Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 5 : Become a real partner #1


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu semenjak pertandingan antara Deri melawan Rafael saat itu, banyak perubahan yang terlihat signifikan dari Deri. Terlalu banyak diam dan tak ada gairah semangat, benar-benar bukanlah sosok Deri yang kita semua kenal. Mungkin itu juga salah satu efek tekanan mental, karena banyak yang mencibir serta memakinya setelah video kekalahannya tersebar.


'Cap-nya doang pahlawan kota, kalah nangis'.


'Sepertinya kemenangannya kemarin hanyalah sebuah keberuntungan'.


'Perlu di pertanyakan, mungkin itu alasan Hexamonnya di berikan secara gratis'.


'Lawan yang di serangnya tak tersentuh sedikitpun, jangan mimpi lah untuk menjadi Hexover handal'


Berikut beberapa ulasan komentar yang berasal dari ketikan pedas netizen, Raka dan Fino pun sebagai temannya turut merasa prihatin dengan keadaannya sekarang, lantas mereka akan melakukan segala cara supaya Deri dapat kembali seperti biasanya.


"Lagian siapa juga sih yang mau di cap sebagai pahlawan kota, toh kan kita niatannya cuma mau nyelametin koper yang berisi Hexamon aja" Gumam Fino merasa kesal membaca komenan netizen.


"Ya, namanya netizen, mereka merasa maha benar, lagipun gada habisnya kalo di ladenin juga, biarlah semuanya berlalu begitu saja, sekarang kita harus fokus buat balikin mood Deri balik lagi seperti biasanya" Ucap bijak dari seorang Raka.


"Aku akan membantumu, Raka" Sahut Kero melalui fitur Hexa-Voice pada Hexawatch-nya.


"Yap, kita buktikan pada netizen bahwa kita tidak seperti yang mereka kira" Lanjut Biru pun turut berbicara


"Ini bukan saat yang tepat, sekalipun kalian bisa menang melawan Blash, itu hanya akan memperkeruh keadaan, netizen akan mengira kita terlalu ingin menyombongkan diri ... Kita bungkam mulut para netizen di sebuah pertandingan resmi, suatu hari nanti" Jelaskan Raka.


"Hadeuhh, serba salah ya ~" Kero dengan nada mengeluhnya.


"Kalian tidak perlu ikut campur, biar Rafael menjadi urusanku seorang diri ... Aku yang memulai, aku juga yang akan mengakhirinya" Tiba-tiba saja Deri berada di belakang Raka dan Fino.


"Tapi, Der ... " Deri pergi begitu saja, saat Fino hendak berbicara.


Pembicaraan yang berlatarkan di sebuah kantin sekolah akhirnya selesai, Deri yang biasanya selalu ikut berkumpul dengan Raka dan Fino di ruang bawah tanah rumah Raka atau biasa di sebut 'basecamp' sudah beberapa hari tak memunculkan batang hidungnya. Deri benar-benar terkena tekanan mental, membuatnya perlahan demi perlahan depresi karenanya.


"Deri !! Kenapa nilai semua tes mu semuanya berada di bawah KKM ?!!" Marah mamanya Deri sambil memperlihatkan kertas hasil tes mata pelajaran.


Tak menggubris omongan ibunya sedikit pun, Deri yang baru saja pulang sekolah berjalan dengan lemasnya menuju arah kamar.


"Ini semua pasti semenjak kamu mendapatkan Hexamon itu !! Sudah sebelumnya kamu suka main games, sekarang dengan adanya Hexamon itu, kamu makin males belajar !! Nanti mama buang Hexamon itu !!" Mama Deri sangat murka karena Deri sebagai anaknya mengalami penurunan yang drastis dalam pembelajaran.


"MAMA, BISA DIEM GAK ?!!" Spontan Deri berteriak kepada mamanya.


"Mulai berani kamu ya, awas aja nanti mama buang tu Hexamon !" Hal tersebut membuat mama Deri menjadi semakin marah.


Karena sudah tidak tahan dengan celotehan mamanya yang tiada hentinya, Deri membantingkan pintu masuk ke kamarnya. Melemparkan tas nya ke tempat tidur, dirinya merenung terdiam di pojokan kamar, dengan air mata yang tanpa sadar mulai mengalir dari kelopak matanya.


"Deri, apa kau menangis ?" Tanya Gamoru melalui fitur Hexa-Voice merasakan bahwa Deri sedang menangis.

