
Risna yang secara spontan menjatuhkan dirinya dari lantai atas ke bawah tidak sedikitpun mempedulikan resiko apa yang akan terjadi akibat setelahnya. Akhirnya ia melompat ke bawah, namun saat dirinya sedikit lagi menghantam permukaan, secara ajaib Hexapets miliknya bercahaya sangat terang seakan memberi kekuatan kepada seorang Risna, membuatnya terapung dan tidak menghantam permukaan. Risna yang menyadari hal tersebut langsung berdiri normal, hawa panasnya pun sudah hilang karena tubuhnya yang basah kuyup oleh derasnya air hujan.
"Cepat larii !!!!!" Kata Hexamon yang ada dalam Hexapets, berkata melalui Hexa-Voice.
Risna yang mendengar kata-kata itu, langsung lari tak peduli kemana langkah kaki akan membawanya serta tak peduli meskipun dirinya tidak memakai alas kaki dengan busana piyama yang masih di pakainya, yang terpenting sekarang adalah jauh dahulu dari si mafia itu untuk bisa mempersiapkan segalanya serta memikirkan rencana untuk mengalahkannya. Namun, mereka pun tak menyerah begitu saja, Hexamon cabai yang di miliki oleh si mafia itu, sama-sama melompat dari lantai atas dan berusaha mengejar Risna yang sedang berusaha lari menjauh dari pandangannya.
"Jangan kau pikir, kau bisa lari dengan mudah begitu saja, Gadis !!!" Kata Hexamom cabai itu sambil terus mengejar Risna.
Risna yang terus berlari, mulai terengah-engah dan langkahnya mulai tertatih-tatih karena merasa sudah terlalu lelah.
"SPICY RAGE !!!" Hexamon cabai itu mengeluarkan skill di mana dirinya sangat berapi-api membuat power dan kecepatannya pun meningkat.
"Ah, dia semakin dekat !!!" Risna yang mulai tidak kuat berlari dan detak jantung yang berdetak kencangnya karena takut.
Langkah kakinya semakin melambat karena kelelahan, serta mulai terasa sakit, namun ia harus tetap berlari dengan menerjang derasnya hujan untuk menjauh dari si Hexamon cabai itu.
"Keluarkanlah aku, aku akan membantumu melawan Hexamon itu" Terdengar suara Hexamon dari Hexawatch yang Risna pakai.
"Bagaimana cara ku bisa mengeluarkanmu ??" Tanya Risna terengah-engah.
"Kau cukup tarik Hexapets ini dari Hexawatchnya, lalu lemparkan kemana saja asalkan bisa terbanting pada sebuah permukaan" Beritahunya.
Risna benar-benar tidak tahu bagaimana cara menggunakan Hexamon, bahkan cara memangilnya pun ia tidak mengetahuinya, namun mula dari sekarang ia sudah harus mulai terbiasa dan mempelajari semuanya.
"Tunggu !! saat nanti kamu melemparkan Hexapetsnya, kau juga harus sambil meneriakkan kode suaranya ..."
"Bagaimana, aku sama sekali tidak tahu ?" Tanya Risna terburu-buru karena Hexamon cabai itu yang terus mengejarnya.
"Hexamon battle, Goo !! Teriakkan sekeras mungkin !"
Hexamon cabai itu semakin dekat untuk menggapai Risna, langkahnya yang semakin tertatih nampak di depan terdapat sebuah persimpangan jalan.
"Baiklah .... HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Risna melemparkan Hexapetsnya tepat ke sebuah dinding yang berada di hadapannya.
Saat Hexapets itu terbanting keras pada sebuah dinding, muncullah sosok Hexamon yang selama ini berada di dalamnya, keluarlah Hexamon dengan wujud bebek yang langsung saja mengeluarkan skill-nya.
"FLUTTERING, WINDY WINGS !!!" Hexamon bebek itu mengibaskan kedua sayapnya, membuat si Hexamon cabai itu terhempas lumayan jauh karenanya.
"Sekarang, ayo cepat kita lari !!" Hexamon bebek itu mencengkeram lengan Risna dengan kedua kakinya.
Risna langsung saja terbawa berlari kembali karena di tarik oleh si Hexamon bebek itu, Hexamon cabai itu tidak kenal menyerah ia kembali mengejar Risna dengan menggunakan skill-nya untuk mempercepat lajunya, hujan pun masih mengguyur dengan derasnya.
"Gawat, monster itu mengejar lagi" Risna yang semakin cemas saat melihat ke belakang.
"Tidak ada cara lain, berpeganganlah dengan erat ... FAST WINGS FLAPPING !!!" Hexamon bebek itu membawa Risna melaju cepat dengan skill kepakan sayap cepat berangin miliknya.
