Hexamon : The Beginning

Hexamon : The Beginning
Chap 28 : Target


__ADS_3

"Bodoh sekali bawahanku mungkin memang bisa termakan jebakan klasik seperti ini, tapi tidak denganku, Terima kasih karena telah membuat pekerjaanku menjadi lebih mudah ..." Ungkap Ann.


"Apa maksudmu ?" Tanya Raka.


"Terima kasih karena telah dengan sengaja memberi umpan pada kami, sehingga kami tidak perlu repot-repot mencari wanita itu, karena memang dialah target kita selanjutnya ..." Ungkapnya.


"Ternyata kau, lalu ke mana kau membawa pergi putriku ??!!" Tanya Prof. Jaya dengan gejolak emosinya yang mulai meluap.


"Putrimu ?" Ann mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan siapa yang di maksud oleh Prof. Jaya.


"Perempuan yang telah kau culik beberapa hari yang lalu" Perjelas Raka.


"Ouh, ternyata dia putri anda, mungkin sebentar lagi akan datang client yang akan membelinya ... Untuk di perbudak, kenapa ? Karena mempekerjakan manusia biayanya bisa lebih rendah di banding mempekerjakan robot" Ucapnya tersenyum sinis.


"Sial, kembalikan putriku, dia bukan budak !!" Prof. Jaya berteriak berlari menghampiri Ann dengan tangan yang sudah mengepal.


"Maaf, aku tidak ada waktu untuk mengurusi kalian, HEXAMON BATTLE, GOO !!" Ann mengeluarkan Hexamonnya, Sean.


"Urusi mereka yang di sini Sean, luluh lantakkan saja tempat ini jikalau perlu" Titip perintah Ann yang kemudian pergi dari tempat.


"Baik, mari kita bermain air~" Balasnya Sean.


"Gawat !! Awas Professor !!" Raka yang hendak bergegas menyelamatkan Prof. Jaya sebelum Sean melakukan penyerangan.


Deri menahan pergerakan Raka, menggelengkan kepalanya menandakan bahwa biar dia saja yang mengurus semua ini. Raka pun mengerti dengan apa yang di maksud oleh Deri, ia pun menurutinya.


"OCEAN WAVES" Sean berputar dan memukulkan sirip ekornya pada permukaan.


"HEXAMON BATTLE, ARENA !! Bergegas Gamoru !!" Teriak Deri mengeluarkan Gamoru.


"Serahkan padaku ! EARTH WALL !!" Gamoru bergegas membuat dinding pertahanan supaya deburan ombak dari serangan Sean tak menghantam mereka.


"Prof. Jaya, Raka, serahkan yang di sini padaku, selamatkanlah Risna dan Rika, aku akan segera menyusul" Ucap Deri serius.


Prof. Jaya dan Raka menganggukkan kepalanya dan segera menuju kediaman Risna, dan sampai saat ini Risna masih belum mengetahui akan adanya keberadaan Ann.


"Suara apa itu ? Seperti ada hantaman besar ?!" Risna yang mendengar suara hantaman ombak Sean.


"Sepertinya itu- AKHHH" Winx yang hendak berbicara tiba-tiba terhenti.


"Kenapa Winx ?" Risna menoleh pada Winx.


"Hallo, Queen ... HYAHHH" Ann yang sedang mencekik Winx langsung menendang Risna saat ia menolehnya.


Alhasil Risna terpelanting jauh menghantam dinding rumahnya karena tendangan yang cukup keras dari Ann, Ann yang sedang mencekik Winx pun melemparkannya pada kedua bawahannya.


"WINX ?!!!" Teriak Risna meski dirinya sedang tak berdaya.


"Le ... Pas ... Kan !" Ucap Winx tersendat-sendat.



Ann berjalan menghampiri Risna.


"Siapa kau ?! Apa jangan-jangan kau ?!!" Tanya Risna bersamaan dengan prasangkanya.


