
Saat langit gelap berselimut kabut awan tebal, Rika yang saat itu berhasil di culik oleh sindikat penculikan yang di mana salah satu penculiknya adalah Adriatic Sean 'Ann', sosok tersohor yang di kenal atas aksi-aksi penculikannya yang tidak pernah gagal. Rika di bawa oleh Ann, dengan Helikopter yang telah menjemputnya saat mereka tiba di dermaga, di bawa melintasi lautan untuk menuju Mercusuar tua yang sudah tak terpakai, yang berada di tengah lautan. Rika di ikat serta mulut yang di bungkam, membuatnya tak bisa bertindak apapun. Helikopter mendarat, Ann pun segera membawa Rika ke hadapan sang Boss yang sedang menantinya.
"CEPETT !!!" Ann menendang Rika, yang sudah tak berdaya dengan kedua lengannya yang di ikat rantai.
Deburan ombak besar meraung-raung, menghantam mercusuar yang besar menjulang tinggi, hujan pun turun dengan derasnya. Ann menarik rantai yang mengikat kedua lengan Rika, menuntunnya supaya bisa berjalan lebih cepat. Mereka berdua pun memasuki mercusuar yang di mana suasana di dalamnya sangat gelap karena sedikitnya cahaya penerangan, kelelawar bergantung di setiap sudut, rasa mencekam pun semakin terasa sangat pekat.
"Ini, Boss, sesuai permintaan target penculikan seorang siswi SMP, sekarang mana bayarannya ??" Ann menyerahkan Rika kepada Boss-nya.
"Bagus, pekerjaanmu tidak pernah gagal, dia pasti akan sangat laku bahkan sekalipun dengan harga yang mahal, karena tenaganya yang masih "fresh" untuk bisa di pekerjakan haha ... Mana data-data mengenai dirinya ?" Sang Boss menerima hasil culikan dari Rika.
"Ini ..." Ann menyerahkan berkas-berkas yang berisi tentang data mengenai diri Rika.
"Heumm, oke, Ajudan !" Sang Boss sedikit memeriksa lalu memanggil ajudannya.
"Siapp, Boss !!"
"Masukan data-data ini ke marketplace kita, jangan lupa juga foto juga dirinya ya ~ kita akan meraup banyak uang haha" Tawa jahat sang Boss dengan cerutu yang selalu di hisapnya.
"Baik, Boss, ayo sini !!" Sang ajudan menarik rantai yang mengikat Rika dengan kasarnya, sampai Rika sedikit terseret.
Rika di bawa ke ruangan lain sehingga yang berada di sana hanyalah Ann dan juga sang Boss yang amat sangat licik.
"Ini, bayaranmu" Sang Boss yang berawakan besar dan kekar itupun menyerahkan sebuah amplop berisi sejumlah uang di dalamnya sebagai bayaran.
Ann mengambil amplop itu, membuka dan menghitung jumlah uangnya secara teliti apakah bayarannya sepadan dengan hasilnya.
"Oke, senang bekerja sama dengan anda" Senyum sinis Ann pada sang Boss.
"Jangan senang dulu, apa kau ingin mendapatkan bayaran yang lebih besar daripada ini ?" Sang Boss menawari sesuatu yang membuat Ann sangat tergiur.
"Katakan saja apa maumu" Singkatnya.
"Sombong sekali kau, apa kau pernah mendengar tentang sebuah keluarga yang masih memiliki turunan murni darah bangsawan di negara ini ?" Tanya sang Boss.
"Ya, aku pernah mendengar rumor itu, ada satu keluarga yang masih memiliki darah murni dari keturunan para bangsawan" Jawab Ann.
"Benar sekali, keluarga itu mempunya anak semata wayang seorang putri, namun kini tak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan orang tuanya, karena berdasarkan rumor kedua orang tuanya meninggalkan putrinya pada kerabatnya, sampai ... Beberapa pekan yang lalu, tersebar kalau sang putri itu kini telah beranjak remaja dan melarikan diri dari kota kediamannya ..." Sang Boss memaparkan beberapa informasi yang di ketahuinya.
"Lalu ?" Tanya Ann.
"Apa kau yakin bisa menculik sang putri itu ? Bahkan mafia sebelumnya yang di tugaskan untuk menangkapnya, berhasil membuatnya lolos" Sang Boss yang sedikit meragukan tugas ini kepada Ann.
"Kau meragukanku ? Tak ada yang bisa lolos saat pandanganku telah mengunci satu target" Jawab Ann dengan tegas.
"Foto dan biodata dari sang putri itu telah tersebar di forum, banyak para mafia dan sindikat penculik lain mengincarnya, jadi ... Jangan sampai kalah cepat dengan mereka, bawa putri itu kemari dan kau akan ku bayar 2x lipat lebih dari sekarang" Sang Boss membuat kesepakatan dengan Ann.
