Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 25 : Menyusun Rencana


__ADS_3

Melihat reaksi Prof. Jaya yang nampak terkejut saat mendengar nama 'Adriatic Sean' di sebutkan, lantas membuat Raka, Deri, dan Risna pun ikut terkejut melihat reaksi dari Prof. Jaya.


"Kenapa Professor terkejut ??" Tanya Deri.


"Apakah Professor mengenali siapa orang itu ?" Tanya Raka juga


"Tentu saja, dia banyak di kenal oleh kalangan orang, terutama dalam kasus penculikan, pasti selalu saja ada andil dia, dan dia juga bukan penjahat yang bisa di anggap remeh ... Bagaimana awal mulanya Rika bisa di culik, Raka ?" Tanya Prof. Jaya meminta Raka menceritakannya kembali dengan lebih terperinci.


"Oke, semuanya berawal saat jam pulang sekolah tiba, aku dan Deri berniat untuk bersama menjenguk Fino ke rumahnya. Tapi, karena Deri ada piket kelas, aku berencana menunggunya di cafe dekat sekolah, melihat Rika ... tadinya aku akan mengajaknya juga untuk menjenguk Fino dan menunggu Deri di cafe, tapi saat Rika berpisah dengan temannya, saat memasuki gang, aku melihatnya ia telah di tawan oleh 2 pria yang tak di kenal, yang lalu membawanya pergi dengan Moto-sky nya ..."


"2 orang pria ? Jadi, bukan yang namanya Adriatic Sean itu yang menculiknya ?" Tanya Risna.


"Yaps, 2 orang pria, sebentar, kau siapa ?" Tanya Raka terkejut karena ternyata ada orang yang tidak ia kenali.


"Ouhh, aku Risna" Jawabnya singkat.


"Ouhh, aku Raka, oke kita lanjut ... Akhirnya, supaya lebih cepat aku mengeluarkan Kero untuk bisa mengejarnya, namun satu dari dua penculik yang menopang Rika sengaja turun dari Moto-sky dan menendang Kero sampai keduanya terjatuh dari ketinggian yang lumayan, dan aku terus mengejar penculik yang mengendarai Moto-sky, hampir kehilangan jejak, namun akhirnya aku melihatnya berhenti di sisi jalanan yang tak ramai orang, Rika di masukan ke dalam mobil, di sana ada penculik dengan penampilan yang misterius menyuruh untuk penculik yang membawa Moto-Sky tadi segera naik mobil dan membawanya pergi. Saat aku akan menghalaunya, orang berpenampilan misterius tadi membalik badan dan menendangku sekeras mungkin sampai aku terpental ..."


"Uuhhh, sakit banget kayaknya" Deri yang memotong pembicaraan Raka, karena meresapi kejadian yang di ceritakan.


"Dan setelah itu dia terang-terangan membuka penyamarannya, orang yang berada di sana langsung berlarian ketar-ketir saat melihat penampakan aslinya, dia menyebut dirinya sebagai Adriatic Sean atau Ann ..." Raka menceritakannya dengan nada yang horror.


"Lalu, ternyata dia juga memiliki Hexamon dengan nama yang sama yaitu, Sean ... Saat aku tiba di sana, Raka telah terpojok, kehadiranku di sana ternyata tidak membantu Raka sama sekali, justru kita kalah telak, si kuda laut itu sangat overpower ..." Lanjut Kero yang ikut bercerita melakui Hexa-Voice.


"Tidak apa-apa, Kero. Setidaknya kita telah berjuang bersama, lalu saat terdengar suara sirine dari mobil polisi, Ann langsung pergi dan mengancamku untuk tidak menggangunya, di saat itu juga aku tidak sadarkan diri ..." Lanjut Raka bercerita.


Prof. Jaya, Deri, dan Risna mendengarkan dan memperhatikannya dengan seksama.


"Jika kau tak sadarkan diri di tempat, lalu kenapa kau bisa tiba-tiba ada di depan rumah ku ??" Tanya Deri penasaran.


"Mungkin aku di tolong oleh seorang polisi, karena saat tersadar ... Aku sudah terbaring di rumah sakit, dengan seorang polisi yang ada di sampingku pada malam harinya, polisi itu banyak bertanya mengenai kemunculan Ann yang secara tiba-tiba dan akupun banyak mendapat informasi tentangnya ..." Jawab Raka.


"Apa saja informasi yang kamu dapat tentangnya, barangkali kita bisa memanfaatkannya supaya bisa lebih mudah dalam mencari keberadaan Rika ..." Tanya Prof. Jaya.


"Pertama, tentang sosok Ann yang telah banyak berhasil melakukan aksi penculikan, ia bergabung dengan banyak sindikat penculikan, berpindah dari sindikat satu ke sindikat yang lainnya ..."