Risna yang seorang manusia biasa di buat kewalahan karenanya, kaki-kakinya harus bisa melangkah cepat mengikuti kecepatan Hexamon bebek itu.
"Kamu kenapa ?" Tanya Hexamon itu saat melihat wajah Risna yang meringis kesakitan.
"Kakiku ... Sakit ..." Katanya sambil menahan nyeri.
Saat mendengar pernyataan dari Risna, Hexamon bebek itu menghentikan lajunya, lalu ia pindah ke belakang, kemudian mencengkeram kedua pundaknya untuk membawanya terbang.
"Apa yang akan kau lakukan ?" Tanya Risna dengan wajah lemah pucatnya.
"Kita akan terbang ..." Kata si Hexamon bebek itu dengan sangat yakin.
"Bukannya bebek tidak bisa terbang ?" Risna heran saat mendengarnya.
"Aku kan Hexamon, bukan bebek asli" Jawabnya singkat namun jelas.
Karena Risna dengan Hexamon bebeknya yang sedang berdiam diri, menjadikan kesempatan si Hexamon cabai yang dengan cepat mengejar mereka kembali.
"CHILI SEEDS SHOT !!" Dengan jarak yang memungkinkan, akhirnya Hexamon cabai itu mengeluarkan skill tembakan biji-biji cabainya.
"Gak ada waktu lagi, Ayooo !!!" Hexamon bebek itu membawa terbang Risna dan berusaha kabur sejauh mungkin.
"Terbang yah ? Kau pikir aku tidak bisa terbang .... SPICY EXPLODE !!!" Kakinya mengeluarkan api bak menjadikannya sebuah roket, ia pun terbang melesat mengejar Risna dan Hexamon bebeknya.
Risna yang melihat ke belakang untuk mengecek keadaan di buat terkejut karena Hexamon cabai itu masih saja mengejarnya.
"Apa, dia masih mengejar kitaa ?!!" Kata Risna terkejut.
"Dasar cabe rawit" Gumam si Hexamon bebek.
"CHILI SEEDS SHOT !!!" Hexamon cabai itu kembali menembakkan biji-biji cabainya.
"Aku ... Kesulitan menghindar sekarang" Hexamon bebek itu kesulitan menghindari serangan si Hexamon cabai, ia tidak leluasa bergerak karena sedang membawa Risna.
__ADS_1
"Lalu, sekarang kita harus bagaimana ?" Tanya Risna merasa bingung.
"Terpaksa, kita harus mendarat dan melawannya, karena kalau terus kabur ... dia tetap saja bisa mengimbangi kecepatan ku" Kata si Hexamon bebek.
"Aku percayakan padamu" Risna mempercayakan semuanya pada si Hexamon bebeknya.
Akhirnya Risna dan Hexamon bebeknya mendarat di sebuah loteng atas gedung yang lumayan tinggi, di susul oleh si Hexamon cabai.
"Sekarang, kamu harus memberiku instruksi untuk menyerangnya, buatlah strategi supaya kita bisa melumpuhkannya" Kata si Hexamon bebek bersiap dengan kuda-kudanya.
"Apaa ?!! Tapi ... Aku tidak mengerti sama sekali ..." Risna tidak mengetahui sedikit pun bagaimana sistematis Hexamon.
"Mudah saja, kamu cukup bayangkan bahwa sekarang kamu sedang bermain game RPG dan aku sebagai main karaktermu" Si Hexamon bebek mencoba memberi sebuah tips.
"Sekarang malah coba bayangin kayak gitu, aku gak pernah main game" Risna meringis.
"Huwaa, lalu apa yang kamu mainkan ?" Hexamon bebek cukup pasrah di pertemukan dengan partner yang tidak tahu apa-apa.
"Aku cuma bisa nonton Drakor, ehehe" Ucap dengan lugunya.
"Sudah cukup dramanya, CHILI SEEDS SHOT !!!" Hexamon cabai itu kembali melancarkan serangan yang sama.
"Menghindarrr !!!" Teriak Risna.
Risna dengan si Hexamon bebeknya sama-sama menghindar meski berlawanan arah.
"Nahh, seperti itu !" Ujar si Hexamon bebek.
"Ouhh, seperti itu. Baik ... aku akan mencobanya" Risna mulai memberanikan dirinya untuk mencoba.
"Heem, seharusnya dengan keadaan hujan seperti ini menguntungkan kita untuk lebih mudah mengalahkannya" Analisis si Hexamon bebek.
"Pemikiranmu dasar sekali, kau pikir semudah itu ... SPICY EXPLODE !!!" Hexamon cabai itu melesat cepat ke arahnya dengan tangan yang siap mencakar.
"Cepat sekali, tangkislah atau menghindar ... Aduhh, aku bingung" Risna benar-benar masih pemula sebagai Hexover.