"Benar, aku Ann, tidak ada waktu untuk berbicara, atasanku sudah menunggumu"


Ann yang sedang mendekatinya, Risna pun langsung melakukan perlawanan sebisanya, namun bagi Ann yang handal dalam beladiri bukanlah hal sulit untuk melayani Risna.


"Jangan gegabah dan berani melakukan perlawanan, atau tulang-tulang mu akan ku patahkan dengan mudahnya" Ancam Ann yang telah mengunci Risna supaya tak dapat melakukan perlawanan.


"RISNAA !!" Terdengar teriakan dari Raka.


"Cepat segera panggil mobilnya !" Perintah Ann pada bawahannya.


Salah satu penculik itu menekan tombol pada sebuah remote kecil, yang tak lama kemudian muncul mobil berjenis Wings-Mobile yang secara otomatis menghampiri Ann saat tombol itu di tekan.


"Awasss, Professor" Raka mendorong Prof. Jaya ke kanan dan ia membanting kan dirinya ke sebelah kiri karena mobil di belakang yang siap menabraknya jika tak menghindar.


"Bagus, masuklah !" Ann mendorong Risna secara kasar untuk masuk ke dalam mobil.


"Ris ... Naa ... Euhh, ***DANCING IN THE WIND***!" Winx berputar mengeluarkan putaran angin kecil di sekitarnya.


Akhirnya, Winx berhasil lepas dari pekikan salah satu penculik dan segera melesat untuk menyelamatkan Risna. Namun, tiba-tiba ...


"WATER SPRAY !!" Sean yang tiba-tiba datang dengan cepatnya langsung menyemburkan air pada Winx.


Winx yang tak sempat menahannya, akhirnya terhempas karena terkena serangan dadakan dari Sean.


"WINX !!" Teriak Risna dalam mobil melihat Winx yang tengah berjuang menyelamatkannya.


"DIAMM !! HEXA-IN !!" Sentak Ann pada Risna serta langsung kembali memasukkan Sean ke dalam wadah Hexapetsnya.


Perlahan mobil pun mulai melaju, kedua penculik itu pun menghiraukan Winx dan ikut pergi juga dari tempat dengan Moto Sky-nya. Raka dan Prof. Jaya pun berusaha untuk kembali bangkit dan berlari mengejar Wings-Mobile yang mulai melaju, namun karena merasa sudah tak mungkin terkejar hanya dengan berlari Prof. Jaya melemparkan sebuah alat pelacak yang menempel di bumper belakang Wings-Mobile yang di kendarai Ann.


"Raka, keluarkan lah aku, aku akan melesat dengan cepat mengejar mereka terlebih dahulu" Pinta Kero melalui Hexa-Voice.


"Tapi ..." Raka sedikit meragukannya.


"Keluarkan saja Raka, kita pun akan mengejarnya dengan mobil khusus milik Professor ... " Ucap Prof. Jaya meyakinkan Raka.


Raka menganggukkan kepalanya dan menuruti pepatah dari Prof. Jaya untuk meyakinkan dirinya mengeluarkan Kero.


"HEXAMON BATTLE, GOO !!" Teriak Raka memanggil keluar Kero.

__ADS_1


"Bagus, percayakanlah padaku Raka !" Ucap Kero sambil melesat pergi menjauh dari pandangan Raka.


Setelahnya, Raka dan Prof. Jaya kembali lagi ke rumah, mereka di suguhi pemandangan lingkungan rumahnya yang porak-poranda karena beberapa serangan dahsyat yang di sebabkan oleh Sean. Nampak juga, Deri dan Gamoru yang terkapar setelah menghadang serangan dari Sean.


"Deri, Gamoru, apa kalian baik-baik saja ?" Ucap Raka sambil menghampiri Deri dan Gamoru karena khawatir.


"Tidak apa-apa Raka, tenang saja" Jawab Deri sambil langsung berdiri menguatkan dirinya.


