
Ayah Aji terpelanting jauh ke belakang akibat dari serudukan kuat Hexamon yang di panggil oleh pria bertuksedo itu, langsung saja para warga, Aji, serta pamannya bergegas menghampirinya. Ayah Aji mengalami pendarahan yang cukup serius akibatnya.
"Mang, geura bawa bapa ka rumah sakit, samemeh pendarahanna iyeu makin parah (Paman, tolong segera bawa bapak ke rumah sakit, sebelum pendarahannya semakin parah)" Aji sangat mengkhawatirkan kondisi ayahnya.
"Tapi, kmha jeung Aji di dieu, nahh ... A tiasa nyanak mobil kan ? Ayeuna Enggal bawa si bapa ka rumah sakit, sadayana warga bubar we soalna kondisi tos kurang kondusif, wios anu Aya di dieu saukur abdi sareng Aji anu nyangharepan iyeu penebang liar (Tapi, bagaimana sama Aji di sini, nahh ... Kamu bisa bawa mobil kan ? Sekarang cepat bawa pak kades ke rumah sakit, semua warga bubar saja soalnya kondisi sudah kurang kondusif, gapapa yang ada di sini cuma saya dengan Aji yang berhadapan dengan para penebang liar ini)" Paman Aji menyerahkan kunci mobilnya ke salah seorang pemuda untuk segera membawa Ayahnya Aji ke rumah sakit, serta memberitahukan warga untuk bubar karena di takutkan akan kembali memakan korban.
"Ughhh, apakah tidak terlalu keras tuan muda Tony ? Haha" Ujar Manager perut buncit menyindir.
"Mereka sendiri yang memaksaku untuk melakukannya, ya maaf saja jika terkesan agak sadis, tapi proyek pembangunan ayahku ini harus tetap berjalan" Pria bertuksedo yang itu tidak akan segan menyingkirkan siapa saja yang mengganggu proyek ayahnya.
Tony Forbidden, atau biasa di panggil Tuan muda Tony oleh para pengikutnya ini adalah anak dari CEO besar Mark Forbidden, sosok yang haus akan harta yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, sekalipun itu harus membunuh. Begitu pula konsep yang di terapkan oleh Tony sebagai anaknya 'Like Father Like Son'. Aji yang murka setelah mendengar perkataannya, berdiri menatap tajam mata pria bertuksedo yang di panggil Tony.
"Aku pernah baca, bukannya menyerang manusia secara langsung dengan Hexamon adalah sebuah pelanggaran kan ... " Kata Aji dengan nada bicaranya yang dingin.
"Bwahahaha, apa ... Melanggar ? Persetan dengan peraturan yang ada, jangan terlalu patuh, beberapa peraturan di buat untuk di langgar" Tony malah tertawa mendengar perkataan Aji.
"Kalau begitu, berarti aku juga boleh melanggarnya kan ... " Aji yang merasa geram mengepalkan tangan kirinya, dengan lengan kanan memegang Hexawatch yang akan di kenakan.
"Show your skill ..." Tony semakin berani menantang Aji.
Aji berusaha mengingat-ingat kembali video yang pernah ia lihat bagaimana cara memanggil Hexamon keluar dari wadah Hexapetsnya.
"Bersiaplah ... " Aji memasuki mode serius dalam dirinya.
"Bersiaplah Baron, lawan kita sekarang sesama Hexamon ..." Tony memberi peringatan pada Hexamon berwujud kerbau, yang ia beri nama Baron.
"HEXAMON BATTLE ... GOO !!!" Di putarkannya Hexapets itu kemudian di lempar sekeras mungkin sampai menghantam permukaan.
Seluruh pasang sorot mata dengan serius memperhatikan, termasuk Tony yang merasa sedikit gentar dengan amarah yang meluap dari Aji. Kilauan berwarna hijau yang sangat terang, muncullah sosok Hexamon yang di panggil oleh Aji.
"A .. apa ... " Aji terdiam menganga setelah melihat wujud Hexamon yang di panggilnya.
"Pfttt" Tony yang tak kuasa menahan tawa, melihat Aji yang sudah sangat serius di hancurkan oleh realita yang di lihatnya.
