Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 31 : Versus !


__ADS_3

"Tak ku sangka kalian bisa sampai dengan ke sini hanya dengan mengandalkan mobil tua yang di modifikasi" Ucap Ann meremehkan.


"Diam kau, di mana orang-orang yang telah kau culik berada ?!" Tegas Raka.


"Mulai berani sepertinya bocah ini, kalahkan aku terlebih dahulu" Tantang Ann pada Raka.


"Siapa takut ?!!" Sahut Kero.


"Diam kau burung bodoh, Sean mundur bukan olehmu tapi oleh temanmu, jangan berlagak sok kuat .... HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Keluarlah Sean, Hexamon milik Ann.


"Kau bahkan lebih lemah daripada yang ku kira, haha" Ujar Sean meremehkan.


"Serang, Sean" Titah Ann.


"Jangan pedulikan Kero, bersama kita kuat" Ucap Raka meyakinkan Kero.


"Heem, untuk kesekian kalinya aku tak akan kalah kembali darimu !!"


"WATER SPRAY !!"


"FLAME BURST !!!"


Saling beradu semburan api dengan air, radiasi yang di ciptakannya mengakibatkan pagar besi pembatas dan tembok hancur. Sehingga kalau saja lengah, maka akan jatuh dari ketinggian, terperosok ke dalam lautan yang gelap.


"Arghh, sulit jika harus bertarung di tempat sempit seperti ini, SEAN CRUSH !!".


Karena kesal, Sean mendorong kuat Kero dan keduanya pun terjun bersamaan, menenggelamkan keduanya ke dalam laut lepas, Sean sengaja melakukan ini semua selain karena supaya area pertempurannya menjadi lebih luas, bertarung dalam lautan juga akan memungkinkan dia untuk bisa menang melawan Kero serta memaksimalkan kekuatannya.


"KEROOO !!!!"


"BYURRRR !!!!" Keduanya menghantam permukaan laut dan tenggelam.


"Blubup"


"Blubup"


"Blubup"


"Kita lihat apa kau bisa bertahan jika harus terjun juga dari ketinggian seperti ini ..." Ucap Ann merencanakan sesuatu.


"Apa yang akan kau lakukan ?!" Raka langsung menoleh ke belakang.


"HYAHH !!!"


"Erghh, sama seperti Kero, aku ... Juga harus berjuang ..." Raka menahan tendangan Ann yang berusaha membuatnya jatuh ke bawah.


"Aishh, merepotkan sekali anak ini"


Ann menarik kakinya yang membuat Raka juga ikut tertarik, kemudian Ann langsung mendorong Raka dengan pukulannya sehingga Raka terjatuh dari puncak mercusuar yang sangat tinggi.


"Akkhh, RAKA !!" Kero menoleh ke atas, melihat bahwa Raka terjatuh dari puncak mercusuar.


"Mau kemana kau, OCEAN WAVES !!"


"DIAMM !! FLAME BURST !!" Semburan api Kero mendadak menjadi sangat besar sehingga bisa mengimbangi kemampuan milik Sean.


Melihat Raka yang terjatuh, Kero melesat cepat ke atas untuk menggapai Raka supaya tidak menghantam permukaan air. Ann juga ikut menjatuhkan dirinya dengan berani ke lautan, semua ini akan menjadi pertarungan sengit di lautan gelap nan mengerikan.


"Dapat !!!".


"Terima kasih, Kero".


Kero mendaratkan Raka di bebatuan karang besar yang berada di sekitar mercusuar, setelahnya Kero pun langsung kembali untuk berhadapan dengan Sean.


"BYURRRR !!" Ann menceburkan dirinya ke dalam lautan.


"Berani sekali kau Ann, SEA BUBBLE !!".


Dengan kemampuannya, Sean mengeluarkan gelembung yang cukup besar sehingga dari permukaan laut muncullah Ann dengan gagahnya berdiri kokoh berpijak pada gelembung yang mengapung di atas permukaan laut .


"Mari kita bertarung dengan serius bocah !!!" Teriak Ann pada Raka yang berada cukup jauh di seberang sana.