"Tenang, putri itu akan segera bertekuk lutut di hadapan anda haha" Ann menerima kesepakatan dari sang Boss.
Di sisi lain, setelah seluruh biodata mengenai Rika selesai di input ke dalam marketplace untuk di perjual belikan. Rika di paksa masuk ke dalam ruangan yang sangat gelap dan lembab.
" Cepat masuk !!" Rika di tendang oleh si ajudan, sampai terdorong paksa masuk ke dalam ruangan.
Secara tak sengaja cahaya dari lampu senter menyinari sekitar ruangan, Rika terkejut saat melihat ternyata dia tak seorang diri di sana, ada banyak orang dari kalangan usia berbeda telah berhasil di culik, bahkan yang seusianya pun ada. Lebih dari 30 orang yang berada dalam ruangan gelap nan lembab itu.
"Jangan pernah coba-coba kalian semua untuk melarikan diri, MENGERTI !!" Tegas sang ajudan kepada para korban penculikan.
Rika di paksa masuk ke dalam ruangan, dirinya pun langsung tak sadarkan diri karena sudah terlalu lemas dan kehabisan tenaga.
~ Keesokan harinya.
Risna yang berada di depan cermin sedang mempercantik dirinya bersiap untuk menjadi umpan, padahal tanpa dia tahu target selanjutnya memanglah dirinya sendiri.
"Risna, apa kau yakin ?? Melawan satu mafia kemarin saja kita sudah kewalahan" Tanya Winx melalui Hexa-Voice.
"Kau tidak perlu takut Winx, kita akan selalu bersama, dengan bersama kita akan menjadi lebih kuat kan ?" Jawab Risna dengan optimis.
"Kalau kau sendiri yakin, maka aku juga harus lebih yakin !" Lanjut Winx.
Memakai bando biru di kepalanya, lalu mengambil tas kecilnya, Risna bergegas keluar rumah karena Prof. Jaya telah menunggunya di depan.
"Sudah siap, Risna ?" Tanya Prof. Jaya pada Risna yang sedang masuk ke dalam mobil.
"100% siap, Prof !!" Jawabnya sambil memakai sabuk pengaman.
"Oke, kita jalan sekarang" Balas Prof. Jaya.
Prof. Jaya dan Risna mulai melaju menuju pusat kota untuk memancing para penculik itu keluar dari persembunyiannya, sesuai dengan yang telah di rencanakan saat sampai di sana Risna akan di turunkan dan membiarkannya berjalan-jalan sembari melihat sekitaran kota sampai senja tiba.
__ADS_1
"Oke, kita sudah sampai Risna, jangan lupa nyalakan Lokasi pada ponselmu, supaya posisi kamu selalu Professor ketahui" Kata Prof. Jaya.
"Baik, Prof. Sudah aku nyalakan" Jawab Risna sambil menyalakan fitur lokasi pada ponselnya.
"Oke, Professor akan memantau sedikit jauh ada di belakang kamu, sampai misi umpan ini selesai, jadi kamu tidak perlu takut ya, Risna" Ucap Prof. Jaya.
"Baik, Prof !" Balasnya.
Risna keluar dari mobil, sedikit membenahkan poni rambutnya, lalu ia mulai menjalankan misinya dengan berjalan-jalan di sekitaran kota.
"Jadi, sekarang apa yang harus kita lakukan ?" Tanya Winx melalui Hexa-Voice.
"Yaa, jalan-jalan aja, kan itu misi kita" Jawab Risna singkat.
"Ya, maksudnya, ya kali kita cuma jalan-jalan doang gak ada tujuan gitu" Lanjut Winx.
"Ouhh, hehe, kayaknya nanti kita bakal shopping sih, cuma kalo sekarang kita jalan-jalan aja dulu" Balas Risna.
Karena kebetulan juga Risna baru saja pindah ke kota ini, maka misinya ini juga bisa menjadi kesempatan untuknya mengenali berbagai tempat di kota ini dan mempelajari banyak hal yang belum ia tahu. Sedangkan, Raka dan Deri masih berada di sekolahnya mendengar penjelasan materi dari gurunya.
"Kau kenapa, Raka ??" Tanya Kero berbisik pada Raka melalui Hexa-Voice.
"Aku hanya sedang memikirkan bagaimana keadaan Rika sekarang" Jawab Raka.
"Kau jangan terlalu memikirkannya Raka, sekarang posisimu sedang berada di dalam kelas, fokuslah belajar dahulu" Ucap nasehat dari Kero.
"Aku merasa gagal tidak bisa menyelamatkannya" Raka yang benar-benar menyesali kegagalannya.
