Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 10 : Arti kekuatan Alam


__ADS_3



Cywhiter, Hutan kaki bukit Manangel.


Masih tersisa beberapa hari lagi menuju pertandingannya dengan si pria bertuksedo itu. Aji bersama Hexamonnya yang bernama Okong, terus berlatih setiap harinya di dalam hutan yang berada di kaki bukit.


"WOODEN KICK !!" Okong melayangkan tendangannya kembali mengarah ke pohon yang dari kemarin telah menjadi sasarannya.


" ... Ternyata, masih belum bisa aku rubuhkan pohon ini ..." Ucap Okong menghela nafas lelah.


"Gapapa, Kong. Liat, tuh katingali rada retak kan ... " Kata Aji yang melihat bahwa ada retakan hasil dari tendangannya.


"Itu, retak kan, karena dari kemarin di tendang terus" Kata Okong sambil cemberut.


"Tapi ada hasil kan ? Sama seperti nanti pas kita lawan Baron, berapa kali pun kita jatuh, kita harus tetap bangkit dan yakin bisa mengalahkannya ... Karena setiap proses pasti selalu ada tapak tilasnya" Aji mengelus-elus kepala Okong menenangkannya.


"Yuk lah, ayeunamah urang mayor heula, Ambu tadi pan tos mekelan 3 rantang (Yuk lah, sekarangmah kita makan bersama dulu, ibu kan tadi udah ngasih bekal 3 rantang)" Ajak Aji untuk beristirahat makan siang terlebih dahulu.


Mereka berdua menuju tempat berteduh yang sering di sebut "Saung" dalam bahasa Sunda, Aji sengaja membuatnya kemarin untuk tempat mereka beristirahat sejenak setelah lelahnya berlatih.


"Uwaaaahhhh" Aji dan Okong langsung tergiur saat ketiga rantang makanan itu di buka.


Ketiga makanan yang berada dalam rantang itu berhasil meningkatkan selera makan Aji dan Okong bahkan hanya dengan melihat tampilan dan aromanya yang sedap. Di rantang yang pertama tentu ada nasi yang masih hangat dengan beras asli hasil dari panen di kotanya, di rantang yang kedua ada ayam serundeng dengan kentang balado yang di potong kotak-kotak kecil, lalu di rantang yang ketiga terdapat lotek dengan aroma yang menggugah selera, lotek merupakan makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram dressing berupa sambal dicampur bumbu kacang.


"Ehh, Nek naon maneh ? (Ehh, mau apa kamu ?)" Tanya sinis Aji pada Okong.


"Ya, makanlahh" Jawabnya.


"Kambingmah, tuhh rumput liar banyakk pada ijo-ijo" Aji menggodanya.


"KAMBING ! -_- " Okong kesal di buatnya.


"Bwahahahah, baperan amat sih ni kambing :v " Aji merasa puas menggodanya.


Setelah sedikit menggoda Okong, mereka pun langsung segera menyantap makanan yang telah di buka mumpung masih hangat. Baru beberapa hari, keduanya sudah nampak akrab, Senda gurau dan gelak tawa selalu tercipta setiap harinya ketika mereka bersama, namun satu hal yang belum mereka temukan, arti dari kekuatan alam tersebut.


Selesai makan mereka rehat sejenak, mengisi waktu luangnya Aji mengeluarkan seruling bambu yang selalu ia bawa, Okong sangat menyukai alunan nada yang di bunyikan oleh seruling bambu milik Aji, sehingga ia bersedia mendengarkannya dengan seksama. Aji kembali melantunkan irama seruling bambunya, terlantun nada-nada khas tataran Sunda yang nikmat nan syahdu.


"Entah kenapa, tiap Aji membunyikan serulingnya, aku selalu merasakan kedamaian dan ketenangan ... dan aku merasakan kekuatan alam yang besar di dalamnya, alunan yang syahdu di iringi gemericik air ... ini ... sangat menenangkan ~" Ucap Okong dalam hati merasakan damainya hati saat mendengar alunan seruling bambu yang di bunyikan oleh Aji.


Okong benar-benar menikmatinya, alam pun seakan turut ikut menikmatinya, angin sepoi membuatnya seakan melambai-lambai, suara gemericik air sungai yang terdengar jelas karena suasana yang hening dan sepi.


