Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 32 : Titik Kelemahan


__ADS_3

Sorot kedua pasang mata antara Prof. Jaya dan juga sang Boss mafia benar-benar tajam, Sang Boss mafia yang sudah siap dengan kedua pistol di tangannya dan Prof. Jaya siap dengan kuda-kuda pencak silatnya, mereka sedang tidak main-main.


"Matilah kau, terima ini ... !!!!" Tegas sang Boss mafia.


"DOR !!"


"DOR !!"


"DOR !!"


Kedua pistol yang ia pegang mulai menembaki Prof. Jaya tiada hentinya, namun ternyata Prof. Jaya bukan seorang bapak-bapak tua biasa yang hanya seorang ilmuwan biasa, ia lihai menghindari tiap serangan tembakan dari sang Boss mafia.


"Merepotkan sekali ... HYAHHHH !!!"


Mata Prof. Jaya mencoba membaca arah gerakan peluru yang di tembakan tiap detiknya membuatnya dapat menghindari setiap serangan, tentu saja hal tersebut membutuhkan fokus yang sangatlah ekstra.


"Kau sudah kelelahan ?" Tanya Prof. Jaya karena melihat sang Boss mafia berhenti melancarkan serangan.


"Keparat kau Pak Tua !! ... Kalian semua, turun ke sini, sisakan beberapa orang saja untuk berjaga di lantai atas" Sang Boss mafia memanggil beberapa anak buahnya untuk membantunya mengalahkan Prof. Jaya.


"Bahkan kau yang membawa senjata, masih membutuhkan bantuan untuk melawan saya yang hanya dengan tangan kosong ?" Tanya Prof. Jaya.


"Jangan sombong dulu kau !" Tegasnya.


"Berarti ini saatnya giliran saya ..." Ucap dingin Prof. Jaya.


"A-apa yang akan kau lakukan ?" Sang Boss mafia merasakan hal yang sangat tidak enak.


Tiba-tiba saja Prof. Jaya melakukan pergerakan dengan berlari mendekati sang Boss mafia, spontan ia langsung menembaki Prof. Jaya. Namun, tatapan Prof. Jaya yang tajam menggambarkan bahwa ia sedang tak main-main, semua peluru yang di tembakkan berhasil di hindari dengan mudahnya.


"BRAKK !!!"


Prof. Jaya menepis kedua lengan sang Boss mafia dengan tendangannya sehingga membuat kedua pistolnya pun terlempar jauh.


"Sial !!"


"Diam !!" Prof. Jaya melayangkan pukulannya.


"Ahhh ?!!"


Tepat di hadapan wajah sang Boss mafia, Prof. Jaya menghentikan serangannya, guna memberikan serangan kejut saja, dan langsung melakukan kuncian untuk bisa mengalahkan sang Boss mafia.


"Ahhh, lepaskannn !!" Teriak kesakitan sang Boss mafia.


"Bebaskan putriku yang telah kau culik, atau lengan mu akan ku patahkan" Ancam Prof. Jaya.


"Adududuh ... Ha ... Ha ... Hahahaha, lawakan seperti apa itu, mereka adalah aset milikku, sebentar lagi anak buahku tiba dan kau akan kalah ..." Jawab sang Boss mafia.


Beberapa saat kemudian terdengar gemuruh langkah kaki yang tak lama tibalah bantuan para anak buah dari sang Boss mafia.


"Kini kau kalah ..." Gumam sang Boss mafia.


"Lepaskan Boss kami, atau kau akan kami tembak" Ujar salah satu anak buah sambil menodongkan tembakannya.


Sekitar 10 orang anak buah sang Boss mafia itu turun membantu, karena tak ada pilihan lain, Prof. Jaya terpaksa melepaskan kuncian serangannya. Sang Boss mafia berjalan mendekati anak buahnya dan mengambil kembali senjata yang telah di tangkis oleh Prof. Jaya sebelumnya.


"Kini kau sudah terpojok dan tak ada jalan kaluar, jika kau berniat mematahkan tulangku, maka aku akan mencoba menghabisi nyawamu ... " Ancam sang Boss mafia.


Sekitar 11 pistol menodong mengarah tepat ke pada jantung Prof. Jaya, tak ada tempat untuk berlari karena tempat yang sangat minimalis.


Namun, tiba-tiba Prof. Jaya menarik nafasnya panjang-panjang, mulutnya bergumam seperti sedang membacakan doa.


"Apa yang sedang kau lakukan ? Memohon supaya masuk surga ? Bersiaplah semuanya .... " Sang Boss mafia mencoba menghitung mundur.


"Satu ... "


"Dua ... "


"Tiga ... "


"TEMBAKK !!!"