"YAA !! AKU TIDAK AKAN SEGAN KALI INI" Balasnya.


"RAGE MODE, ON FIRE !!".


"Tak ada bedanya kau membakar dirimu atau tidak, sekali lemah tetaplah lemah !!" Celetuk Sean.


"Tch, FLAME CRUSH !!!".


"SEAN CRUSH !!!".


Keduanya saling beradu kepala, pertarungan antara dua elemen yang seringkali menjadi rivalitas antara keduanya, api melawan air, dengan liciknya Sean membawa Kero ke dalam Air.


"Eumhh !!" Kero yang sulit berbicara karena berada dalam air.


"Kita lihat apakah kau bisa bertarung dengan ku di dalam air !!"


"Heyy, itu Licik !!!" Ujar Raka.


"Tidak, itu STRATEGI !!!" Pungkas Ann.


"OCEAN VORTEX !!!"


Sean yang memutari Kero, mengakibatkan munculnya pusaran air yang sangat besar. Terlebih lagi pertarungan sengit ini terjadi di lautan membuat damage yang di hasilkan akan semakin kuat. Perlahan Api yang berkobar pada dirinya semakin padam.


"Berfikir, berfikir, berfikir, apa yang harus ku lakukan ?!" Gumam Raka bimbang.


"Arghhh, aku harus bisa menahannya ... Aku jugaa akan ... Membuat perlawanan !!"


"Apa yang akan kau lakukan, Kero ?!!" Ucap Raka dalam hati.


"ON FIRE !! FLAME .... TOR ... NADO !!!!"


Kero menyalakan kembali kobaran api pada tubuhnya lalu melakukan perlawanan dengan sama-sama mengitari pusaran air dari dalam untuk membuat tornado berapi.


"Kau pikir akan bisa ?!! Lautan adalah wilayahku !" Ucap sombongnya Sean.


"Aku melihat celah !" Ucap Raka dalam hati.


"Terus putari dari dalam Kero, dan maju ke atas !!" Teriak Raka memberi arahan.


"Ya, aku mengerti maksudmu Raka, ON FIRE !!"


"Tidak akan bisa, BODOHH !!" Teriak Sean.


"BISAA !!" Pungkas Kero.

__ADS_1


Keduanya sama-sama saling mengitari mengeluarkan kemampuannya masing-masing dan pusaran air yang semakin kencang menarik kuat Kero, namun tornado Api yang di hasilkan Kero pun semakin besar dan memanas.


"Jangan terpaku dengan satu skill, Sean !!" Ujar Ann.


"SEA BUBBLES !!"


Ratusan gelembung air muncul dari pusaran air, mengapung ke atas untuk menyerang Kero, namun saking panasnya tornado api yang di hasilkan, sebelum sampai kepada Kero, gelembung tersebut sudah meletup terlebih dahulu.


"HYAHHHH !!!" Putaran Kero semakin kencang menyebabkan tornado apinya pun semakin berkobar-kobar.


"Tornado api mu itu akan terhisap oleh kuatnya pusaran air milikku !! Bwahahaha"


Dan benar saja, tornado api yang berkobar itupun terhisap sedikit demi sedikit oleh pusaran air yang sangat kuat.


.


.


.


Di dalam mercusuar pun, mereka semua mampu mengalahkan para mafia dan bergegas menaiki tangga melingkar, kobaran api yang menyala-nyala menarik perhatian mereka untuk menyempatkan melihat ke luar mercusuar melalui jendela tanpa kaca.


"Raka sedang berjuang di sana" Gumam Prof. Jaya.


"Rencananya pasti di gagalkan oleh Ann" Sahut Deri.


"Sekarang, mari kita juga berjuang !!" Lanjut Fino.


"Ayo, semuanya bergegas !" Ucap Prof. Jaya.


Melanjutkan perjalanan, kaki mereka terus melangkah untuk bisa sampai ke ruangan paling atas, karena mereka yakin pasti semua korban yang di culiknya berada di sana.


"Hadeuhh ... Hadeuh ... Capee ~" Keluh Gamoru.


