
"Ini, sesuai dengan perintah !" Ann menyerahkan Risna yang terikat dan terbungkam ke hadapan sang Boss.
"Bagus, kau memang bisa di andalkan Ann, beruntung aku bisa bekerja sama denganmu" Ucap sang Boss dengan cerutu yang di hisapnya.
"Mana bayaranku ? Tidak mudah untuk bisa menculik wanita ini, aku harap bisa sesuai perjanjian kita sebelumnya" Tegas Ann meminta bayaran.
"Tenang saja, aku bukan tipikal orang yang mengkhianati janji, cantik sekali tuan putri ini, kau adalah aset berharga bagiku ..." Ucapnya sambil menyentuh dagu Risna.
"Lepaskan, tidak sopan !!" Risna langsung memalingkan wajahnya.
"Garangnya, sebelumnya kau sudah pernah tertangkap oleh Mafia kan, kali ini kau tidak akan bisa lepas kembali ... AJUDAN !!"
Risna di bawa paksa untuk menuju ke ruangan di mana para korban yang lainnya pun ada di sana, data-data Risna juga mulai di masukkan ke dalam marketplace mereka yang berada dalam situs Dark Web, supaya tidak mudah terlacak oleh aparat keamanan.
"Mari kita bicarakan ini di ruangan kantorku, Ann" Ajak sang Boss.
Mulutnya yang terbungkam di buka kembali, dan rantai yang mengikatnya di ganti dengan borgol yang telah di rancang khusus. Risna di tendang secara paksa masuk ke dalam ruangan, sungguh perlakuan yang sadis dan tak berperikemanusiaan.
"Lepaskannn !!" Tegas Risna.
"BRAKK !!" Pintu ruangan pun di tutup.
Saat menoleh ke belakang, semua korban di sana hanya bisa termenung dan meratapi nasibnya, nampak Rika juga berada di sana namun Risna belum mengenalinya sama sekali.
"Daripada aku termenung, meski berbeda dengan apa yang telah di rencanakan, tapi setidaknya aku berhasil masuk ke dalam sini, yang mana Rika, ada banyak orang di sini" Gumam Risna dalam hati.
"Permisi, apakah ada yang bernama Rika di sini ?" Tanya Risna memberanikan dirinya kepada semua korban.
Rika yang sedang merunduk menangis pun, melihat ke arah Rika, memberi balasan bahwa ialah sosok yang sedang Risna cari.
"Jadi, apakah kau yang bernama Rika ?" Risna menghampirinya.
Rika hanya bisa mengangguk, karena dirinya yang sangat lemah dan lusuh seperti kehilangan harapan untuk hidup.
"Aku akan menolongmu" Ucap Risna meyakinkan Rika.
"Bagaimana kau akan menyelamatkannya, jika kau sendiri saja tertangkap, lagipun borgol ini bisa mendeteksi apabila kita memberontak, jadi mustahil untuk bisa keluar !" Sahut salah seorang korban.
"Benar, diam saja dan nikmati waktu mu saat ini, sebelum kau mendapat banyak cambukan saat di perbudak" Sahut kembali korban yang lain.
"Tidak, teman-temanku sedang dalam perjalanan menuju ke sini, aku yakin mereka pasti akan datang !" Ucap Risna berpegang teguh pada tekadnya.
"Zaman sekarang tidak ada yang bisa di percaya, lagipun ada laut luas yang harus di arungi, antara mereka mengacuhkanmu atau mereka akan mati di lahap ikan-ikan buas di laut lepas sana" Sahut korban yang lainnya lagi.
Begitulah kata-kata orang yang sudah putus harapan untuk hidup, mereka merasa sudah terlalu dalam jatuh dalam gelap, tanpa percaya bahwa setitik cahaya dapat merubah segalanya. Risna kesal mendengarnya, namun ia berusaha supaya pemikiran Risna tidak terkontaminasi oleh omongan korban yang lain.
"Percayalah Rika, bahkan ayahmu saja, Prof. Jaya sedang dalam perjalanan menuju ke sini, ia sedang bertaruh nyawa dengan rekan-rekan yang lain, Raka, Deri, bersemangatlah ... Aku tahu ini sulit, tapi tak ada cara lain selain kita hanya bisa yakin pada kehadiran mereka" Risna memegang kedua bahu Rika untuk tetap semangat.