Sekitar sebelas peluru di tembakan secara bersamaan, Prof. Jaya langsung mengusap wajahnya dan memasang tatapan tajam pada sang Boss mafia.


"Bismillah ..." Lirih Prof. Jaya.


" .... JURUS TAPAK SAKTI !!!"


"BWUSHHH !!!!"


Semuanya tiba-tiba terpental begitu saja ke belakang bersamaan dengan peluru-peluru yang telah di tembakan, saat Prof. Jaya menyerang dari kejauhan hanya dengan telapak tangannya saja.


"AKHHHH !!"


"O-orang itu sakti .... " Gumam salah satu anak buah.


"Jangan kalah !! Semuanya langsung berdiri dan serang kembali !!" Titah sang Boss mafia.


Peluru kembali di tembakan, namun apa yang terjadi, peluru-peluru yang mengenai tubuh Prof. Jaya tidak berakibat apapun dan tak melukai tubuhnya.


"Orang itu punya ilmu kebal ?" Gumam salah satu anak buahnya kembali.


"Itu hanya hal mitos, jangan percaya begituan, serang dia dengan tangan kosong !!" Titah kembali sang Boss mafia.


Akhirnya, semua anak buah sang Boss mafia maju untuk melawan Prof. Jaya dengan tangan kosongnya. Namun, ternyata semuanya sangatlah mudah di kalahkan dan hanya menyisakan sang Boss mafia itu sendiri.


"Kalian cuma lemah ! Gw gak percaya sama orang sakti di zaman beginian !! Sini maju Lo !!" Pungkas sang Boss mafia.


Akhirnya mereka berdua berjibaku dengan tangan kosong, tetapi tak lama kemudian sang Boss mafia tunduk dengan mudahnya oleh Prof. Jaya.

__ADS_1


"Kuat banget ..." Gumam sang Boss mafia.


"Kekuatan ini hanyalah titipan, bahkan segala hartamu juga, saya datang hanya ingin menyelamatkan putri saya, tidak ada niatan untuk melukaimu sama sekali bahkan sebenarnya saya tidak ingin mengeluarkan kekuatan ini ... " Ucap Prof. Jaya sambil mengunci pergerakan sang Boss mafia.


Sehingga pada akhirnya, sang Boss mafia gugur bersamaan dengan semua anak buahnya, Prof. Jaya mengikat mereka semua dengan tali yang kebetulan ia bawa di dalam tasnya.


.


.


"BRAKK !!!!"


Gamoru, Biru, dan Gamon menghantam permukaan lantai terbawah dengan kuatnya karena serangan dari Gamon.


"Gilaa, Gorilla itu kuat banget ternyata" Ucap Gamoru sambil menahan rasa sakit


"Gabisa, kita gabisa ngalahinnya ..." Ucap Biru seakan pasrah.


"HAHAHAHA, Lemah !! Memang Lemah !!" Tertawa jahat Gamon.


Terdengar cepat suara langkah kaki menuruni tiap anak tangga, tak lain dan tak bukan suara itu berasal dari Deri dan Fino yang berusaha secepat mungkin turun ke bawah.


"BANGKIT KEMBALI, GAMORU !!" Teriak Deri sambil menuruni anak tangga.


"JANGAN MENYERAH, BIRU !!!" Teriak Fino juga.


"Jangan Mimpi, MAGNETIC PULL !!!"


"Siall, lagi-lagi dia menarik kita !!" Gamoru yang langsung merasa ketar-ketir.


"Gawat, bagaimana ini Fino ?" Tanya spontan Deri pada Fino.


"Kebetulan kita di lantai paling bawah, buat batu tumpuan Der, supaya Gamoru dan Biru bisa menahan tarikannya"


"Oke, buat tanah batu tumpuan untuk kalian berdua Gamoru !!!" Teriak Deri memberi arahan.


"OKE ! HHYYAHHHH !!!"


Gamoru memukul permukaan dan keluarlah tanah bebatuan berukuran sedang untuk mereka bertumpu, Gamoru dan Biru sekuat mungkin bertumpu pada batu tersebut.


"Mari kita lihat, seberapa lama kalian bisa bertahan, DOUBLE MAGNETIC PULL !!" Kini Gamon mengerahkan kedua lengannya untuk memaksimalkan gaya tarikan kuasa magnetnya.


"EeeeeARGHHHH" Teriak Gamoru.


"Aku ... Tidak bisa menahannya, Fino !!" Meringis Biru.


Karena tak kuat menahan daya tarikan magnet yang semakin kuat, alhasil Gamoru dan Biru melepaskan pegangannya dan tertarik begitu saja.


"Bagus, terima ini, GORILLA UPPERCUT !!"


