
Inggris, 2070
Tahun 2070, segalanya telah berkembang dengan sangat pesat. Berlatarkan di masa depan, terdapat seorang Ilmuwan yang sedang bermain dengan penelitiannya. Penelitiannya ini sangat di yakini, dapat menjadi sebuah 'trendsetter' baru yang akan di lirik oleh seluruh khalayak dunia. Penelitian apa yang di maksud ?
Professor Alex Luxembourg, atau biasa di kenal dengan sapaan Prof. Alex ini adalah seorang Ilmuwan jenius yang berasal dari Inggris. Proyek penelitian yang sedang di kerjakannya ia beri nama, Hexamon. Hexamon adalah sebuah 'Reality Character' dengan wujud monster yang multifungsi, di lengkapi dengan berbagai unsur elemen sebagai dasar kekuatannya, macam-macam bentuk serta tipe Hexamon juga telah di ciptakannya mulai dari Flora sampai Fauna. Tentu saja Hexamon ini tidak di rancang untuk segala hal yang buruk, Prof. Alex merancang konsep sebuah permainan "Battle Arena" yang di yakini akan di gemari oleh seluruh kalangan usia mulai dari anak kecil sampai dewasa.
Prof. Alex telah menciptakan beberapa perangkat pendukung bernama "Hexawatch" dan juga "Hexapets". Mekanisme dari Hexamon ini adalah, Hexamon yang nantinya akan memulai pertarungan sebelumnya akan terkurung dalam sebuah Hexapets. Hexapets adalah sebuah kepingan kecil berbentuk Hexagon yang di dalamnya terdapat Hexamon bersemayam, lantas bagaimana cara membuatnya keluar ?. Hexapets menempel pada sebuah perangkat berbentuk layaknya jam tangan bernama, Hexawatch. Cukup putar, kemudian tarik, lempar Hexapets sampai ia terbanting mengenai permukaan, sembari menyuarakan "HEXAMON BATTLE, GO!!", maka Hexamon pun akan keluar dengan wujud Level 1 sebagai bentuk awalnya. Hexawatch ini juga berfungsi untuk memulihkan stamina para Hexamon setelah bertarung. Meskipun, Hexamon di konsepkan sebagai monster petarung, bukan berarti setiap orang yang memilikinya harus menggunakan Hexamonnya untuk bertarung, mereka akan menganggap setiap pemilik nya sebagai rekan, karena Hexamon di rancang secara interaktif dan multifungsi, juga bisa membantu setiap pemiliknya dalam segala kegiatan sekalipun itu hanya sebagai teman kala kesepian.
Setelah melewati beberapa kali uji coba. Akhirnya, proyek ini lolos evaluasi tahap akhir, seluruh Ilmuwan sepakat untuk memproduksi massal Hexamon ke beberapa negara besar seperti Amerika, Jepang, Korea Selatan, Francis, dan Inggris. Mengejutkan, bahkan hanya di hari pertama pembukaan yang di gelar serentak di 5 negara tersebut, Hexamon sukses besar, menjadikannya Worldwide Hot Topic.
Mulai bermunculan para Hexover-Hexover muda yang berambisi menjadi petarung Hexamon handal, Hexover adalah sebutan bagi seseorang yang menjadikan rekan Hexamonnya sebagai petarung arena. 1 set bundle Hexamon di bandrol dengan kisaran harga 5,5 Milliar dalam mata uang rupiah, tentu saja bukan nominal uang yang sedikit, sehingga mayoritas hanya kaum sultan yang bisa memilikinya. Namun, karena semakin suksesnya Hexamon, Prof. Alex selaku CEO sekaligus pencipta dari Hexamon, mulai memberanikan diri untuk memperluas jangkauan pasarnya ke beberapa negara di benua Asia dan Eropa, termasuk Indonesia.
- Indonesia, 2072
Tepat pada tahun 2072, bagai mimpi yang menjadi nyata, penantian yang cukup panjang sampai akhirnya Hexamon membuka cabang serta produksi di Indonesia. Tentu bagi seseorang yang sangat mendambakan Hexamon, hal tersebut merupakan kabar gembira, kini Indonesia juga menjadi salah satu negara yang turut merasakan euphorianya. Hexamon mendapat cukup banyak respon positif dari masyarakat Indonesia terutama mereka yang telah menantikan kehadiran Hexamon di negaranya. Dari sinilah sebuah petualangan yang sangat menarik akan segera di mulai.