"Yuk, ahh urang latihan deuii !! (Yuk, ahh kita latihan lagii !!)" Ajak Aji berlatih kembali.


Akan tetapi, Okong malah secara tidak sadar tertidur lelap karena terlalu menikmatinya.


"Heummm" Aji menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Karena tidak tega untuk membangunkannya, Aji lebih memilih memasukkan kembali Okong pada Hexapets untuk merehatkannya. Mungkin latihan cukup sampai sini untuk hari ini, tidak tega jika setiap harinya harus pulang sore hari. Akhirnya, meski waktu masih menunjukkan pukul 1 siang, Aji memutuskan untuk pulang saja karena perjalanannya memakan waktu cukup lama untuk Aji yang berjalan kaki. Mungkin sangat aneh, bila di masa depan masih terdapat pesawahan hijau terhampar luas, tapi beginilah kenyataannya kota Cywhiter, kota yang memang sengaja di isolasi untuk tetap di jaga keasriannya, maka dari itulah Kota ini juga di sebut "Kota masa kecil", karena sangat jarang sekali menemukan tempat bak surga yang di penuhi alam hijau yang masih asri di kota yang lain. Aji berjalan menyusuri pesawahan yang hijau, ada juga yang sudah mulai menguning, warga yang sedang bercocok tanam pun selalu di sapanya. Aji berjanji dalam hatinya, akan menjaga kota ini dari tangan orang-orang kotor yang akan merusaknya.


Malam hari pun tiba, ayah Aji yang sudah bisa di bawa pulang ke rumah, masih harus di rawat secara intensif. Aji membawakan obat dan semangkuk sup iga dengan teh manis di atas nampan bercorak bunga, memasuki kamar ayahnya.


"Ini pak, makanannya ..." Dengan nada pelan Aji berkata.


"Sok, taro aja di situ ..." Kata Ayahnya Aji menyuruh menyimpannya di atas lemari berukuran kecil.


"Muhun, pak" Aji menuruti perkataannya.


"Ji ... " Panggil Ayahnya tiba-tiba.


"Eh ... Euhmm, iya pak ?" Aji yang terkejut mendengarnya.


"Lusa nanti ... adalah pertandinganmu melawan bos para penebang liar itu, bapa mempercayakeun semuanya ka Aji ... mulai ti ngajaga tanah warisan nenek moyang kita dan .... menyelamatkan pamanmu, bapa yakin Aji pasti bisa ..." Ayah Aji yang sedang tidak berdaya mempercayakan semuanya pada Aji.


"Tapi ... bagaimana ... Kalau Aji, gak bisa memenuhi harapan bapa ... " Seketika Aji menjadi ragu dan merasa takut.


"Lihat bapa ..." Tangan Ayahnya Aji mengelus dari pipi ke dagunya.


"Kau adalah seorang pemimpin, setiap lelaki adalah seorang pemimpin, seorang pemimpin tidak peduli seberapa besar resikonya demi melindungi seseorang yang berharga baginya .... gak peduli kalau nantinya kalah, yang penting kita maju aja dulu, sesuai peribahasa 'Tong eleh samemeh di pacok' " Ayah Aji meyakinkan Aji untuk bisa percaya diri.


"Heem" Aji mengangguk sebagai jawaban.


Setelah selesai mengantarkan makanan ke kamar ayahnya, Aji langsung saja menuju kamarnya, duduk di atas kasur empuknya.


"Aku mendengar percakapanmu tadi dengan, Ayahmu. Jangan takut Ji ... Aku tidak akan mengecewakanmu" Suara Okong melalui Hexa-Voice ikut meyakinkan Aji.




"Ya, kita pasti bisa !!" Seru Aji sudah yakin sambil mengepalkan tangannya.


"Berarti besok hari terakhir kita berlatih ya ?" Tanya Okong.


"Iya, kita manfaatkan hari esok sebaik mungkin" Kata Aji bersemangat.

__ADS_1


"Oke !!" Jawab Okong pun bersemangat.


