
Raka yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Rika telah di culik oleh dua orang misterius yang tak ia kenal, Raka berniat untuk segera mengejarnya supaya tidak kehilangan jejak. Namun, niatnya terhenti karena suatu pilihan.
"Kenapa berhenti, Raka ?" Tanya Kero melalui Hexa-Voice.
"Kita mengejarnya sekarang atau kita kembali terlebih dahulu memberi tahu kepada yang lain dan Professor Jaya ?" Raka yang bingung karena di sudutkan pada sebuah pilihan.
"Semuanya terserah padamu Raka, yang pasti kita harus cepat, karena jika tidak kita bisa kehilangan jejaknya !" Kata Kero.
"Benar, kita sedang berpacu dengan waktu, kita kejar mereka sekarang, HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Tiba-tiba saja Raka mengeluarkan Kero dari Hexapetsnya.
Keluarlah Kero saat Hexapetsnya di lempar menghantam dinding sebuah gedung.
"Aku tidak akan bisa mengejarnya hanya dengan berlari, jadi aku mohon terbanglah secepat angin untuk mengejar mereka Kero, aku akan segera menyusul ..." Intruksi dari Raka.
"Heem" Kero menganggukkan kepalanya, dan langsung terbang melesat ke udara.
Melihat Kero yang sudah mulai mulai menjalankan arahannya, Raka juga langsung mulai berlari mengikuti Kero dengan mencari jalan pintas yang membuatnya lebih cepat dalam pengejaran.
Di sisi lain, Deri yang sudah menyelesaikan piket kelasnya menyegerakan dirinya untuk menuju ke cafe yang tak jauh dari sekolahnya, cafe tersebut adalah tempat mereka berdiskusi perihal tugas ataupun hanya sekedar berbincang biasa. Namun, saat Deri sudah sampai di cafe, ternyata Raka tidak berada di sana.
"Eh, Roy !!" Panggil Deri pada teman sekelasnya yang kebetulan juga sedang berada di sana.
"Yoo, Der !!" Balas temannya yang sedang bermain gitar di sana.
"Kamu ngeliat, Raka gak di sini ? Soalnya katanya dia nungguin aku di sini" Tanya Deri pada temannya.
"Raka ? Gak liat tuh, Der. Dari tadi gak ada Raka di sini, dari pas aku pulang sekolah langsung ke sini sampai sekarang gak ada Raka ke sini ..." Beritahu Roy temannya Deri.
"Ouhh, gak ada ya, Roy. Oke, makasih ya" Ucap Deri pada temannya.
"Yokk, sama-sama, Der" Balasnya.
Mengetahui Raka tidak berada di cafe, Deri pun langsung keluar dari cafe dan berdiam diri sejenak.
"Mungkin, Raka udah duluan ke rumahnya Fino, Der" Sahut Gamoru melalui Hexa-Voice.
"Ya, mungkin aja sih, ya udah .. yuk, kita langsung ke rumahnya Fino deh, gak usah ambil pusing".
Akhirnya, tanpa pikir panjang Deri langsung saja menuju rumahnya Fino, ia benar-benar berpikir bahwa Raka sudah berada di sana. Yang padahal, sebenarnya Raka sedang dalam misi penyelamatan untuk menolong Rika yang sedang di culik.
Kembali lagi kepada Raka, Kero yang sedang terbang melesat mengejar para penculik mencoba untuk menghentikannya, namun ternyata para penculik itu justru mengetahui keberadaan Kero.
"Cih, dasar burung pengganggu !" Gumam penculik yang mengendarai Moto-sky.
"Kenapa kalian melambat ? Apa, bahan bakarnya habis ! Baguslah ini kesempatanku" Kero mempercepat lajunya.
Sang penculik yang menopang Rika, tiba-tiba saja mengeluarkan ikat pinggang yang memiliki unsur daya magnet, yang kemudian mengikatkan ikat pinggang itu kepada penculik yang mengendarai dan Rika supaya tidak terjatuh.
"Selesai".
"KENA KAU !!" Teriak Kero.
Tiba-tiba saja salah satu penculik yang menopang Rika melepaskan pegangannya, melompat dari Moto-sky, lalu berputar menendang Kero yang sedang berusaha menangkapnya. Alhasil keduanya sama-sama terjatuh dari langit-langit yang cukup tinggi.