".... Dan, kita semua yang ada di sini, mari kita satukan kekuatan kita semua, saat bala bantuan tiba, dan pintu di buka, mari kita terobos bersama-sama" Ucap Risna sambil berdiri menyemangati semuanya.
"Kalau datang" Sahut korban yang lain.
"Mereka ... Pasti datang !"
.
.
.
"Semakin kita ke depan, ombaknya semakin besar" Ucap Deri.
"Aku hanya takut kita menjadi santapan hiu" Sahut Fino.
"Sudah, jangan berkata hal yang aneh-aneh" Kata Ayahnya Fino.
"JEDERR !!!"
Tiba-tiba saja petir besar beserta kilatannya muncul menyambar lautan, suasana menjadi semakin mencekam karena tiba-tiba saja tekanan badai sangat besar membuat ombak besar meraung-raung memberontak. Hujan pun turun dengan derasnya.
"Apakah kita semua punya pesan terakhir ?" Gumam Raka.
"Awas Prof. Di depan ada ombak !!" Teriak Fino memberi tahu.
Sontak, Prof. Jaya langsung membanting setir ke kanan menghindari ombak besar yang berada di hadapannya, namun deburan yang di hasilkannya tak dapat terhindarkan, mobil menjadi sangat tidak stabil.
"Bersiaplah kita akan memasuki kabut" peringatan dari Prof. Jaya.
"Sumpah ini mencekam banget, kita berasa akan memasuki dunia lain" Celetuk Deri.
Memasuki kabut, semuanya benar-benar gelap, yang terlihat hanyalah kilatan-kilatan cahaya petir, membuat Prof. Jaya kesulitan. Tiba-tiba ...
"BYURRRR !!!!"
Ombak besar menghantam mereka, mobil yang kehilangan keseimbangannya pun langsung membuatnya tenggelam.
Apakah ini adalah akhir ?
"Blubup"
"Blubup"
"Blubup"
Semuanya terpencar dan tenggelam di telan oleh ganasnya lautan.
"Apakah .... Hidupku akan sampai sini saja ?" Gumam Raka dalam hati tak sadarkan diri.
Raka tenggelam semakin jauh ke dalam, dirinya tak bisa berkata apalagi berteriak, semuanya benar-benar pasrah. Namun, secercah cahaya muncul mendekati Raka, semakin terang dan terasa hangatnya, kondisi Raka semakin melemah, ternyata secercah cahaya itu adalah Kero. Dirinya berusaha berkobar dalam kelemahannya, membawa Raka naik kembali ke atas permukaan laut.
"Kero ..."
"Apa itu kau ?"
Setelah sampai di permukaan laut, mobil tua Prof. Jaya pun mengapung kembali, hujan deras masih saja mengguyur. Ternyata, bukan hanya Kero, Hexamon yang lainnya pun muncul dengan sendirinya karena merasakan keadaan yang sangat darurat. Gamoru yang berusaha berenang untuk menyelamatkan Deri yang tenggelam, Winx yang meskipun dalam kondisi tidak prima ia berusaha menyelamatkan Prof. Jaya untuk membalas jasa kebaikan Prof. Jaya kepadanya dan Risna, Biru masih sangat kecil, namun sebisa mungkin ia harus menyelamatkan Fino dan Ayahnya Fino, memiliki sifat cengeng, Biru tak kuasa menahan tangis.
"Semuanya baik-baik saja ?" Tanya Prof. Jaya.
"Bwahh ... Aman, Prof" Sahut Deri mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
"Tapi .. Raka ..." Fino melihat kondisi Raka yang sangat memprihatinkan.
"Terima ... Kasih, Kero ...." Raka berusaha menengadahkan kepalanya dan tersenyum.
Tak banyak bicara, Kero langsung memeluk Raka begitupun sebaliknya. Kini, mereka berdua paham arti daripada "Partner" yang sebenarnya, adalah di mana kita berani mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyelamatkan sosok terkasih, bukan hanya ada dalam segala situasi, namun aksi pun perlu adanya.
"Jadi, sekarang bagaimana ??" Tanya Deri.
Alhasil semuanya pun terdiam dan berfikir memikirkan cara bagaimana supaya bisa sampai menuju mercusuar.
"Aku ada ide" Sahut Biru.
"Bagaimana ?" Balas Prof. Jaya.
"Mobil ini kan bisa mengapung, meski mesinnya sudah mati, tapi terbukti mobil ini masih bisa mengapung, maka coba semuanya naik ke atas mobil ..." Titah Biru untuk menjalankan idenya.