Akhirnya, malam telah berlalu, hari esok pun tiba, seperti biasa setelah selesai menggembala kambing sampai pukul 10. Aji dan Okong langsung menuju hutan kembali, untuk mematangkan hasil latihannya selama satu minggu ini.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Teriak Aji memanggil keluar Hexamonnya.


"Langsung, Kong !!" Okong yang baru saja keluar dari Hexapetsnya, berlari dan melancarkan serangan sesuai intruksi dari Aji.


"MMOOOOO ~ 1000 LEAF SHOT !!" Okong menembakkan ribuan daun yang berasal dari bulu-bulunya.


Tak henti di situ, setelah serangan pertama, Okong langsung melancarkan serangan keduanya.


"ENTANGLED ROOTS !!" Keluar akar dari tanah yang menjerat beberapa pepohonan di sekitarnya.


"Tarik, Kong !" Teriak Aji.


"Hyahhhh !!!" Okong mencoba menarik bebrapa pohon yang berhasil di jeratnya.


Namun, dari 5 pohon yang berhasil di jeratnya, ia hanya bisa menumbangkan 2 pohon saja.


"Gapapa, sekarang .... Tendang kembali pohon itu, Kong !!" Tunjuk Aji pada pohon yang telah menjadi sasaran tendangannya sedari awal latihan.


"Oke ... WOODEN KICK !!" Okong berlari, lalu melompat melayangkan kembali tendangannya ke tubuh pohon yang menjulang tinggi.


"Ternyata, masih belum bisa ku hancurkan ..." Okong sedikit merasa kecewa.


"Tidak ... Lihat ini !! " Aji memukul keras bagian yang memiliki bekas tendangan Okong.


Nampak, dengan mudahnya Aji memukul pohon itu sampai berlubang, ternyata meskipun Okong tidak bisa sampai menumbangkannya, tetapi dia mampu membuat rapuh bagian dalam pohon tersebut.


"Meskipun pohon ini belum tumbang, tapi tingali .... Iyeu tangkal, ancur ti jero (Meskipun pohon ini belum tumbang, tapi lihat .... Pohon ini, hancur dari dalam)" Beritahu Aji sambil tersenyum.


Okong yang tadi merasa sedikit kecewa, berubah menjadi tersenyum si buatnya. Tiba-tiba ...


"Tolong-tolong !!!"


Terdengar suara pria yang meminta tolong meski samar-samar namun masih bisa terdengar jelas, dari arah seberang sungai yang cukup jauh dari posisi mereka sekarang. Tak peduli seberapa jauh, mereka dengan sigap berlari mendekati arah datangnya suara tersebut.


"Itu, Ji ... " Okong melihat seseorang di seberang sungai sana.


Terlihat seorang pria penyandang disabilitas sedang dalam kesulitan terlihat dari raut wajahnya, namun jarak untuk menyebrangi sungai cukup jauh dan dalam.


"Kau bisa, Okong ?" Tanya Aji sambil terus berlari.


"Ya, aku bisa ... WOOD REACH !!" Okong mengeluarkan kemampuannya berupa kayu yang menjulur sampai ke seberang sehingga menjadi sebuah jembatan.


"Tolong saya, kambing saya hanyut terbawa arus sungai ... Tolong, itu adalah kambing saya satu-satunya" Pria itu benar-benar meminta pertolongan pada Aji.


Aji langsung menoleh ke arah sungai dan tidak nampak apa-apa, hanya arus air yang deras terlihatnya.


"Aji, bukannya di ujung sungai itu air terjun kan ?" Okong mengingat sesuatu.


"Benar, kita harus segera bergegas, amang tolong antosannya di dieu (Benar, kita harus segera bergegas, paman tolong tunggu di sini ya)" Kata Aji, langsung berlari untuk mengejar kambing yang hanyut tersebut.


Mereka berdua berlari secepat mungkin, menyusuri sungai yang sangat panjang, nampak terlihat sesuatu dari jauh meskipun samar-samar. Aji mensipit-sipitkan matanya berusaha melihatnya dengan jelas untuk meyakinkan, ternyata benar, kambing itu hanyut terbawa derasnya air sungai dan hampir tenggelam.


