukan lagi ?" Rafael yang terus memanas-manasi Deri.


Seketika Deri yang mulai berjalan terdiam kembali, dan mengepalkan kuat tangannya.


"Woo, panas-panas ~" Kata Rafael yang terus menggodanya


Namun, akhirnya Deri kembali berjalan segera menuju ruangan kelasnya tanpa mempedulikan omongan Rafael yang tak ada guna.


"Derii, kita tarung Hexamon lagi ! Gua kemarin kalah karena cuma main-main aja !!"


"WOYY !!! CUPU LHO !!" Teriak Rafael mencoba menyulut emosinya.


Namun, usahanya tidak membuahkan hasil, Deri terus menghiraukannya dan tetap berjalan menyegerakan dirinya menuju ruang kelas.


"Kenapa kau tidak melayaninya, Deri ? Aku geram sekali" Tanya Gamoru melalui Hexa-Voice.


"Tidak akan ada habisnya jika kita melayani orang seperti itu, hanya membuang-buang waktu saja" Jawab Deri dengan ekspresi yang dingin.


"Baru kali ini aku melihat Deri sebijak dan sedingin ini, haha" Gamoru yang sedikit mengejeknya.


"Berisik sekali kau, jika memang benar Raka tidak masuk sekolah sekarang, artinya teman kita sedang berada dalam bahaya" Balasnya.


Saat sampai di ruang kelasnya, Deri melihat bahwa hari ini Raka tidak ada di kelasnya bahkan tidak masuk sekolah, karena mengira masih agak pagi, Deri mencoba sabar berharap Raka datang mungkin agak siangan.


"Raka memang tidak ada, dia hari ini gak masuk sekolah" Ucapnya dalam hati melihat sekitar kelasnya dengan suasana kelas yang sedang memulai pembelajaran.


...***...


"KRINGGG ... KRINGGG ... KRINGGG"


Suara bel pulang sekolah berbunyi, betapa riangnya wajah para siswa siswi saat bel itu berdering menyapa telinga. Sudah di pastikan juga bahwa hari ini Raka tidak masuk sekolah, Deri yakin Raka mengalami suatu masalah, maka dari itu Deri menyegerakan dirinya untuk segera pulang ke rumah karena setelah itu ia harus segera menuju ke rumah Prof. Jaya, untuk bekerja sama mencari Raka dan Rika yang hilang entah ke mana


"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi ..."


"Masih gak bisa di hubungin dari kemarin, Raka ke mana sih ... Fino aja belum pulang, sekarang Lo yang ngilang" Deri yang merasa bimbang sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.


Saat telah memasuki kawasan rumahnya, Deri mempercepat langkah kakinya, tiba-tiba saat ia sampai di rumah.


"R-RAKAAA !!!!"


Deri terkejut, karena pasalnya tiba-tiba di depan rumahnya terdapat Raka yang sedang lemah tak berdaya menyandar di depan pintu. Tak banyak berpikir, Deri membuka kunci rumahnya dan segera membawa Raka ke dalam, membawanya ke sofa panjang yang berada di ruang tamu.


"Raka ... Kamu kok tiba-tiba bisa ada di depan ?" Tanya Deri tergesa-gesa.


Tapi, Raka tak menjawabnya karena dirinya benar-benar lemah.


"Wait ... Wait ... Aku ambilin minum dulu deh, sebentar ..." Deri sibuk tak karuan.

__ADS_1


Deri pun segera menuju dapur untuk mengambil minum.


"TUTTT .... TUTTT .... TUTTTT"


Sembari di dapur mengambil minum, Deri menyempatkan diri untuk segera menelepon Prof. Jaya.


"Halo, ada apa Deri ?" Tanya Prof. Jaya melalui sambungan telepon.


"Prof ... Cepat ke rumah Deri, nanti Deri kirim lokasinya, soalnya pas Deri pulang barusan, tiba-tiba Raka ada di depan dengan kondisi yang lemas banget" Beritahu Deri tergesa-gesa.


"Baiklah, Deri ... Tolong kamu tenang ya, Professor akan segera ke sana" Jawabnya.


Sambungan telepon pun di tutup, Deri segera mengirim lokasi rumahnya ke Prof. Jaya dan mengambilkan minum untuk Raka.


"Nihh, Raka coba minum dulu" Deri membawakan segelas air putih untuk Raka.


"Terima kasih ... Deri ... " Jawabnya dengan suara yang pelan menerima minuman yang di suguhkan Deri.


"Kero ... Apa kau mendengarku ?? Apa yang terjadi pada kalian berdua ?" Tanya Gamoru melalui Hexa-Voice.


"Ya, aku mendengarnya, aku tidak tahu pasti bagaimana awal mula kejadiannya, biar Raka saja nanti yang menceritakannya supaya lebih jelas" Jawab Kero.


"Oke, sekarang kamu mending tenang dulu Ka, kita tunggu Prof. Jaya datang ke sini baru kamu cerita ..." Kata Deri


.


.


.


Tak lama kemudian, Prof. Jaya datang bersama Risna yang sebelumnya meminta untuk dirinya yang ingin ikut membantu dalam pencarian.


"TING ... NONG ...~"


Mendengar suara bel rumah yang berbunyi, Deri segera membukakan pintu, dan benar saja Prof. Jaya sudah datang bersama Risna yang berada di sampingnya.


"Selamat datang Prof, loh ini siapa Prof ??" Tanya Deri terkejut dengan kehadiran Risna.


"Ouhh, dia adalah tetangga baru Professor pindahan dari luar kota, dia datang ke sini untuk membantu kita semua" Jawab Prof. Jaya memperkenalkan.


"Salam kenal, namaku Risna ..." Risna memperkenalkan dirinya dengan berjabat tangan dengan Deri.


"Ouh, hai namaku Deri, jadi ... Ayo masuk"


Deri mempersilahkan Prof. Jaya dan Risna untuk masuk ke dalam rumahnya, segera ke ruang tamu bertemu dengan Raka sampai akhirnya mereka semua pun dapat berkumpul.


"Gimana Ka, udah mendingan sekarang ?" Tanya Deri.


"Udah kok Der, tenang aja" Setelah beristirahat sebentar, kini kondisi Raka sudah agak stabil.


"Professor dengar, kamu tiba-tiba duduk dengan kondisi yang lemah di depan rumah Deri, apa yang terjadi Raka ??" Tanya Prof. Jaya.


"Semuanya berawal dari pengejaran hari kemarin ..." Raka mulai menceritakan kejadian hari kemarin.


"Pengejaran, maksudnya ??" Deri merasa bingung.


"Iya, Der. Pengejaran karena ... Rika telah di culik oleh sekelompok orang !!" Ungkap Raka.


" !!!!!! "


Mendengar bahwa Rika telah di culik, semua mata membulat tajam menatap Raka yang sedang berbicara mengungkap kejadian hari kemarin.


"Bagaimana bisa ? Siapa yang menculik Rika ?!" Tanya Prof. Jaya tergesa-gesa.


"Aku tidak mengenali siapa yang menculiknya dan apa nama kelompok penculikannya, namun yang pasti ... Saat aku dan Kero sedang mengejarnya, kita di hadang oleh anggota penculik yang lainnya, dia perempuan bernama ... Adriatic Sean atau lebih di kenal dengan nama Ann !" Ungkap Raka.


"ADRIATIC SEAN ?!!" Prof. Jaya yang terkejut mendengar nama itu.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_

__ADS_1


__ADS_2