"Tidak apa-apa, semuanya perlu proses ... DANCING IN THE WIND !!" Hexamon bebek itu berputar, menangkis serangan dari si Hexamon cabai.
Si Cabai yang sedang melesat itu, terpental karena terkena tangkisan dari si Hexamon bebek.
"Dengan keadaan seperti ini, kau tidak akan bisa memaksimalkan kekuatan api mu, maka menyerahlah ..." Kata si Hexamon bebek dengan tegas.
"Apa kau mempunyai skill yang bisa menandinginya ?" Tanya Risna spontan.
"Tenang saja, ...." Si Hexamon bebek itu menarik nafas dalam-dalam.
" .... WINDY ROAR !!!!" Skill yang di keluarkannya kali ini adalah tiupan angin yang besar berpusat menghadang lawan di depannya.
Kedua skill itu pun saling berlawanan antara satu sama lain, tentu saja Risna dengan Hexamon bebeknya di untungkan dengan turunnya hujan malam ini. Akhirnya, dengan mudahnya skill milik si Hexamon cabai di kalahkan oleh tiupan angin dari si Hexamon bebek.
"Ini saatnya kita kabur ... RAGING STORM !!" Hexamon bebek itu memutarkan dirinya satu kali, lalu terciptalah sebuah badai besar dengan jangkauan area hanya mencakup luas loteng tersebut.
Maksud dari membuat badai itu adalah supaya penglihatan si Cabai dapat kabur karenanya, sehingga Risna dengan Hexamon bebeknya dapat melarikan diri dengan mudah. Akhirnya, setelah rencana itu berhasil di jalankan, si Hexamon bebek langsung saja membawa Risna pergi dari sana. Setelah badai menghilang, ternyata Risna dengan si Hexamon bebeknya itu sudah tidak ada di hadapannya.
"Kau berhasil membuatnya lolos ..." Nada dingin dari seorang mafia yang merupakan partnernya, ternyata sedari tadi ia berada di sampingnya, berkamuflase memakai alat untuk menjadi tak terlihat.
"Maafkan saya, Tuan"
"Tidak apa, besok kita akan bertemu dengannya lagi" Katanya seperti sudah yakin dan bukan sekedar perkiraan belaka.
"HEXA-IN" Mafia itu memasukkan kembali Hexamonnya ke dalam Hexapets, lalu memandangi suasana kota malam yang sedang di guyur hujan dari atas gedung.
Risna dengan Hexamon bebeknya yang berhasil melarikan diri, kini mereka mendarat di sebuah toko yang memiliki teras di depannya supaya mereka bisa berteduh dan bermalam hanya untuk malam ini. Risna nampak sangat menggigil, piyama yang di kenakannya benar-benar basah karena terus diguyur hujan.
"Hei, apa aku bisa memberimu sebuah nama ?" Tanya Risna sambil menahan rasa dingin.
"Tentu saja boleh, Hexamon yang baru di aktifkan oleh pemiliknya, boleh sekali memberikan sebuah nama, supaya hubungan keduanya semakin dekat dan akrab" Jelaskannya
"Heumm, mendengar tiap skill mu yang banyak menggunakan kata 'Wings' .... Bagaimana kalau kau ku beri nama Winx ?" Risna mulai memberi nama pada Hexamonnya.
"Heem, tidak terlalu buruk kedengarannya" Angguk kecil sembari tersenyum meresponnya.
Akhirnya, setelah lamanya hujan menjatuhkan dirinya ke bumi, kini terlihat mulai mereda.
" ... Dan, namamu siapa ?" Tanya Winx pada Risna.
"Namaku Risna, terima kasih sudah menolongku tadi ..." Ucapnya dengan nada lemah sambil tersenyum.
"Tidak apa, itu sudah tugasku sebagai partnermu, aku akan melindungimu dari orang jahat itu segenap jiwaku" Katanya dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Sepertinya aku memang bisa mempercayaimu ..." Ucapnya lalu memeluk erat Winx.
"... Terima kasih, Ayah" Kata Risna dalam hati sembari sedikit mengucurkan air mata.
"Apakah kita akan tidur di sini, Risna ?" Tanya Winx.
"Ya, hanya untuk malam ini, karena sangat tidak memungkinkan untuk kita pulang ke rumah sekarang" Kata Risna mengusap-usap dirinya karena kedinginan.
"Wajahmu pucat, kau nampak mulai sakit Risna" Winx nampak mulai mencemaskan kondisi Risna.
"Gapapa kok, hehe" Risna tetap saja menutupi rasa sakitnya.
Winx melihat di ujung sana terlihat sebuah kardus yang tidak terpakai, kering dan tidak basah karena hujan. Winx langsung mengambilnya, kardus yang cukup besar itu mungkin bekas sebuah kulkas.
