Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 29 : I'm Weak


__ADS_3

"Professor akan melawan kedua penculik itu ?!!" Ucap Deri terkejut seakan tak percaya.


"Jangan pernah bermain-main dengan pencak silat cimande" Ucap Prof. Jaya memasang kuda-kudanya.


"Dasar orang kuno" Ujar salah satu penculik.


"HYAHHH !!!"


"Awas Professor, di belakang !!" Teriak Raka.


Namun, Prof. Jaya mengetahui pergerakan penculik yang berada di belakangnya, pertarungan pun sudah tak dapat terelakkan, dua penculik bersenjatakan sebilah pisau melawan Prof. Jaya dengan tangan kosongnya yang hanya mengandalkan ilmu beladiri pencak silatnya. Sengitnya pertarungan, membuat suasana gelap semakin mencekam, goresan bilah pisau mengenai tubuh Prof. Jaya, darah segarnya pun bercucuran. Tetapi, Prof. Jaya berusaha mencari celah untuk mengalahkan kedua penculik tersebut, tekadnya untuk menyelamatkan putrinya membuatnya pantang untuk mundur, akhirnya Prof. Jaya dapat mengunci pergerakan salah satu penculik, membuang senjata pisaunya, namun dengan sigap salah satu penculik yang lainnya bergegas memanfaatkan kesempatan ini untuk menusuk bagian belakang.


"Gawat !!!" Deri yang tidak ingin tinggal diam, langsung keluar dari mobil dan berlari menghampiri Prof. Jaya.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Deri pun dengan sigapnya mengeluarkan Gamoru, melemparkan Hexapets tepat pada wajah penculik yang akan menusuk Prof. Jaya.


"Terima pukulan ini, HYAHHH !!!" Gamoru langsung melompat dan memukul tepat pada wajahnya.


Alhasil penculik itu terhempas jauh ke belakang, penculik sisanya telah di bereskan oleh Prof. Jaya dengan cara mengikat kuatnya supaya tak dapat bergerak kembali.


"Kau bergetar seperti itu, apa kau takut Raka ?" Tanya Winx.


"Aku ... Aku ternyata hanya orang lemah yang hanya bisa diam melihat seseorang membutuhkan bantuan, aku tidak berguna di sini" Gumamnya.


Raka merasakan ketidakpercayan yang sangat menghantui dirinya, ia merasa tidak bisa berguna bagi orang lain dan terlalu memendam rasa takut dan keraguan.


"Gamoru, hancurkan Moto Sky mereka" Titah Prof. Jaya.


"Laksanakan !!" Balasnya.


Setelah kedua penculik tersebut berhasil di lumpuhkan, Gamoru pun langsung menghancurkan Moto Sky milik mereka supaya tak dapat melakukan pengejaran kembali titah Prof. Jaya. Akhirnya, setelah semuanya telah di selesaikan Prof. Jaya, Deri, dan Gamoru kembali lagi masuk ke dalam mobil, melanjutkan pengejaran kembali.


"Hai, Winx !" Sapa Gamoru.


"Hai juga, Moru !" Jawabnya.


"Semuanya, pakai sabuk pengamannya kembali, kita akan segera tancap gas dengan kecepatan maksimal, ON POWER !!" Beritahu Prof. Jaya.


"GASKEUNN !!" Sahut Gamoru selalu yang paling bersemangat.


Kero yang terjatuh dari ketinggian langit, membuat dirinya terbakar layaknya meteor yang siap menghantam bumi. Namun, Kero tersadar dan kembali ke posisi normalnya.


"Kau pikir semudah itu mengalahkankanku ??!!" Ucapnya dalam hati sambil mengambil ancang-ancang.


"Tidak, ON FIRE !!" Api yang menyelimuti Kero semakin menyala-nyala, langsung saja Kero pun melesat kembali mengejar Ann.


