Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 27 : Evaluasi


__ADS_3

Setelah satu hari penuh, Risna bersama Prof. Jaya menjalankan misinya untuk memancing para penculik keluar dari tempat persembunyiannya. Dikarenakan hari sudah hampir malam, akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi misi untuk hari ini dan berniat melanjutkannya kembali esok hari. Risna yang seharian lelah berjalan berkeliling kota, segera beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya dan langsung mengenakan piyama satin bernuansa biru laut seusainya. Hidup seorang diri, Risna harus mulai membiasakan dirinya untuk terbiasa mandiri dan terampil, seperti memasak makanan untuk makan malamnya.


"Kau sepertinya lelah, apa kau memerlukan bantuanku Risna ?" Tanya Winx menawarkan bantuannya karena mendengar decak nafas lelah Risna.


"Tidak apa-apa, Winx. Aku harus mulai terbiasa dengan hidup seperti ini ... Aku juga tidak boleh lemah oleh keadaan" Jawab Risna.


"Baiklah jika itu maumu, ouh ya, setelah makan nanti kita akan ke rumah Prof. Jaya kan ? Untuk evaluasi dan rencana merencanakan untuk hari esok" Tanya Winx kembali.


"Yaps ... " Jawabnya singkat sembari tersenyum.


Waktu menunjukkan pukul 19.13 atau lebih tepatnya pukul tujuh malam, nampak Raka dan Deri baru saja sampai ke rumah Prof. Jaya, terlihat Risna sudah duduk manis berada di sana sambil menyemil cemilan yang tersedia.


"Wah, ternyata sudah ada Risna di sini" Sepatah kata dari Deri melangkah memasuki ruangan.


"Selamat malam, Professor" Sapa Raka sembari memasuki ruangan.


"Malam juga, silahkan duduk Raka, Deri" Prof. Jaya mempersilahkan Raka dan Deri untuk duduk.


"Terima kasih, Prof" Jawab Raka dan Deri.


Prof. Jaya bergegas ke dapur untuk mengambilkan cemilan beserta minumannya untuk Raka, Deri, dan Risna sembari membahas evaluasi tentang hari tadi.


"Jadi, bagaimana Prof, Risna, untuk misi umpannya hari tadi ? Adakah tanda-tanda kemunculan dari para penculik ?" Tanya Raka membuka pembicaraan.


"Kalau dari aku pribadi, aku sama sekali gak merasakan ada tanda-tanda dari si penculik, malah seharian ini aku have fun sama Winx, iya kan Winx ?" Kata Risna memaparkan argumennya.


"Yaps, dan bahkan aku juga seharian ini berjalan bersama Risna, bukannya muncul penculik, yang ada orang-orang malah menatap aneh kita" Sahut Winx melalui Hexa-Voice.


"Ya, wajar aja sih, soalnya di kota ini kan emang masih jarang dan cukup asing dengan kepemilikan Hexamon" Balas Deri.


"Benar dan tatapan mereka semua tajam sekali pada kita" Sahut Gamoru juga melalui Hexa-Voice.


"Iya, benar apa yang di katakan Gamoru, beruntung saat sampai di pusat perbelanjaan cukup banyak juga orang yang memiliki 'Hexamon' jadi aku tidak gugup kembali ..." Ungkap Risna.


"Dan akhirnya kita menjalani misi dengan have fun, ya hehe, sampe Poto bareng di photo booth" Balas Winx.


"Raka, lain kali aku juga mau dong ke photo booth" Ucap Kero meminta dengan nada penuh permohonan melalui Hexa-Voice.


"Deri, Deri, aku juga mau ! Aku mau !" Gamoru juga ikut meringis.


"Ehh, kok malah ngelantur dari topik gini, iya iyaa nanti, sekarang kita ngebahas yang penting dulu ya, ayo Risna lanjutin bagaimana kelanjutannya ?" Raka mencoba menenangkan Kero yang sifat kekanakannya mulai keluar.


"Iya, kita sampe misi hari ini selesai, gak merasakan adanya tanda-tanda kemunculan dari para penculik, tapi ... Kalo kata Prof. Jaya justru para penculik itu telah menampakkan diri, boleh di jelaskan lebih jelasnya, Prof ?"