"Karena Winx sedang tidak prima, jadi Prof. Jaya dekap saja dia, Gamoru peganglah bumper depan dengan kedua tanganmu, Kero cengkeram kedua kaki Gamoru guna bisa menarik mobil, aku akan mendorong dari belakang menggunakan skillku ... Apa kalian mengerti ?" Jelaskan Biru.
"Oke, paham, aku mempunyai gambaran, aku juga akan mengeluarkan "Rage Mode" ku kembali untuk menerangi jalan ..." Balas Kero.
"Kalian enak, saya tidak enak, pegal linu ini nanti jadinya" Gamoru mengeluh.
"Tenang Moru, setelah semua ini selesai aku beri kamu jamu kuat" Sahut Deri.
"Jamu ? Apa itu Jamu ?" Gamoru yang terheran.
"Konsep yang di utarakan oleh Biru sangatlah brillian, tak salah satu rekan dengan Fino" Puji Prof. Jaya.
"Terima kasih, Prof. Oke, ayo teman-teman ..." Ujar Biru.
Semuanya siap pada posisi masing-masing, meski hujan badai petir menghadang, mereka akan tetap kembali melanjutkan perjalanan.
"RAGE MODE, ON FIRE !!!" Kero mengeluarkan mode ragenya.
"Ternyata ini skill yang seharusnya tidak kau buka sekarang Kero ..." Gumam Raka takjub.
"Panas sekali, ngab" Keluh Gamoru.
"Jangan banyak mengeluh Gamoru, aku juga akan membuka teknik spesial milikku ..." Ucap Biru.
Semua pandangan tertuju serta terkaget mendengar pernyataan daripada Biru, apa yang di maksudnya dengan teknik spesial.
"Kau jangan memaksakan, Biru ..." Ucap Fino sedikit cemas.
"Tenang saja, aku sudah membagi porsi stamina ku supaya tidak terkuras dengan memperhitungkan semuanya, bersiap ... BOOSTER MODE, ON WATER !!!"
"BRRROOOMMMMMMMM"
Sirip ekor Biru berputar sangat cepat, mengeluarkan suara yang sangat bising di sertai riuhnya cipratan air layaknya baling-baling pada sebuah mesin. Semuanya terkesima sekaligus terkejut dengan teknik spesial milik Biru.
"Lah, semuanya pada punya skill bagus-bagus, aku apaa" Gamoru kecewa.
"Semangat, Gamoru" Ucap Winx menyemangati.
"Aaaaa, terima kasih Winx" Gamoru meleleh mendapat ucapan semangat dari Winx.
"Semuanya berpegangan, Kero, Gamoru siappp ?!" Ucap Biru.
"LET'S GO !" Sahut Kero.
"GASKEUN !" Lanjut Gamoru.
"Oke, GASS !!!!"
"Wohooo, menantang sekali" Deri yang penuh rasa excited.
"KEROOO!!! KU BERJANJI SELEPAS INI SELESAI AKAN MENTRAKTIR SEMUA YANG KAMU MAUU !!" Teriak Raka memberi janji pada Kero.
"KU PEGANG JANJIMU !!" Jawab Kero.
"Tak kusangka Biru memiliki kekuatan seperti ini ..." Gumam Fino.
"Inilah yang sesungguhnya di namakan dengan Kerja sama Tim !!" Sahut Prof. Jaya.
"Jiwa petualang ku bergejolak, serasa menjadi muda kembali saya hahaha" Celetuk Ayahnya Fino.
"Risna, bertahanlah ... Aku dan yang lainnya akan segera menolongmu" Ucap Winx dalam hati sangat yakin.
.
.
.
Mengarungi lautan lepas, hari pun menjelang fajar, namun suasana di lautan masih tetap saja kelam, dingin, dan mengerikan. Kini hujan badai dengan gemuruh petir telah berlalu, langit yang bersedih kembali bersih tak menampakkan awan yang mengerikannya kembali.
"Itu dia mercusuarnya !!!" Tunjuk Deri.
"Akhirnya ..." Fino merasa lega.
"**GASSKANNN** !!" Teriak Gamoru.
"ON FIRE !!!" Kero mempercepat kepakannya di bantu dengan dorongan dari Biru.
"Hati-hati ..." Ucap Raka.
"Ada apa Raka ?!" Tanya kejut Prof. Jaya.
"Itu ..." Raka menunjuk ke atas mercusuar.