"Kita gak bisa mengejarnya, Kong. Jauh pisan, tapi mun teu buru-buru di tolong, kambing itu bisa hanyut murag ka air terjun (Kita gak bisa mengejarnya, Kong. Jauh banget, tapi kalo gak secepatnya di tolong, kambing itu bisa hanyut jatuh ke air terjun)" Kata Aji sambil terus berlari.


Tiba-tiba Okong menghentikan lajunya ...


"Naha berhenti, Kong ?" Tanya Aji.


"Aku akan menggunakan kemampuanku ..." Kata Okong serius.


"Tapi ... Apa kemampuanmu bisa ngajangkau sampai ke sana ?" Tanya Aji kembali.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, kita sedang berpacu dengan waktu ..." Okong memejamkan matanya.


Aji di buat bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh Okong, setelah memejamkan matanya beberapa saat, Okong kembali membuka matanya lalu berlari begitu saja meninggalkan Aji dengan cepatnya. Suara hentakan tiap langkahnya penuh dengan keyakinan.


"OKONG !!!" Teriak Aji.


"Kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya ... ENTANGLED ROOTS !!!" Okong mengeluarkan kembali kemampuan jeratan akarnya.


Menakjubkan, Okong berhasil mengeluarkan kemampuannya dalam skala yang cukup besar, akar itu menjalar dengan cepat menyusuri sungai lalu menjerat si kambing yang sedang hanyut. Okong berusaha sekuat mungkin menarik kambing itu, melawan arus air sungai yang sangat deras.


"Lain kali jangan meninggalkanku ..." Ucap Aji tersenyum sembari membantunya menarik kambing itu untuk naik ke daratan.


Atas kerja keras dan usahanya, akhirnya kambing itu berhasil terselamatkan di bawa ke daratan meski dalam keadaan basah kuyup.


"Kau berhasil Okong ..."Kata Aji sambil terengah-engah.


"Sekarang aku tahu, arti kekuatan alam yang sebenarnya adalah .... Ketenangan, aku berusaha tenang sejenak dan tidak panik, mengumpulkan kekuatan pada satu titik dan pastinya, yakin !!" Jelaskannya.


"Begitukah ?" Aji masih agak bingung.


"Jawaban ini kutemukan saat kemarin kau memainkan seruling bambumu itu, saat keadaan sangat tenang ... Aku bisa merasakan kekuatan alam yang sangat besar di dalamnya" Okong kembali menjelaskannya.

__ADS_1


"Heem, kalau begitu, yuk ah urang pulangkeun kambing iyeu ka nu bogana (Heem, kalau begitu, ayo kita kembalikan kambing ini ke pemiliknya)" Aji tersenyum saat mendengar penjey Okong.


"Heem" Okong mengangguk.


Misi penyelamatannya sukses besar, selama satu minggu ini pun Okong mengalami peningkatan yang cukup signifikan di banding pertama kali mereka saling bertemu. Tinggal beberapa jam menuju hari esok, hari di mana hasil dari latihannya dalam satu minggu ini akan di uji dalam sebuah pertandingan yang sebenarnya.


- Cyanzour, Kediaman Rika.


"Akhirnya, setelah menunggu seminggu, Hexamonmu telah selesai melewati proses pengoptimalisasian untuk bisa kembali seperti sedia kala, ini .... " Professor Jaya selaku Ayahnya Rika, menyerahkan seperangkat Hexamon milik Deri.


"Uwaaa, terima kasih Om ... Akhirnya, kita bisa bertemu kembali Gamoru" Mata Deri berkaca-kaca karena terharu.


"Akhirnya yaa, selama seminggu si Deri ngegalau ..." Gumam Fino.


*Flashback satu Minggu yang lalu


"Apaa, 1 Minggu ?!!" Deri terkejut saat mendengar bahwa waktu pengoptimalisasian sekitar 1 Minggu lamanya.


"Bagaimana lagi, sampai 2x kau biarkan Hexamonmu melebihi batas kemampuannya" Professor Jaya sedikit tegas.


"Ma ... Maaf untuk itu .." Deri merunduk.


"Gapapa Der, 1 Minggu bukan waktu yang lama kok, sebelumnya makasih yaa paman" Kata Raka berterima kasih pada Professor Jaya.