Setelah melewati persiapan panjang, akhirnya Hexamon siap untuk menggelar pembukaannya di Indonesia. Berbagai media massa serta masyarakat berdatangan menghadiri gelaran pembukaan Hexamon secara perdana di tanah air, anak-anak, remaja, muda sampai tua hadir untuk turut menyaksikannya. Bertempat di ruangan terbuka, kerumunan pun sudah tak dapat terelakkan, pengamanan yang sangat ketat turut di operasikan, hari semakin terik sampai akhirnya acara akan segera di mulai.
"Duhh, kira-kira bakal sampe ke sana tepat waktu gak ya ? Soalnya udah mau mulai nih acaranya" Seorang remaja merasa cemas saat melihat waktu di ponselnya, berada dalam sebuah angkutan umum.
"Sabar, Der. Kalo di liat dari maps sebentar lagi kita sampe kok" Ucap seorang remaja berkacamata di sampingnya yang terus memperhatikan maps.
"Tapi, meskipun kita sampe tepat waktu, di sana udah banyak banget orang deh kayaknya, lihat nih ... " Salah satu temannya lagi, memperlihatkan kabar berita dari ponselnya.
"Orang-orang di sana membludak banget, segitu excited-nya sama peluncuran Hexamon di negara kita" Ucapnya masih memperlihatkan ponselnya.
Tak lama kemudian, akhirnya ketiga remaja itu sampai di tempat yang mereka tuju, tiga remaja tersebut bernama Raka, Fino, dan Deri. Mereka adalah sekumpulan remaja yang sangat menggemari Hexamon, rela datang jauh ke kota hanya untuk menyaksikan gelaran pembukaan Hexamon di Indonesia untuk pertama kalinya.
"Waaahh, Gilaaa, kita jauh banget dari panggungnya" Terkejut Deri, tak menyangka akan sangat ramai.
"Gapapa, setidaknya kita masih bisa melihat dengan jelas meskipun cukup jauh" Balas Raka.
Akhirnya setelah cukup lama menunggu, acara siap di mulai, di awali dengan beberapa kata sambutan, beberapa penampilan, serta kisah tentang sejarah awal mulanya Hexamon tercipta.
" ... Hexamon di ciptakan oleh seorang ilmuwan ternama bernama Prof. Alex Luxembourg, saya selaku kepala cabang di Indonesia mengaku sangat terkejut dengan antusiasme Hexamon di Indonesia, kami sudah membuka cabang di beberapa kota yang tersebar di Indonesia, mulai sekarang kalian bisa mendapatkan 1 set Hexamon di Official Store kami dengan lebih mudah dan yang pasti legal ... Mulai hari ini, Hexamon resmi di luncurkan di Indonesia" Jelaskannya, sembari menggunting pita berwarna merah jambu.
Sorak meriah dari semua orang yang telah hadir, gemuruh tepuk tangannya pun sampai-sampai menyamarkan pendengaran.
"Tak selesai di situ, di sini saya membawa 3 Hexamon dengan unsur elemen berbeda sebagai contoh, ada elemen Api, Air, dan juga Tanah ... " Jelaskannya sambil memperlihatkan ketiga set Hexamon yang berada dalam sebuah koper hitam nan legam.
"Uwaaa, keren banget" Deri terpukau melihatnya.
"Mustahil buat kita bisa memilikinya, niat kita datang ke sini kan setidaknya bisa melihat kehebatannya secara langsung meskipun gak bisa memilikinya" Ucap Raka.
"Ya, kita bukan termasuk golongan orang yang mampu memiliki barang super mewah kayak gitu" Lanjut Fino.
"Iya, tahuu" Jawab Deri agak merajuk.
" ... Baiklah, saya akan coba mendemonstrasikan salah satu Hexamonnya, kita akan coba Hexamon dengan elemen api" Direktur kepala cabang pusat akan mencoba mendemonstrasikan bagaimana mekanisme dari Hexamon.
Namun, Tiba-tiba ...
"DORR!! DORR!! DORR" Suara senapan yang di tembakkan ke langit-langit.