"KAMBINGGG ?!!!" Aji yang tidak menyangka kalau Hexamon yang di panggilnya ternyata monster berwujud kambing.
"Kalo gini sih, sekali sentil juga beres" Ucap Tony merasa sombong.
Yang membuat Aji tambah kesal lagi adalah selain ekspektasinya yang sudah benar-benar hancur oleh realita, Hexamon yang di panggilnya setelah keluar malah tertidur pulas seolah tak siap untuk bertarung.
"Heyy, Kambing bangun ... Bantu aku ngelawan kebo itu" Aji yang terus memberikan intruksi kepada Hexamonnya.
"Hhoaammmmm ~" Hexamon dengan wujud kambing yang di panggil Aji, malah menguap dan melanjutkan tidurnya.
"Arghhh, gada keren-kerennya, di kira bakal keluar monster-monster keren jeung gagah kawas singa, gorilla, atau badak ... Yang keluar malah kambing, pemalas pula" Aji benar-benar merasa kecewa karena sudah berekspektasi tinggi.
"AMANGG !!! (PAMAN !!!)" Aji berteriak memanggil pamannya.
"Amang nyungkeun hapunteun yeuh, Ji. Soalna kan Aji resep ngangon kambing, jadi amang beli ya, nu wujudna kambing Kitu ... Ari soal nu pemalesnamah, itu bonusna mungkin (Paman minta maaf ya, Ji. Soalnya kan Aji suka menggembala kambing, jadi paman beli ya, yang wujudnya kambing gitu ... Kalo soal yang pemalesnyamah, itu bonusnya mungkin)" Kata pamannya Aji sembari memalingkan muka dan menggaruk kepala merasa tak bersalah.
"Lawakan macam apa ini ..." Ucap Tony merasa tenang karena lawannya hanyalah seekor kambing pemalas.
"Langsung serang aja tuan muda" Kata si manager perut buncit.
"Seruduk aja langsung, Baron" Intruksi penyerangan Tony kepada Hexamonnya.
"RAMMING HORNS !!" Baron, Hexamon kerbau milik Tony langsung menyerang begitu saja Hexamon milik Aji yang bahkan sama sekali tidak siap.
"BRUGGG !!!" Kerasnya suara yang di hasilkan oleh serudukan Baron yang mengenai Hexamon milik Aji.
Hexamon milik Aji terpelanting sangat jauh, sampai membuatnya menghantam pepohonan kemudian tersungkur.
__ADS_1
"Aaa ... " Aji menelan ludahnya, gemetaran melihat kekuatan yang di miliki oleh Hexamon Tony.
"Ngeri-ngeri sedap itu, kalo kena manusia badan pasti langsung remuk" Pamannya Aji pun di buat ngilu saat melihatnya.
"Sangat membosankan sekali ..." Tony menghela nafasnya.
"Daripada membuang waktu dan tenaga, kami akan dengan mudah membebaskan kalian untuk pergi dari sini sekarang, jika kalian sekarang mundur dan membiarkan kami melanjutkan proyek atau .... " Tony memberi sebuah penawaran, namun belum selesai bicara perkataannya di potong oleh Aji.
"TIDAKKKK !!!" Aji teriak dengan tegasnya menolak penawaran dari Tony, yang bahkan belum selesai berbicara.
"Bagaimanapun juga, ini adalah tanah kelahiranku, aku tak mungkin semudah itu mundur oleh orang sepertimu !!" Kata Aji yang penuh penegasan.
"Keras kepala sekali" Tony pun di buat kesal oleh sifat keras kepala Aji.
Akhirnya, setelah mendapat serangan yang cukup menyakitkan tadi, Hexamon milik Aji mulai terbangun dari lelapnya dan berusaha berdiri dari rasa sakit.
"Ayoooo !!!" Teriak Aji.
"MMOOOO ~"
"EHH ??!!" Aji di buat kaget, pasalnya kenapa Hexamonnya bersenandung layaknya sapi padahal dia sendiri wujudnya kambing.
"Hexamonmu aneh, Ji" Kata Pamannya.
"Amang, sendiri yang beli -_- " Kata Aji dengan ekspresinya yang datar.