Ann yang tancap gas pun akhirnya hampir sampai menuju dermaga, sampainya ia mendarat dekat dengan Helikopter yang terparkir untuk membawanya terbang menuju mercusuar.


"Kau harus ku borgol terlebih dahulu, percuma kau teriak pun, tak akan ada yang dengar di sini" Ann memberi peringatan pada Risna sembari memborgol sepasang lengannya.


"Aku yakin teman-temanku pasti akan datang menolongku ..." Ucap Risna memperlihatkan senyum keyakinannya.


"PLAKKK !!!" Tampar Ann kepada Risna.


"Kau berharap pada bocil-bocil dan tua Bangka itu ? Bangunlah tuan putri" Ucap dingin Ann.


Risna di paksa masuk ke dalam helikopter, ia di dorong dan di tendang tanpa ada rasa kemanusiaan oleh Ann. Namun, tiba-tiba dari arah terangnya cahaya rembulan, muncul sesosok burung berapi hendak menghampiri dengan kecepatan tinggi.


"Lepaskan, RISNAA !!!" Teriak Kero.


"Cih, merepotkan sekali burung itu, HEXAMON BATTLE, GOO !!!" Bergegas, Ann langsung kembali mengeluarkan Sean.


"WATER SPRAY !!!!"


"***FLAME BURST*** !!!!"


Keduanya saling beradu kekuatan antara air dingin yang di selimuti hawa gelap dengan kobaran api dengan jiwa yang penuh dengan keberanian. Menggunakan Sean untuk mengalihkan perhatian, alhasil Ann memanfaatkan kesempatan untuk segera membawa Risna ke hadapan sang Boss besar.


"KEROOO !!" Teriak Risna meminta pertolongan.


"Berisik !!!" Ann yang geram spontan menyetrum Risna dengan alat kejutnya.


"AKHHHHH !!!"


"Kau lebih baik terlelap dulu untuk saat ini, supaya tidak merepotkan, sekarang mari kita berangkat" Ann memasang sabuk pengamannya, segera untuk lepas landas.


"Suara helikopter beserta desiran anginnya"


"Tidak, RISNAA !!" Kero berusaha terbang untuk mengejar Helikopter.


"SEAN CRUSH !!"


Sean menyeruduk Kero dengan kecepatan ombaknya, lantas Kero pun terhempas, Helikopter pun terbang tinggi semakin jauh dari pandangannya.


"Hadapilah aku terlebih dahulu jika kau ingin mengejarnya" Tantang Sean pada Kero.


"Aku tidak ada urusan denganmu !" Tegasnya.

__ADS_1


"Jika begitu, maka jangan harap kau dapat menolong temanmu itu ... Lemah" Ucap Sean.


"DEG !!"


"Aku ... Aku tidak lemah !! HYAHHH" Kero melesat begitu saja ke hadapan Sean.


"Bodoh, menyerang tanpa memikirkan strategi terlebih dahulu, OCEAN WAVES !!" Sean berputar dan memukulkan sirip ekornya pada permukaan.


"AKH ?! FLAME BURST !!"


Kero berpikir bisa menahannya dengan serangannya yang sama, namun ternyata tekanan air milik Sean lebih kuat sehingga mampu memadamkan semburan api daripada Kero.


"Kau lebih lemah dari hari saat pertama kali kita bertarung, ada partner ataupun tidak ... Kau tetaplah LEMAH !! Jika kau terus seperti ini kau pasti akan di buang, bodoh ! MUAHAHAHA" Ejek Sean pada Ann.


Kero berusaha bangkit dari kekalahannya.


"Ini ... Hanya permulaan saja, RAGE MODE, ON FIRE !!!!!" Kobaran Api menyelimuti diri Kero kembali.


"Nah, seperti ini baru menantang, mengamuklah !" Sean yang malah merasa semakin tertantang.


"FLAME CRUSH !!"


"SEAN CRUSH !!!"