"Ya, sebenarnya hari ini para penculik itu telah termakan umpan kita, hanya saja kau tidak menyadarinya Risna, sebenarnya Professor ikut turun juga dari mobil dan mengikutimu dari kejauhan, semua ini bermula saat kalian berdua berada di tempat makanan cepat saji, di sana nampak 2 orang asing yang selalu memperhatikanmu, dan benar saja ... Setelah kalian berdua selesai makan, ternyata 2 orang asing itu membuntuti mu dari belakang" Ungkap Prof. Jaya menceritakan kronologisnya.


"Sebentar, 2 orang asing ? Apakah keduanya seorang pria, Prof ?" Tanya Raka karena mengingat sesuatu.


"Ya, Professor sempat mengambil beberapa gambarnya secara diam-diam ..." Jawab Prof. Jaya.


"Benarkah ?! boleh kita semua lihat Prof ?" Sahut Raka.


"Ini .... ".


Prof. Jaya memperlihatkan hasil jepretan kamera ponselnya yang di mana terdapat 2 orang asing sedang memperhatikan Risna dari kejauhan saat mereka berada di tempat makanan cepat saji.


"Ternyata Benar" Ucap Raka.


"Maksudnya ?" Tanya Deri.


"Memang dua orang ini juga yang menculik Rika pada saat itu, meskipun saat itu semuanya tertutup, tapi aku yakin ini mereka ..." Jelas Raka.


"Lalu, apakah saat Professor dengan Risna kembali, mereka masih tetap mengikuti ?" Tanya Deri penasaran.


"Mereka berhenti mengikuti saat Risna keluar dari pusat perbelanjaan, pergi begitu saja dan tak membuntutinya kembali ... Cukup aneh memang".


"Apakah mungkin mereka merasakan keberadaan Professor ?" Tanya Risna.

__ADS_1


"Sepertinya tidak, karena jarak kita sama-sama jauh, jadi kecil kemungkinan kalau mereka pergi begitu saja karena melihat keberadaan Professor ..." Jelas Prof. Jaya.


"Tapi, bukan berarti mereka pergi semua ini akan aman-aman saja, pasti ada hal yang sedang mereka rencanakan ..." Pikir jeniusnya Deri.


"Benar kata Deri, hati-hati untuk malam ini Risna, kita tidak tahu apa yang akan terjadi malam ini, bisa saja mereka memulai pergerakan" Lanjut Raka.


"Tumben sekali kau pintar, Deri. Gak biasanya -_" Celetuk Gamoru pada Deri.


"Eh, apa maksudmu Gamoru, hari tadi saja nilai tugasku lebih besar daripada Raka, MUAHAHAHA" Lagaknya Deri tertawa.


"Nilai tugasmu lebih bagus kan, karena meminjam buku tugas milih Fino -_" Pungkas Raka mematikan kesombongan Deri.


"Tolong Deri, jangan mempermalukan diri sendiri" Gamoru yang mengeluh dengan sifat absurdnya Deri.


"Aduuhh, kalian tuh pada berisik ya, gabisa liat temennya seneng sebentar nih" Deri langsung menjadi badmood.


"Haha, selalu saja ada momen kalau ada kalian, pastinya untuk malam ini aku akan berhati-hati, dan kalian akan menginap di sini ?" Tanya Risna pada Raka dan Deri.


"Tentu saja dong, kita bakal nginep di sini, awas jangan minta pulang loh Raka haha" Ledek Deri sambil merangkul Raka.


"Harusnya kamu, awas tengah malem minta anter ke kamar mandi haha" Balas Raka.


"HAHAHAHAHAHA !!"


Semuanya tertawa, suasana yang pada awalnya tegang pun cair seketika karena tingkah dari Deri dan Raka beserta dengan Hexamonnya yang sangat random.


"Maaf ya jadi ngerepotin Prof, apalagi kalo Deri bikin ulah di sini, udah terima kasih banget di perbolehkan menginap di sini" Ucap Raka.


"Apaan sih bawa-bawa aku segala" Sahut Deri memalingkan wajahnya.