"Bukan hanya di atas, di bagian bawah juga ... Lihatlah" Fino juga ikut menunjuk.
Ternyata, penjagaan mercusuar sangatlah ketat sekali, di area atas dan bawah sama-sama di jaga dengan ketatnya, layaknya masih beroperasi. Mercusuar itu di ambil alih oleh para mafia yang tamak dan tak bertanggung jawab. Tak lama lagi, Raka dengan yang lainnya pun sampai ke tempat tujuan, akan tetapi ...
"Kita ketahuan" Gumam Raka.
Lampu sorot mercusuar tiba-tiba menyala dan menyoroti mereka semua, keberadaannya di ketahui karena tubuh Kero yang sedang menyala berapi-api. Membuat para mafia penasaran, membuat posisi mereka semua di ketahui.
"TEMBAKKK !!!"
"Kita di tembaki dari segala arah ?!!" Kata Fino risau.
"MENGHINDAR!!" Teriak Prof. Jaya.
"JANGAN !!" Cela Winx sambil lepas dari dekapan Prof. Jaya.
"FLUTTERING, WINDY WINGS !!"
Winx dengan sigap mengepakkan sayapnya sehingga dapat membuat seluruh peluru tembakan yang mengarah menjadi terhempaskan karenanya.
"Aku ... Juga akan memaksakan diriku membuka teknik spesialku, jadi bersiaplah ..." Ujar Winx.
__ADS_1
"Tapi, kau sudah sangat lemah Winx ..." Ucap Prof. Jaya.
"Jangan memaksakan Winx" Sahut Kero.
"Sudah tak ada cara lain, ini demi kita semua, Biru ... Saat aku mengeluarkan skill ini, langsung kerahkan seluruh kekuatanmu ..." Ucap Winx.
"Apa yang akan kau lakukan ?" Tanya Biru bingung.
Winx terbang ke belakang mobil tepat di belakang Biru yang sedang berada di bagian belakang bumper mobil.
"Hufttt" Winx tarik nafas panjang-panjang dan memusatkan sisa kekuatannya.
"SNEEZE MODE, ON AIR .. "
"KA-CHOWW !!!!!!"
Winx mengepakkan sayapnya sekuat mungkin di barengi dengan angin yang berhembus besar dari mulutnya menyebabkan dorongan yang sangat kuat sehingga Mobil tua itu melaju dengan sangat cepat daripada sebelumnya di tambah lagi dengan dorongan yang di hasilkan oleh Biru.
"Mereka cepat sekali, banyak tembakan kita yang meleset" Ujar salah satu mafia..
"Uwaaaa, cepattt sekaliii !!" Teriak Gamoru.
"Kero, kita tidak boleh menyia-nyiakan perjuangan Winx, BOOSTER !!!"
"Heem, ON FIRE !!!"
Melihat Winx yang langsung tak sadarkan diri dan tenggelam ke dalam lautan, Ayahnya Fino langsung berinisiatif.
"Tapi, Ayah ..." Cemas Fino.
"Percayalah ..." Ucap Ayahnya Fino meyakinkan Fino.
Ayahnya Fino memilih terjun kembali ke dalam lautan dari mobil yang sedang melaju cepat, bertekad untuk menyelamatkan Winx yang jauh tenggelam ke dalam lautan, tentu ada sedikit kekhawatiran dari Fino, namun Ayahnya Fino meyakinkan bahwa ia akan segera kembali menyusul bersamaan dengan Winx.
"KITA HAMPIR SAMPAI !!!" Beritahu Kero.
"Aarghhh, tanganku keram !!" Ujar Gamoru.
"Bertahanlah sedikit lagi, GAMORU !!!" Teriak Biru.
"Semuanya saling berpegangan antara satu sama lain, yang paling depan pegang tangan Gamoru, dan yang paling belakang bersiap untuk menangkap Biru" Jelaskan kero.
"Apa yang akan kau lakukan Kero !!" Tanya Raka.
"Pintu utama ada di atas sana, mobil ini pun sedang dalam kecepatan tinggi, kita tidak bisa menghentikannya, aku akan melemparkan kalian semua ke atas sana !!" Jawab Kero.
"Apa kau yakin bisa melemparkan kita semua, Kero ?!!" Balas Raka.
"Kita harus mencobanya !! Semuanya bersiap, paling depan pegang tangan Gamoru ... Satu, dua, .... TIGA ! GAMORU LEPASKAN PEGANGANMU, BIRU MELOMPAT !!"