"Tenang Raka, saat kita bertemu dengan mereka lagi, aku akan menghabisinya dan membawa kembali Rika !" Ucap Kero penuh rasa optimis.
"Bicara dengan siapa kamu, Raka ?!" Pak Guru yang sedang menerangkan materi mendengar percakapan Raka.
"Ehh, anuu, enggak pak, saya cuma bicara sendiri" Jawab Raka tergagap-gagap.
"Kamu ya, guru sedang menerangkan malah bicara sendiri, sekarang kamu maju selesaikan soal yang ada di depan !" Pak guru memberi penegasan kepada Raka.
"B-baik, Pak ~" Jawab Raka tertunduk sambil maju ke depan.
"Aku gak tanggung jawab ya, Raka hihii" Kero yang sedikit tertawa melihat partnernya di beri teguran.
"Baru kali ini seorang Raka, kena teguran dari guru" Deri yang mengejek Raka saat ia berjalan ke depan.
"Winx, kamu cape gak sih ??" Tanya Risna mengeluh.
"Gimana aku mau cape, aku kan daritadi diam di dalem hehe" Jawab Winx dengan santainya melalui Hexa-Voice.
"Iya juga ya, tukeran yuk, kamu jalan aku ke dalam" Ucap Risna memberi penawaran yang tak masuk akal.
"Daripada kamu ngelantur gitu, mending kita makan dulu kalo gitu, sambil istirahat juga" Jawab Winx memberi saran yang lebih masuk akal.
"Ya udah, kebetulan di depan ada toko makanan cepat saji, kita mampir dulu ke sana deh" Risna menerima saran dari Winx.
"Ayookkk !!" Balas Winx dengan penuh semangat.
Akhirnya, Risna dan Winx memutuskan mampir ke toko makanan cepat saji terlebih dahulu untuk mengisi perutnya yang sudah lapar sekaligus beristirahat sejenak.
"Kira-kira kamu mau keluar gak, Winx ?" Tanya Risna.
"Tentu saja mau, aku juga mau makan" Jawab spontan Winx.
"Tapi ... Apa gak terlalu mencolok ya, soalnya di kota ini kayaknya masih sedikit bahkan jarang yang mempunyai Hexamon" Risna sedikit ragu untuk mengeluarkan Winx.
"Justru itu bagus, jika kita menjadi perhatian orang-orang, maka akan lebih mudah para penculik pun keluar dari persembunyiannya, bagaimana ?" Winx mengutarakan pendapatnya.
"Ide bagus, oke ... Ayoo, HEXAMON BATTLE, GOO !!" Teriak Risna mengeluarkan Winx dari wadah Hexapetsnya.
"Ahh, akhirnya aku dapat menghirup udara yang segar" Ucap Winx.
Akhirnya, Risna dan Winx memasuki toko makanan cepat saji itu bersama-sama dan benar saja, saat masuk ke dalam mereka berdua menarik banyak perhatian. Banyak pasang sorot mata memandang, dengan tatapan yang tak wajar.
"Selamat siang kak, mau pesan apa ?" Ucap ramah seorang pramuniaga.
"Eumm, saya pesan Bebek Crispy 1 porsi, Ayam kremes 1 porsi, sama Jus Vanilla latte 1, udah" Ucap Risna memesan makanan.
"Baik, pesanan akan segera di antar, mohon di tunggu ya kak"
"Iya, terima kasih kak" Balas Risna.
__ADS_1
Saat Risna sedang memesan makanannya, tak sengaja ada 2 pria dewasa dengan kacamata hitam mendengarkan percakapannya, kedua pria itu berdiskusi menggunakan bahasa isyarat dan memperlihatkan salah satu gambar dari ponselnya kepada rekannya. Gambar yang di perlihatkannya itu tak lain dan tak bukan, adalah gambar foto diri Risna dan sesuai data bahwa Risna mempunyai Hexamon berwujud visual seekor bebek. Ya, kedua orang itu adalah bagian dari komplotan penculik yang berhasil menculik Rika.
"Silahkan kak, ini pesanannya" Kata seorang pelayan sambil menata pesanan Risna ke meja makan.
"Terima kasih, kak" Balas Risna.
Pesanan pun tiba, Risna dan Winx siap untuk menyantapnya dengan lahap. Sementara itu, 2 pria misterius yang berada di sana, tetap memperhatikan Risna dari meja makannya, sambil membuka ponsel lalu memberi laporan kepada atasan bahwa target ada di dekatnya.