"Haha, tidak apa-apa, lagipula harusnya Professor yang berterima kasih karena kalian bersedia membantu Professor menyelamatkan Rika ... Yang bahkan, kita semua belum lama kenal, tapi sikap kalian pada Professor dan Rika seakan kita sudah akrab lama dan itu membuat Professor terharu ..." Ungkap Professor Jaya sambil mengusap sedikit matanya.


"Tidak apa-apa, Prof. Karena meski kita semua belum lama mengenal, terutama Risna, kami selalu terbuka pada siapapun dan gak segan untuk menolong mereka yang sedang susah" Jawab Raka memberikan jempolnya


"Yaps, jadi jangan segan-segan sama kita" Lanjut Deri.


"Kita juga !!" Sahut Kero nimrung melalui Hexa-Voice.


"Fino juga sedang berjuang di sana, aku yakin dia pasti pulang, makanya kita juga di sini harus berjuang menyelamatkan Rika" Ucap Raka penuh tekad.


Semuanya menganggukkan kepala saat Raka berbicara seperti itu, Raka benar-benar menggambarkan sosok pemimpin yang selalu optimis dan percaya pada seluruh rekannya, serta saling menguatkan antara satu sama lain. Mereka tahu, semua ini tidak akan mudah, mereka harus berhadapan dengan para penculik dan juga harus menguatkan tekad serta mental saat waktu itu tiba. Akhirnya, malam hampir larut, Risna kembali ke rumahnya sedangkan Raka dan Deri menginap di kediaman Prof. Jaya.


"Kamu kenapa belum tidur, Risna ? Apa kau takut tiba-tiba si penculik itu datang sama halnya saat kejadian mafia dulu" Tanya Winx melalui Hexa-Voice pada Risna yang masih terbangun.


"Tidak, aku hanya bersyukur saja, aku pikir saat di tinggalkan Bu Sinta, aku akan hidup sendiri dan semuanya akan terasa suram, ternyata secara tiba-tiba aku menemukan teman seperjuangan di sini, Raka, Deri dan Prof. Jaya, mereka benar-benar menerima dan memperlakukan kehadiranku dengan sangat baik ..." Ucapnya dari lubuk hati yang terdalam.


"Ya, sifat Kero dan Gamoru juga menghibur sekali, dan katanya ada yang namanya Biru, rasanya aku tertarik untuk bertemu dengannya" Balas Winx.


"Tertarik apa tertarik, haha" Ledek Risna pada Winx.


"Lho, ada juga kamu yang hati-hati tertarik sama partnernya si Biru itu haha" Balas Winx.


"Bisa aja nih ya, dasar bebek" Goda Risna pada Winx.


Malam pun larut, tanpa di sadari semuanya telah terlelap memasuki dunia mimpinya masing-masing, suasana hangat berlalu begitu saja.


Di saat waktu menunjukkan pukul 00.22 tepatnya tengah malam, para penculik itu langsung memulai pergerakan, ternyata saat Risna memasuki mobil Prof. Jaya mereka membuntuti dari belakang sampai rumah hanya untuk mengetahui lokasi kediamannya. Semuanya telah waspada untuk malam ini, namun mereka tidak mengetahui pada pukul berapa para penculik akan memulai pergerakan.


Hebatnya dengan di fasilitasi peralatan canggih para penculik itu masuk ke dalam rumah Risna melalui atap dengan mudahnya tanpa ada suara sedikitpun, karena mereka juga waspada terhadap jebakan yang di pasang jika masuk melalui pintu. Berjalan perlahan memasuki ruangan kamarnya Risna, nampak Risna yang sedang terlelap dengan sekujur tubuh tertutupi oleh selimut. Saat selimut itu di buka ...


"Hah ?! Cuma guling dan bantal yang di tumpuk ?!!" Ucap kaget salah satu penculik.


"Sekarang, Winx !!" Teriak Risna yang ternyata sedang bersembunyi di sebalik pintu.


"FLUTTERING, WINDY WINGS !!"


Winx mengepakkan sayapnya mengeluarkan kibasan angin kencang yang membuat kedua penculik tersebut terhempas kencang menghantam keluar jendela sampai hancur. Kedua penculik itu termakan jebakan klasik yang sudah di rencanakan oleh Risna dan Winx.