"SUDAHH !!!" Beritahu Fino sebagai yang paling belakang dengan Biru yang berhasil ia dekap.
Semuanya saling berpegangan antara satu sama lain layaknya sebuah rantai yang saling menyambung, Kero yang mencengkeram erat kaki Gamoru, lengan Gamoru yang pegang oleh tangan sebelah kanan Raka, tangan sebelah kiri Raka yang di pegang erat oleh tangan kanan Prof. Jaya, serta terakhir tangan kiri Prof. Jaya yang di pegang erat oleh tangan kanan Fino dengan tangan sebelah kirinya yang mendekap erat Biru.
"Aku ... Harus bisa ... HYAHHHH !!!!"
Dengan sekuat tenaga, Kero menarik dan melemparkan mereka semuanya ke atas menuju pintu utama, mobil tua itupun di biarkan melaju dan meledak karena hantaman yang sangat keras.
"TEMBAKI MEREKA !!!"
"WATER SHELL !!"
Sambil mendarat, Biru melepaskan skill pertahanannya untuk melindungi semuanya dari tembakan para anggota mafia, rencana Kero berhasil telak meski pendaratannya memang sangat tidak nyaman.
"Aduuhh, remuk tulang saya langsung ini" Ucap Prof. Jaya.
"Busettt, ni kepala langsung benjol" Lanjut Deri.
"Langsung lemes" Begitu juga Fino.
"GROUND SHAKING !!!" Gamoru melompat menyebabkan area sekitar terjadi goncangan yang cukup besar.
"WATER SPRAY !!!"
"FLAME BURST !!!"
Semua anggota mafia yang berada di lantai bawah penjagaan pintu utama telah selesai di habisi, tiba-tiba saja alarm darurat berbunyi sangat keras memekikkan telinga, alhasil sebagian mafia yang berjaga di atas turun ke bawah untuk menghadang Raka beserta kawanannya.
"Bagaimana ini, Prof ?" Tanya Raka.
"Akan sulit, tapi ini juga kesempatan untuk kita ..." Jawab Prof. Jaya.
"Maksudnya ?" Tanya Fino merasa bingung.
"Jika sebagian besar para mafia itu ke bawah, maka penjagaan yang berada di lantai atas otomatis akan sangat lemah, jadi ... Kero apakah kau bisa membawa Raka sampai ke puncak mercusuar ??" Jelaskan serta tanya Prof. Jaya kesiapan Kero.
"Tapi, bagaimana dengan kalian ?" Raka yang selalu mencemaskan segala hal.
"Raka ... Misi ini harus berhasil, sekalipun itu nyawa adalah taruhannya, kita semua sudah sampai sejauh ini" Prof. Jaya memegang pundak Raka meyakinkannya.
"Heem" Raka menganggukkan kepalanya.
"Kau sudah siap, Raka ?" Tanya Kero.
"Ya, ayo kita berangkat ... "
Kero kembali normal seperti biasa, karena jika terus-menerus memakai teknik spesialnya, staminanya akan terkuras habis dengan sangat cepat. Mereka berdua melesat menuju puncak mercusuar memanfaatkan kesempatan emas ini sebagai peluang. Sehingga, di bawah hanya tersisa Prof. Jaya, Deri, Fino bersama dengan Biru dan Gamoru.
"Dengar ? Suara puluhan pasang langkah kaki, sudah menuju ke bawah" Ucap Fino.
"Bersiaplah semuanya" Ujar Prof. Jaya.
Kuda-kuda di pasang, mereka berlima siap untuk menghadang para mafia-mafia tersebut, begitupun dengan Kero yang sedang membawa Raka menuju puncak mercusuar.
"Akhirnya kita sampai, tinggi sekali ternyata ..." Ucap Kero.
"Orang-orang yang berjaga di puncak mercusuar pun tidak ada, mereka semua terpancing untuk ke bawah ..." Balas Raka merasa lega.
"Kau yakin, semudah itu ?!"
Tiba-tiba saja Ann muncul dengan sifat dinginnya yang menusuk, keluar dari pintu ruangan, mengetahui taktik yang sedang di rencanakan oleh Raka beserta kawanannya.
BERSAMBUNG.
Yuk, yang mau tahu info lebih lanjut
perihal "Hexamon" mula dari bagaimana
wujud karakter & monsternya, dll.
Bisa langsung cek ke :
Instagram : @hexamon_
__ADS_1