"Damage yang di hasilkan Hexamon tadi benar-benar sangat kuat, kekuatanku masih kalah jauh jika di bandingkan dengannya" Curahan hati seorang Gamoru.


"Curhat kamu ? Makanya latihan" Sindir Deri.


"Kau sendiri yang tak pernah mengajakku berlatih, dasar manusia ... heuhh" Gamoru yang kesal memalingkan wajahnya.


"Eh, jangan kesal gitu dong, nanti deh kita latihan abis itu makan-makan" Ucapnya merayu Gamoru.


"Gass !!" Gamoru mengacungkan jempol pada Deri.


"Baiklah, sekarang ayo kita ke garasi yang berada di bawah laboratorium" Ajak Prof. Jaya.


Raka, Deri, Gamoru, dan Prof. Jaya pun bergegas menuju garasi yang berada di ruang bawah tanah laboratorium. Garasi terbuka, tampak terparkir sebuah mobil yang sudah termakan usia.


"Yakin, kita bisa mengejarnya dengan ini Prof ?" Tanya Raka penuh keraguan.


"Tidak usah banyak bicara, ayo semuanya kita masuk mobil" Titah Prof. Jaya.


Tanpa banyak bicara semuanya pun masuk ke dalam mobil tua yang sangat di ragukan dapat mengejar ketertinggalan.


"Pengap sekali di sini" Blak-blakan nya Gamoru mengatakannya.


"Gamoru !" Beritahu Deri.


"Ini bukan waktu yang pas untuk bercanda, alat pelacak yang sudah Professor lempar kan tadi akan terlihat pada monitor ini, mereka masih belum jauh, semuanya siapp ?!"


"Okee !!" Jawab serentak Raka dan Deri.


"Gaskeun !!" Gamoru yang selalu dengan bahasa gaulnya.


Namun, saat mobil mulai melaju sedikit dari tempat, tiba-tiba keluar asap pekat dan mesin mobil pun mati.


"Ehehe, maaf kayaknya mobilnya mogok, ada yang mau dorongin sedikit gak ?" Ucap Prof. Jaya.


Saat Prof. Jaya melirik pada Raka dan Deri mereka berdua memalingkan wajahnya seakan menolak pintanya untuk mendorong mobil, alhasil Gamoru lah yang menjadi korban suruhan Prof. Jaya.


"Ehh, kalian semua kenapa ?" Ucap Gamoru kebingungan.


"Ayo, Moru ~ Pizza menantimu" Kata Prof. Jaya merayunya.


"Hadeuh, okedeh" Gamoru pun turun dari mobil.


"GARAGE, OPEN UP !!"


Kode suara dari Prof. Jaya untuk membuka pintu garasinya, nampak hanya lorong gelap gulita di hadapannya.


"READY ?? LET'S GOO !!" Gamoru memukul Bumper belakang mobil sekuat tenaganya.


Akhirnya, mobil melaju kembali karena mendapat dorongan keras dari pukulan Gamoru.


"GOOD WORK, MORU ! Mari kita kejar mereka !!" Ujar Prof. Jaya penuh semangat.


"HEXA-IN !!!" Ucap Kode suara Deri memasukkan kembali Gamoru pada Hexapets melalui kaca mobil.


Saat melewati lorong gelap, akhirnya mereka sampai ke permukaan keluar dari garasi ruang bawah tanah milik Prof. Jaya.


"Itu, Winx kan ?!" Tanya Deri.


"Yaa, Winx !! Ayoo, ikut kami !!" Teriak Raka pada Winx.


Winx yang lemah tak berdaya berusaha bangkit untuk kembali ikut dalam pengejaran dan yang paling utama adalah menyelamatkan rekannya, Risna. Winx berusaha berlari, terbang sedikit demi sedikit mengepakkan sayapnya.


"Ayoo !!" Teriak Raka.