Ternyata, beberapa orang yang menonton di sana merupakan komplotan mafia yang sedang menyamar berencana untuk mengacaukan acara, seketika suasana menjadi kisruh bahkan acara tak dapat berlanjut, aksi saling baku tembak antar aparat kepolisian dengan para mafia sudah tak dapat terelakkan, terlebih masih ada beberapa kelompok mafia yang bersembunyi, menunggu gilirannya untuk melakukan penyerangan. Keaadan menjadi sangat runyam dan tidak kondusif, salah satu mafia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil sebuah koper yang berisi 3 set Hexamon.
"Heii, jangan kamu ambil Koper itu ..."
"Diam, atau kau akan ku tembak ... " Ucapnya sambil menodongkan pistolnya.
"Oke, misi selesai, ayo kita pergi dari sini" Di ambilnya koper tersebut, kemudian mafia itu melarikan diri bersama rekannya yang menggunakan Moto Sky.
Beberapa aparat kepolisian berusaha mengejarnya, dan secepatnya mengevakuasi masyarakat yang masih berada di tempat.
"Deri !! Cepet kita harus lari dari sini, bahaya" Fino sangat panik.
"Tapi, liat ... Hexamonnya di curi sama mafia-mafia itu" Deri nampak acuh dengan kericuhan yang sedang terjadi.
"Ya, gapapa. Itu urusan kepolisian, sekarang keselamatan kita paling utama Der !" Beritahu Raka.
Deri terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ayolah, Der. Kamu gak mungkin bakal ngelakuin hal konyol kan ?!" Tanya Raka.
"Aku bakal ngelakuin hal konyol !" Deri memilih nekat, ikut berlari mengejar mafia yang sedang mencoba melarikan diri.
__ADS_1
"DERI !!!!" Teriak Raka.
"Raka, mending kita cari tempat aman dulu deh untuk sekarang, ayoo !" Fino dan Raka pergi meninggalkan tempat, mencari lokasi yang lebih aman.
Dari sanalah mereka terpisah, Deri nekat berlari mengejar mafia tersebut sembari menghindari berbagai gencatan senjata. Nampak dari jauh sana terlihat seperti sebuah Hoverboard tak bertuan, tanpa pikir panjang langsung saja Deri memakainya untuk membantunya dalam pengejaran. Raka dan Fino yang terpisah dengan Deri, mencari tempat yang aman terlebih dahulu sejauh mungkin.
"Kita gak bisa pulang tanpa Deri, Fin" Ucap Raka.
"Ya, lalu bagaimana ? Terlalu beresiko untuk ikut campur dalam hal kayak gini" Fino merasa takut.
"Kita cari dia !" Tegas Raka.
"Loh ?! tapi ... " Fino terkejut.
"Fino ... " Raka memegang kedua bahu Fino.
"Apapun yang terjadi, Deri adalah teman kita, kita datang ke sini bertiga, maka pulang pun harus bertiga, aku yakin kita akan baik-baik aja" Raka mencoba meyakinkan Fino.
Fino hanya bisa terdiam, sejenak memikirkannya.
"Siapa lagi kalau bukan kita yang akan menolong Deri ? cuma ada kita berdua, aku butuh keahlianmu untuk melacak posisi Deri ... Ayolah, kita pasti bisa" Raka terus meyakinkan tekad Fino.
" ... Oke, ayo kita cari keberadaan Deri !" Fino akhirnya bersedia menguatkan tekadnya.
Langsung saja Fino mengeluarkan sebuah laptop yang tersimpan dalam tasnya, mulai melacak keberadaan posisi Deri melalui sinyal dari gadgetnya, Fino sangat handal dan jenius dalam hal teknologi. Setelah posisinya di temukan, Raka dan Fino bergegas mengejar Deri sebelum tertinggal jauh.
...***...
"Kalau para polisi mengejarnya ke sana, sebaiknya aku mengambil jalan yang lain" Tiada rasa takut, Deri terus yakin dengan ambisinya.
Namun, saat Deri keluar dari sebuah gang kecil yang lumayan sempit, ternyata di hadapannya sedang terjadi aksi kejar-kejaran antara mafia dengan kepolisian. Secara sigap Deri pun langsung ikut mengejar menggunakan Hoverboard-nya. Banyak media massa yang memberitakan secara 'Live' aksi kejar-kejaran tersebut, melaporkan secara langsung dari tempat kejadian.
"Raka lihat deh, bukannya itu Deri ?!" Fino melihat Deri muncul di sebuah tayangan berita.