Keduanya saling beradu kepala, menyeruduk antara satu sama lain mempertaruhkan kekuatannya masing-masing. Setelah, mengeluarkan "Rage Mode" Kero sedikit bisa mengimbangi kekuatan daripada Sean, pertarungan keduanya semakin sengit antara api yang melawan kelemahan terbesarnya, Air.


"Apa yang sedang kau rencakan sekarang ??" Sean merasa kebingungan.


Kero yang sedang berada dalam "Rage Mode" nya memutari Sean secara terus-menerus sampai mengeluarkan sedikit demi sedikit percikan api.


"Kau berniat akan mengurungku ? Coba saja" Ucap Sean terus menantang Kero.


"FLAME TOR ... NADOOO !!!!"


Sean terjebak dalam kobaran api tornado yang di hasilkan oleh Kero dengan cara terus mengitarinya, memanfaatkan hembusan angin malam yang cukup kencang. Sean pun kini terjebak dalam panasnya kobaran tornado berapi.


"Kuat juga ... Aku tidak menyangka, kekuatan kau akan meningkat secepat ini, tapi ... mungkin ini sedikit mustahil, tapi apimu takkan bisa semudah itu menaklukkan kuasa airku, OCEAN ... VORTEX !!"


Sean yang berada di tengah-tengah kobaran berputar-putar kecil mengakibatkan munculnya pusaran air yang semakin besar dan sangat besar. Akhirnya, Serangan tornado api milik Kero pun berhasil terpecahkan, dan "Rage Mode" nya pun padam, Kero benar-benar kehabisan tenaga. Kero yang memaksakan dirinya menggunakan "Rage Mode" membuatnya seperti burung yang terbakar, tubuhnya menghitam.


"Lihat, jangan bermain dengan api, pada akhirnya kekuatanmu sendiri yang telah melahapmu !" Celetuk Sean sangat tajam.


Kero benar-benar sedang dalam masa kritisnya, sudah sama sekali tak berdaya serta tak kuasa untuk bangkit kembali mengejar Ann.


"Aku tidak pernah di ajarkan belas kasihan oleh rekanku, jadi ucapkanlah selamat tinggal pada dunia .... Aku akan segera mengakhirimu !! OCEAN WAVES !!" Sean kembali berputar dan memukulkan sirip ekornya pada permukaan.


"Maaf, Raka" Ucap Kero bernada sangat pelan terdiam menerima serangan dari Sean.


"Apaa ?!!!" Tiba-tiba Sean terkejut.


Ternyata ... Biru telah menahan serangan dari Sean dengan pertahanan cangkang airnya, Fino, Biru, beserta dengan Ayahnya datang di waktu yang sangat tepat.


"Apa kau baik-baik saja, Kero ?" Tanya Biru dengan senyum manisnya.


"Biru ... Kemana saja kau" Jawab Kero terbata-bata.


"Kero ..." Fino yang bergegas mendekap Kero kepada pelukannya.


"Terima kasih, Fino" Ucap Kero.


"Tenang saja, Kero ! Biru, habisi dia !!" Intruksi Fino pada Hexamonnya, Biru.


"Ya, SPINNING DOLPHIN !!!" Dengan skill andalannya, Biru berputar cepat mengarah pada Sean.


"Siapa kau, beraninya mencampuri urusanku, SEAN CRUSH"


Keduanya saling menghantam, Sean dengan kepalanya, sedangkan Biru dengan putaran gasingnya, dan nampak Biru lebih unggul, Sean pun terhempas tak mampu mengimbanginya.


"WATER BLOOM !!"


Tak sempat menghindar, Sean pun terpantulkan ke langit-langit karena serangan Biru.


"Mari kita tahan kau, BUBBLE-BUBBLE WATER !!"


"Serangannya cepat sekali, WATER SPRAY !!"


Dengan sigap, Sean langsung mengeluarkan serangan yang dapat dengan sekejap menghancurkan serangan balon-balon air milik Biru, akan tetapi ...