"Kau dah tua, Moru" Celetuk Deri.


"PLAKK !!!"


"Asal sekali mulut kau" Balas Gamoru.


"Ya, maap. Jangan mukul juga kali, aduduhh" Keluh Deri merasa sakit.


"Bertahanlah, Moru. Sebentar lagi kita sampai di ruangan tengah" Ujar Prof. Jaya.


Mereka semua pun melanjutkan langkahnya menaiki ratusan anak tangga yang seperempat perjalanan lagi sampai pada ruang tengah mercusuar tua ini. Namun, sesampainya mereka di sana ...


"Jadi, kalian yang telah membuat kerusuhan di tempat ini ..." Sang Boss mafia berdiri dengan gagahnya menyambut kehadiran mereka.


"Siapa kau gendut, sok akrab sekali" Celetuk Gamoru.


"A .. apa ?!! Gendut !!" Sang Boss Mafia merasa tak terima mendengarnya.


"Bukannya itu memang fakta, terkadang hidup sulit ya menerima realita" Sahut Deri memacu emosionalnya.


"Iya juga sih, lihatlah" Prof. Jaya juga ikut Celetuk.


"BOING ~" Perut buncit berlapis lemak.


"Saya menyimak saja" Ucap Fino.


"Untuk apa takut, sama-sama makan nasi" Celetuk Fino.


"Erghhh, aku adalah Bob Margareth Alfonso, aku adalah Boss dari Guild Mafia 'Bloody Roses' Kelompok C, siapa orang yang tidak mengenalku di negeri ini ?"


"Semuanya mengangkat tangan"


"Kau belum terkenal kalo belum masuk Grup obrolan Keluarga" Celetuk Deri.


"Muka Buku juga" Celetuk Fino.


"Apalagi Media kabar" Di lanjut Prof. Jaya.


"Gak ada tuh portal berita yang menyebut namamu" Lanjut Deri meledeknya.


"Tapi ... Kalo kamu mau masuk berita sih bisa, iya gak Prof ?" Ucap Fino.


"Ya, Berita Kriminal tentang penculikan anak !" Tegasnya.


"Menantang sekali ya, kalian. Bersiaplah ..." Sang Boss mafia mengeluarkan sesuatu.


"Itu, Hexapets ?!" Kejut Biru.


"Ternyata dia punya Hexamon juga" Gumam Fino.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!! COME ON, GAMONN !!!" Keluarlah Hexamon berwujud Gorilla yang langsung memberontak.


"Menghindar !!!" Teriak Gamoru.


Semuanya melompat menghindari amukan si Gamon, Hexamon Gorilla milik sang Boss Mafia.


"Gilaa, serem banget amukannya, pasti nama Gamon kau berikan karena gagal move on sama mantan kan, cielahh !!" Sambil menghindar Deri masih saja menggoda sang Boss mafia.


"BERISIK !!! Gamon, kasih paham mereka semua !!" Titah sang Boss mafia.


"Baik, Boss !!" Jawabnya.


"Eh, lihatlah ... Logo element yang ada pada Hexapetsnya, kok gak pernah liat ya .." Tunjuk Fino menemukan kejanggalan.


"MAGNETIC PULL !!"


Hanya dengan Gamon memanjangkan tangannya ke depan yang di selimuti oleh sarung tangan berwarna merah dengan posisi telapak tangan terbuka, Biru pun tiba-tiba tertarik di buatnya.


"Lohh, lohh badanku kenapa tertarik gini !!" Biru yang merasa dirinya tiba-tiba tertarik oleh suatu gaya yang sangat kuat.


"Bertahanlah, Biru !!" Dengan sigap Fino langsung memeluk Biru.


Namun, gaya tarikan yang di hasilkanya sangatlah kuat, sampai akhirnya Biru lepas dari dekapan Fino yang sangat kuat.


"Arghhh, kenapa ini ?!!!" Biru pun tidak bisa menghindar, dirinya benar-benar tertarik.


"Sekarang !" Titah sang Boss mafia.


"MAGNETIC PUNCH !!!"