"Monster sama pemiliknya sama-sama aneh, oke kalau kalian menolak ... Terima ini, keluarkan skill yang sedikit lebih kuat, Baron" Tony memberikan instruksi penyerangan kepada Baron.
"STEP GROUND THE BEAT !!" Melakukan serangan yang sama untuk ke sekian kalinya yaitu menyeruduk lawan, namun kali ini di barengi dengan skillnya yang bisa membuat tanah bergetar jika tiap kakinya melangkah.
"Okelah gapapa, yang penting ayeunamah, kita kalahkan orang itu .... Majuuu !!!"
"MMOOOOO ~" Senandung Hexamonnya sambil berlari ke arah datangnya Baron.
"1000 LEAF SHOT !!" Hexamon milik Aji berlari ke arah Baron, sambil melancarkan serangan tembakan ribuan daun yang keluar dari kulitnya.
Namun, serangan yang di lancarkan oleh Hexamon milik Aji benar-benar tidak berdampak pada Baron, Hexamon milik Tony. Hexamonnya sangat kuat, Baron terus melaju dengan kencangnya, sampai akhirnya serudukannya kembali menghantam Hexamon milik Aji sampai terpelanting kembali.
"Lemah sekali ... " Gumam Tony.
Tapi, kali ini Hexamon milik Aji terus kembali bangkit meskipun telah terkena beberapa kali serangan.
"Aji, tingali Hexamon maneh bangkit ku sorangan (Aji, liat Hexamonmu bangkit dengan sendirinya)" Kata Pamannya
Hexamon dengan wujud kambing itu bangkit kembali, dan mencoba melakukan serangan balik untuk menghajar Baron. Kedua hewan ternak itu saling berjibaku, mencoba untuk menumbangkan antara salah satunya, Hexamon milik Aji yang asalnya pemalas tiba-tiba menjadi sangat gigih dan beringas, tapi tetap saja kekuatannya yang sekarang tak mampu untuk bisa mengalahkan Baron yang sudah jauh berada di atasnya.
"Kenapa kau tiba-tiba jadi gigih seperti itu, terus bangkit dan mencoba menyerangnya kembali ... " Gumam Aji dalam hati merasa heran.
"Kalau begitu, mari kita berjuang bersama ... hindari serangan kontak fisik bila menghadapinya" Aji memberi peringatan kepada Hexamonnya.
Untuk yang kesekian kalinya, Baron akan menyeruduk si kambing kembali, tapi kali ini ...
"ENTANGLED ROOTS !!" Keluar sebuah akar dari permukaan yang menjerat Baron, membuat langkahnya terhenti.
Aji bersama dengan Hexamonnya sama-sama mulai bangkit, berusaha membalikkan keadaan.
"Sekarang !!" Teriak Aji.
"WOODEN KICK !!" Melihat keadaan Baron yang tak bisa bergerak, si Kambing segera berlari ke arahnya lalu melompat sambil melancarkan serangan tendangan kaki kayu.
"Kau pikir semudah itu ... " Kata Tony bersuara kecil.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, Baron berhasil melepaskan jeratan itu dengan mudahnya tanpa memperlihatkan kesulitan sedikitpun, si Kambing yang sedang mencoba untuk menendang Baron, kini keadaannya berbalik. Kaki si Kambing yang akan menendang Baron itu di pegangnya, lalu membantingkan si kambing dengan kerasnya beberapa kali ke permukaan.
"Ini untuk yang terakhir kalinya ... STONE FOOTING !" Si kambing yang berada di hadapan Baron dengan kondisi sudah tak berdaya, Baron dengan teganya melayangkan serangan terakhirnya, di mana kaki sebelah kanannya di lapisi tanah bebatuan langsung saja menginjak si kambing dengan satu kali injakan kuat.
Akibatnya, karena serangan yang sangat kuat, si kambing Hexamon milik Aji terperosok jauh ke dalam tanah.
" !!!! " Mata Aji terbelalak melihatnya.
"HEXA-IN" Tony memasukkan Hexamonnya kembali ke dalam Hexapetsnya.
"Itulah akibatnya kalau kalian berani menentang, masih untung Hexamon yang di serangnya, kalau kamu mungkin sudah masuk UGD sekarang ..." Kata Tony yang terus meremehkannya.