"**Apaa** ??!!!" Sean kembali memasang wajah terkejut.


Di balik kepulan meletusnya balon-balon air, ternyata supaya tak di ketahui oleh Sean, Biru langsung melancarkan serangan kembali, putaran gasing andalannya membelah semburan Air milik Sean.


"SPINNING DOLPHIN !!!" Serangan Biru tepat mengenai kepada Sean.


"HYAHHH !!!!" Biru mengeluarkan seluruh tenaganya.


"AKHHH !!"

__ADS_1


Tak dapat menahan terus-menerus serangan gasing dari Biru, Sean pun akhirnya terhempas jauh dan tenggelam ke dalam lautan malam yang gelap nan sunyi.


Tak lama kemudian, Raka, Deri, bersama Prof. Jaya tiba di tempat yang sesuai dengan titik koordinat pelacakan, yaitu Dermaga. Mereka semua terkejut karena keberadaan Fino, Biru, dan Ayahnya di sana. Di tambah dengan kondisi Kero yang sedang memprihatinkan.


"Fino ?! Paman, dan Biru, bagaimana bisaa ??!" Mimik Deri terheran.


"Kero, Kero kamu kenapa Kero ?!!" Raka yang langsung membawa Kero dari dekapan Fino.


"Maaf, aku lemah Raka" Gumamnya.


"Kau tidak lemah, apa yang sudah terjadi padamu ?" Tanya Raka penuh rasa cemas.


"AKU LEMAH !!" Kero berusaha lepas dari dekapan Raka.


Namun, kondisi tubuh Kero tak memungkinkan untuk melakukan banyak pergerakan sekarang.


"Apa yang terjadi di sini, Fino ?" Tanya Raka.


"Dan kenapa kau bisa tiba-tiba ada di sini ?" Tanya Deri juga.


Fino menceritakan kilas balik bagaimana ia bisa berada di dermaga dan menyelamatkan Kero, semuanya bermula saat Fino dengan ayahnya memutuskan pulang hari ini, dengan menonton bioskop terlebih dahulu, selepasnya mereka berdua singgah sekejap ke kedai makan 1x24 jam. Ayah Fino memilih pulang tengah malam untuk menghindari macet panjang di siang hari, namun saat di tengah perjalanan mereka melihat layaknya meteor jatuh, karena penasaran, saat di ikuti ternyata itu adalah Kero yang sedang dalam fase "Rage Mode", dirinya di selimuti api yang berkobar-kobar berusaha melawan Sean yang berkekuatan air, saat Kero terdesak Biru pun datang melawannya.


"Kero, maafkan aku karena terlalu mengandalkanmu ..." Setelah mendengar cerita dari Fino, Raka meminta maaf merasa bersalah.


"Kondisi Kero benar-benar sedang tidak prima untuk mengikuti pertarungan kembali, sama halnya dengan Winx, namun kondisi Kero lebih parah karena memaksa membuka skill yang seharusnya tidak di buka secepat ini, sehingga menguras banyak stamina nya" Jelaskan Prof. Jaya.


"Kau dengar, bahkan aku lebih lemah jika harus di bandingkan dengan Biru dan Gamoru" Gumam Kero membelakangi Raka.


"Jangan bicara begitu, Kero" Ucap Biru dengan raut wajah sedih.


"Kita tumbuh dan menjadi kuat bersama" Sahut Gamoru melalui Hexa-Voice.


"Kau telah berusaha Kero, kau bahkan sampai memaksakan membuka kekuatan yang harusnya tidak untuk di buka sekarang, maafkan aku ... Karena terus mengandalkan dan meragukanmu, benar apa yang di katakan Gamoru kita seharusnya tumbuh dan menjadi kuat bersama ..." Bujuk Raka pada Kero.


"Untuk mempersingkat waktu, karena kondisi Kero sedang tidak prima, sebaiknya masukkan kembali dia ke dalam Hexapets dan Fino ... Apakah kau akan ikut perjalanan ini ?" Tanya Prof. jaya.