"Ke-Kero ... !!" Raka yang terbelalak melihatnya.
Namun, Raka tetap melanjutkan pengejarannya mengejar satu penculik tersisa yang sedang membawa Rika. Raka berlari mengerahkan sekuat tenaganya.
"GUBRAK !!!" Suara jatuh Kero dan salah satu penculik yang terjatuh dari langit-langit.
"Arghh, nekat juga ternyata kau, tapi aku tidak ada urusan denganmu, aku harus kembali mengejar penculik yang membawa Rika !" Kero yang langsung bangkit dan mencoba untuk terbang kembali.
__ADS_1
"Justru, aku sengaja menjatuhkan diri karena untuk menahan burung merepotkan sepertimu yang menganggu tugas kami !!" Si penculik itu bangkit dan menarik bulu ekor milik Kero.
"Hey, lepaskan !!" Teriak Kero.
Si penculik itu membantingkan Kero ke permukaan sekeras mungkin tanpa ada rasa ragu.
"Ternyata, hanya burung lemah ~" Kata si penculik.
"Aku ... Tidak mungkin menggunakan skill ku untuk menyerang manusia, aku tidak di rancang untuk seperti itu" Ujar Kero pada sang penculik.
"Utututuu ~ burung yang sangat baik, banyak kasus sekarang di mana Hexamon di gunakan untuk alat pembunuh, penghancur, dan hal sadis lainnya ... " Kata si penculik yang secara tak sadar berusaha menghipnotisnya.
"Tidak, semua itu tergantung siapa partnernya, Raka adalah orang baik !" Tegas Kero.
"Apa kau yakin ? Apa kau yakin, kau tidak sedang di peralat dan di manfaatkan ?!" Si penculik yang berusaha menghasutnya.
Kero terdiam mendengar perkataan si penculik.
"Kalau misalkan partnermu itu baik, lalu di mana dia sekarang ? Kenapa dia membiarkan burung kesayangannya ini tertindas haha !!"
Kero yang masih terdiam dengan mimik wajah yang sedang merasa kebingungan.
"Maka dari itu, jadilah Hexamon-ku ... Kau akan merasa di anggap dan berguna, kita bersama menyelesaikan misi-misi yang ku punya" Si penculik mengulurkan tangannya pada Kero.
Kero merunduk merundung.
"BSTTTT !!!" Kero mengibaskan sayapnya menyerangnya.
"Jangan pernah mencoba menghasutku, justru jika aku bergabung denganmu maka aku tak lebih hanyalah sekedar robot yang di peralat, tapi hubunganku dengan Raka ... Kita adalah teman !!" Kero mempertegas sambil dirinya berhasil terbang kembali.
"Dasar burung bodoh tidak berguna !!" Si penculik itu mengambil apa saja yang berada di sekitarnya lalu memukulkannya kepada Kero.
Dengan mudahnya Kero menghindari segala serangannya, dan menyerang si penculik itu dengan mencakar-cakar wajahnya.
Setelah mencakar-cakar wajah si Penculik, Kero dengan sigapnya langsung kembali terbang melesat mengejar penculik yang membawa Rika.
"Dasar, burung sialan !!" Gumam si penculik merasa sangat kesal.
Kembali lagi kepada Deri yang pergi ke rumahnya Fino, untuk mencari tahu bagaimana kondisi Fino yang sebenarnya. Deri juga merasa sangat yakin kalau Raka sudah berada di rumah Fino terlebih dahulu.
"TING NONG !!" Deri menekan beberapa kali bel rumah Fino.
Mendengar suara bel yang berbunyi, Ibunya Fino langsung keluar untuk membukakan pintu.
"Ehh, ternyata ada Nak Deri" Kata Ibunya Fino.
"Iya, Bunda. Selamat sore" Dengan sopannya Deri membalasnya.
"Ayo, masuk" Ibu Fino mempersilahkan Deri untuk masuk ke dalam rumah.
Setelah di persilahkan, Deri pun memasuki rumah Fino menuju ruang tamu, dan duduk di sofa panjang yang empuk.
"Loh, Raka kemana ya Bun ??" Deri merasa bingung karena hanya ada dirinya seorang diri.