"Pantas saja, keberadaannya selama ini sulit di temukan, dia bukan orang yang bisa kita anggap remeh ..." Prof. Jaya yang menyela pembicaraan Raka


"Bukan hanya itu, bela dirinya juga sangat hebat di tambah sekarang ia mempunyai Hexamon, kemudian sampai saat ini juga kepolisian belum bisa meretas di mana keberadaan black market mereka, yang di mana di dalamnya memperjual belikan anak-anak yang mereka culik ..." Lanjut Raka bercerita.


"Gawat ... Berarti, Rika ?!!" Deri terkejut.


"Kemungkinan besar, black market mereka berada di bagian terdalam dari internet ... Yaitu, Dark Web !"


Tiba-tiba saja terdengar suara bel rumah.


"TING ! NONG !"


"Sebentar"


Deri hendak membukakan pintu terlebih dahulu, dan ternyata kedua orang tuanya telah pulang dari pekerjaannya


"Wahh, ternyata ada teman-temannya Deri lagi kumpul di sini ..." Sapa Mamanya Deri.


"Iyaa Tante, selamat sore ..." Kata Raka membalas sapaannya.


"Perkenalkan nama saya, Jaya, saya orang tua dari Rika temannya Deri, karena cukup akrab saya sering di panggil paman oleh anak-anak" Professor. Jaya memperkenalkan dirinya.


"Halo, perkenalkan saya Risna, teman baru dari Deri dan Raka, salam kenal" Lanjut Risna memperkenalkan dirinya.


Prof. Jaya dan Risna berjabat tangan dengan kedua orang tuanya Deri, saling memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Ma, kasih suguh mereka minuman dong, ini Deri gak ada inisiatif kasih suguh mereka" Kata Papanya Deri.


"Ehh, lupa Pah hehe, abis lagi serius soalnya" Balas Deri.


"Ehh, gak usah gapapa, lagipun sebentar lagi kita semua akan pulang" Kata Prof. Jaya merasa tidak enak.


"Gapapa kok, kebetulan juga ini bawa bahan masakan banyak, jadi kalian semua makan malam dulu yaa di sini" Ajak Mamanya Deri.


"Gak usah Tante, ngerepotin" Kata Raka.


"Gapapa Ka, kamu kan belum makan dari siang kan, udah gapapa, ya udah Mah buat minumannya, gak usah di dengerin hehe" Kata Deri memaksa.


Mama Deri pergi ke dapur untuk mempersiapkan suguhan minuman kepada mereka, dan Papanya pergi menuju ruangannya. Saat itulah pembicaraan kembali berlanjut.


"Oke, sampai mana kita tadi ?" Deri membuka pembicaraan kembali.


"Membahas tentang Dark Web" Kata Risna menyahut.


"Oke, Dark Web adalah bagian terdalam dari internet, dan kemungkinan besar jikalau kita berhasil masuk ke dalam Dark Web, mereka pasti memakai nama toko yang sangat sulit untuk di lacak ..." Ujar Prof. Jaya.


"Jadi, bagaimana kita semua menyelamatkan Rika ??" Tanya Raka.


"Entahlah, Professor pun bingung, meretas bukanlah keahlian Professor"


Sejenak mereka semua pun terdiam untuk berpikir, bagaimana cara untuk mengetahui di mana keberadaan sang penculik.


"Euhmm, kau ... Juga seorang Hexover ?" Tiba-tiba Raka pandangan Raka tertarik dengan Hexawatch yang terpasang di lengan kiri Risna.

__ADS_1


"Aaa, iyaa aku juga seorang Hexover, ternyata kalian juga ya" Jawab Risna.


"Halo, semuanya, nama aku Winx !" Kata Winx memperkenalkan dirinya.


"Hai, aku Kero !"


"Gamoru, coba perkenalkan juga dirimu, kita punya teman baru" Titah.


"NGOK ... NGOK ... NGOK ... ZZZzzz"


Yang terdengar hanyalah suara dengkuran dari Gamoru yang sedang tertidur.


"Ahh, dia tidur ternyata haha" Kata Deri sedikit malu.


"Haha, gapapa kok" Kata Risna.


Kemudian, datang Mamanya Deri dengan menyuguhkan minuman untuk Raka dan yang lainnya.


"Silahkan di minum dulu" Kata Mama Deri menaruh minuman di atas meja tamu.


"Makasih banyak, Tante" Kata Raka berterima kasih mewakilkan semuanya.


"Iya, sama-sama, jangan pulang dulu ya, kita makan malam bersama dulu di sini, kapan lagi kan kumpul-kumpul begini" Kata Mama Deri.


Setelah menyuguhkan minuman, mama Deri kembali lagi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam. Begitu juga Raka dan yang lainnya, setelah meneguk minuman yang di suguhkan, mereka semua kembali berpikir kembali untuk mencari cara bagaimana mengetahui keberadaan si penculik.