"Aku pasti akan ikut membantu, karena sepertinya situasinya sangat genting, bagaimana dengan Ayah ?" Tanya Fino kepada Ayahnya.


"Meski kita tidak tahu apa-apa, dan terlanjur di sini, kalian juga pasti membutuhkan bantuan kami, maka saya juga memutuskan untuk ikut perjalanan ini"


Prof. Jaya memeluk ayahnya Fino, sangat berterima kasih karena bersedia berpartisipasi membantunya dalam perjalanan menumpas sindikat gelap perdagangan manusia.


"Sebelum aku masuk ke dalam Hexapets, aku ingin memberitahu bahwa Ann pergi ke arah sana menembus kabut tebal yang ada di hadapan sana" Tunjuk Kero.


"Mengerikan sekali, di tengah lautan ??" Tanya Fino.


"Apa kau takut Fino ??" Ejek Deri.


"Di balik kabut tebal itu terdapat mercusuar tua yang sudah tak beroperasi, ombak laut di sekitarnya sangat besar" Gumam Ayahnya Fino.


Semuanya saling melirik antara satu sama lain, dan mengangguk tanda semuanya setuju dan bersedia untuk mengarungi lautan menembus kabut tebal di hadapan sana.


"HEXA-IN !!!" Raka dan Fino memasukkan Hexamonnya kembali ke dalam Hexapets.


"Lalu, dengan apa kita akan mengarungi lautan ? Dermaga ini sudah tak terpakai, tak ada satupun kapal terlihat" Celingak-celinguk Ayahnya Fino.


"Tenang saja, ayo semuanya masuk ke dalam mobil" Ajak Prof. Jaya.


"Yang benar saja, Prof ?!!" Deri merasa tidak percaya.


"Ikut saja"


Akhirnya, semuanya masuk ke dalam mobil tua milik Prof. Jaya, dengan posisi duduk Prof. Jaya dan ayahnya Fino berada di bangku depan, serta Raka, Fino, dan Deri berada di bangku belakang bersama dengan Winx yang berada dalam lahunan Raka. Mesin mobil kembali di nyalakan, dengan percaya dirinya Prof. Jaya tancap gas, menghalau pembatas dermaga dan siap terjun ke dalam lautan.


"Gilaa gilaa gilaa, prof. Kita bakalan tenggelam Prof" Deri berteriak panik.


"SWIMMOBILE MODE, ACTIVATED !!" Prof. Jaya menekan salah satu tombol pada mobilnya.


Sebelum menappakkan ke dasar lautan, tiba-tiba mobil bertransformasi menjadi mobil yang dapat mengapung di air, ke empat pasang bannya manjadi penggerak untuk mobil supaya bisa melaju.


"Benar-benar ilmuwan gilaa" Gumam Fino.


"Hampir aja jantungan loh, kita" Ucap Raka mengelus-elus dadanya.


"Haha, sekarang mari kita gaspoll !!" Prof. Jaya tancap gas mengarungi lautan dengan mobil tuanya.


Selanjutnya akan menjadi lembaran akhir dari perjalanan hari ini dan semuanya akan sangat penuh dengan rasa emosional, Prof. Jaya seorang ilmuwan yang memiliki akal di luar nalar memanfaatkan keahliannya dalam misi penyelamatan putrinya sekaligus membongkar busuknya sindikat gelap perdangan manusia, Fino dengan Ayahnya yang tidak mengetahui dasaran masalah pun ikut membantu, Raka dan Kero belum sepenuhnya menemukan ikatan sejatinya selayaknya partner dengan Hexamonnya, mobil tua itu mengarungi gelapnya lautan dengan hanya di temani cahaya rembulan yang berawan tebal menggantung, tetap terjang walau ombak dan badai meraung-raung menghadangnya.


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :

__ADS_1


Instagram : @hexamon_


__ADS_2