"Iya itu Deri, kalau seperti ini kita gak akan bisa mengejar Deri, kita juga harus naik kendaraan" Ucap Raka.
"Ya, naik apa ?" Fino merasa bingung.
"Kira-kira posisi selanjutnya akan berada di mana ?" Tanya Raka pada Fino.
"Kalau di lihat dari sini, perkiraan posisi selanjutnya, mereka bakal melewati jalur perlintasan kereta" Analisis Fino.
"Sebentar, di sekitar sini ada stasiun kereta yang menuju ke sana kan ?" Tanya Raka.
"Kita bakal naik kereta, tapi bukan di dalamnya" Ucap Raka seperti telah merancang sebuah rencana.
"Maksud ?" Fino merasa bingung.
"Hehe" Raka tersenyum sinis sembari menatap mata Fino.
"Raka, jangan macem-macem deh" Fino merasakan gejolak aura negatif dari senyuman Raka.
"Kita lompat ke atas kereta, dari atas Gerbong !!!" Langsung saja Raka berlari dan menarik lengannya Fino.
"RAKAAAA??!!!!" Fino sangat amat terkejut.
Raka berlari secepat mungkin sembari menarik lengan Fino, mempercepat setiap langkahnya dengan harapan dapat sampai ke atas gerbong tepat waktu sebelum keretanya melewati gerbong tersebut. Sungguh aksi yang sangat nekat, namun tak ada cara lain untuk dapat sampai lebih cepat ke tempat tujuan.
"Raka, aku gak siap sumpah ... " Kaki Fino gemetaran saat ia mulai menapakkan kaki di atas gerbong.
"Tapi, gada cara lain Fino, ini satu-satunya cara supaya kita bisa cepat sampai ke tempatnya Deri" Raka tetap optimis dengan rencananya.
"Ini masalahnya, taruhannya nyawa loh ..." Lutut Fino semakin lemas.
Nampak dari jauh sana, kereta yang sedang melaju akan segera melintasi gerbong.
"Sesekali liar, gapapa kan ?" Tanya Raka.
"Aku mau pulang aja deh, ah" Fino benar-benar merasa takut dan tak siap.
Kereta melaju melintasi gerbong.
"Satu ... Dua ... " Raka menghitung aba-aba.
"Raka .. jangan, Raka ... Please, Raka !!" Fino meringis memohon.
"TIGAAA !!! LOMPATTTT ?!!" Raka tak mempunyai pilihan lain selain menarik lengannya Fino dan melompat bersama-sama.
Akhirnya, setelah bertarung nyawa, ternyata mereka berdua mendarat dengan selamat di atas kereta yang sedang melaju, kereta pun membawa mereka ke tempat yang akan di tuju.
"Aku masih hidup kan?!!" Fino tak ada habisnya menghela nafas, merasa sangat shock.
"Maaf ya, Fin. Bukan maksud ngajak mati hehe" Gurau Raka pada Fino
__ADS_1
Hembusan angin kencang menerpa, Raka dan Fino berdiri gagah tanpa merasa gentar dengan apa yang akan menjadi hadangannya di depan sana. Tak lama karena kereta membawa mereka melaju dengan cepat, akhirnya mereka hampir sampai di posisi yang telah di tentukan.
"Lihat, Raka !! Itu Deri dengan para polisi, mereka sedang mengejar mafia itu" Fino menunjuk ke posisi Deri berada.
"Iya, siap Fino ?" Raka menatap serius Fino.
"Heem" Seakan mengerti dengan apa yang Raka maksud, Fino menganggukkan kepalanya.
Raka dan Fino berlari secepat mungkin, mencoba menghadang kedua orang mafia yang tengah mengendarai Moto Sky tersebut.
"Ahh, bukannya itu Raka dan Fino ?!!" Ucap Deri terkejut dalam hati.
"Mau apa kalian anak kecil ?!!" Teriak salah satu mafia, sambil menodongkan pistolnya.
"Lompat, Raka !!" Fino memberi arahan supaya Raka tidak terkena tembakan.
"Apa, tidak kena ?!!" Mafia tersebut terkejut.
"Sekarang !" Raka melompat, menggapai ujung Moto Sky tersebut.
"Hei, turun kamu anak kecil, berani-beraninya kamu ya" Salah satu mafia berusaha melepaskan pegangan Raka.