Gamon memukul Gamoru dan Biru dengan teknik uppercut yang di milikinya sekeras mungkin, membuat mereka terhempas ke langit-langit mercusuar.


"BIRUU !!!"


"This time for the show, MAGNETIC PULL, PRESSURE !!"


Gamon memukul permukaan, kembali membuat permukaan sekitar memiliki gaya tarik magnet yang sangat kuat, sehingga Biru dan Gamoru terjebak oleh tekanan gaya tarik magnet yang di hasilkan oleh Gamon.


"Lagi-lagi skill ini ..." Ucap Gamoru.


"Tekanan magnetnya benar-benar kuat !" Lanjut Biru.


"Apa yang harus kita lakukan, Fino ?" Tanya Deri.


"Baru kali ini kita melihat Hexamon dengan elemen magnet, bahkan kekuatannya pun dua kali lipat lebih besar dari elemen Hexamon biasa ..." Jawabnya.


"Ini bukan waktunya mengatakan hal itu, apa kelemahan dari kekuatan magnet ?" Tanya kembali Deri.


"Diam, aku juga sembari menganalisis kekuatannya, aku pernah belajar fisika, dan ada yang namanya Demagnetisasi, itu adalah proses mengurangi atau menghilangkan sisa medan magnet ..." Analisisnya.


"Jadi, bagaimana kita mengaplikasikan hal tersebut untuk bisa mengalahkan Gorilla itu ?"


"Ada beberapa cara, namun cara yang paling ampuh adalah dengan memakai suhu panas ..."


"Terima ini, GORILLA SMACK!!"


"BRAKK !!!"


Untuk kedua kalinya mereka terkena serangan yang sama dan tak bisa menghindar, Gamoru dan Biru benar-benar sudah tak berdaya.


"CEPATT FINO, APAKAH ADA CARA LAIN ?! di sini tidak ada suhu panas, Health dan power mereka semakin berkurang banyak !" Risau Deri.


"Hanya ada satu cara, memukul Medan magnetnya berulang-ulang, sumber kekuatan magnetnya pasti berada pada kedua telapak tangan Gorilla itu, kita harus bisa memanfaatkan sisa tenaga yang di miliki Gamoru dan Biru ..." Jawab Fino.


"Oke, apa yang pertama harus kita lakukan ?"


Fino berbisik pada Deri, memberitahu rencana yang sudah ia siapkan.


"Oke, paham !"


"Saatnya penghabisan ... !" Ucap Gamon


"BANGKIT GAMORU !! Kini ... Saatnya kamu mengeluarkan teknik spesial yang kamu miliki, ku yakin kau pasti memilikinya ... !" Teriak Deri.


"Yaa ... Mungkin maksudnya penghabisan untukmu, bersiaplah ... GLOVES MODE, ON THE GROUND !!"


Gamoru memasukkan kedua lengannya ke permukaan, dan saat di keluarkan, nampak wujud baru pada lengan Gamoru yang di lapisi sarung tangan tanah bebatuan yang sangat kokoh.


"Kau, pikir dengan sarung tangan itu bisa mengalahkanku ? DOUBLE MAGNETIC, PULL !!" Gamon kembali menarik Gamoru dan Biru.

__ADS_1


"Meski tidak mungkin, tapi kita coba saja, langsung kebelakang Gamoru dan keluarkan teknik spesialmu Biru !!" Teriak Fino.


"Mengerti, BOOSTER MODE, ON AIR !!!"


Biru langsung ke belakang Gamoru, mendorong supaya Gamoru melesat lebih cepat ke hadapan Gamon.


"Apa yang akan kalian lakukan ?!!" Gamon yang bingung apa yang sedang di rencanakan.


"Terima ini, GIGA-GROUND PUNCH !!"


"Tch, Cuma satu tangan, DOUBLE MAGNETIC PUNCH !!!"


Saat hampir dekat, Gamon mengubah mode gaya menariknya dengan gaya tolakan dan langsung melancarkan kedua pukulannya. Gamoru dan Gamon saling beradu pukulan, sedangkan Biru terus di belakang Gamoru memberi dorongan supaya Gamon dapat terdorong ke belakang.


"GIGA-GROUND UNLIMITED JAB !!! HYAHH !! HYAHH !!! HYAHH !! HYAHH !!"


Gamoru terus menerus melayangkan pukulan demi pukulan kepada Gamon sampai sedikit demi sedikit ia terdorong ke belakang karena tak kuasa menahan serangan Gamoru.


"Pukulan terakhir, HYAHHH !!!"


Gamoru memukul sekuat tenaga untuk terakhir kalinya dan karena tak kuasa menahan serangan, Gamon berhasil terhempas ke belakang. Nampak sarung tangan magnet yang di miliki Gamon mengalami banyaknya Demagnetisasi.