__ADS_1


"Rencana kita berhasil, Winx !" Ucap Risna sumringah.


"Iyess" Mereka berdua pun saling TOS merayakan keberhasilannya.


Setelahnya Risna dan Winx langsung keluar menghampiri kedua penculik yang terhempas karena serangan dari Winx.


"Alat kalian boleh canggih, tapi tidak dengan otak kalian yang bodoh" Ucap Risna pada kedua penculik itu.


"Sial, seharusnya aku sudah menyadarinya" Kata salah satu penculik.


"Maaf, tapi ada rencana di balik rencana" Kata Risna tersenyum sinis.


~ Flashback beberapa jam sebelum kejadian.


"Risna, kita terutama Professor akan memantau dari sini, Professor juga sudah mengarahkan cctv yang berada di rumah ini untuk menyorot langsung ke rumah kamu, sehingga pergerakan para penculik itu bisa terpantau, pakailah earbuds ini bilamana kau akan tidur, melalui perangkat itulah suara Professor akan terdengar kepada telingamu ..." Jelaskan Professor rancangan rencananya.


"Maksudnya terutama Professor, kita boleh tidur dan gak harus berjaga ?" Tanya Deri.


"Ya, jangan gitu dong, kita juga harus ikut berjaga, biar mudah semisal ada apa-apa nanti" Balasnya Raka langsung.


"Enggak, ya kalo kalian ngantuk gapapa tidur saja, Professor gak keberatan, nanti kalo ada apa-apa tinggal Prof. Siram aja pake air sebak haha" Jawabnya.


"Gitu amat sih Prof, okedeh kita juga ikut jaga, ya udah biar gak ngantuk kita sambil Mabarlah Raka, kebetulan ada event malam ini hehe" Kata Deri mengajak Raka.


"Okedeh, Gaskeun !" Balas Raka spontan.


"Hadeuh kalian ini, okedeh Prof. Risna paham dengan susunan rencananya" Konfirmasi dari Risna.


Hingga akhirnya beberapa jam kemudian.


"Risna bangun Risna, para penculik itu sudah nampak di sekitaran rumahmu, bersiaplah" Ucap Prof. Jaya memberitahu melalui audio speaker yang tersambung pada earbuds milik Risna.


"Wah, penculiknya sudah muncul ? Mana, mana ?!!" Deri yang langsung gelagapan saat mendengar kehadiran para penculik.


"Sudah ku duga sih" Ucap tenang Raka sambil memperhatikan monitor CCTV.


Mendengar pemberitahuan dari Prof. Jaya, Risna langsung berinisiatif membuat perangkap untuk menjebak si penculik, mengeluarkan Winx terlebih dahulu dengan mengucapkan Voice Code sepelan mungkin layaknya ASMR, beruntung ruangannya kedap suara. Ternyata, benar saja, para penculik itu berhasil masuk ke dalam perangkap yang telah di buat oleh Risna dan kemudian menyerangnya dari belakang.


~ Kembali lagi ke masa sekarang.


"Tapi, tetap saja kau tidak akan bisa lepas dari kami hahaha" Tawa licik nan picik dari salah satu penculik.


"Apa, maksudmu ?!" Risna yang terkejut mendengar perkataannya.


"Kau akan segera mengetahuinya, Tuan Putri ... " Kata salah satu penculik.


Di sisi lain, Prof. Jaya bersama Raka dan Deri yang mengetahui keberadaan kedua penculik itu sedang berada di sekitaran rumah Risna, langsung saja keluar untuk menghampirinya. Tapi saat mereka keluar dari rumah ...


"Ayo, cepat, kita akan kepung para penculik itu dari segala arah" Ucap Prof. Jaya memberi arahan.


Namun, langkah mereka semua terhenti saat tiba-tiba muncul sosok wanita di hadapannya.


"Hai anak kecil, ternyata kita bertemu lagi ..."


"Tidak mungkin ..." Kata Prof. Jaya terkejut dengan tatapan mata membulat tajam.


"Dia ..." Kata Deri.


"ANN !" Lanjut Raka merasa ketar ketir saat melihat keberadaannya yang berada tepat di hadapannya kembali.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.

__ADS_1


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_


__ADS_2