"Ehh, apa inii ?? Kok saya tiba-tiba di pegang gini, apaa inii ?!!" Tiba-tiba saja Pamannya Aji di tangkap oleh para pekerja yang lain.
"Heyy, apa-apaan ini ?!! Lepaskan pamanku" Aji pun turut bingung di buatnya.
"Kata orang zaman dulu, kalo proyek pembangunan mau lancar, artinya harus ada tumbal kan yaa ? Sulit di percaya sih di zaman modern saat ini untuk mempercayai Tahayul seperti itu, tapi ... Boleh kita coba, hehe" Tiba-tiba aura Tony berubah menjadi aura pembunuh layaknya seorang psikopat.
"Jangan bilang, kau ... " Aji yang tidak habis-habisnya negatif thinking.
"Tolong Paman, Aji, lepasinn !!" Paman Aji meminta pertolongan kepada Aji, karena hanya ada Aji seorang di sana.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang aneh kalau ... Kau bisa membuatku merasa puas, aku kasih kau waktu satu Minggu untuk berlatih meningkatkan skill Hexamonmu, jika di pertandingan minggu depan serangan Hexamonmu bisa mengenai Hexamon ku satu kali saja .. maka aku akan menyatakan kalah, Pamanmu ku lepaskan dan lahan ini kembali menjadi milik kalian .... Bagaimana ??" Tony kembali menawarkan sebuah kesepakatan kepada Aji.
"Tapi, tuan muda ... bagaimana dengan proyek pembangunan ini ?" Risau si manager perut buncit.
"Tenang saja, masih ada banyak lahan di kota yang lain, aku bukan orang yang suka berbual ... buat aku merasa puas di pertandingan minggu depan, maka semuanya akan baik-baik saja" Tony meyakinkan kalau kesepakatannya ini bukanlah bualan semata.
"Baiklah, aku terima tantanganmu ..." Dengan berani Aji menerima kesepakatan itu.
"Sampai bertemu kembali, tenang saja Paman mu ku pastikan aman dan terjaga sampai hari itu tiba" Tony pergi melalui sebuah alat teleportasi melalui gadgetnya yang mengeluarkan sorotan cahaya dari permukaan, sinar itu yang membawanya langsung ke gedung tempat persinggahannya.
Aji berjalan menghampiri tempat bekas sarangan terakhir Baron kepada Hexamonnya, melihat ke dalam lubang kalau Hexamonnya sudah menjadi kepingan Hexapets dengan sendirinya karena sudah melewati batas maksimal kekuatan. Turunnya ia ke dalam, mengambil kepingan kecil Hexapets itu lalu mendekapnya sembari menutup mata.
...***...
- Cyanzour, Persimpangan Navy Road.
Setelah melewati hari yang berat di kota Cywhiter, keesokan harinya kita kembali lagi mengisahkan Raka dan kawan-kawan yang sudah mempunyai janji dengan Rika untuk bertemu.
"Ah, itu dia. Kak Raka, Kak Fino, Kak Deri !!" Rika berteriak memanggil Raka dan kawan-kawan di tempat yang sudah di janjikan.
"Itu dia, ayo kita ke sana" Raka yang melihatnya, bersama-sama menghampirinya.
Setelah mereka semua bertemu, suasana pagi di akhir pekan memang sangat menyenangkan, mereka bersama-sama menuju kediaman Rika yang sudah tidak jauh berada di sekitar sana.
"Ayah, aku pulang ..." Rika memberi tahu kalau ia sudah kembali ke rumah bersama dengan para tamu yang akan hadir ke rumahnya hari ini.
"Wahh, kalian sudah sampai ternyata, ayo kita semua berkumpul dulu di ruang tamu untuk membahas semuanya, cemilannya sudah di siapkan" Jamu Ayahnya Rika dengan sangat ramah.
"Hehe, makasih paman, maaf sedikit merep - ..... " Raka yang selesai melepas alas kakinya, seketika terdiam dengan tatapan kosong saat melihat wajah Ayahnya Rika.
Kenapa tiba-tiba saja Raka terdiam saat melihat wajah ayahnya Rika, apakah hal itu mengingatkannya pada seseorang di masa lalunya ?
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
__ADS_1
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_