"Ahaa !! Aku ada ide !" Sahut Raka mendapatkan sebuah ide.


"Apa itu idenya ??" Tanya Deri spontan.


"Bagaimana kalau salah satu dari kita, jadi umpan untuk memancing mereka ??" Raka memaparkan idenya.


"Maksud ??" Tanya Risna masih bingung.


"Jadi, salah satu dari kita itu jadi umpan untuk menarik perhatian mereka para penculik, menculik si umpan itu ... Jangan lupa, aktifkan juga lokasi pada ponsel yang menjadi umpan supaya kita yang memantau, supaya kita tahu kemana para penculik membawanya pergi" Ungkap Raka.


"Tapi, kayaknya gak semudah deh, bisa jadi sebelum mereka menculik mereka udah ada target kan siapa yang bakal di culiknya ? Benar, kan Professor ?" Deri memulai argumennya.


"Ya, mereka pasti telah merencanakan ini semua, mencatat setiap target siapa yang akan di culiknya dengan hari dan waktu yang telah di tentukan" Prof. Jaya membantu argumen dari Deri.


"Tapi, jikalau memang ini semua telah di rencanakan, darimana mereka tahu tentang Rika dan apa yang di inginkannya ? Karena, kalau liat di drama biasanya seseorang yang di culik dengan target itu adalah orang-orang penting" Risna juga memaparkan argumennya.


"Yaa, berkaca pada drama ~" Nada bicara Deri yang seperti agak mengejek.


"Ya, emang kenapa ? Ada kok yang bisa kita pelajari dari drama" Kata Risna sedikit tersulut emosi.


"Emang siapa yang mau jadi umpannya ??" Tanya Deri.


"Aku bersedia jadi umpannya !" Risna mengajukan dirinya.


Seluruh pasang sorot mata seketika langsung meliriknya.


"Kau yakin ??" Tanya Raka.


"Ya, aku bersedia untuk menarik perhatian para penculik supaya mereka menampakkan dirinya" Jawabnya dengan berani.


"Bagaimana, Prof ??" Tanya Deri pada Prof. Jaya.


"Kalau memang Risna bersedia, oke kita jalankan rencana ini, kebetulan Risna juga orang baru di kota ini, jadi masih harus adaptasi seperti jalan-jalan keliling kota ... Tapi jangan lupa, semua ini beresiko, Risna kemungkinan besar akan bertemu dengan Ann maka dari itu kita harus berhati-hati" Kata Prof. Jaya memberi persetujuan dan memberi peringatan.


"Jadi, bagaimana kita akan memulai rencana ini, Prof ?" Tanya Raka


"Dan kapan kita akan memulai rencananya ??" Tanya juga Deri.


"Kalau kita mulai besok, Risna sendiri, siap ??" Tanya Prof. Jaya perihal kesiapan dari Risna pribadi.


"Siap paman, eh Professor !" Jawab Risna dengan lantang.


"Dan jika Risna siap, akupun siapp !!" Sahut Winx melalui Hexa-Voice.


"Oke, karena besok Raka dan Deri masih harus bersekolah, maka dari itu besok kita berdua dahulu yang akan memulai rencananya, jadi Professor akan bawa Risna ke pusat kota, dari sana silahkan Risna berjalan-jalan mengelilingi kota, Professor akan mengikutimu dari belakang dan jangan lupa aktifkan lokasi pada ponselmu ... Semisal, penculik itu menampakkan diri, Professor akan segera menghubungi Raka dan Deri, dan langsung mengejar para penculik ..." Jelaskan Prof. Jaya mengenai susunan rencananya.


"Oke, siap Prof !!" Ujar Risna dengan sangat siap.


"Semoga rencana kali ini berhasil, dan kita bisa membawa kembali Rika !!" Ucap Raka penuh rasa optimis.


"Tapi, kita harus banyak berlatih dulu Raka, sebelum nanti kita bertemu lagi dengan si kuda laut itu" Kata Kero melalui Hexa-Voice.


"Tenang, Kero. Sekarang ada kita, 3 lawan 1, pasti kita bisa menanglah hehe" Ucap Deri sangat yakin.


"Heem, kalau kita kerja sama pasti bisa mengalahkan si Ann itu, jadi mohon segera beritahu kami ya Prof kalau para penculik itu datang kembali" Lanjut Raka.


"Ya, untuk Risna juga siap ya yang memiliki tugas sebagai umpan, kita akan memulai rencana ini besok sekitar jam 9 pagi, semuanya siap ?!!" Ujar Prof. Jaya membakar semangat Raka dan yang lainnya.


"Siapp !!!" Jawab serentak Raka dan yang lainnya.


"Aku juga siapp !!" Sahut Kero.


"Aku juga !!" Sahut Winx.