__ADS_1


"Apa ini semua salahku, Deri ?" Gamoru terus merasa bersalah.


Namun, Deri tak merespon sedikit pun apa yang di katakan oleh Gamoru, mulutnya terlalu sulit untuk berkata.


...***...


Malam hari tiba, di saat semuanya terlelap merehatkan rasa lelahnya setelah melakukan kegiatan seharian penuh. Kamar lampu Deri malah menyala, ternyata Deri berniat untuk kabur dari rumah karena merasa sudah muak dengan semuanya. Aksinya ini terbilang cukup nekat karena ia tak memiliki apa-apa lagi selain nyali dan tekad, tanpa membawa sepeser uang, Deri membulatkan tekadnya.


"Deri, apa kau akan pergi dari rumah ?" Tanya Gamoru.


"Diam dan ikuti saja aku" Jawab singkat Deri.


"Mungkin aku dengannya belum cukup kenal lama, tapi dia tidak seperti Deri saat pertama kali kita bertemu ... " Gumam Gamoru dalam hati.


Hanya dengan bermodalkan nekat, tanpa membawa uang serta makanan sedikit pun, Deri memberanikan dirinya kabur dari rumah, melalui jendela kamarnya. Tak peduli sedingin apapun keadaan di luar, Deri terus berkelana mencari tempat untuk bermalam. Sampai akhirnya, Deri menemukan sebuah tempat konstruksi pembangunan, kebetulan para pekerjanya pun sudah tidak ada, akhirnya Deri memilih untuk tidur di dalam sebuah ekskavator yang berada di sana.


Keesokan harinya, mama Deri sangat terkejut karena melihat kamar Deri yang kosong dan jendela kamar yang terbuka begitu saja. Karena yakin, kalau Deri kabur dari Rumah, mama Deri langsung saja menelepon Raka dan Fino untuk menanyakan keberadaannya barangkali ada bersama mereka, namun Deri sama sekali tidak bersama Raka dan Fino. Mendengar kabar bahwa Deri kabur dari rumah, Raka dan Fino pun sangat terkejut mendengarnya, mereka langsung bergegas ke rumah Deri untuk menenangkan mama nya terlebih dahulu.


"Tante tenanglah dahulu, kami akan mengusahakan sebisa mungkin untuk mencari Deri ... " Ucap Raka berusaha menenangkan mama nya Deri.


"Terima kasih ya, Raka ... Fino ... " Terima kasih mamanya Deri sambil terisak tangis.


"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang, Raka ? Takut keburu pergi lebih jauh lagi Derinya" Ajak Fino untuk bergegas pergi.


Si jenius Fino mulai menampilkan kembali keahliannya untuk melacak keberadaan Deri yang entah berada di mana sekarang.


Lalu, kembali kepada keberadaan Deri sekarang, tak jauh dari tempat konstruksi ia menemukan lahan kosong yang cukup luas, mungkin nantinya lahan ini akan di bangun juga. Karena masih belum di pakai, akhirnya Deri memilih tempat itu untuk melatih dan meningkatkan skill Gamoru.


"Ayo kita berlatih Gamoru, jangan sampai kita di injak-injak lagi" Deri yang mendendam menjadi sangat ambisius.


"Oke, Deri, aku tidak akan mengecewakanmu lagi" Gamoru bersiap menebus rasa bersalahnya.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Deri mengeluarkan Gamoru dari Hexapetsnya.


Gamoru yang kembali bersemangat setelah keluar dari Hexapetsnya, siap berlatih meningkatkan kemampuannya untuk bisa mengalahkan rivalnya, si beruang kutub Blash.


"Lonjakan tanah, Moru !" Intruksi pertama dari Deri.


"GROUND SPIKE !!" Keluarlah lonjakan tanah beruntun dari permukaan.


"Masih kurang Moru, kita harus buat lonjakan tanahmu itu lebih tinggi dan jangkauan areanya dapat di perpanjang dan tidak lambat seperti ini" Deri berusaha menelaah kekurangan tiap skill Gamoru.


"Oke !" Jawabnya.

__ADS_1


"Coba cengkeram pohon yang di sana, Moru !"


"GROUND GRIP !!" Keluar sebuah tanah yang mencengkeram pohon tersebut.


"Bahkan skill cengkeraman tanahmu masih kurang Moru, kita akan buat cengkeraman tanahmu bukan hanya menjangkau permukaan saja tapi seluruh tubuh lawan"


"Apa kau yakin, aku bisa melakukan itu semua secepat ini Deri ?" Gamoru mulai merasa tidak yakin.