Akhirnya mereka pun kembali ke rumahnya masing-masing dan menunggu 7 hari yang akan datang, tiap harinya Deri merasa gelisah dan gundah, tiap detik ia selalu memperhatikan jam bahkan selalu memperhatikan tanggal di kalender. Layaknya seseorang yang susah move on sama mantannya.


*Kembali lagi ke masa sekarang.


"Terima kasih paman, maaf kami tidak bisa membayar jasa kebaikan paman ..." Raka merasa tidak enak karenanya.


"Tidak usah di pikirkan, aku senang dengan hal yang berkaitan dengan Hexamon, lagipun kau pernah menolong putri ku kan dari Bullyan kakak kelasnya, aku sangat berterimakasih, sekarang coba keluarkan Hexamon milik kalian bertiga ... " Kata Professor Jaya melakukan semuanya tanpa mengharapkan imbalan.


Sebelumnya Deri melakukan sinkronisasi terlebih dahulu pada Hexawatchnya dengan Hexapets.


" ... Apakah aku tidur terlalu lama ?" Terdengar suara Gamoru melalui Hexa-Voice.


" ... Tidak, kamu hanya tidur satu malam" Deri tak bisa membohongi kalau dirinya sangat bahagia.


"Ayo, teman-teman ... " Kata Raka, di ikuti Deri dan Fino yang mengangguk setelahnya.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Dengan penuh semangat, keluarlah formasi trio Hexamon yang kini sudah kembali lengkap.


Deri langsung memeluk Gamoru saat ia sudah di panggil keluar.


"Raka, aku juga mau di peluk ... " Ucap Kero merasa iri.


"A ... Aku ... Juga ..." Biru juga yang malu-malu.


Para Hexamon tiba-tiba menjadi sangat manja.


"Lohh, loh ... Kenapa ini ?" Gamoru justru bingung dengan apa yang terjadi.


"Tidak, maaf ... " Kata Deri sambil memeluknya.


Gamoru hanya membalasnya dengan senyuman, akhirnya Raka dan kawan-kawan pamit dari kediaman Rika dan berjanji akan sering-sering berkunjung kembali. Berniat untuk bersama-sama menuju rumahnya Raka, ke tempat basecamp yang berada di ruangan bawah tanahnya. Mereka berjalan menuju tempat yang di tuju di temani oleh Hexamon mereka yang sengaja tidak di masukkan ke dalam Hexapets supaya bisa berjalan bersama. Namun, di tengah perjalanan, mereka di hadang oleh seseorang yang membawa mobil sport bergaya. Ternyata, tak lain dan tak bukan, seseorang yang berada dalam mobil itu adalah Rafael, siswa kaya yang sangat sombong.


"Uwaaa, Hexamonnya udah kembali ya ? Kekuatannya meningkat gak nihh, kebetulan sekarang hari Minggu & aku merasa bosan ... Bagaimana kalau kita bertanding kembali ?" Kata si Rafael menantang Deri kembali dari dalam mobilnya.


Raka dan kawan-kawan hanya menatap tajam dirinya.


"Tenang saja, ini hanya pertandingan antara kita, aku tidak akan membawa orang lain seperti kemarin ... paling cuma 2 temanmu itu yang akan menontonnya .." Rafael terus menggoda Deri untuk menerima tantangannya.


"Tidak ..." Deri belum selesai berbicara, di potong langsung oleh Gamoru.


"Gapapa, kita terima tantangannya ..." Kata Gamoru dengan sangat yakin.


"Kau yakin, Moru ?" Tanya Deri.


"Ya, kita tidak mungkin kalah untuk yang kedua kalinya oleh orang yang sama kan" Gamoru sangat optimis sambil menyatukan kedua kepalan tangannya.


"Aku percayakan padamu, Deri ... Gamoru ..." Kata Raka.


"GOO, GAMORU, GOO !!" Kero yang bersorak semangat.


"You can do it !!" Ucap Fino dan Biru bersamaan.


Kedua pasang sorot mata antara Deri dan Rafael saling menatap tajam dengan senyum sinis terlukis oleh keduanya. Pertandingan antara Gamoru dengan si beruang kutub itu pun akan terjadi kembali untuk yang kedua kalinya.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :

__ADS_1


Instagram : @hexamon_


__ADS_2