Saat sudah dekat, Gamon mengganti lengannya dengan lengan sebelah kanan yang memakai sarung tangan berwarna biru, memukul keras Biru dengan damage yang bukan main. Hal tersebut di sebabkan karena jika sarung tangan berwarna merah menarik, maka yang berwarna biru menolak di tambah dengan pukulan, maka damage yang di hasilkan 2x lipat lebih besar.


"**BRAKK** !!!"

__ADS_1


Membuat Biru terhempas dengan cepatnya ke belakang bahkan dinding mercusuar yang di hantamnya pun berbekas saking kuatnya damage yang di hasilkan.


"BIRUU !!!" Fino langsung menghampiri Biru.


"Dia bukan Hexamon biasa, unsur element nya sangat tidak wajar, dia memiliki kekuatan magnetic" Gumam Prof. Jaya.


"Bagaimana, ada lawan ?!!" Ucap sombongnya sang Boss mafia.


"Aku tidak akan diam saja jika temanku di lukai, sini kau BABONNN !!!" Gamoru dengan beraninya berlari mendekati Gamon.


"AKUU, GAMONN !!!" Tegas Gamon.


"Hati-hati Gamoru" Deri memberi peringatan.


Akhirnya, terjadi aksi saling baku hantam antara Gamoru dengan Gamon menggunakan tangan kosongnya masing-masing, meski dari segi ukuran Gamon jauh lebih besar daripada Gamoru, namun Gamoru bukanlah tipikal Hexamon yang mudah untuk menyerah.


"Hexamon itu memiliki unsur element yang tak lazim, bukannya dalam list, element magnet tidak ada ?" Tanya Fino kembali dengan Biru yang di gendongnya.


"Memang ! Pasti ada dalang di balik semua ini" Gumam Prof. Jaya.


"Berhenti berteori, sekarang kita pikirkan dahulu bagaimana caranya untuk mengalahkan Gorilla itu" Sahut Deri.


"Lincah juga kau, kadal !" Ucap Gamon.


"Beraninya kau menyebutku Kadal, hah ?!! GROUND GRIP !" Gamoru mengeluarkan kemampuan yang membuat Gamon di cengkeram oleh tanah yang keluar dari permukaan.


"Beraninya kau !!" Nampak Gamon tidak dapat menghancurkan cengkeraman kemampuan Gamoru.


"Lihat ... dia nampak ketar-ketir gak bisa keluar dari cengkeraman Gamoru, ku kira sangat overpower" Ucap Deri menyombong.


"Terima ini, EARTH PUNCH !!!" Gamoru berlari menghampirinya, melompat, dan hendak melayangkan pukulannya yang sudah di lapisi tanah keras.


"Tch, REPULSE, MAGNETIC FORCE !!!"


"Loh, loh ?!! Kenapa ini ... AKHHH !!!" Teriak Gamoru.


Gamon mengeluarkan kemampuan di mana dirinya selimuti aura gaya magnet yang menolak, sehingga saat Gamoru hendak melayangkan pukulannya, Gamoru sendiri malah terpental karna gaya tolak yang di hasilkan oleh kemampuan Gamon.


"Bagaimana bisa ?!!" Terkejut Deri.


"Kau tidak melihat, Aura berwarna ungu itu, Dia menolak setiap serangan yang mengenai aura tersebut" Ucap Fino menganalisanya.


"Tapi bukannya, Magnet hanya menarik seperti besi dan baja ?!!" Tanya Deri.


"Kau tak melihat, sabuk yang tersambung pada Hexapets masing-masing Hexamon kalian, itu semua di buat dari perpaduan besi dan baja" Jelaskan Prof. Jaya.


"Apakah tidak ada cara untuk bisa mengalahkannya ?!" Ucap Gamoru sambil bangkit kembali.



"Apa yang sedang kalian rundingkan ?!!" Sahut sang Boss mafia.


"MAGNETIC PULL !!!" Gamon mengacaukan mereka semua yang sedang berunding.


Kini, Biru dan Gamoru tertarik secara bersamaan, bahkan belum saja mereka siap-siap untuk kembali bertarung. Biru juga tak bisa menahan tarikan daripada Gamon.