"Tentu saja yakin, kalau kau gigih dan tetap semangat, sekarang coba keluarkan skill pertahanmu".


"O ... Oke ... EARTH WALL !!" Perlahan Gamoru mulai merasa tertekan, keluarlah sebuah dinding tanah dari permukaan.


"Pantas saja bisa dengan mudah di hancurkan oleh musuh, pertahanmu saja tak berbentuk, seperti asal keluar dinding saja, dan untuk lawanmu yang sesama Hexamon ini terlalu tipis, kita tingkatkan kekuatan pertahanan mu" Deri terus mengkritik semua skill milik Gamoru.


Gamoru di paksa berlatih sangat keras oleh Deri, bahkan Deri sendiri pun tak memikirkan sama sekali apakah Gamoru akan kelelahan atau tidak jika terus menerus berlatih seperti ini, yang berada di pikirannya hanya ambisinya untuk membalaskan dendam kepada si Rafael. Bisa di bilang, Deri cukup egois di sini, ingin ambisinya terpenuhi tanpa memikirkan Gamoru sedikitpun, mereka berlatih tiada henti sebelum kemampuan milik Gamoru memiliki peningkatan yang cukup signifikan. Dalam Hexawatch, saat Hexamon di keluarkan dari Hexapetsnya, muncul 3 status berupa Health, Defense, dan Stamina, meskipun bar Health dan Defense masih 100% penuh, namun jika stamina yang di keluarkannya sampai 0% itu sudah melebihi batas kemampuan milik Gamoru. Memungkinkannya mengalami sedikit kerusakan sistem jika terus di paksakan, sama halnya seperti terakhir kali Deri terus memaksakan Gamoru bertarung sampai Health Bar nya mencapai 0%.


"Apa cuma segini kemampuanmu, ayolah buat peningkatan !" Deri mulai berani keras dalam melatih Gamoru.


"Coba kau lihat, Stamina bar ku sudah habis sekitar 72%, membuatku tidak bisa mengeluarkan skill semaksimal mungkin" Gamoru yang terus menghela nafas karena kelelahan.


"Apa kau pikir aku peduli, memang kenapa kalau stamina mu sampai 0% ? Rusak, tinggal benerin lagi, kau kan cuma alat, bisa di perbaiki" Deri benar-benar mulai arogan.


"Ku pikir hubungan kita spesial ..." Gamoru merasa sakit hati atas perkataan Deri.


"Tahu apa monster sepertimu tentang hubungan ?! Hubungan kita tak lebih hanya sebatas aku pemilik dan kau mainanku !!" Deri membentak Gamoru sekerasnya.


"Kau tidak jauh, sama buruknya seperti Rafael, sama-sama arogan dan terlalu naif ... Kau berbeda dengan sosok Deri yang pertama kali ku kenal" Gamoru benar-benar merasa kecewa.


"Ternyata Hexamon bisa memberontak juga ya kepada pemiliknya, lalu sekarang kau mau apa ? Pergi ? Oke, pergilah sana sejauh mungkin jika kau tidak mau menuruti perkataan ku !!" Deri mengusir Gamoru


Akhirnya, Gamoru memilih pergi menjauh dari Deri karena merasa sangat kecewa atas perlakuannya. Gamoru pergi dengan terus merunduk selama perjalanannya, sesekali ia meneteskan air mata karena mengingat kata-kata pedas dari Deri '..kau kan cuma alat ..', '.. Hubungan kita tak lebih hanya sebatas aku pemilik dan kau mainanku ..'. Gamoru berjalan tak tahu arah, di kota yang asing, yang di mana masih belum banyak orang memiliki Hexamon, ia terus di lirik oleh orang-orang sepanjang jalannya, Gamoru tak lain layaknya hanya monster Hexamon yang terbuang sekarang.


Deri tak sedikitpun memikirkannya, kemana Gamoru akan pergi, apakah dia akan baik-baik saja, tak sedikitpun terbesit dalam benaknya. Hati nuraninya yang baik kini sudah di selimuti oleh rasa dendam dan amarah, membuatnya menjadi sosok yang arogan. Raka dan Fino yang juga sedang dalam perjalanan mencari keberadaan Deri, mempercepat pencariannya karena hari sudah semakin terik.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :

__ADS_1


Instagram : @hexamon_


__ADS_2