Winx tertatih-tatih, namun ia terus berusaha akhirnya ia berhasil terbang mengepakkan sayapnya dan mendarat pada dekapan Raka. Ann dan Sean bukanlah lawan yang bisa di anggap remeh, level Hexamon Raka dan kawan-kawan masih tertinggal jauh di bandingkan dengan mereka yang sudah overpower.


Petualangan dini hari mereka pun di mulai, mereka semua yang harus menahan kantuk karena letihnya kegiatan di hari sebelumnya terpaksa harus berjuang demi menyelamatkan rekan serta orang terkasihnya. On power, pertarungan besar akan kembali terjadi.


Di sisi lain, pada sudut pandang Kero yang sudah memulai pengejarannya terlebih dahulu, berpegang teguh dan berusaha supaya Raka tidak meragukan kekuatannya kembali, meski ada rasa takut dan trauma yang besar yang di sebabkan oleh serangan dari Sean. Namun, Kero berusaha untuk melawan rasa takut dan traumanya itu, ia terbang tinggi layaknya Elang yang telah mengunci targetnya menembus cakrawala.


"Aku takut, sangat takut, Sean sangatlah kuat, dan secara logika memang air adalah kelemahan dari api, tapi ... Aku juga tidak ingin Raka terus ragu dengan kekuatan yang ku miliki" Ucap Kero dalam hati merasa bimbang.


...***...


"Kemana kau akan membawaku pergi ?" Tanya Risna.


"Ke tempat yang sangat jauh dari keramaian, Tuan Putri ..." Jawabnya.


"Kau, mengetahui latar belakangku ?!" Risna terkejut mendengarnya.


"Siapa yang tidak mengenalmu, informasi mu sudah tersebar luas di forum, kau adalah emas berharga bagi para mafia" Beritahunya.


" !!!! " Mata Risna terbelalak saat mendengarnya.


"DUARRR !!!" Tiba-tiba mesin belakang Wings-Mobile yang di kendarai Ann terbakar.


"Apa itu ?!!" Ann menengok ke belakang.

__ADS_1


"BERHENTI !! CEPAT MENDARAT !!" Teriak Kero.


"Burung sialan ! Aku sulit untuk mengeluarkan Sean lagi" Ann yang kesulitan untuk mengeluarkan Sean karena tangannya sedang memegang kemudi.


"Itu kan Kero, KEROO !! Tolong aku !"


"DIAMM !! Suaramu takkan terdengar keluar lagipun" Bentak Ann pada Risna


Akhirnya Ann tancap gas untuk secepatnya sampai ke dermaga, namun Kero juga tidak ingin kalah cepat darinya, ia membuat sayapnya terbakar dan melesat cepat, tiap kepakan berkobar api semangat dan juga keberanian dari Kero. Terus menyemburkan serangan apinya pada Wings-Mobile Ann.


"Mobil bersayapnya cepat sekali, FLAME SHOT !!" Kero terus menembakkan bola-bola api.


"Meresahkan sekali !" Tiba-tiba saja Ann menginjak pedal rem.


"Kenapa tiba-tiba berhenti ?!" Kero yang terkejut melihatnya.


Wings-Mobile tiba-tiba berputar balik, mengarah pada Kero dan langsung tancap gas, segera menabrak Kero.


" !!!!!! " Kero terbelalak


"BRAKKK !!!" Wings-Mobile menabrak Kero.


Kero tak sempat menghindar, karena kehilangan keseimbangan ia pun jatuh dari langit dengan ketinggian udara yang sangat tinggi.


"Bagus, sekarang mari kita menuju dermaga" Setelahnya, Ann berputar arah kembali dan tancap gas menuju dermaga.


...***...


Kembali pada Prof. Jaya, Raka, dan Deri yang sedang dalam perjalanan untuk mengejar ketertinggalan. Mobil tua itu melaju dengan asap pekat yang terus di keluarkan dan juga suara bisingnya.