"Tidak, Biru masih sangat lemah !!" Ujar Fino tak berdaya menahan tarikannya.


"MAGNETIC PULL, PRESSURE !!"


Gamon memukul permukaan, membuat permukaan sekitar memiliki gaya tarik magnet yang sangat kuat, sehingga Biru dan Gamoru terjebak oleh tekanan gaya tarik magnet yang di hasilkan oleh Gamon.


"Arghhh, aku tak bisa bergerak sama sekali !!! Tekanannya ... Sangat kuat !!" Ucap Biru.


"Aku merasa di paksa untuk terperosok ke dalam tanah yang dalam" Ungkap Gamoru.


"Keluarkan skill apapun itu, Moru !!" Titah Deri.


"Ti ... Dak, bisaa !!! Tubuh kami menempel kuat pada permukaan !!" Teriak Gamoru.


"Akhiri saja, Gamon ! Tidak usah berlama-lama !!" Titah sang Boss mafia.


"Sesuai perintah ..." Ucap Gamon.


Gamon mengambil ancang-ancang, lalu ia mulai berlari kecil menghampiri Gamoru dan Biru yang sedang dalam posisi terbaring terbujur kaku tak dapat bergerak sama sekali.


"Terima ini, GORILLA SMACK !!"


Gamon melompat dan menghantamkan dirinya yang besar tepat di bawah Gamoru dan Biru, saking kuatnya damage yang di hasilkan, permukaan pun langsung jebol karenanya dan akhirnya ketiganya terjun dari ruang tengah ke ruangan paling bawah.


"**TIDAKKK** !!!" Teriak spontan Deri dan Fino.


"Kenapa ? Kejarlah haha" Kata sang Boss mafia.


"Kau ... Euhhh !!" Tanpa fikir panjang Deri langsung ke bawah mengejar Gamoru yang terperosok jauh ke bawah.


"Deri ... Tapi ..." Ucap Fino yang enggan meninggalkan tempat.


"Kejarlah Fino, bantu Biru ... Biarlah Professor yang melawan mafia ini untuk bisa mencapai puncak mercusuar" Ucap Prof. Jaya meyakinkan Fino.


"Terima kasih, Prof. Deri .. tunggu !!" Setelah di izinkan, Fino langsung bergegas mengejar Deri.


Kini di ruangan tengah hanya tersisa Prof. Jaya dengan sang Boss mafia gendut yang tak habis menghirup cerutunya.


"Kini tersisa kau denganku, pak tua .." Kata sang Boss mafia.


"Berkacalah kau jauh lebih tua dariku ..." Balasnya sambil memasang kuda-kuda.


"Hoo, ingin bertarung tangan kosong dengan saya ? Maaf, untuk apa ada kata licik di dunia ini jika kita tak memakainya ..." Sang Boss mafia mengeluarkan kedua pistol dari saku belakangnya.


"Tch, merepotkan sekali ..." Gumam Prof. Jaya.


"Kau takut ?!" Ucapnya dengan sombong.


Suasana semakin memanas, baik di dalam maupun di luar mercusuar, terjadi tiga pertarungan bersamaan di tempat yang berbeda, Raka dengan Kero yang berusaha mengalahkan Ann dengan Sean yang melakukan pertarungan tepat di lautan lepas dengan badai dan ombak kencang yang terus menerpa, Fino dan Deri yang sedang mengejar Gamoru dan Biru yang jatuh ke ruangan paling bawah karena serangan kuat dari Gamon, lari mereka tertatih-tatih karena banyaknya anak tangga yang harus mereka turuni. Di ruangan tengah terdapat Prof. Jaya yang tengah berhadapan dengan petinggi mafia dalam mercusuar ini, pertarungan antara tangan kosong dengan senapan api yang sangat menegangkan. Bagaimana juga dengan kabar ayahnya Fino yang sengaja terjun kembali, menyelam ke dalam lautan yang gelap hanya untuk menyelamatkan Winx, Hexamon milik Risna.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :


Instagram : @hexamon_

__ADS_1


__ADS_2