"Gak akan, serahkan kembali koper itu, atau tidak ... " Ucap Raka lantang.
"Atau tidak ... Kamu yang akan mati" Mafia tersebut menodong pistol tepat pada dahi Raka.
Namun, karena lengah Moto Sky milik para mafia itu berhasil terkena tembakan dari aparat kepolisian. Dari situlah, mula Raka berjibaku memperebutkan koper tersebut. Akhirnya, koper itupun berhasil terlempar dan terlepas dari pegangan sang mafia. Dengan sigap, Fino langsung berlari mencoba untuk menggapainya, para mafia dengan sengaja melepaskan kendali dan menabrakan Moto Sky-nya. Secara spontan Raka langsung melompat, melepaskan pegangannya, koper pun di dapatkan oleh Fino.
"Aku mendapatkannya teman-teman !" Girang Fino, sambil mengangkat koper ke atas.
Namun, tiba-tiba sebuah rudal roket mengarah kepadanya.
"Fino, awas merunduk !!" Deri berlari, menyelamatkan Fino dari serangan rudal.
Beruntung keduanya berhasil menghindar sehingga rudal tersebut tidak mengenainya. Di balik tebalnya asap ledakan yang di hasilkan, ternyata berdiri gagah satu kelompok besar mafia dengan robot beruang bersamanya, dari sanalah gencatan serangan rudal berasal. Sigap anggota polisi yang berada di tempat langsung memberi peringatan dan menodongkan pistol kepada mereka para mafia.
"Kalian fikir kami takut dengan pistol kecil kalian ? Hehh, lancarkan serangan berikutnya" Bos dari kelompok mafia tersebut memberikan instruksi kepada robot beruangnya.
Kedua rudal kembali di luncurkan, tak dapat mengelak, rudal tersebut mengenai seluruh anggota polisi yang tersisa. Para pasukan polisi yang berada di TKP pun telah berhasil di gugurkannya.
"Robot macam apa itu ?!!" Mata Fino terbelalak, melihat kehancuran yang di sebabkan oleh robot tersebut.
"Sekarang, serahkan koper itu pada kami bocah kecil" Ucap sang Bos mafia.
"Jangan, Fino" Deri melarangnya.
Fino tetap menggenggam erat koper tersebut dalam pelukannya.
"Berani ya, kalian bocah ingusan. Lancarkan serangan berikutnya"
Untuk kesekian kalinya kedua rudal meluncur kembali, menghadang Fino dan Deri.
"Rakaa !!!" Dengan sigap Fino melemparkan koper tersebut kepada Raka.
Fino dan Deri berlari sampai tertatih menghindari rudal tersebut, namun tetap saja rudal itu akan tetap mengenainya. Deri dan Fino pun terkena hantaman radius dari ledakan yang di hasilkannya.
"Finooo ?!! Deriiii ?!!!" Teriak Raka sangat risau.
"Hahaha, itulah akibat dari menentang kami, jika kau tidak ingin berakhir seperti temanmu .... Cepat, serahkan koper itu" Ancam sang Bos mafia.
"Tidak akan ku biarkan koper ini jatuh ke tangan orang jahat seperti kalian ?!! Lebih baik aku memanfaatkan Hexamon ini untuk mengalahkan orang jahat seperti mu !!" Dengan berani Raka berkata tegas kepada sang Bos kelompok mafia.
"Berani sekali kau bocah, lancarkan serangan kembali !!" Arahan rudal kembali di suarakan.
Dengan sigap, Raka langsung membuka koper tersebut, mengambil 1 set Hexamon unsur elemen Api, Hexawatch di kenakannya, di putarkanlah Hexapets, kode inisialisasi pun ia suarakan.
"HEXAMON BATTLE .... " Dengan lantang ia menyuarakan kode suara tersebut.
Belum saja Raka selesai mengucap kode suaranya, rudal tersebut melesat dengan sangat cepat, menjadikan Raka sasaran empuk dan mengenainya. Asap ledakan yang cukup besar menutupi kawasan sekitar, namun siapa yang menyangka, di balik kepulan asap tebal tersebut tampak seseorang yang berdiri kokoh bersama monster berwujud burung merah menyala layaknya kobaran api di hadapannya.
"Fyuhhh, hampir saja ... " Raka bernafas lega.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1