Singkat cerita, setelah Risna dan Winx selesai makan, mereka berniat untuk menuju ke pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari sekitar sana. Tapi, karena telah menemukan targetnya, kedua pria misterius yang berada di toko makan juga bergegas mengikuti Risna dari belakang dan berusaha mengintainya. Namun, Prof. Jaya yang sedang memperhatikan Risna dari kejauhan menyadari bahwa ada 2 pria misterius yang sedang menguntitnya, Prof. Jaya memilih untuk tidak memberitahukannya dulu kepada Risna, dan terus memperhatikan perkembangannya.
"Kamu mau beli apa, Risna ??" Tanya Winx yang sedang di tuntun oleh Risna layaknya anak kecil.
"Eumm, mungkin alat make up dulu, soalnya stok di rumah udah pada mau habis" Jawabnya sambil melihat-lihat sekitar.
"Ramai sekali orang ya, dan di sini bukan kita aja yang jalan bareng Hexamon, banyak orang lain juga"
"Ya, mungkin karena ini adalah tempat pusat perbelanjaan, jadi orang dari berbagai kota pun datang ke sini" Jawab Risna.
Saat sedang berjalan-jalan, tiba-tiba mata Risna tertuju pada sebuah photo booth yang ada di hadapannya.
"Winx, kita ke sana yuk !!" Risna menarik Winx berlari menuju tempat photo booth.
"Aduuuhh, pelan-pelan dong Risna"
Risna dan Winx memasuki studio photo booth.
"Selama ini kan kita belum bikin kenangan sama sekali, apalagi saat pertama kita ketemu, kamu itu berjasa banget buat aku, jadi ... Ku harap kita bisa semakin dekat ya kedepannya" Ucap Risna pada Winx.
"Jangan gitu dong, Ris. Aku akan jadi teman terbaikmu di segala kondisi, kita sudah di takdirkan untuk bertemu dan selalu bersama" Jawab Winx.
"Yukk, kita foto bersama mengukir kenangan"
Risna mengangkat Winx lalu memeluknya untuk melakukan foto bersama.
"Buat sebagus mungkin dan sekonyol mungkin ya, Winx. Satu ... Dua ... Tiga ... CHEESE !!!"
"CEKREK !!"
"CEKREK !!"
"CEKREK !!"
"Haha, hasilnya bagus sama lucu-lucu banget ya, Winx" Risna tertawa bahagia saat melihat hasil jepretan fotonya begitupun dengan Winx.
Selesai berfoto di photo booth, Risna dan Winx melanjutkan petualangannya sebagai seorang "Shopping Hunter" berkelana dari toko ke toko, dan 2 pria misterius itupun terus saja mengikuti Risna dari belakang sambil terus bersembunyi, tanpa mereka tahu, Prof. Jaya justru melihat tindakan mencurigakan dari kedua si pria misterius itu.
Setelah menghabiskan banyak waktu di pusat perbelanjaan dan hari pun sudah mulai senja, Risna memilih untuk menyudahi perbelanjaannya. Ia keluar dari mall bersama Winx, namun Prof. Jaya melihat bahwa 2 pria misterius itu pergi dan tak lagi mengikuti Risna. Sebelum di ketahui oleh Risna, Prof. Jaya segera masuk ke mobilnya karena ia akan memberitahukan semuanya saat semuanya telah berkumpul di rumah.
"TUTTT ... TUTTT .... TUTTT" Risna mencoba menelepon Prof. Jaya untuk melaporkan bahwa misinya untuk hari ini sudah cukup.
"Halo, Prof ... Professor ada di mana ya ? Ini aku ada depan mall pusat perbelanjaan kota" Beritahu Risna.
"Professor gak jauh dari posisimu, Professor akan segera ke sana" Jawabnya.
Tak lama kemudian, Professor pun tiba menghampiri dan Risna segera masuk ke dalam mobil.
"Bagaimana misimu hari ini, berjalan lancar ??" Tanya Prof. Jaya sambil memutar kemudi mobil.
"Bisa di katakan lancar Prof, tapi aku tidak merasakan tanda-tanda kemunculan para penculik itu, iya kan Winx ?" Ungkap Risna.
"Benar, seharian ini kita benar-benar have fun" Jawab Winx yang berada di lahunan Risna.
"Kalian hanya tidak mengetahuinya ..." Balas Prof. Jaya.
" !!!!! " Sontak seketika Risna dan Winx langsung terkejut saat mendengarnya.
"Professor akan mengungkapnya nanti saat kita semua berkumpul di rumah" Jawab Professor dengan santai.
Hari inipun selesai, misi Risna sebagai umpan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, ada beberapa penculik yang termakan umpannya. Namun, mereka tidak mengetahui apa yang telah direncanakan oleh para penculik selanjutnya, yang pasti kini Risna telah di jadikan target penculikan selanjutnya, sehingga mereka semua kini harus lebih waspada.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
__ADS_1
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_