"Beruntung kerusakan tadi gak berdampak ke rumah tetangga yang lain" Ucap Raka bersyukur.


"Mereka hanya akan mengira bahwa itu adalah gempa kecil, sekarang mari kita fokus, dalam monitor terlihat kalau mereka menuju ke arah dermaga tua" Jelaskan Prof. Jaya.


"Btw Prof, mobilnya berisik banget ini keluaran tahun berapa sih ?" Deri yang terus-terusan mengeluh.


"Belum lama, keluaran tahun 2020" Jawabnya.


"EHHHHH ?!!!" Raka dan Deri terkejut mendengarnya.


"Jangan terkejut seperti itu, beruntung masih bisa bermanfaat sampai sekarang, haha"


"Iyadeh, tapi apa kita akan melalui jalan raya ? Aku takut kita tidak bisa mengejarnya" Ucap Raka khawatir.


"Tenang saja, Professor tahu banyak jalan tikus di kota ini" Setelah berbicara seperti itu, Prof. Jaya langsung banting setir ke kanan memasuki jalan gang.


Tak lama kemudian, kedua penculik yang mengendarai Moto Sky melihat keberadaan Prof. Jaya, Raka dan Deri, maka mereka pun langsung berpisah untuk memilih jalur yang berbeda dengan rencana mengepung dari kedua arah.


"Seandainya aku bisa bertelepati dengan Kero, aku sangat mengkhawatirkannya sekarang" Ucap Raka merasa cemas pada Kero.


"Ouh iya, Hexamon ini gak ada fitur bicara jarak jauh ya saat Hexamonnya lebih jauh dengan partnernya" Ungkap Deri.


"Tenang saja, percayalah pada Kero, kamu jangan terus meragukannya, jika kamu terus meragukan Kero, yang ada kalian berdua akan terpuruk dalam kelemahan, percayalah ..." Ucap Prof. Jaya memberi nasehat.


Tiba-tiba ...


"AWASS, PROFESSOR !!" Teriak Deri memberitahu.


Karena melihat salah satu penculik itu tiba-tiba muncul di hadapan, Prof. Jaya langsung menginjak pedal rem secara mendadak untuk bisa menghentikan mobilnya supaya tak menabrak.


"Di belakang juga ada ?!" Ucap Raka saat menoleh ke belakang.


"Sial, di saat seperti ini" Deri merasa sangat geram.


"Bagaimana ini, Professor ?" Tanya Raka.


Nampak kedua penculik itu turun dari Moto Sky nya masing-masing, mengeluarkan sebilah pisau tajam mengepung mereka dari depan dan belakang, tak ada celah untuk bisa melarikan diri, terjebak dalam gang sempit dengan pencahayaan yang kurang.


"Mereka mengeluarkan pisau" Ucap Raka pelan-pelan.


"Deri, apa aku perlu keluar kembali ?" Tanya Gamoru melalui Hexa-Voice.


"Entahlah, Moru" Jawab Deri merasa takut karena suasana berubah mencekam.


"Kalian berdua, diamlah dalam mobil ... " Titah Prof. Jaya.


"Apa yang akan Professor lakukan ?" Cemas Raka.


Prof. Jaya memutuskan keluar dari mobil, memilih untuk berhadapan secara langsung dengan para penculik.


"Bagus, kau yakin 2 vs 1 ?" Kata salah satu penculik.


"Kalian yang telah menculik putriku kan, maka biar tanganku sendiri yang akan menghabisi kalian !" Ucap Prof. Jaya serius.


Prof. Jaya telah memasuki fase serius, ia melepaskan jas lab nya, di lanjut dengan memasang kuda-kuda beladiri yang berasal dari Indonesia, yang sering di sebut dengan nama "Pencak Silat".


BERSAMBUNG.


Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut


perihal "Hexamon" mula dari bagaimana


wujud karakter & monsternya, dll.


Bisa langsung cek ke :

__ADS_1


Instagram : @hexamon_


__ADS_2