"Berbaringlah di sini, Risna. Istirahatlah, aku akan menjaga tidurmu semalaman ..." Ujar Winx yang sedang mengamparkan kardus, bermaksud sebagai alas supaya Risna dapat berbaring.
"Tapi .... ---"
"Syuuttt, sudah tidurlah"
Akhirnya, Risna mulai berbaring menuruti apa yang di katakan oleh Winx. Winx terus berada di dekatnya supaya Risna tidak merasa kesepian, matanya mulai terpejam tanda Risna sudah mulai terlelap, sesekali saat ada angin malam berhembus kencang Winx mendekap eratnya supaya tidak merasakan kedinginan.
"Pertemuan pertama kita sangat tidak menyenangkan ya, tapi aku senang memiliki partner sepertimu ... yang polos dan lugu" Ucap Winx dalam hati sembari terus mendekapnya.
Tiba-tiba Winx merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya dari kejauhan.
"Siapa di sana ??!!!" Teriak Winx merasakan keberadaan seseorang.
Keluarlah seseorang di sebalik lorong yang gelap, suara hentakan kakinya semakin terdengar jelas dan semakin mendekat.
" !!!!!! " Winx terbelalak saat melihatnya.
"Naluri mu ternyata kuat sekali untuk seekor itik kecil yang kehilangan arah" Ternyata seseorang yang muncul dari lorong gelap itu tak lain dan tak bukan adalah si Mafia pemilik Hexamon cabai.
"Aku ini seekor bebek, kau tahu !!" Tegasnya.
"Jangan berteriak seperti itu, nanti gadis piyama yang sedang tertidur lelap itu terbangun, bukankah kasian kan ?" Kata si Mafia dengan nada yang mencurigakan.
"Jika kau ada di sini, berarti si cabai itu juga ada di sini kan ?" Winx celingak-celinguk melihat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Menurutmu ??"
"CHILI SEEDS SHOT !!!" Muncul serangan dadakan dari si cabai di sebalik lorong yang gelap.
Winx yang memiliki daya naluri yang kuat, langsung berbalik dan menangkis serangannya.
"DANCING IN THE WIND !!" Winx berputar, menangkis serangan dari si Hexamon cabai.
Namun, saat Winx sedang menangkis serangan si cabai, si Mafia itu mengeluarkan karung goni yang telah di siapkannya lalu berusaha untuk menangkapnya. Tapi, karena naluri Winx yang benar-benar tajam ia pun langsung berbalik kembali.
"Lengah kau ... SPICY RING !!!" Si Cabai itu mengeluarkan skill gelang api pedas yang membuat si lawannya terikat dan merasakan efek terbakar terutama organ dalamnya.
Karena di serang dari dua arah, sekarang Winx terkena serangan gelang api pedas dari si Cabai. Serangan dari dua arah ini membuat Winx benar-benar kewalahan untuk menghadapinya, Winx pun kejang-kejang merasakan organ dalamnya yang terbakar.
"Kerja bagus ..." Si mafia itu memasukkan Winx dengan mudahnya ke dalam karung goni yang di lengkapi daya listrik di dalamnya.
"Hilangkan skill mu itu Chilla, jangan sampai Hexamon ini berubah menjadi itik panggang" Ucapnya sambil memegang ujung karung goni yang terbuat dari plastik mika sebagai pegangan supaya tidak ikut menghantarkan listrik.
Saat skill gelang api pedas itu di hilangkan, Winx yang sedang berada dalam karung goni pun memberontak. Karenanya, si Mafia itu menekan tombol pada remot kecil yang di pegang oleh lengan kirinya, mengaktifkan sengatan listrik yang berlangsung selama 10 detik, Winx pun pingsan di buatnya.
"Bagaimana dengan gadis itu, Tuan ?" Tanya si Cabai menunjuk ke arah Risna yang sedang tertidur.
"Biarkan untuk malam sekarang dia tertidur lelap di kota yang menyedihkan ini, di temani hembusan angin yang sangat dingin, besok kita akan bertemu dengannya kembali ..." Kata si Mafia seperti telah merencanakan sesuatu.
"Baik, Tuan"
Si Mafia dengan Hexamon cabainya melangkah pergi, meninggalkan Risna di tempat itu sendirian, mereka hilang di kala lorong gelap itu di masukinya. Risna yang sedang sakit dan tak berdaya tertidur dengan lelapnya di sana meskipun suhu sangat dingin dan keadaan yang basah karena hujan, ia tidak mengetahui bahwa Winx telah di sekap oleh mafia itu. Kondisi Risna sekarang sedang tidak baik-baik saja dan tak berdaya.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1