"Kita berhasil !!" Ucap spontan Deri pada Fino.


"Kenapa bisa ... MAGNETIC PULL !!"


Gamon langsung melakukan serangannya kembali untuk menarik Gamoru dan Biru, tapi ternyata, Gamoru dan Biru tidak tertarik sama sekali, ia heran kenapa hal itu bisa terjadi sehingga mencobanya berkali-kali.


"Langsung saja serangan balasan, WATER BLOOM !!"


Gamon terpental ke langit-langit mercusuar karena serangan yang di hasilkan oleh Biru.


"GROUND SPIKE !!"


Gamoru memukul permukaan dan keluarlah lonjakan tanah bebatuan tajam menghadang Gamon, tanpa bisa Gamon menahan serangannya, sampai akhirnya Gamon tersungkur ke permukaan.


"Jangan nampak lemah gitu, gasuka liatnya, tadi sok kuat, GROUND GRIP!!" Gamoru meledek Gamon.


Keluar dari permukaan tanah-tanah yang mencengkeram Gamon supaya tidak bisa melakukan pergerakan.


"Serangan Kombinasi ..." Gumam Fino.


Ternyata Biru sudah siap berada di belakang Gamon, sedangkan Gamoru berada di hadapannya.


"SPINNING DOLPHIN !!!"


Biru berputar seperti gasing dengan cepatnya menghadang Gamon, bersamaan dengan itu, Gamoru pun berlari mendekati Gamon.


"TIDAK ... TIDAKK !!!" Teriak Gamon melirik ke belakang.


Gamon merasa bahwa Biru akan menyerangnya terlebih dahulu, sehingga ia berusaha menengok ke belakang lalu menutup matanya, padahal serangan Biru hanya melewatinya begitu saja.


"Jangan lihat ke belakang, dan sini buka matamu !!" Tegas Gamoru pada Gamon yang tepat berada di depannya.


"Apaa ?!!!" Gamon pun terkejut karena Gamoru tepat berada di depannya hendak melayangkan pukulan.


"GIGA-GROUND PUNCH !!!"


Gamoru memukul kuat Gamon tepat pada wajahnya sampai terpukul ke belakang, ternyata Biru yang melewatinya kembali lagi berbalik menghadang Gamon layaknya pergerakan bumerang, trik semua ini adalah upaya untuk mengecoh Gamon.


"And last, SPINNING DOLPHIN !!"


Layaknya serangan bumerang, rencananya untuk mengecoh Gamon berhasil, sehingga Biru melakukan serangan gasingnya, mengarah pada Hexapetsnya yang tepat terpasang pada bagian jantungnya, Sirip Biru terus menerus mengikis Hexapets milik Gamon sampai akhirnya retak sedikit demi sedikit.


"Aku tidak menyangka akan kalah oleh kalian ..." Lirih Gamon.


"DUARRRR !!!"


Gamon kembali masuk ke dalam wadah Hexapetsnya dan tak lama kemudian meledak begitu saja, karena mengalami kerusakan yang sangat berat.


"Kerja bagus, Gamoru" Lirih Biru.


"Lebih tepatnya untuk kita berdua ..." Senyum Gamoru pada Biru.


Namun setelahnya, nampak Biru dan Gamoru langsung sempoyongan karena sudah terlalu banyak kekuatan yang mereka gunakan hari ini.


"Gawat, Gamoru dan Biru semakin lemah, ayo segera masukkan kembali mereka ke dalam Hexapets ..." Ucap spontan Fino pada Deri.


"Heem !" Respon Deri mengangguk.


"HEXA-IN !!" Deri dan Fino langsung kembali memasukkan Gamoru dan Biru setelah selesai pertarungan.


"Istirahatlah Biru, kau pasti lelah" Ucap Fino.


"Pulang-pulang nanti kita makan yang banyak ya, Moru !" Ucap Deri.


Prof. Jaya yang berada di ruangan tengah mercusuar berhasil mengalahkan sang Boss mafia bersama antek-anteknya, kini ia sedang berlari menaiki tiap anak tangga untuk bisa menuju puncak, di mana semua korban penculikan di sandra, begitupun juga dengan pertarungan Gamoru dan Biru melawan Hexamon Gorilla milik sang Boss mafia kini telah usai, meski sempat mengalami banyak kendala, Deri dan Fino bisa menyatukan kekuatannya untuk mencari titik lemah Gamon sang Hexamon Gorilla. Kini, tersisa pertarungan Raka bersama Kero melawan Ann bersama Sean, di kelilingi ombak laut yang semakin meraung-raung.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_

__ADS_1


__ADS_2