"Memangnya ada Raka datang ke sini ?" Ibunya Fino malah di buat bingung oleh pertanyaan Deri.
"Jadi, Raka gak ada ke sini ? Lalu kemana dia ya ?" Deri merasa bingung dengan di mana keberadaan Raka sekarang.
"Apa kalian sudah janjian sebelumnya ?" Tanya Ibunya Fino.
"Sudah, Bun. Kita janjian untuk menjenguk Fino, Deri ada piket kelas dulu tadi, makanya Raka menunggu di cafe dekat sekolah, tapi di sana dia juga gak ada, makanya Deri pikir Raka sudah ada di sini duluan ..." Jelaskan Deri.
__ADS_1
"Mungkin Raka ada keperluan mendadak dan gak sempat memberi tahumu" Kata Ibunya Fino.
"Iya sih mungkin aja, ouh ya, apa aku boleh menjenguk Fino ke kamarnya Bun ?" Tanya Deri.
"E-ehh, gak usah Nak Deri, Fino ... Fino lagi tidur, dia habis minum obat soalnya" Jawab Ibunya Fino gelagapan.
"Ouhh, gitu yaa Bun".
"Sudah ku duga ada yang tidak beres di sini" Gumamnya dalam hati.
"Kalau begitu, Nak Deri mau minum apa, biar Bunda buatkan minuman" Ibunya Fino mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Apa saja, Bun" Jawab Deri.
Ibunya Fino mencoba menawarkan minuman kepada Deri untuk mengalihkan pembicaraannya supaya tidak membahas tentang Fino, semua ini adalah keinginan Fino di mana semuanya tidak boleh tahu tentang kepergiannya ke kota Tank-Go-Rank untuk menjemput Ayahnya, sekalipun itu kepada Raka dan Deri sahabatnya sendiri. Deri yang sudah yakin bahwa ada hal yang di sembunyikan, mencoba mencari waktu yang tepat untuk menanyakan kebenarannya.
Kero yang telah lepas dari salah satu penculik, sekarang tengah terbang kembali mengejar satu penculik yang tersisa. Begitupun juga dengan Raka, yang masih berlari sekuat tenaganya mengejar si penculik yang membawa Rika, meski hampir kehilangan jejak dan tidak terlihat, Raka terus berlari menyusuri bekas lintasannya.
"Dia belok ke arah barat" Gumam Raka dengan mata yang tak lepas dari pandangannya kepada si penculik.
Setelah perjuangan panjangnya, akhirnya ia sampai pada titik akhir, Raka pun menuju ke arah barat mengikuti arah yang di tuju si penculik. Akhirnya ia sampai dan berakhir di sebuah jalanan yang tak ramai orang di sana.
"Kerja bagus, masukan dia ke dalam mobil" Kata seorang wanita misterius dengan pakaian serba hitam tertutup memerintah si penculik.
"Baik".
Rika di masukkan ke dalam mobil berwarna hitam legam dengan keadaan yang tak sadarkan diri.
"RIKAAA !!!" Teriak Raka.
Tak berdiam diri, karena sudah berada di hadapannya, Raka langsung berlari menghampiri mereka berusaha menyelamatkan Rika dari para penculik.
"Ternyata masih ada satu lagi hama pengganggu !" Kata si penculik.
"Kau cepat masuk mobil saja, bawa dia segera ke hadapan Bos, anak ini biar aku yang urus !" Ujar si wanita misterius.
"Seperti biasa kau selalu bisa di andalkan, thank you~" Si penculik masuk ke dalam mobil dan membawa Rika pergi.
"JANGAN BAWA PERGI, RIKAA !!!" Teriak Raka dengan mencoba menggapai si wanita misterius.
Saat hampir mencoba menggapainya, tiba-tiba saja si wanita misterius berbalik ke belakang dan menendang Raka sekeras mungkin sampai membuatnya terpelanting cukup jauh ke belakang.
"ARGHHH !!"
"Jangan pernah mengganggu pekerjaan kami, anak kecil !" Tegas si wanita misterius itu.
"Si-siapa kau !!" Tanya Raka sambil menahan rasa sakitnya.
"Aku ...." Ujarnya sambil melepaskan seluruh penyamaran misteriusnya.
"Adriatic Sean !!"
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
__ADS_1
Instagram : @hexamon_