__ADS_1


"Zzzz Zzzz" Gamoru yang masih saja tertidur.


Tak lama setelah mereka semua selesai membicarakan tentang ide yang akan di jalankan mulai esok hari, Mamanya Deri memanggil mereka semua segera ke ruang makan untuk makan bersama.


.


.


.


"Akhirnya, kenyang banget, enak Lo ma masakannya" Kata Deri sambil mengusap-usap perutnya.


"Haha, soalnya kan kebetulan ada teman-teman kamu lagi kumpul" Jawab Mamanya Deri.


"Der, aku juga mau dong makan, dari semalem di kurung Mulu di dalem, bosen nih kalo harus makanan energy terus ~" Kata Gamoru mengeluh.


"Yee, giliran makanan aja langsung bangun" Balas Deri.


"Aku juga mau ikut makan, Raka !" Kero juga yang ikut-ikutan ingin makan bersama.


"Aku, juga boleh Risna ??" Ucap Winx meminta izin dengan lembut.


"Jangan, Kero ah, malu tahu" Kata Raka melarangnya.


"Ya, udah gapapa, kalo Hexamon kalian mau makan, ini masih ada sisa makanannya" Mama Deri mengizinkannya.


"Ya udah deh, apa boleh buat ~" Deri pun pasrah.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Raka, Deri, dan Risna mengeluarkan Hexamonnya masing-masing.


Keluarlah Kero, Gamoru, dan Winx serta untuk pertama kalinya Winx bertemu dan melihat wujud dari Kero dan Gamoru.


"Yeeyyy, makann !!!" Gamoru memakannya dengan sangat lahap.


Kero bukannya menghabiskan makanannya, malah terus memperhatikan Gamoru yang makan seperti orang yang tidak makan selama 1 bulan, dan Winx yang di suapi oleh Risna seperti bayi.


"Ahhh habis juga ~ eh, kenapa kamu ngeliatin aku Kero ? Kamu gak mau makan, ya udah aku aja yang habisin !" Tanpa menunggu jawaban Kero, Gamoru langsung mengambil makanan milik Kero.


"E-ehh, ehh jangan itu punyaku, Gamoru !!" Kero yang meringis melarangnya.


Kero dan Gamoru bertengkar seperti anak kecil yang sedang memperebutkan makanannya, namun Gamoru tak mendengarkannya dan tetap menghabiskan makanannya.


"Euhmm, enak" Ucap Gamoru sambil menjilati jari-jarinya karena makanannya habis.


"Huwaaa, Raka ... Gamoru habisin makanan aku ~" Kero menangis memberi laporan kepada Raka.


"Ahhh, iya gapapalah Kero, nanti di jalan pulang aku belikan burger deh sebagai gantinya" Raka berusaha membujuk Kero supaya tidak menangis kembali.


"Janji ya ?" Kata Kero.


"Gatau sih, aku gak punya uang hehe" Jawab Raka.


"HUWAAAAA" Kero menangis kembali dan semakin kencang.


"Iyaa-iyaa, nanti biar Professor aja yang belikan kamu burger di jalan sembari pulang !" Kata Prof. Jaya membujuknya kembali.


"Horeee, makasih Professor !" Respon Kero yang seperti anak kecil.


"Haha, lucu sekali ya, mereka" Sahut Risna sambil terus menyuapi Winx.


"Makasih ya, Prof. Maaf juga yaa Tante dan juga om aduhh ..." Raka merasa tidak enak.


"Iya, kalau gitu, semuanya sudah makannya ??" Tanya Prof. Jaya.


"Sudah Prof" Jawab Raka dan Risna.


"Kalau gitu, ayo sekarang kita pulang, terima kasih ya Ibu dan papanya Deri atas jamuannya, mohon maaf merepotkan" Ucap terima kasih Prof. Jaya kepada kedua orang tuanya Deri.


"Iya, terima kasih juga Pak Jaya sudah berkunjung" Kata Papanya Deri.


"Jangan sungkan ya, kalau mau berkunjung lagi nanti" Lanjut kata Mamanya Deri.


"Deri, Professor pulang dulu ya"


"Oke, Prof. Hati-hati di jalan buat kalian semua ~" Kata Deri ucap selamat tinggal.


Setelah semuanya selesai makan bersama begitu juga dengan para Hexamon yang ingin ikut makan, setelahnya mereka semua di masukkan kembali ke dalam Hexapetsnya masing-masing. Prof. Jaya, Raka, dan Risna berpamitan dengan Deri dan juga kedua orang tuanya untuk pulang, dan Raka juga ikut bersama Prof. Jaya pulang dengan mobilnya. Rencana telah di susun, hanya tinggal mereka menjalankannya dan menunggu apakah rencana ini akan berhasil.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_

__ADS_1


__ADS_2